Intuiting extrovert (Ie)

Ie adalah singkatan dari Intuiting extrovert. I (Intuiting) digambarkan sebagai identitas mesin kecerdasan, sedangkan e (extrovert) adalah jenis kemudi / pengendalinya. Ie menjadi identitas kepribadian setelah digabungkan.

Sebelumnya kita mengenal otak kanan dan otak kiri yang dominan digunakan manusia menjadikan cara berpikir setiap orang berbeda-beda. Dalam STIFIn, penggunaan bagian otak dibagi menjadi lima bagian, yaitu: otak kiri (Thingking), otak kanan (Intuiting), limbik kiri (Sensing), limbik kanan (Feeling), dan otak tengah (Insting). Kelima bagian otak dominan ini yang disebut mesin kecerdasan.

Nah, definisi umum yang kita kenal tentang extrovert adalah gambaran kepribadian yang senang tampil di depan, aktif, banyak berkegiatan di luar rumah, dan memiliki pergaulan luas. Sedangkan introvert digunakan untuk menjelaskan karakter sebaliknya, yaitu lebih senang menyendiri, lebih banyak berkegiatan di dalam rumah, serta memiliki lingkar pertemanan yang sempit.

Berbeda dengan definisi di atas, dalam STIFIn istilah extrovert digunakan untuk mendefinisikan lapisan otak bagian luar yang lebih dominan dipakai. Sedangkan introvert mendefinisikan lapisan otak bagian dalam yang lebih dominan dipakai.

Jadi, Intuiting extrovert (Ie) adalah jenis kepribadian yang berbasiskan indera keenam (intuisi) yang proses kerja otaknya dikemudikan dari luar menuju dalam dirinya.



GAMBARAN BESAR INTUITING


Berikut ini gambaran besar khas orang Intuiting
  • Kreatif - Unik
  •  Abstrak - teoritis
  • Orientasi masa depan
  • Pola beragam
  • Analogi dan metafora
  • Suka cerita fiksi
  • Hal besar dan stategis
Fokusnya imajinasi
Kehebatannya kreatif
Kebiasaannya iseng dan usil
Pola belajarnya dengan cara membuat pola

Modal utama orang Intuiting adalah Gagasan yang memiliki kekuatan  mengonsep, menciptakan, mendesain, memolakan, dan memrediksi.

Orang Intuiting memiliki kecerdasan ide dan konsep, berpikir jangka panjang, kreatif, inovatif, dan terkonsep.


HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN TERHADAP SI INTUITING



  • Suka perubahan jadi jangan monoton dan harus siap mengikuti perubahan si Intuiting
  • Mudah bosan jadi beranilah memberi hal-hal baru
  • Suka tantangan maka berikan dia pekerjaan dan tanggung jawab yang berbobot
  • Bercita rasa tinggi jangan pernah sajikan hasil yang remeh, sajikan hal yang berkelas
  • Pelupa maka bantu dia mengingat hal-hal penting

KARAKTER dan PERSONALITY Ie


  • Banyak inspirasi
  • Pemecah masalah
  • Pematok standar
  • Ekspresif
  • Menghargai orang lain
  • Merakit
  • Pandai mendeteksi
  • Selektif
  • Lambat panas semangat melakukan sesuatu
  • Romantis

KALIBRASI BELAJAR SI TUKANG KHAYAL


Kalibrasi belajar Ie dalam mencari ide dan pola adalah dengan menonton film. Selipkan aktivitas menonton sesuatu yang disukai disela aktifitas yang bisa membangkitkan inspirasi dalam kegiatan belajar. Misalnya film, video, teater, dll.


SEKOLAH MENUJU KARIR YANG SESUAI



  • Kewirausahaan dan investasi
  • Pendidikan dan pelatihan
  • Sastra
  • Cinematografi
  • Spionase, detektif, kepolisian
  • Marketer dan Agen Iklan
  • Lifestyle dan mode
  • Bisnis penerbangan
  • Pencipta lagu
  • Pengusaha
  • Peneliti sains murni
  • Reenginering
  • Pialang saham
  • Event organizer
  • Arsitek
  • Sutradara
  • Desainer
  • Broker / pemain saham
  • Pesulap
  • Cenayang
  • Penyembuh
  • Peramal

Tes STIFIn Finger Print Untuk Mengetahui Potensi Kecerdasan Anak

Pernah dengar tes STIFIn? Apa sih tes STIFIn? Baru dengar sekarang? Saya juga baru mendengarnya bulan lalu, terus langsung tertarik buat nyoba

Memang, sembilan dari sepuluh orang responden Indonesia belum mengetahui tentang STIFIn. Sedangkan delapan dari sepuluh orang responden Malaysia justru sudah melakukan tes STIFIn. Tes ini bahkan sudah direkomendasikan oleh perusahaan-perusahaan besar yang melakukan rekrutmen karyawan di Malaysia. Padahal penemu tes ini, Bapak Farid Poniman, asli Indonesia lho.

