23 Juni 2020

Khitan di Masa Pandemi Corona, Mungkinkah?

"Mi, mumpung libur kenaikan kelas, aku sunat sekarang aja ya, bareng Uki," kata Si Bujang dua minggu lalu setelah mendapat pengumuman libur kenaikan kelas.

Saya kaget dong. Secara Si Bujang baru berumur delapan tahun. Umumnya di sini anak-anak dikhitan umur sepuluh atau sebelas tahun. Rupanya, rata-rata anak kelas 3 yang sekelas dengannya sudah banyak yang disunat/dikhitan. Jadilah dia dan Uki (kawan kental plus saudara sepupu) ngebet ingin segera dikhitan.

Saya dan Mas Jo nggak langsung mengiyakan. Banyak sekali pertimbangan yang kami pikirkan. Di tengah masih tingginya angka penularan covid-19, amankah jika kami melaksanakan sunnah itu sekarang?

Awalnya kami tidak begitu menghiraukan ucapan si Bujang dan menganggapnya sebagai omongan anak kecil biasa saja. Namun, si Bujang rupanya tak main-main. Saat hari Senin, 15 Juni lalu Uki benar-benar disunat, si Bujang bertanya lagi kapan dia disunat. Mau tak mau kami pun memikirkan hal ini dengan serius.

Mbah putri alias emak saya, sesuai tradisi yang selama ini dipegang, mulai menghitung hari baik berdasarkan weton hari lahir. Ketemu hari baik untuk melaksanakan sunat si Bujang jatuh pada hari Kamis Kliwon, 18 Juni 2020.

Dan itu besok, nggak ada satu minggu lagi!

Maka mulailah saya mempersiapkan hajat besar ini dalam waktu yang sangat terbatas.

Ada beberapa pertimbangan yang akhirnya membuat kami berani memutuskan untuk segera dilaksanakan khitan bagi Si Bujang.
  1. Si Bujang meminta sendiri untuk dikhitan, artinya secara mental ia siap menghadapi prosesnya.
  2. Meski masih masa pandemi, tidak ada kasus PDP covid di sekitar tempat tinggal kami.
  3. Kecamatan Watukumpul dan Belik selalu dalam status zona hijau.
  4. Protokol kesehatan masyarakat selalu diterapkan.
 
khitan masa pandemi
siap dikhitan

Terkait hari baik yang sebelumnya saya singgung, ya, keluarga kami masih memegang tradisi hitungan weton. Setiap akan melaksanakan hajat besar seperti menikah, khitan, membangun rumah, dll, kami selalu menghitung hari baik. Biasanya orang-orang tua lah yang mengetahui ilmu seperti itu.

Bagi saya sendiri, hari baik saya artikan sebagai hari di mana doa dan restu dari orang tua terlimpah bagi kebaikan si Bujang. Maka terlepas dari weton dan primbon, saya meyakini doa orang tua pasti makbul dan mujarab. Maka kami pun mantap melaksanakan khitan itu sekarang.


H-1: Bersih Bagi Calon Khitan


ritual sebelum khitan
Bersih ke makam sehari sebelum sunat

Hari Rabu 17 Juni kemarin kami benar-benar hectic. Kami bagi-bagi tugas. Mas Jo pagi-pagi sudah mengatur karyawan tukang dekorasi untuk dipasang di rumah klien pengantin Rumah Tsabita. Beruntung pekerjaan beliau terkait pembagian bantuan sosial corona dari propinsi sudah selesai Selasa kemarin.

Saya berbelanja banyak sekali bahan makanan untuk keperluan memasak hidangan walimatul khitan. Siangnya dengan diantar ojek saya pergi mendaftar ke klinik di Belik yang diinginkan si Bujang untuk sunat. Belik itu kecamatan tetangga. Lumayan jauh, sekitar 30 menit perjalanan roda dua.

Kenapa nggak sunat di klinik dekat rumah?

Si Bujang ini rupanya mantep bin yakin bahwa sunat di klinik Belik ini tidak sakit. Begitu kata teman-temannya. Jadilah banyak sekali anak-anak kampung ini yang sunat di sana padahal di dekat sini pun ada pula dokter dan mantri sunat.

Yah, kami pun menurut saja dia maunya sunat di Belik. Bukan karena sunat di sana tidak sakit. Tapi menurut saya sendiri, sugesti itu penting. Meski sudah dibujuk untuk sunat di klinik dekat rumah pun, karena anak sudah tersugesti sunat di Belik tidak sakit ya tetap saja maunya sunat di sana.

Siang itu sepulang mendaftar, saya langsung memasak untuk membuat Golong Pitu, yaitu nasi berkat sebanyak tujuh buah yang dibagikan pada teman-teman si Bujang yang ikut dalam ritual Bersih.

Ritual Bersih adalah kegiatan tahlil mendoakan orang tua dan sesepuh yang telah wafat di makam Mbah Among atau disebut Cungkub. Pengantin Sunat biasanya melaksanakan Bersih sehari sebelum disunat. Teman-teman sebaya Si Bujang diajak untuk berdoa bersama di Cungkub.

Sepulang dari Bersih, mereka diberi nasi berkat Golong Pitu. Judulnya saja Golong Pitu. Aslinya saya bikin nasi berkatnya ya lebih dari tujuh, sekitar 15 berkat karena teman-teman Si Bujang yang ikut bersih juga banyak.


Hari H: Aku Dikhitan!


masker untuk protokol covid
Siap berangkat mengantar si Bujang khitan


sunat center didik
Sunat Center H. Didik Belik

Jika kemarin saja sudah hectic, maka hari ini Kamis, 18 Juni saya super hectic. Subuh-subuh kami bangun dan segera berangkat ke klinik mengantar si Bujang. Saya mendaftar sunat jam 6 pagi. Setelah sekitar tiga puluh menit perjalanan, kami sampai di klinik dan langsung menuju ruang khitan.

Dokter Didik sangat ramah dan menyambut kami dengan bersemangat. Hal ini membuat si Bujang relaks. Namun begitu, saat suntik bius dilakukan tetap saja ia meringis kesakitan.

Saya? Saya nggak berani melihat apapun yang dilakukan dokter. Saya hanya memegang erat tangan si Bujang, berusaha memberi kekuatan meski saya sendiri ketakutan.

sunat saat covid
mendampingi Si Bujang melewati satu fase penting hidupnya

Meski dua kali melahirkan, tetap saja saya takut berhadapan dengan jarum suntik dan segala alat operasi. Jadi, mending saya nggak melihatnya.

Si Bujang sempat menangis dan merasakan sakit. Kata dokter kulitnya agak kelet / lengket, jadi mungkin akan sedikit sakit. Saya tak berani melihat proses sunatnya.

Sungguh, melihat anak kesakitan juga hati ibu ikut nyeri. Saat itu saya berpikir, ternyata manusia sudah akrab dengan luka dan sakit bahkan sejak dilahirkan. Para ibu kesakitan tiada tara demi kehidupan baru sang bayi. Bayi itu menangis saat tali pusat yang memberinya nutrisi di alam rahim dipotong dan digantikan ASI yang bergizi. Anak-anak dikhitan dan menahan sakit demi sunnah dan kesehatan.

Ternyata setiap rasa sakit menandakan satu fase penting kehidupan menuju fase lain yang sama baiknya.

Mungkin pandemi korona ini pun begitu. Terlepas dari benar tidaknya konspirasi, Tuhan menurunkan korona sebagai luka dan sakit pada dunia sebagai pertanda peralihan zaman. Maka fase kehidupan sebelum dan setelah pandemi korona ini pastilah sama baiknya bagi dunia. Tinggal bagaimana kita menyikapi hidup di masa new normal.

Duh, merenung bikin hati saya melankonis. Hehe.... Lanjut ya cerita khitannya.

Proses sunat si Bujang terbilang sebentar, sekitar lima belas menit. Setelah dijahit dan diberi obat, mengenakan celana khusus khitan, kami segera pulang. Si Bujang diberi hadiah kaos.

Sebelum pulang, kami sempat melihat kera peliharaan pak dokter. Kera dalam kandang ini menjadi hiburan anak-anak yang ikut mengantar khitan. Rupanya, warga di sekitar sini jika ada anak yang dikhitan, teman-temannya banyak sekali yang ikut mengantar. Tidak seperti kami yang datang hanya satu keluarga saja. Hihihi ....

hewan peliharaan
Kera milik pak dokter


celana salam khusus khitan
celana dalam khusus sunat

Mapas Setelah Dikhitan


Di kampung kami, ada tradisi mapas setelah dikhitan dan melahirkan. Mapas adalah memakan segala jenis makanan meski dalam porsi sedikit (kadang hanya satu gigitan) segera setelah khitan atau melahirkan. Tujuannya agar luka baru di tubuh orang yang baru saja dikhitan (dan melahirkan) 'mengenal' berbagai kandungan yang terdapat dalam makanan-makanan tersebut. Konon, jika tidak mapas, si anak akan alergi dan lukanya bisa kambuh sewaktu-waktu.

Terlepas dari benar atau tidaknya dasar ilmiah tradisi mapas ini, toh si Bujang menikmati dengan suka cita berbagai jernis makanan enak yang disajikan di samping tempat tidurnya. Sampai sekarang ia menyebut makanan-makanan yang diletakkan di kamar itu dengan nama mapas. Padahal mapas itu kegiatan makan, bukan nama makanannya. Haha!

Malam hari tepat malam Jumat kami mengadakan selamatan walimatul khitan. Alhamdulillah, saat keesokan harinya, si Bujang sudah bisa ditinggal pergi nge-job meski semalaman hampir tak tidur dan terus mengerang gelisah karena efek biusnya sudah habis.

