Seminar Bersama INEZ Cosmetics : Mendulang Ilmu, Mengukir Prestasi

Tags

Bertempat di gedung serba guna SLB Negeri 1 Pemalang yang berada di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo no. 3A Pemalang, Dewan Pengurus Cabang Pemalang Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia "KATALIA" bersama INEZ Cosmetics mengadakan Seminar. Acara ini diadakan dalam rangka persiapan Uji Profesi Tata Rias Pengantin Betawi, Sunda Siger, dan Solo Putri Modifikasi.

Acara yang diadakan pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 ini menghadirkan nara sumber Sandralingga dari Martha Tilaar.

Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, panitia penyelenggara dari GESA memberikan sambutan. GESA atau Generasi Sartika Sari merupakan perkumpulan multi bidang antara lain : perias pengantin, salon, penjahit, pengusaha kuliner, dan bidang-bidang keterampilan lain, dibawah naungan TUK Sartika Sari (Tempat Uji Kompetensi). Seminar hari ini adalah hajatan pertama GESA yang dibentuk enam bulan lalu.

Sambutan kedua disampaikan Ibu Umi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jakarta. Beliau memberikan arahan bagi peserta seminar yang besok akan mengikuti uji profesi di TUK Sartika Sari. Uji Profesi berbeda dengan uji kompetensi. Sertifikat uji profesi yang dikeluarkan oleh LSP dapat digunakan untuk bekerja dan membuka usaha. Sedangkan uji kompetensi menitikberatkan bidang pendidikan yaitu bagi perias yang hendak membuka LKP dan menjadi instruktur atau pendidik.

Acara selanjutnya pidato yang disampaikan wakil dari dinas pendidikan kabupaten Pemalang, yang juga menandai dibukanya secara resmi uji profesi rias pengantin di TUK Sartika Sari. Beliau menyambut baik kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan sumber daya perempuan. Beliau juga memotivasi peserta seminar untuk tidak menjadi kaum marjinal, yaitu orang-orang yang tidak mau memperbaiki taraf hidupnya. Dengan berbagai keterampilan yang dimiliki, para perempuan bisa membantu perekonomian keluarga dan masyarakat.

Seminar hari ini ditutup dengan doa. Namun demikian pada peserta belum beranjak dari tempat duduknya karena acara masih akan dilanjutkan dengan demo make up dan peragaan rias pengantin muslim, betawi, dan sunda siger modifikasi oleh nara sumber Ibu Sandra Lingga, serta ibu-ibu penguji dan assesor dari LSP Jakarta.

Ibu Sandra Lingga sedang memperagakan rias pengantin muslim


Saat peragaan make up muslim, Ibu Sandra memberikan tips dan trik pemasangan bulu mata palsu agar tampak alami yaitu dengan memasang bulu yang tak jauh berbeda panjang dan ketebalan dengan bulu mata asli sang model. Setelah itu lanjutkan bulu mata kedua dan seterusnya yang lebih panjang dan tebal, dengan memberi jarak 0,1 cm, lalu rekatkan dengan maskara.

Tips berikutnya adalah memakaikan bedak tabur di bawah mata sebelum memakai eye shadow. Tujuannya adalah apabila bubuk eye shadow tercecer di bawah mata saat riasan mata berlangsung, dapat disapu dengan kuas serta tidak menempel atau berbekas.

Peragaan berikutnya adalah tehnik rias pengantin betawi dan sunda siger. Masing-masing nara sumber tak lupa menyebutkan nama-nama aksesoris, rangkaian melati, dan juga busana pengantin untuk pendalaman materi uji profesi yang akan diadakan keesokan harinya.

tim assesor memberikan pendalaman materi uji profesi


Sesi berikutnya yang tak kalah ditunggu adalah lomba Tata Rias Pengantin Betawi, Sunda Siger Modifikasi, dan Muslim Modifikasi. Peserta yang berjumlah 16 orang itu datang dari berbagai daerah di seluruh Kabupaten Pemalang dan sekitarnya.

Waktu yang diberikan selama 1 jam 15 menit, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

juri sedang berunding dan memberikan penilaian hasil lomba


Tiba akhirnya pengumuman pemenang oleh dewan juri. Juara I diraih oleh Krisna dari Comal. Anggota GESA sendiri meraih ketiga juara harapan yaitu juara harapan 1 Lasmiati dari Cikadu Watukumpul, juara harapan 2 Lastri dari Pakembaran, juara harapan 3 Nur Aeny dari Jojogan Watukumpul.****


juara I

juara II

juara III

juara harapan I

juara harapan II

juara harapan III


Blog tentang fashion, beauty, dan budaya