Bunda Chairina Hasjiem Achier, Psi (Bunda Ina) dari STIFIn Bekasi kami undang khusus untuk tes dan konseling di rumah. Kebetulan akhir liburan lalu saya dan keluarga sedang liburan ke rumah saudara di Jakarta.

TES STIFIn


Tes STIFIn adalah tes dengan metode membaca sidik jari untuk mengetahui potensi kecerdasan anak. Tes ini sudah bisa dilakukan sejak usia dua tahun hingga usia berapapun dan bersifat permanen.

Saya dan kedua anak saya melakukan tes ini dengan harapan, kami, sebagai orang tua bisa mengarahkan anak pada pola belajar dengan tepat serta mengetahui minat dan bakat anak-anak. 

Sejak muncul teori yang menyatakan bahwa semua anak cerdas, jujur saya sangat penasaran dengan potensi kecerdasan saya sendiri sejak masih sekolah dulu. Namun ternyata, kesempatan itu baru datang setelah saya menjadi orang tua, haha! Hal ini karena saya sendiri merasa lemah di bidang tertentu tapi sangat bersemangat dan antusias di bidang lain. Nah, berdasarkan rasa penasaran inilah saya mengikuti tes STIFIn ini. Di bidang apakah anak-anak saya bisa menonjol? Lalu bagaimana gaya belajar yang efektif sesuai karakternya? Apa yang perlu ditingkatkan dan apa yang harus diubah agar kemampuannya makin terasah? Kira-kira pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang membuat saya penasaran.

Itu tes untuk anak-anak. Lalu, mengapa saya juga ikut-ikutan tes segala? Toh, saya sudah mantap dengan pekerjaan sekarang. Nah, saya mengikuti tes ini untuk menyesuaikan cara mendidik anak-anak sesuai gaya dan karakter saya. Ibaratnya, saya harus sudah selesai dengan diri sendiri dulu sebelum mulai membentuk karakter anak-anak.

BAGAIMANA CARANYA


Tes ini mirip perekaman sidik jari saat pembuatan KTP, yaitu dengan menempelkan jari-jari satu demi satu sampai sepuluh jari terekam. Scanner kecil yang terhubung dengan komputer langsung membaca pola sidik jari kita. Setelah semua sidik jari terekam, Bunda Ina mengakses hasilnya secara online dari STIFIn pusat. Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, hasil tes pun keluar.

 

HASILNYA?


Jeng jeng jeng!
Hasil tes yang pertama keluar adalah anak sulung saya Tsabi. Tsabi ini 'terdeteksi' sebagai Intuiting ekstrovert (Ie). Lalu saya membujuk si Adik untuk mengikuti juga tes ini. Dan hasilnya sama dengan kakaknya, Ie juga. 

Penjabaran tentang karakter Ie ini membuat saya makin penasaran dengan diri sendiri. Jangan-jangan saya orang Intuiting ekstrovert juga. Secara ciri-ciri yang Bunda Ina terangkan makin lama makin mirip dengan yang saya rasakan. 

Dan setelah dites... saya pun orang Ie juga!

Kau tahu apa sebutan bagi 'kaum' Ie? Orang-orang Ie sering disebut manusia langit karena memiliki daya pikir dan imajinasi yang tinggi. Orang-orang kebanyakan tidak paham dengan cara berpikir orang Ie yang nyeleneh dan berbeda.

Di Indonesia sendiri, metode belajar yang sesuai dengan orang Ie belum maksimal. Metode yang paling mendekati dan cocok untuk orang Ie adalah kurikulum duaribu tigabelas (Kurtilas).

Bunda Ina sampai speechless lho, membayangkan wujud rumah kami. Menurutnya, satu orang Ie saja dalam satu rumah sudah cukup membuat seisi rumah berantakan. Bayangkan ada tiga Ie dalam satu rumah saya!

Saya dan kakak saya ketawa sepanjang konseling, menertawakan kebiasaan yang setelah dipikir-pikir ternyata lucu juga. Banyak hal menjadi potensi pergesekan antar anggota keluarga yang disebabkan ketidaktahuan karakter. Saya sering berbeda pendapat dengan kakak saya. Setelah dites, kakak saya ternyata seorang Sensing ekstrovert (Se). Dengan tes STIFIn ini, setelah mengetahui karakter dan kebiasaan sesuai genetik, kita sih berharap lebih bisa saling memahami sesama anggota keluarga.

Oh ya, tes STIFIn ini ada sertifikatnya lho. Karena sifatnya yang genetik dan permanen, nantinya semakin dewasa kita memiliki arah yang mantap untuk diikuti, baik studi maupun karir. 