Tidak ada pesta mesiah di rumah kami, tapi doa-doa dari sanak kerabat dan tetangga terlimpah bagi kesembuhan si Bujang. Semoga lekas sembuh dan menjadi anak saleh ya, Nak.***



27 Mei 2020

Pengelolaan Berat Badan Sesuai Mesin Kecerdasan Ala STIFIn

diet mengelola berat badan


Setelah melakukan tes STIFIn beberapa bulan lalu, saya mengikuti grup WA yang membahas tentang berbagai topik sesuai mesin kecerdasan. Salah satu grup itu adalah program pengelolaan berat badan.

Dan... yap! Cantik make up saja nggak cukup kan yess. Kita harus cantik luar dalam. Perawatan dari luar penting, tapi sehat dari dalam juga sama penting.

Body langsing itu bonusnya. Katanya, cantikpun relatif.  Pengelolaan berat badan ini lebih bertujuan sebagai upaya mendapatkan tubuh yang sehat. Sebab konon di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang sehat pula.

Selain itu, saya tertarik masuk dalam grup WA ini karena ingin mengetahui cara menaikkan berat badan (BB) buat si Sulung yang memiliki perawakan mungil.

Memang, umumnya orang Intuiting extrovert (Ie) memiliki kecenderungan bentuk fisik yang mungil. Dan karena saya pun dulu bertubuh mungil pula, maka kemungkinan anak saya pun membawa gen keturunan perwakan saya ini. Namun, saya masih penasaran bagaimana caranya agar si Sulung bisa menambah BB-nya.

Grup yang dibuat oleh STIFIn Semarang dan dimotori Bunda Mimin ini membahas mengenai seluk beluk berkaitan berat badan pada khususnya dan kesehatan tubuh pada umumnya.

Grup ini awalnya dibuat untuk pendampingan program pengelolaan berat badan selama 21 hari. Namun, sampai sekarang grup tersebut masih aktif dan peserta grup masih dapat berkonsultasi dengan nara sumber.

Konsultan yang bertanggung jawab menjadi nara sumber dalam grup ini adalah dr. Amel (Intuiting)
Dokter Amel saat ini bertugas di RS Pelita Harapan.


Berikut ini salinan materi program pengelolaan berat badan ala STIFIn.


Dalam STIFIn, ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam melakukan diet berat badan.
  1. Setiap gender beda diet
  2. Setiap mesin kecerdasan yang berbeda akan berbeda pula dietnya
  3. Usia juga akan menentukan program diet
  4. Nutrisi yang dibutuhkan ditentukan oleh TB / BB
  5. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sesuai culture 
  6. Orang menikah dan belum menikah juga menentukan diet, rela makan atau rela tidak makan demi orang2 sekitar
  7. Aktifitas/profesi memengaruhi pola makan dan lifestyle helathy

Menurut kriteria WHO:

IMT (Index Massa Tubuh)
BMI (Body Massa Index)

BMI < 18.5 Berat Badan Kurang
BMI 18.5 - 24.9 Berat Badan Ideal
BMI 25 - 29.9 Pre Obesitas

Obesitas ada 3 kategori

Obesitas kelas I.   BMI 30-34.9
Obesitas kelas II.  BMI 35-39.9
Obesitas kelas III. BMI > dari 40

BMI dikaitkan dengan resiko kesehatan, jika masuk kategori obesitas maka akan memiliki resiko terkena penyakit jantung dan diabetes 3 sampai 4 kali lipat lebih besar dari BMI yang lebih rendah.

Hal-hal yang perlu diketahui saat diet atau mengelola berat badan, kita harus menghitung beberapa hal terlebih dahulu. Yaitu:

1. Menghitung kebutuhan kalori


  • Berat Badan ideal adalah:
(TB - 100) - (10% x (TB-100)

  • Kebutuhan Kalori ideal:
Berat Badan Ideal x 25

(jika ingin menurunkan BB dikalikan 25
jika ingin menjaga BB dan menaikkan BB dikalikan 30)

  • Menghitung BMI (Body Massa Index)
BB saat ini : (TB x TB)


Contoh

BB Nabila 75 kg
TB Nabila 162

Maka BMI Nabila adalah
 75/(1,62×1,62) = 28,5779606767

Nabila termsuk kelebihan berat badan ( obesitas tingkat 1) dengan BMI 28

Berat badan ideal Nabila adalah
= (162-100) - (10% × (162-100))
= 62- 6,2
= 55,8 kg

Menghitung kebutuhan kalori ideal Nabila
55,8 x 25 = 1,395 dibulatkan 1400

Jadi kebutuhan Kalori harian Nabila adalah  1400 Kalori

2. Mengitung kebutuhan air dalam satu hari


  • Minum air putih per hari minimal

7% × BB = ....liter

contoh:
Nawa memiliki BB 45 kg

jadi kebutuhan air sehari Nawa adalah :
7% x 45kg = 3,15 liter air

 

3. Menyusun meal plan


Misalnya Tsabi TB / BB = 154 / 55 kg

Menghitung BB ideal
(154-100) - (10% x (154-100)
= 54 - 5,4
= 48,6 kg

Kebutuhan kalori Tsabi untuk menjaga BB adalah 48,6 kg x 30 = 1.458 dibulatkan 1500 kal

menu diet 1200 kal

menu diet 1500 kal


Cara menaikkan BB sebenarnya sama dengan menurunkan BB.
Untuk kebutuhan kalori 1200, dibagi 3 pada makan pagi 400, siang 400, malam 400
  • 400 sarapan 300, jam 10 camilan buah 100
  • 400 siang makan 400
  • 400 malam 100 sore buah 300 makan malam
Untuk kebutuhan kalori 1500, dibagi 3 pada sarapan 500, siang 500, malam 500
Untuk kebutuhan kalori 1800, dibagi 3 pada sarapan 600, siang 600, malam 600

Itulah tiga hal dasar yang perlu diketahui saat hendak diet dan mengelola berat badan.


Jika ingin sehat, bahagia, sukses mulia jangka panjang, maka kita harus memiliki perilaku dan gaya hidup yang tidak mudah tetapi sebenarnya nyaman dilakukan.

Lima hal yang memerlukan perubahan mendasar yang akan berpengaruh besar pada kesehatan dan berat badan terletak pada:
  1. Mindset (pola pikir)
  2. Gaya hidup (nutrisi dan pola makan, pola tidur)
  3. Latihan
  4. Olahraga
  5. Komunitas

Tips ringan untuk mempertahankan dan mengelola berat badan (BB) yaitu:
  • Minum air putih minimal 2 gelas
  • aktifitas ringan, 30 menit jalan kaki, olah raga ringan 10 menit, atau 1 menit olah raga
  • orang Intuiting jangan sampai lapar. Jika lapar, makan buah dan minum air putih


Bagaimana caranya kita tau besarnya kalori dr makanan yg kita makan?

1 kepal nasi 100 kal
1 mangkuk sayur 100 kal
1 ikan utuh satu telapak tangan sekitar seperempat kg 200 - 300 kal


Tips membentuk kebiasaan baik dan perubahan perilaku buruk


Untuk membentuk kebiasaan baik akan melepas kebiasaan lama yang buruk
  1. Kemungkinan tidak bisa langsung membuang kebiasaan lama yang buruk, tetapi lakukan kebiasaan baru yang baik untuk berkompetisi dengan kebiasaan lama. Lakukan dua kebiasaan berbeda
  2. Lakukan kebiasaan baru yang baik yang memerlukan kemauan kuat, hargai proses, tak ada kata instan
  3. Tetap menjaga kemauan kuat untuk tetap sehat adalah salah satu cara agar kebiasaan baru yang mulai kita lakukan tidak berhenti.
  4. Menikmati proses perubahan, yaitu dengan cara memotivasi dan mendukung diri dengan menyediakan lingkungan yang sesuai.

Kebahagiaan diawali dengan senyum di pagi hari. Tularkan kebahagiaan dengan sekitar.

Beberapa hal yang tidak diketahui orang sehingga himbauan  ini sering gagal:
  • Tidak minum manis
  • Tidak minum berwarna
  • Tidak minum berpengawet
  • Tidak minum suplemen
yaitu karena minuman seperti tersebut di atas membuat enzim dalam tubuh bekerja lebih keras dan produksinya akan berkurang. Enzim yang berkurang akan membuat tubuh menua lebih cepat.

  • Tidak makan gorengan
adalah karena :
* ada minyak yang teroksidasi panas pada wajan yang akan memperburuk metabolisme tubuh
* ada tepung yang mengandung banyak karbo yang akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah
* menambah tabungan lemak dan kelebihan kalori
* makanan segar seperti buah pisang atau tahu tempe yang digoreng akan merusak kandungan nutrisinya

  • Kurangi garam
  • Minum hanya air putih

Itu dia materi selama pendampingan pengelolaan berat badan dalam grup WA yang saya ikuti. Materi ini saya tulis di sini setelah meminta izin dari dr. Amel dan Bunda Mimin dari STIFIn Semarang, agar tidak hilang dan dapat dipelajari sewaktu-waktu.

Pastinya akan banyak yang dapat mengambil manfaat, seperti saya pun makin percaya diri dalam melakukan diet pengelolaan berat badan karena memiliki panduan kesehatan dari ahlinya.

Semangat hidup sehat!



25 Mei 2020

Lebaran 2020 di Rumah Saja, Wellcome to The New Normal

lebaran 2020


Lebaran 2020 kali ini memang spesial. Tak ada jalan-jalan, tak ada saling kunjung ke rumah tetangga, tak ada ziarah dan nyekar ke makam, dll. Begitulah anjuran pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Saya beruntung tinggal di kampung yang berpenduduk cukup kooperatif. Pemerintah desa, pengurus masjid, intitusi kesehatan, beserta masyarakat saling bersinergi melaksanakan himbauan pemerintah.

Lebaran di tengah pandemi sangat menguji kesabaran. Semua tradisi khas lebaran yang biasa dilangsungkan dan diadakan secara rutin, kali ini berubah total.

Korona benar-benar mengubah segalanya. Semua hal yang biasa dilakukan setiap orang kini tak lagi bisa dilakukan secara normal.

Dulu, setiap malam sebelum lebaran, kampung kami mengadakan takbir keliling dengan meriah. Ada pawai obor, pawai keliling jalan desa dengan menampilkan berbagai atraksi dan hasil kreasi warga berupa arakan gunungan, kemudian diakhiri dengan pesta kembang api di depan bale desa. Warga bersuka cita menyambut hari kemenangan.

Lebaran kali ini, semua itu tidak ada. Lebaran di rumah saja, begitulah anjuran pemerintah. Sebagian besar warga berdiam di rumah masing-masing. Meski begitu, masjid dan mushola tetap mengumandangkan takbir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Jika biasanya pelaksanaan salat Idulfitri dipusatkan di satu tempat yaitu di Masjid Jami' Al-Istighfar, pada lebaran kali ini dilaksanakan secara menyebar. Setiap mushola menyelenggarakan salat Idulfitri agar warga sekitar yang hendak salat ied berjamaah tidak berdesakan di satu tempat.

Meski lebaran kali ini berbeda karena adanya pandemi, banyak hal yang amat saya syukuri. Di antaranya adalah:

1. Pesanan jahitan tetap menumpuk


Katanya, ekonomi kita terpuruk. Katanya, orang-orang tak punya uang untuk membeli keperluan bukan primer. Tapi saya bersyukur aktifitas pekerjaan selama bulan puasa dan jelang lebaran tetap berjalan seperti biasa. Sampai malam lebaran saya masih mengerjakan pesanan dari pelanggan, sama seperti malam lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya saya khawatir pelanggan tak datang mengambil pesanan, tapi ternyata menyambut kemeriahan lebaran dengan mengenakan baju baru tetap menjadi prioritas.

Meskipun baju baru tak dikenakan untuk berkeliling tetangga, setidaknya bisa bersilaturahmi secara virtual dengan pakaian yang kompak. Di Rumah Tsabita, pesanan baju lebaran 2020 didominasi pesanan baju lebaran couple dan baju lebaran seragam keluarga. Di antaranya berupa gamis, tunik, baju batik dengan berbagai variasi dan kombinasi warna, termasuk baju anak yang serasi dengan semua anggota keluarga lain.

Beberapa teman pemilik rumah jahit pun ternyata tetap ramai menerima pesanan baju lebaran. Konveksi yang sempat tutup awal puasa, kembali buka dan produksi berjalan normal meski tak sebanyak sebelumnya. Yang pasti, Alloh masih mengalirkan rizki buat para penjahit.

Sebagai bonus, kain sisa atau perca saya buatkan masker kain agar serasi dengan baju yang dikenakan. Beberapa masker kain saya buatkan khusus hijab dengan menggunakan tali karet. Hal yang sama dilakukan pula oleh teman-teman penjahit lain sebagai bentuk simpati akan situasi yang tidak menyenangkan akibat adanya wabah covid-19.

Berkah lain lebaran di tegah pandemi ini bagi penjahit adalah: teman-teman penjahit banyak menerima order masker kain dalam jumlah besar. Saya pun menerima pesanan serupa, tapi karena keterbatasan tenaga, akhirnya pesanan dikerjakan oleh teman.

Cukup miris melihat orang-orang berdesakan di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional jelang lebaran untuk membeli baju lebaran. Pelanggan Rumah Tsabita banyak yang berterima kasih pada saya karena dengan menjahit baju lebaran, mereka tak perlu berdesakan membelinya. Resiko yang sangat tinggi tak sebanding 'hanya' untuk euforia kegembiraan berburu baju lebaran.

Di titik ini kami para penjahit merasa senang bisa membantu mereka yang menginginkan baju lebaran tanpa berdesakan di pasar. Selalu ada berkah dan hikmah yang bisa diambil di setiap keadaan.

jahit baju lebaran keluarga
rejeki penjahit: pesanan jahitan tetap banyak



2. Salat berjamaah di rumah


Salah satu 'kemajuan' bagi keluarga kami di tengah pandemi ini adalah rutinitas baru salat maghrib berjamaah selepas berbuka puasa. Si bujang bertugas sebagai muadzin dan iqamat selain juga makmum. Ayah bertugas sebagai imam, lalu saya dan si Kakak sebagai makmum.

Ayah yang lebih sering bekerja di luar rumah, selama bulan ramadan bisa menyempatkan diri berkumpul dan bercerita banyak dengan anak-anak. Si bujang bahkan sering mengobrol dengan ayahnya. Sesuatu yang jarang dilakukan, entah apa yang mereka obrolkan. Melihat pemandangan seperti ini selalu bisa membuat hati saya menghangat.

lebaran bersama keluarga
salat berjamaah di rumah, bonusnya anak lebih dekat dengan ayahnya

 


3. Tak ada pawai takbir keliling, bisa berkumpul bersama keluarga


Meski pawai obor lebaran dan takbir keliling menghadirkan kebahagiaan bagi semua warga, tak ayal membuat kebersamaan dengan keluarga menjadi berkurang karena sibuk dengan keramaian di jalanan.

Malam lebaran kali ini, kami sekeluarga berkumpul di ruang depan. Saya, suami, anak-anak, bersama emak dan bapak, jarang bisa berkumpul lama seperti malam ini. Kami menghabiskan malam lebaran dengan bercerita ngalor ngidul sambil mendengarkan takbiran dari pengeras suara di masjid depan rumah. Emak tampak bahagia menceritakan kembali kisah-kisah lama saat anak-anaknya masih kecil. Bapak pun berbinar-binar mengenang kejadian-kejadian lucu di masa lalu.

Anak-anak emak dan bapak, yaitu kakak dan abang saya yang tak bisa mudik dari Jakarta menelpon dan melakukan video call, bergabung dengan obrolan ngalor ngidul kami malam ini. Sungguh momen yang sangat indah. Mungkin itu yang disebut dengan "hati yang kumpul", alias jauh di mata dekat di hati.

Sementara kami berkumpul di ruang depan mengobrol, ketupat yang dibuat sejak sore tak terasa sudah matang dan siap disajikan di hari lebaran esok hari.

lebaran di kampung halaman
membuat ketupat sendiri

 


4. Salat Idulfitri di rumah


Ini bukan kiasan. Kami sekeluarga melaksanakan salat idulfitri di rumah sendiri. Rumah kami yang bersisian langsung dengan masjid, membuat kami bisa salat idulfitri berjamaah meski dari dalam rumah.

Di masjid sendiri, pelaksanaan salat idulfitri dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, sama seperti pelaksanaan salat tarawih, salat Jumat, serta salat wajib lima waktu di masjid.

Berikut teknisnya:
  1. Warga yang melaksanakan salat idulfitri di masjid hanya orang yang sehat.
  2. Wajib memakai masker.
  3. Sebelum memasuki masjid, dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh pengurus masjid.
  4. Membawa sajadah sendiri karena karpet masjid tidak digelar.
  5. Anak-anak di bawah usia 13 tahun tidak diperkenankan mengikuti salat idulfitri di masjid.
  6. Orang dengan usia rentan penyakit, dianjurkan salat di rumah saja.
  7. Sebelum dan sesudah salat, diadakan penyemprotan disinfektan.
salat idulfitri sesuai himbauan pemerintah
cek suhu tubuh sebelum masuk masjid


Ada yang menarik saat salat idulfitri. Yaitu, selesai pelaksanaan khutbah, seluruh jamaah salat idulfitri mengucapkan ikrar maaf memaafkan semua kesalahan satu sama lain, siapapun dan kapanpun, sengaja ataupun tak sengaja. Ikrar ini dipandu oleh salah satu pengurus masjid diikuti semua jamaah dalam rangka meminimalisir kontak fisik dan salaman.


salat idulfitri di rumah
salat idulfitri di rumah tapi berjamaah dengan masjid sebelah rumah

 


5. Lebaran di rumah saja: akhirnya bikin donat lagi setelah sekian lama


Berbulan-bulan semua orang 'dirumahkan', tak membuat anak-anak kehilangan keseruan. Ada saja yang mereka kerjakan. Mulai dari menulis, membaca buku, bermain lego, kartu-kartu, sampai membuat kue.

Masih di hari lebaran, usai bermaafan virtual dengan saudara yang tinggal jauh, anak-anak mengajak saya membuat kue. Kali ini kue donat jadi pilihan karena tidak terlalu repot membuatnya.

Alat pembuat adonan yang dulu sering saya pakai, akhirnya dibongkar lagi dari gudang. Alat ini adalah pembuat adonan roti dan kue yang diputar manual dengan tangan. Mereknya Concerto. Kotor dan berdebu, tapi akhirnya bisa dipakai lagi setelah sekian lama.

Concerto ini sangat mudah digunakan. Saking mudahnya pakai alat ini, nantinya anak saya bisa membuat kue sendiri tanpa bantuan. Saya yang tak pandai membuat kue saja tak pernah gagal bikin adonan. Kali ini saya contohkan cara memakai alatnya lebih dulu, yang lucunya, semua dilakukan dengan baju lebaran lengkap.





resep donat sederhana
bikin donat dengan baju lebaran



Berikut ini resep donat sederhana yang berhasil kami buat dengan menggunakan alat Concerto.


Resep Donat Sederhana Praktis Tidak Ribet


Bahan:
  • Tepung terigu 500 gr
  • Margarin 100 gr
  • Gula pasir 200 gr
  • Kuning telor 4 butir
  • Pengembang fermipan 1 sendok makan
  • Air 200 ml
  • Toping sesuai selera, bisa meses, coklat chip, atau gula halus

Cara membuat
  • Aduk semua bahan adonan ke dalam alat Concerto. Putar-putar alat pengadon sampai adonan kalis dan tidak lengket. (Saya butuh waktu hampir seperempat jam)
  • Setelah adonan kalis, bentuk bulat dengan lubang di tengah. Bisa juga dengan cetakan donat, tapi karena cetakan ini kami cari di gudang tak ada, jadi ya dibentuk manual.
  • Tunggu sampai mengembang. (Saya diamkan sampai hampir satu jam karena tak pakai terigu protein tinggi jadi adonan agak lambat mengembang).
  • Goreng dengan api kecil dan minyak yang penuh sampai donat tenggelam, hingga berubah warna kecoklatan.
  • Siap dihidangkan dengan aneka toping.

cara bikin donat sederhana
tanpa cetakan
resep donat sederhana dan praktis
donat sederhana


Nah, itu dia lebaran di rumah anti gabut yang kami lakukan pada lebaran 2020 yang jatuh pada hari Ahad tanggal 24 Mei 2020 ini.

Semoga pandemi ini segera berakhir, mari songsong the new normal, berdamai dengan corona tanpa mengorbankan hidup kita yang berharga. ***



09 Mei 2020

Terlalu Santuy, 5 Hal Ini Akan Disesali Saat Tua Nanti

Tahun ini usia saya memasuki umur 17 tahun jalan. (Jalan 20 tahun doang kok, nggak banyak, Haha!) Sebagai remaja kedaluwarsa alias sweet seventeen, makin banyak saja yang dipikirkan.

Kadang ada kekhawatiran meski kedewasaan berpikir pun makin bertambah. Misalnya saya pernah tiba-tiba khawatir tentang keberlangsungan hidup anak-anak. Saat itu salah satu sahabat kental saya baru saja kehilangan suami yang mengalami kecelakaan laut saat bertugas.

Sedih membayangkan andai tiba-tiba suami pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta. Yang pertama kali saya pikirkan tentu anak-anak. Bagaimana mereka nanti jika harus hidup tanpa orang tua? Sedangkan kami orang tuanya belum memiliki apa-apa untuk ditinggalkan untuk mereka.

Ah, sepertinya saya belum terlalu tua. Kelak, mungkin ada yang akan saya sesali dari masa muda ini. Namun saat ini, masih banyak hal yang bisa dikerjakan. Selama jantung ini masih berdetak dan paru-paru belum kehilangan fungsinya menghirup udara, selama itu kita masih diberi kesempatan untuk mengisi kehidupan sebaik-baiknya.


sesal di hari tua

Sebelum Ini Terjadi ...


Saya pernah mendengar broadcast di radio tentang survey yang dilakukan kepada orang-orang tua. Hasil survey tersbut menunjukkan lima hal yang disesali di masa tua. Yaitu:

1. Tidak bekerja keras selagi muda


Sebanyak 92% responden menyatakan hal yang paling ia sesali saat menjadi tua adalah menyesali masa muda yang tak diisi dengan kerja keras sehingga ketika tua ia tidak memiliki apa-apa untuk diwariskan.

Banyak yang berpendapat: “nikmatilah masa muda, karena masa muda tidak akan terulang.”

Sebenarnya itu tidak salah. Hanya saja, bagaimana kita menikmati masa muda itu akan menentukan masa tua kita nanti. Jika dinikmati dengan bekerja keras, belajar keras, berpikir jauh ke depan, maka hasilnya bisa dipetik di kemudian hari.


Santuy boleh, kerja keras tetap jadi gaya hidup.


2. Salah pilih pekerjaan


Responden sebanyak 73% menyatakan hal yang disesali saat tua ialah merasa salah memilih pekerjaan saat muda. Sehingga mereka tidak menikmati pekerjaannya dan hasilnya menjadi kurang maksimal.

Beruntung sekarang ini sudah banyak tes penelusuran minat dan bakat yang dapat membantu anak dan remaja dalam memilih bidang studi dan juga pekerjaan yang sesuai. Salah satunya adalah test STIFIn yang diklaim sebagai shortcut menjadi orang yang expert di bidang yang sesuai personal genetiknya.

Tes-tes seperti ini sangat bermanfaat agar tidak ‘membuang waktu’ untuk mempelajari dan menghabiskan energi pada hal-hal yang justru tidak berguna di masa yang akan datang. Tes ini juga meminimalkan sesal di kemudian hari akibat salah memilih pekerjaan.

Mumpung masih muda, boleh coba deh ikut tes ini. Bukan berarti setelah ikut tes lalu berganti bidang pekerjaan loh ya. Namun, dengan mengetahui karakter dasar kita jadi tahu bagaimana mengatasi kesulitan yang terjadi dalam pekerjaan.


3. Salah mendidik anak


64% yang disesali responden survey adalah ketika menyadari mereka telah salah dalam mendidik anak-anak. Sesal yang dirasakan justru datang setelah tua dan tak bisa diperbaiki lagi.

Islam sudah memiliki panduan dalam mendidik anak. Sebab ibu adalah madrasah pertama, maka carilah istri yang bisa mendidik anak-anak. Istri yang bisa menjadi patner bagi kepala rumah tangga. Sebab suami adalah penanggung jawab bagi pendidikan anggota keluarga, maka carilah suami yang memahami tanggung jawabnya. Suami yang bisa mendidik istri dan anaknya.

Pendidikan bukan hanya mengajarkan berhitung dan menghafal pelajaran, lebih dari itu pendidikan karakter dimulai dari penanaman kebiasaan baik di rumah. Kelak, anak-anak inilah yang akan meneruskan nilai-nilai kebaikan dari orang tuanya dan menjadi investasi pahala yang tak putus.

 

4. Tidak menghargai pasangan


Hasil survey berikutnya tentang hal yang disesali saat tua, sebanyak 56% orang yang memasuki usia tua menyesal karena selama ini tidak menghargai pasangannya.

Yah, namanya juga masih muda, masih kuat, apa-apa masih bisa dilakukan sendiri, terkadang bantuan atau perhatian dari pasangan kurang dihargai. Namun, tatkala raga mulai menua dan rapuh, baru terasa jika kita membutuhkan orang lain yang tulus melayani.

Selagi masih muda, yuk, hargai pasangan kita. Karena pasangan yang tulus adalah satu dari sedikit sekali orang yang akan terus menemani hingga tua, bahkan hingga menutup mata.

 

5. Tidak menjaga kesehatan dengan baik


Beberapa orang banyak yang menjalani masa tua dengan badan bugar. Mereka masih bisa beraktifitas sehari-hari dengan baik. Namun, banyak sekali orang tua yang seiring usia kondisi kesehatannya jauh menurun, bahkan sakit-sakitan. Tak jarang, mereka membutuhkan bantuan orang lain meski untuk keperluan pribadi. Belum lagi dengan biaya untuk berobat atau kontrol kesehatan ke rumah sakit secara rutin.

Ada 47% responden yang merasa menyesal karena tidak menjaga kesehatan saat muda sehingga mengalami berbagai masalah kesehatan di usia tua.



 

... Sesal Kemudian Tiada Guna


Itulah lima hal yang akan disesali saat usia tua. Sekarang ini, mumpung masih muda, sebaiknya mulai deh, kita tata hidup sebaik-baiknya. Mumpung masih ada kesempatan, mari bekerja keras. Mumpung belum terlambat, kita didik anak-anak sebaik-baiknya. Mumpung masih ada waktu, yuk perbaiki hubungan dengan pasangan. Mumpung masih sehat dan kuat, yuk jaga kesehatan kita dengan hidup sehat.

Meski tua itu pasti, tapi nasib saat tua itu kita yang tentukan.
Makin kita diam saja tak berbuat apa-apa, makin besar kekhawatiran menghapi hari tua.
Makin kita bersungguh-sungguh mengisi masa muda, makin menipis kemungkinan sesal di kemudian hari.

Jika kita sudah berusaha memaksimalkan hidup, tapi Tuhan  menghendaki hidup kita tetap jauh dari harapan, baru deh, bisa santuy. Itu namanya takdir. Nikmati saja. Sebab semua takdir Tuhan itu baik.

Santuy lah pada tempatnya. ***



25 April 2020

Olay Total Effect, Beneran Ngefek

Dulu, waktu masih kecil pengin rasanya cepat besar agar bebas pergi ke mana pun kita suka. Namun, setelah tumbuh besar, dewasa, dan sekarang beranjak menua, justru inginnya kembali muda. Kalau bisa, ingin menjadi anak kecil lagi. Hehe ....

Semua yang dibayangkan menyenangkan saat belum mengalami, akan berbeda rasa ketika sampai pada masanya.

Seperti sekarang, anak-anak biasanya sangat senang bisa libur sekolah. Lama kelamaan mereka bosan juga tinggal di rumah terus dan ingin kembali berangkat ke sekolah.

Buat orang-orang seperti saya yang setiap hari memang berada di rumah, pergi keluar hanya saat ada job acara pernikahan klien, pastilah jauh lebih-lebih lagi yang dirasa. Ya bosan, ya jenuh, tapi harus tetap bersyukur karena masih bisa produktif sementara orang lain banyak yang kehilangan pekerjaan.

Ya, beginilah menjadi orang tua dengan segudang tanggung jawab dan beban pikiran. Terkadang, saking banyak yang dipikirkan, kondisi fisik jadi terabaikan.

Saya sendiri tidak terlalu suka memakai make up untuk keseharian di dalam rumah. Jadi, produk ini menjadi andalan buat merawat kulit: Olay Total Effect.


kemasan Olay total effect
kemasan 12 gram dan 20 gram

 

Olay Total Effect 7 inOne


Review kali ini saya dedikasikan buat saya sendiri, hehe. Semacam ... ya ... senang akhirnya menemukan krim yang cocok untuk dipakai sehari-hari.

Jadi, kulit saya termasuk jenis yang tidak rewel dengan berbagai macam produk dari brand apapun. Bahkan saya sering menggunakan sabun mandi untuk mencuci muka jika sabun wajah kebetulan habis.

Begitu pula dengan berbagai merek make up, sudah banyak saya pakai dan kulit wajah biasa saja. Hanya saja, ada juga sih kelemahannya. Udara dingin bikin kulit saya yang normal cenderung menjadi kering.

Olay Total Effect ini sangat bisa membuat kulit wajah saya terasa lembab, tapi tidak menjadi berminyak yang berlebih. Itu yang pertama saya rasakan.


Klaim Produk


Olay Total Effect 7 inOne menyertakan klaim pada kemasannya, yaitu:
  1. Garis halus dan keriput: membantu menyamarkan garis halus dan keriput.
  2. Warna kulit tidak merata: membantu menyeimbangkan dan meratakan warna kulit
  3. Bintik hitam: membantu menyamarkan bintik hitam
  4. Tekstur kulit tidak merata: membantu melembutkan dan meratakan tekstul kulit
  5. Kulit kering: melembabkan dan menutrisi kulit kering
  6. Kulit kusam: untuk kulit yang tampak lebih cerah
  7. Pori-pori besar: membuat pori-pori tampak lebih kecil

Olay Total Effect 7 inOne adalah krim siang untuk 7 tanda kulit yang terlihat awet muda. Yaitu:
  • Membantu memberi nutrisi untuk kulit yang terasa lembut dan halus
  • Membantu kulit yang terlihat lelah untuk membuatnya tampak segar dan bersinar
  • Membantu menyamarkan garis halus dan bintik hitam

Formula


  • Teh hijau dan kompleks anti penuaan yang diperkaya vitamin (B3, Pro-B5, E) denganSPF 15
  • Mudah diserap permukaan kulit
  • Telah diuji pada kulit 

klaim Olay total effect
formula dan klaim produk tertera pada kemasan

 

Manufaktur dan Distribusi


Manufactured by: Protector & Gamble Manufacturing (Thailand) Ltd.,
112 Moo 5, Bangsamark, Bangpakong, Chachoengsao 24180 Thailand
Made in Thailand

Diimpor dan didistribusikan oleh: PT Procter & Gamble Home Products Indonesia,
Sentral Senayan III, 14th Floor, Jl. Asia Afrika No. 8 Jakarta Pusat 10270, Indonesia
Tromol Pos 1269

 

Ingredients


Water, Glycerin, Niacinamide, Ethylhexyl Salicylate, Butyl Methoxydibenzoilmethane, Isopropyl Isostearate, Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid, Panthenol, Octocrylene, Tocopheryl Acetate, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, Aminomethyl Propanol, PTFE, Titanium Dioxide, Stearyl Alcohol, Caprylyl Glycol, Behenyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, Phenoxyethanol, Cetyl Alcohol, Fragrance, Carbomer, Laureth-7, Sodium Benzoate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Peg-100 Stearate, Cetearyl Glucoside, Cetearyl Alcohol, Disodium Edta, Citric Acid, BHT, Stearic Acid, Palmitic Acid, Zinc Oxide (nano), Camellia Sinensis Leaf Extract, Triethoxycaprylylsilane, Yellow 5 (Cl 19140), Red 40 (Cl 16035)


Netto


Tersedia kemasan 12 gram dan 20 gram


Nomor BPOM


POM NA49170102102


ED Olay total effect
tanggal kedaluwarsa dan kode produksi

 

Olay Total Effect 7 inOne Bisa Didapatkan Di:

  • Olay Total Effect, 7 inOne tersedia di semua toko kosmetik
  • Tersedia juga di semua minimarket, Indomaret, Alfamart, serta supermarket dan toko swalayan  lainnya
  • Olay Total Effect 7 inOne juga bisa dibeli melalui toko online berbagai aplikasi

Harga


Kemasan 12 gram seharga Rp 45.000,-
Kemasan 20 gram seharga Rp 64.500,-

Pengemasan


Kemasan Olay Total Effect 7 inOne berupa wadah karton berwarna hitam dengan bagian muka berwarna perak bergambar kemasan botol di dalamnya.

Kemasan botol berupa silinder berwarna putih metalik, tube putar warna emas, bagian pompa warna hitam, serta tutup transparan. Di dalam wadah karton ada karton berongga agar botol Olay Total Effect 7 inOne aman dari goncangan.

Kemasan botolnya unik dan sangat mudah mengeluarkan isi krimnya. Setelah tutup transparan dibuka, bagian atas botol berupa corong dengan sistem pompa tekan. Sekali tekan, krim akan keluar. Ini memudahkan untuk mengontrol banyaknya krim yang hendak dipakai tanpa takut tumpah atau terlalu banyak menuang.

Jika isi krim sudah habis, pompa akan otomatis tak berfungsi.


krim Olay total effect
sistem pompa, sekali tekan, krim langsung keluar, anti tumpah

 

Tekstur


Teksture krim Olay Total Effect 7 inOne sangat lembut. Kandungan airnya yang banyak, membuat krim Olay Total Effect 7 inOne tidak berminyak tapi tetap lembab.

 

 

Hasil Pemakain


  • Krim Olay Total Effect 7 inOne ini tidak berwarna setelah diaplikasikan pada kulit meski saat sebelum pemakaian krimnya berwarna putih. 
  • Krim ini tidak menyumbang warna yang menjadikan kulit wajah keabu-abuan atau keputih-putihan setelah pemakaian. Hampir tak berbeda antara warna kulit yang belum memakai krim dengan kulit yang sudah memakai krim Olay Total Effect 7 inOne. 
  • Kulit terasa lembab setelah memakai Olay Total Effect 7 inOne. Pemakaian lebih dari satu bulan ini, kulit saya makin segar.
  • Krim ini tidak memutihkan kulit wajah secara instan. Namun, berangsur-angsur kulit wajah terasa lebih cerah karena sel kulit mati terangkat dan digantikan sel kulit baru.
  • Kulit yang lembab dan elastis, menjadikan kerut wajah terutama di bagian sekitar mata dan garis senyum, menjadi memudar dan hilang. Hal ini membuat wajah saya tampak lebih muda.
  • Olay Total Effect 7 inOne ini tidak membuat wajah terasa panas atau terbakar seperti krim perawatan khusus siang hari merek lain. Bisa jadi karena kandungan airnya yang banyak.
  • Krim ini sangat mudah dibersihkan dengan air jika akan beribadah. Jika ingin lebih bersih, gunakan facial foam.

sebelum before Olay total effect
sebelum memakai krim
after pakai Olay total effect
setelah memakai krim

  • Olay Total Effect 7 inOne bisa dijadikan alas bedak pada make up minimalis. 
Caranya:
  1. Terlebih dahulu wajah dibersihkan
  2. Pakailah krim Olay Total Effect 7 inOne sebagai alas bedak
  3. Pakai bedak tabur dengan menggunakan brush
  4. Usapkan merata dengan brush yang lebih kecil untuk bagian sekitar mata dan hidung. Kalau perlu, bantu tap tap dengan ujung jari pada bagian-bagian yang terlewat.
  5. Tambahkan eyeshadow dan eyeliner
  6. Sempurnakan dengan lipstik dan blush on 

Kekurangan


  1. Kemasan karton tidak bersegel. Bisa ditutup dan dibuka dengan mudah oleh siapa saja, bahkan saat masih dipajang di toko maupun minimarket.
  2. Botol yang sudah kosong, cukup mudah saya buka dan diisi dengan krim lain. Hal ini memungkinkan terjadinya pemalsuan isi krim, meski saya sendiri belum menemukan krim yang mencurigakan atau diduga palsu. Alangkah lebih baik jika ada segel pengaman pada kotak kartonnya.
  3. Saat wajah berkeringat, kulit sedikit lengket. Namun, ini wajar terjadi pada krim merek apa saja.

Repurchase


Pasti
Ini sudah pembelian kedua dengan kemasan lebih besar dari yang saya beli sebelumnya.

Skor


4,5  dari 5
Overall saya puas dengan Olay Total Effect 7 inOne ini.



Itu dia review lengkap tentang krim Olay Total Effect 7 inOne. Meski pekerjaan menumpuk, kadang lupa waktu buat perawatan macam-macam, minimal wajah tetap segar dan cerah dengan memakai krim ini. Kira-kira kalau saya mengaku masih umur dua puluhan masih ada yang percaya tidak ya?***



hasil pakai Olay total effect
hasil memakai krim Olay Total Effect selama satu bulan
23 April 2020

Tulislah Kebaikan Berbagi, karena Berbagi Kebaikan Itu Menular

kebaikan berbagi dompet dhuafa DD

Saya masih pengangguran waktu itu. Ketika itu saya menyadari ternyata inspirasi yang begitu dahsyat mengubah hidup dan pola pikir saya bukan datang dari motivator terkenal yang wara wiri di televisi, melainkan dari seorang kuli panggul bernama Haji Udin. Kuli panggul yang sudah haji, siapa dia?

Buku sederhana dari Dompet Dhuafa berjudul “Merajut Masa Depan yang Koyak” yang ditulis oleh Nurbowo dan Sunaryo Adhiatmoko ini, menjadi salah satu buku paling berpengaruh dalam perjalanan hidup saya selanjutnya. Bisa dibilang semacam titik balik kehidupan. Buku ini saya dapatkan dari seorang kawan pada akhir tahun 2004. Tak terasa sudah enam belas tahun berlalu.

Terdengar agak berlebihan, tapi seperti itulah yang terjadi. Kisah-kisah nyata yang disajikan dalam buku ini sangat menginspirasi dan meninggalkan kesan mendalam. 

Salah satu kisah favorit saya dalam buku ini adalah tentang perjuangan hidup Haji Udin dari kuli panggul hingga berhasil menjadi juragan konveksi. Apa yang berkesan? Apa karena saya pernah bekerja jadi buruh konveksi? Bisa jadi memang seperti itu. Lebih dari itu, perjuangan Haji Udin untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi ternyata tak lepas dari salah satu manfaat dari kebaikan berbagi dan zakat.

Haji Udin yang bernama asli Syaifullah, terlahir dari keluarga berada. Beliau mengenyam pendidikan di sejumlah pondok pesantren di Sukabumi, Ciamis, hingga Kediri, Jawa Timur.

Kembali ke kampung halaman di Tanjung Priok, Haji Udin diajak menunaikan ibadah haji oleh kedua orang tua. Tak lama, ia pun menikah. Lepas menikah, Haji Udin berjuang menghidupi keluarga kecilnya dengan bekerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan upah kecil. Bertahun-tahun hidup dalam kefakiran dan tinggal menumpang pada mertua, Haji Udin akhirnya bisa bangkit dan berhasil menjadi juragan konveksi.

buku tentang kebaikan berbagi
buku "Merajut Masa Depan yang Koyak" yang menginspirasi


Belajar dari Haji Udin, beliau ‘mengajarkan’ pada saya banyak hal. Antara lain:

1.    Semangat kerja keras dan pantang menyerah


Sungguh panjang perjalanan beliau merintis usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga. Namun, semangat kerja keras dan pantang menyerah pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Haji Udin pernah mengajar bertahun-tahun di Madrasah Diniyah dengan honor Rp 500,- per hari. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau bekerja menjadi kuli panggul dan membantu menunggui dagangan di Pasar Cipulir. Sejak itu Haji Udin mulai belajar berdagang pakaian. Beliau secara berkala membawa barang dagangan ke kampung istri di Balaraja, Tangerang dan mendapatkan banyak keuntungan serta relasi pedagang.

Jauh sebelum itu, Haji Udin pernah bekerja pula menjadi kuli tanam di sawah tetangga,  kuli panggul di pelabuhan, pernah pula mencoba berdagang ikan di Muara Baru, tapi justru merugi. Haji Udin juga pernah menjadi buruh pembuat pallet di Cilegon, lalu mencoba ikut berlayar menangkap ikan bersama para nelayan di Ujung Kulon. Meski begitu, hidupnya tak juga berubah.

Awal mula Haji Udin bangkit dari keterpurukan ekonomi, bermula saat Dompet Dhuafa memberikan bantuan modal cuma-cuma sebesar Rp 500.000,-. Uang tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk modal berdagang. Lebih dari itu, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh  Dompet Dhuafa, tak disia-siakan oleh Haji Udin.

Berkat ketekunan beliau, usahanya berkembang hingga memiliki usaha konveksi seragam sekolah dan membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitar tempat tinggal.

 

2.    Orientasi manfaat bagi sesama


Dalam proses merintis usaha, Haji Udin menginginkan manfaat yang dapat dirasakan oleh kerabat dan warga sekitar. Bukan hanya ekonomi keluarganya yang membaik, tapi warga sekitar tempat tinggal pun turut merasakan perubahan yang lebih baik. Semangat ini sejalan dengan konsep hablumminalloh dan hablumminannas yang seimbang.

Membuka lapangan kerja adalah kebaikan berbagi yang diimplementasikan langsung oleh Haji Udin. Dengan mempekerjakan banyak orang, selain mendapatkan keuntungan karena dapat memenuhi pesanan lebih cepat, Haji Udin juga mendapat berkah dari doa para karyawan. Haji Udin mendapat keberkahan karena menjadi jalan rizki bagi mereka yang membantunya berwirausaha.

Layaknya pohon yang ditanam, kebaikan berbagi akan menghasilkan cabang-cabang. Lalu dari cabang-cabang itu akan tumbuh pula ranting yang banyak. Seperti itu pula manfaat kebaikan berbagi.

 

3.    Dana usaha yang berkah bersumber dari zakat dan sedekah


Suksesnya usaha Haji Udin tak lepas dari sumber dana yang berkah. Dompet Dhuafa yang sudah terpercaya mengelola dana zakat, wakaf, dan sedekah selama lebih dari 25 tahun, menjadi sumber dana usaha Haji Udin.

Benar kata pepatah bahwa sesuatu yang baik tumbuh dari sumber bibit yang baik pula. Salah satu program pengelolaan zakat dan sedekah oleh Dompet Dhuafa adalah dengan mendukung pemberdayaan umat dalam bidang ekonomi. Bantuan permodalan UMKM yang diterima seperti oleh masyarakat seperti Haji Udin tersebut, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki kemandirian ekonomi.

4.    Tulislah kebaikan, agar kebaikan itu menular


Tulisan dalam buku yang saya dapatkan pada tahun 2004 itu masih membekas dalam ingatan saya sampai hari ini.

Dengan diterbitkannya dan kemudian dibaca oleh berbagai kalangan termasuk saya, maka Haji Udin-Haji Udin yang lain akan tumbuh karena termotivasi tulisan dalam buku ini. Buku ini pun saya pinjamkan melalui Pojok Baca yang saya kelola di rumah agar makin banyak yang terinspirasi.

kebaikan berbagi yang ditulis akan abadi
kisah Haji Udin bangkit dari keterpurukan ekonomi


Setidaknya bagi saya pribadi banyak pelajaran yang saya tiru. Semacam pepatah, "apa yang ada dalam pikiranmu, maka seperti itulah yang akan kamu capai."

Pengalaman hidup saya pastilah kalah jauh jika dibandingkan dengan Haji Udin. Namun, kesan mendalam dari kisah Haji Udin seperti menuntun saya dalam melangkah dan kuat menghadapi berbagai cobaan. Saya pernah mengalami masa-masa dalam kesulitan ekonomi. 


Banyak yang saya tiru dari kisah Haji Udin. Antara lain:

1.    Pantang menyerah dan kerja keras


Sejak menikah, penghasilan suami yang saat itu bekerja di pabrik benang di kawasan Pasar Kemis Tangerang, tak cukup menghidupi keluarga kecil kami. Gaji suami sudah habis dipotong koperasi pabrik untuk membayar hutang yang cukup besar untuk modal pernikahan. Maklum, suami saya yatim piatu. Beliau mengurus sendiri semua keperluan pernikahan dengan bantuan pinjaman hutang dari koperasi.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, saya dan suami mencari tambahan penghasilan. Mulai dari membuka usaha jahitan, berjualan kerudung door to door, cetak foto hp, membuat aneka kue yang dijual di koperasi pabrik, sampai berjualan roti bakar keliling, dan lain-lain.
Jauh sebelum menikah saya sendiri pernah menjahit di konveksi, lalu bekerja di pabrik di Bandung, pernah pula menjadi sales keliling di Cimone Tangerang yang menjajakan dagangan dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah. Kerja keras dan pantang menyerah, semangat yang saya dapatkan dari kisah Haji Udin inilah yang saya tiru.

 

 2.    Membuka usaha yang bermanfaat bagi orang lain


Saat pabrik benang tempat suami bekerja bangkrut, saya dan suami melanjutkan usaha jahitan di kampung halaman. Uang tabungan yang tersisa ditambah pesangon yang tak terlalu besar, kami manfaatkan sebagai modal usaha.

Selain menjahit, kami membuka toko perlengkapan jahit yang menyediakan berbagai kebutuhan usaha konveksi yang mulai banyak bermunculan di kampung.

Alhamdulillah, usaha kami maju pesat. Kami pun melebarkan sayap membuka usaha di bidang jasa Wedding Organizer (WO) dan rias pengantin. Untuk menekan modal, saya membuat sendiri gaun-gaun pengantin. Kami mulai mempekerjakan asisten yang membantu pekerjaan jahitan agar lebih cepat.

Usaha WO kami maju pesat. Dalam waktu empat tahun kami sudah mempekerjakan 8 hingga 12 orang yang membantu pekerjaan kami setiap ada job. Kami memiliki tim dekorator sendiri untuk berbagai event, baik pernikahan, pertunangan, ulang tahun, pengajian, maupun acara-acara lain.

Selain itu, rekanan dan patner vendor pun banyak merasakan manfaatnya, antara lain jasa fotografer, videografer, MC, pekerja hiburan seperti grup organ music, penari, pelawak, dan vendor lain sesuai dengan keinginan klien. Saat kami banyak job, maka rekanan vendor pun ikut senang.

Kami senang usaha ini memberi manfaat dan menjadi jalan rizki bagi orang lain, seperti usaha milik Haji Udin. 

membuka lapangan kerja juga berbagi
seperti Haji Udin, usaha kami pun banyak membuka lapangan kerja


3.    Zakat dan sedekah


“Kalian dibesarkan oleh orang-orang kecil di sekitar kalian,” demikian Nabi Muhammad SAW mengingatkan. Itulah penggalan yang tertulis pada pengantar buku “Merajut Masa Depan yang Koyak” oleh Iqbal Setyarso.

Seseorang dipanggil “Boss” karena banyak orang yang membantu pekerjaannya. “Ajengan” adalah sebutan bagi orang yang memiliki banyak santri yang ngawula padanya. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk nasibnya di antara mereka karena semua sudah ketetapan dariNya.

Sebab harta hanyalah titipan, maka sudah sepantasnya yang ditetapkan Tuhan dititipi lebih banyak materi keduniawian membantu mereka yang masih dalam kekurangan.

Kami menyadari kehidupan ini berputar. Zakat pun sudah memiliki ketentuan. Setiap tahun, kami memberikan zakat sesuai nisab dan juga sedekah sesuai kemampuan.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Zakat memiliki keutamaan di antaranya:
a.    Orang yang berzakat dijanjikan masuk syurga.
b.    Orang yang berzakat diampuni dosa dan kesalahannya.
c.    Orang yang berzakat mendapat petunjuk dan hidayah dalam segala urusan.
d.    Orang yang berzakat mendapat pahala yang berlipat ganda.
e.    Harta yang dimiliki orang yang berzakat akan menjadi bersih, bertambah, dan berkembang semakin baik.

zakat dikelola mendukung industri kreatif
program terpadu untuk meningkatkan keterampilan dan wirausaha

Dari zakat, wakaf, dan sedekah inilah kehidupan menjadi selaras dan seimbang. Kesenjangan sosial akan berkurang. Saat dulu kami berkekurangan materi, sedekah dari kerabat meringankan beban ekonomi keluarga kami. Maka saat kami sedang berkecukupan, saat itulah Tuhan sedang memberi kesempatan pada kami mendapatkan pahala zakat dan sedekah.

Tentu, bersedekah tak perlu menunggu berkecukupan. Sebab pahala sedekah diperuntukkan bagi siapapun yang mau melakukannya. Dompet Dhuafa adalah lembaga yang mengelola zakat, wakaf, infak sedekah, dan donasi kemanusiaan lain yang legal dan amanah.

Donasi melalui dompetdhuafa mulai dari Rp 10.000,-. Jadi, siapapun bisa berdonasi sesuai kemampuan.

Di masa pandemi korona seperti ini, donasi dari berbagai pihak sangat diperlukan. Pastikan untuk memercayakan donasi kita pada lembaga yang sudah terpercaya agar kebaikan berbagi bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.


zakat di dompet dhuafa dikelola amanah
zakat dan donasi dikelola dengan amanah oleh Dompet Dhuafa

 

4.    Kebaikan berbagi perlu dituliskan


Bercermin dari kisah-kisah dalam buku ini, menulis kebaikan berbagi bukan untuk riya atau dipamerkan. Namun, dengan menuliskannya maka syiar sudah dijalankan dan siapa saja dan di mana saja orang yang membaca akan tertular semangat kebaikan berbagi.

Zaman sudah sesedemikian maju. Tulislah kebaikan melalui media cetak maupun elektronik. Baik dengan menerbitkan buku maupun dengan menulis di weblog ataupun media sosial.

Menulislah, karena kebaikan yang ditulis akan menular.***






“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”



27 Maret 2020

Rumah Tsabita Kok Tutup?

Ini mungkin sepele buat orang lain, tapi tidak buat saya. Mengandung tapi tidak melahirkan, dan yang melahirkan orang lain? Ibu macam apa itu? Saya sih, tidak mau.

Eh, saya mau menulis tentang jahitan sebenarnya, bukan soal kandungan. Biasa, curhat penjahit.

Jadi ceritanya, awal Maret ini, pesanan jahitan saya tutup hingga Juni 2020. Namun, seperti biasa, masih saja banyak sekali orang yang ingin menitipkan jahitannya. Ada yang pelanggan lama, banyak pula pelanggan baru.

Ya, saya sih senang. Itu artinya banyak yang percaya dengan kemampuan saya dalam hal membuat pakaian jadi. Masalahnya, saya sedang kerja sendiri. Asisten tak datang lagi selepas cuti melahirkan. Saya tak bisa memaksa karena prioritas dia pastilah untuk mengurus keluarga kecilnya. Mencari asisten baru pun tak mudah.

Yang kadang bikin jengkel itu banyak yang memaksa. Saya orangnya kan nggak tegaan. Jadi sejak Maret ini saya harus tega menolak pesanan meski mereka memaksa. Saya bilang, nanti saja bulan Juni datang lagi. Mereka bilang ini baju buat lebaran. Yah, gimana dong.

Saking memaksanya, ada yang ingin dipotongkan kainnya saja. Kira-kira begini dialognya:

"Ya udah, kalau mbak nggak bisa jahitnya, dipotongin kainnya aja deh mbak. Nanti yang jahit adik saya, atau si anu, atau si inu, kan banyak yang pada bisa njahit tapi mereka nggak bisa motongnya."

Jawaban saya?
"Hello ... bukan saya tukang potong bayaran ya."
Hehe .... Jawabnya dalam hati tapi.

"CUMA motong mbak."

Hah? Nggak salah?
Saya jelas menolak. Meski saya bisa, saya tetap menolak.
Sejujurnya saya berencana untuk tersinggung.


penjahit tailor rumah tsabita cikadu
padahal sudah diworo-woro di medsos

Begini.

Penjahit pribadi seperti saya itu sebuah profesi. Penjahit mengerjakan semua hal berkaitan membuat pakain jadi dari awal sampai akhir. Sama seperti pekerjaan lain.

Bayangkan pekerjaan kamu adalah pembuat film. Lalu tiba-tiba ada yang meminta mentahan rekaman syuting semua scene dan berkata: "saya beli rekaman mentahannya saja ya boss, kan saya bisa edit video sendiri." Waduh! reaksimu gimana coba?

Contoh lainnya jika pekerjaanmu penulis yang hendak menerbitkan buku. Trus ada yang pengin bayar versi PDF-nya, misalnya : "aku bayar soft copy-nya aja ya, aku mau print sendiri di rentalan komputer." Kebayang nggak reaksi penulisnya gimana?

Sama seperti pekerjaan lain, hasil karya seorang penjahit pun saya anggap anak sendiri. Sulit membayangkan kamu mengandung anak tapi yang melahirkan orang lain. "Lu bikin anak dong, ntar gue bayarin. Gue nggak bisa nih. Kalo ngelahirinnya mah gue bisa." Nah Loh!

Halah! Tinggal bilang tak mau motong kain saja kok. CUMA MOTONG KAIN TOK.

Eh, saya bukan lebay ya.

Saya hanya mengeluarkan unek-unek saja. Ini menggambarkan persepsi orang. Tentang begitu mahalnya harga sebuah ilmu, tapi begitu dianggap 'sepele'nya profesi penjahit.

Menjahit sudah mendarah daging dalam hidup saya. Persoalan memotong kain itu nggak bisa dibilang CUMA lho.

Ini tahapan seorang penjahit sampai tiba waktunya memotong kain yang orang bilang CUMA itu:
  1. Sebelum memotong kain, seorang penjahit harus bisa mengukur ukuran badan customer dengan tepat untuk membuat pola.
  2. Penjahit harus menganalisa model yang diinginkan customer dan mengerahkan seluruh imajinasinya. Jika customer bilang model terserah penjahit, artinya penjahit harus siap mengerahkan dua kali lipat kemampuan berimajinasinya untuk membuat model yang sesuai dengan costomer.
  3. Menghitung dan memperkirakan kebutuhan bahan, termasuk menyiasati jika bahan yang pas-pasan.
  4. Membuat pola bagian-bagian pakaian hingga partikel terkecil dan aplikasinya.
  5. Menempatkan pola pada kain dengan menyesuaikan motif, model dan HARUS PAS.
  6. Setelah semua tahapan di atas, baru deh bisa memotong kain. Nggak bisa diloncati begitu saja langsung potong kain.

Nah, jika tahapan untuk sampai memotong kain saja sudah sepanjang itu, apa masih bisa disebut CUMA?

Eniwey, ini cuma curhatan subyektif saya saja sih. Bukan hal yang luar biasa dan bukan hal penting untuk diperhatikan semua orang. Faktanya, masih banyak penjahit yang mau dibayar untuk memotong kain saja. Lumayan, katanya. Tak perlu menjahit tapi dapat uang. Ada yang mau dibayar 30 ribu, 25 ribu. Katanya sih, karena CUMA motong kain.

Yah, uang memang menggiurkan. Lebih menggiurkan lagi kalau mereka tahu jasa pembuat pola di factory itu gajinya sudah 2 digit. Angka depannya. Angka belakangnya 6 digit.

Untuk sekelas konveksi skala sedang, untuk satu pola dibayar dengan upah 1,5 juta. Satu bulan bisa lebih dari dua puluh pola bisa diorder.

Nah, kalau penjahit pribadi seperti saya? Bikin pola itu GRATIS. Cutomer cuma bayar ongkos jahit saja! Masih tegakah nyuruh CUMA motong kain?

Jadi hikmahnya apa?
Nggak ada.
Hanya mau bilang, kami tutup pesanan jahitan sampai Juni. Nanti, bulan Juni silakan pesan lagi yang banyak. Bisa pula pesan jahit online melalui nomor WA 0877 1166 2757.

Kalau job rias pengantin dan wedding tetap terbuka selebar-lebarnya ya. Banyak gaun baru dan ada dekorasi baru juga yang keren banget lho. Wedding khusus untuk wilayah se-kabupaten Pemalang dan sekitarnya.

Oh ya, Rumah Tsabita juga ada toko yang menyediakan alat-alat jahit dan craft. Sementara ini toko baru melayai penjualan offline. Ada beberapa pesanan online, tapi karena keterbatasan sumber daya, jadi saya stop sementara. ***


Curhatan ini ditulis di antara waktu istirahat yang menenangkan dan melenakan alias bikin mager. Wkwkwk ...


24 Maret 2020

Dua Putra Mahkota

Cerpen Anak

cerpen dua putra mahkota


Di negeri yang jauh, hiduplah seorang Raja dan Ratu yang tinggal di istana mereka. Istana megah itu terletak di tengah ibukota kerajaan yang dikelilingi bebukitan dan alam nan indah. Raja yang bijaksana, membuat rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.

Raja dan Ratu memiliki dua orang putra yaitu Pangeran Willy dan Pangeran Herry. Raja dan Ratu mendidik kedua putranya dengan penuh kasih sayang. Kedua pangeran sangat rukun dan tumbuh menjadi pemuda tampan yang cerdas dan dikagumi. Kecerdasan kedua pangeran masyhur hingga ke kerajaan sebelah yang terletak di lereng gunung.

Pada suatu malam, Raja dan Ratu hendak bersantap malam. Hidangan lezat sudah tersaji di meja makan. Raja menunggu kedua putranya untuk bersantap bersama. Tiba-tiba, seekor burung gagak hinggap di jendela. Gagak tersebut membawa kabar dari jauh. Serombongan pendatang sedang dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Raja.

Seketika Raja kehilangan nafsu makannya. Ia memiliki firasat yang buruk.

Ketika Pangeran Willy dan Pangeran Herry datang, Raja menyampaikan kabar yang dibawa oleh burung gagak. Raja meminta pendapat dari kedua putranya.

Pangerang Willy menyatakan keberatan jika Raja menerima kedatangan rombongan pendatang tersebut. Menurut Pangeran Willy, para pedatang bisa membawa pengaruh yang buruk. Tatanan masyarakat yang tenang bisa kacau. Selain itu, menurut Pangeran Willy para pendatang tersebut bisa jadi hanya penyusup dari kerajaan di lereng gunung yang memiliki maksud jahat.

Raja mengangguk-anggukkan kepala. Ia setuju dengan pendapat putra pertamanya. Kecerdasan Pangeran Willy dalam menelaah masalah memang mengagumkan.

Tiba giliran Raja mendengarkan pendapat Pangeran Herry. Pangeran Herry memiliki pendapat berbeda dengan kakaknya. Ia justru senang mendengar kabar akan datangnya pendatang dari negeri di lereng gunung.

Menurut Pangeran Herry, pendatang baru justru bisa membawa pengaruh yang baik bagi warga kerajaan mereka. Pendatang akan membawa kebudayaan baru yang membuat kehidupan warga menjadi berwarna. Masyarakat bisa saling bertukar ilmu. Selain itu, menurut Pangeran Herry perekonomian masyarakat juga akan meningkat melalui perdagangan.

Raja pun membenarkan pendapat putranya yang kedua. Kecerdasan Pangeran Herry tak kalah dengan kakaknya.


Hari kedatangan rombongan para pendatang pun tiba. Pemimpin rombongan menghadap Raja untuk memohon izin tinggal sementara di wilayah kerajaan sebelum melanjutkan perjalanan sambil berniaga.

Melihat kesopanan dan tata cara berperilaku para pendatang yang baik, Raja pun memberikan izin tinggal. Raja merasa tak ada tanda-tanda yang aneh ataupun niat jahat yang tersembunyi di balik kedatangan mereka.

Semenjak kedatangan rombongan pendatang, suasana masyarakat di lingkungan kerajaan terasa meriah. Mereka saling bertukar budaya dan ilmu pengetahuan. Pasar-pasar menjadi ramai. Perdagangan laku keras. Kedai-kedai makanan laris manis. Warga mengadakan hiburan dan pesta-pesta kecil di kedai dan tempat hiburan hingga tengah malam.


Baca juga cerpen SANAKAN


Pangeran Willy yang kurang menyukai kedatangan rombongan pendatang, selalu bersiaga. Ia tak segan-segan berkeliling setiap malam untuk melihat-lihat situasi. Begitu juga malam ini.

Hari hampir tengah malam. Ketika sampai di sebuah tempat hiburan, betapa terkejutnya ketika Pangeran Willy melihat Pangeran Herry sedang berkumpul dan bersendau gurau di antara para pendatang. Pangeran Herry bahkan tampak mengobrol akrab dengan pemimpin rombongan. Minuman dan aneka makanan tersaji di tengah meja. Musik mengalun mengiringi beberapa orang yang menari riang.

Pangeran Willy menghampiri Pangeran Herry. Ia mengajak adiknya untuk segera pulang ke istana.

Pangeran Herry menolak untuk pulang. Ia justru mengajak Pangeran Willy untuk bergabung dan minum bersama para pendatang. Pangeran Willy pulang dengan kesal.

Saat dalam perjalanan pulang menuju istana, terdengar hiruk pikuk dari kejauhan. Warga menjerit-jerit panik melihat kedatangan pasukan berkuda yang tiba-tiba menyerbu kerajaan. Rupanya penjaga gerbang tertidur pulas setelah puas minum di kedai hiburan.

Perang tak terelakkan. Kekhawatiran Pangeran Willy menjadi kenyataan. Kerajaan lereng gunung menyerang istana. Warga panik berlarian menyelamatkan diri. Raja dan Ratu diselamatkan melalui pintu rahasia.

Pangeran Willy sigap menyiapkan barisan tentara kerajaan yang telah berlatih keras beberapa bulan terakhir di bawah pimpinannya. Pangeran Willy tampak sudah memprediksi adanya perang sejak jauh-jauh hari.

Perang mulai berkecamuk. Banyak prajurit yang gugur dan terluka. Tentara kerajaan di bawah pimpinan Pangeran Willy mulai terdesak.

Di tengah perang di malam buta itu, Pangeran Willy mencari Pangeran Herry penuh kekhawatiran. Adiknya itu pasti dalam bahaya berada di antara rombongan pendatang tanpa senjata.

Dari dalam kedai hiburan, terlihat Pangeran Herry keluar diikuti pemimpin rombongan pendatang. Tangan pemimpin pendatang tiba-tiba terangkat ke atas mengacungkan pedang yang terhunus.

Pangeran Willy tegang bukan kepalang. Dengan reflek ia memejamkan mata, mengira sang pemimpin pendatang itu hendak melukai adiknya. Namun, tiba-tiba susanana berubah senyap. Hiruk pikuk perang terhenti. Pangeran Willy merasa heran. Ia pun membuka matanya yang terpejam.  Dilihatnya pemimpin pendatang sedang memeluk erat Pangeran Herry. Setelah itu, ia membuka jubah yang dikenakannya sepanjang waktu. Seketika semua orang terperanjat. Pemimpin rombongan pendatang itu ternyata adalah raja dari kerajaan lereng gunung.

Raja itu berkata:
"Wahai kalian, Ketahuilah anak muda ini adalah putraku yang telah lama hilang. Aku berniat menyerang kerjaan ini karena mengira raja menculik putraku. Ternyata Raja justru menolongnya saat ia tersesat dan terlunta-lunta seorang diri di dalam hutan ketika ikut berburu rusa bersamaku.
Raja memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan mengangkatnya menjadi anak. Raja juga sudah mendidiknya menjadi pribadi yang berpikiran maju. Atas nama kerajaan di lereng gunung, saya menyampaikan permintaan maaf."

Perang pun dihentikan seketika. Raja dan Ratu dijemput dari tempat persembunyain.

Dua raja itu melakukan pertemuan. Raja dari lereng gunung meminta maaf karena telah berprasangka buruk selama ini. Ia bahagia ternyata putranya sudah tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan peduli dengan perekonomian rakyat.

Pangeran Herry pandai bergaul dengan siapa saja. Bahkan tak segan membaur dengan masyarakat pedesaan. Jika saja Pangeran Herry tak bergaul dengan raja lereng gunung yang menyamar sebagai pemimpin rombongan pendatang, ia tak akan mengetahui cerita sebenarnya.

Selama ini raja lereng gunung mengira raja menculik putranya. Ia merencanakan perang dan melakukan penyerangan untuk mengambil kembali putranya. Beruntung Pangeran Herry mengobrol dengan raja di kedai tepat saat malam penyerangan tiba.

Raja dari lereng gunung meminta maaf. Dua raja itu berpelukan. Begitu pula dengan Pangeran Herry. Mereka bertiga berpelukan erat.

Raja dan Ratu amat bersedih harus berpisah dengan Pangeran Herry yang sudah mereka anggap putra sendiri. Namun, mereka tetap harus berpisah.

Pangeran Herry pulang ke kerajaan di lereng gunung bersama rombongan pedagang dan tentara kerjaan yang pulih dari luka usai perang.

Pangeran Herry sering berkunjung ke istana Raja dan Ratu meski kini telah menjadi Putra Mahkota kerajaan di lereng gunung.

Saat Raja berpulang, Pangeran Willy diangkat menjadi raja. Begitu pula saat raja dari lereng gunung wafat, Pangeran Herry pun naik tahta menjadi raja.

Dua raja muda itu menjalin banyak kerja sama di bidang politik, ekonomi, militer, dan lain-lain. Mereka berdua saling melengkapi. Masyarakat dua kerjaan itu semakin makmur dan hidup berdampingan dengan rukun damai.

Begitulah, perbuatan baik di masa lalu akan menuai hasil di masa yang akan datang. Prasangka buruk dapat hilang dengan saling terbuka dalam jalinan persahabatan. Dendam menimbulkan kerusakan sementara kasih sayang menciptakan hidup rukun dan kedamaian.***



Cikadu, 24 Maret 2020



Kalian percaya pada mimpi? 
Percaya atau tidak, cerpen ini adalah mimpi saya tadi malam. Begitu random isi kepala saya sampai-sampai isi mimpi saja begitu kacau tak karuan. Seperti randomnya hidup saya dalam kedeharian.
Hehe ....

Untung saja plotnya utuh. begitu terbangun dari tidur, langsung saya tulis sebelum hilang dan menguap. Maklum, saya hampir tak pernah menulis cerita anak.

Selamat membaca!