Bagi yang berniat mengikuti tes STIFIn ini, silakan hubungi cabang di kota-kota besar seluruh Indonesia. Tarif tes Rp 350.000,- berlaku seluruh Indonesia di luar sesi konseling.***

perekaman sidik jari dengan scanner

sertifikat hasil tes



Kopi Di Mata Semua Orang

Emak n bapak: bismillah, tak telateni ngalap berkah e wong tani.

Fiersa Besari: hidangkan untuk kami para pecinta senja senji dan kopa kopi.

Mr. Crab : Uang! Uang! Itu uang!

Bernard Batubara : proses roasting harus benar agar citarasanya makin sempurna.

Me: akutu cape mikirin kamu! Ehehe...

Yang terakhir ini seriusan lho. Tau ngga gaes (bayangin saya lagi ngevlog) sebelum sampai di rumah, kami harus bersaing ketat lho dengan banyak pecinta kopi lain. Salah satu pesaing kami para petani kopi di kebun adalah luwak.

Luwak? Iya, luwak.
Hewan yang konon jauh di sana dipuja-puja karena bisa bikin harga kopi melejit berkali2 lipat, di mata kami petani kopi adalah hama. Saat kopi berhasil sampai di rumah, artinya kami menang bersaing dengan hewan satu itu.

Kau tau gaes, luwak hanya memakan biji-biji kopi terbaik. Jika berada di penangkaran, eek kopi-nya berubah jadi emas. Tapi di sini, masa iya, kami harus punguti satu persatu ceceran eek di balik semak2 itu?

Kalaupun iya, mana ada yang percaya itu beneran kopi luwak. Kami tak ada sertifikat penangkar luwak.

KOPI LUWAK


Tentang kopi luwak ini saya penasaran dan mencari-cari tahu. Secara namanya booming banget dan bikin ngiler kami para petani kopi kampung. Dari beberapa penjabaran (duileee, penjabaran) yang saya temukan, utas dari akun Twitter Laila Dimyati paling mudah dipahami.

Beliau adalah coffee green bean buyer & Q Grader. Profesi apa itu? Orang yang tugasnya menilai dan menyeleksi kopi, roasting profile, hingga cita rasa kopi yang bersangkutan. Tugas terpenting seorang Q Grader adalah mempunyai bahasa yang sama dalam menilai keseluruhan aspek kopi bagi pembeli dari dalam dan luar negeri.

Q grader bukan profesi main-main lho. Ada kursus-nya yang biayanya saja 9 jutaan. Badan yang berhak menyelenggarakan kursus juga ngga sembarangan, Coffee Quality Institute yang menunjuk International Coffee Consulting (ICC) yang bermarkas di Amerika.

Oke, lanjut ke kopi luwak.

Menurut beliau, 95%kopi luwak yang beredar di Indonesia kemungkinan adalah tipu-tipu alias bukan kopi luwak asli. Apa sebab? Permintaan kopi luwak yang luar biasa besar tidak seimbang dengan produksinya. Eek luwak itu ngga banyak lho, cuma 20% dari berat badan luwak.

Kopi luwak terbagi dua: kopi luwak liar dan luwak kandangan. Kopi luwak liar didapat dengan mencari eek luwak di alam liar terutama di kebun kopi. Nah, lho! Artinya luwak ini dibiarkan saja memakan kopi-kopi pilihan kami. Lalu siapa yang mau mungutin itu eek, ya? Masa saya?

Untuk kopi luwak  kandangan, produksi eek-nya diatur juga lho! Luwak hanya boleh diberi kopi dua kali dalam seminggu. Untuk omnivora yang gesit, makan kopi ini hanya sebagai dessert setelah menu makan hewan-hewan kecil.

Nah, saking menggiurkannya bisnis kopi luwak, banyak petani nakal yang membuat kopi luwak KW.  Ada yang membuatnya dengan cara mengupas kulit, lalu ditambahkan pisang muli, terus dijemur di atas terpal. Hasil tampilannya jadi mirip eek luwak.

Masih menurut Laila, ada pula petani nakal yang mencampur dengan kotoran sapi dan lumpur. Segitunya ya.

Gimana sih, rasa dari kopi luwak? Istimewa banget kah?

Menurut Laila sih, rasa asamnya rendah, pahitnya juga rendah, namun rasanya tidak istimewa. Kalo saya mah, kurang tahu macam-macam rasa kopi. Seleraku masih kopi sasetan. Wkwkwk....

Begitulah, kopi luwak kan katanya dibeli untuk ceritanya, bukan rasanya. Katanya gitu.

Lebih suka minum teh? Baca juga TEH MELISSA, "SI LEBAH MADU" KAYA MANFAAT


PIG

 
Itu baru tentang luwak ya Sist. Penggemar kopi lain di kebun masih ada. Ada nih, si Piggy yang nge-gemesin di game Angry bird, di mata kami petani kopi tuh bikin geregetan. Jengkel, tepatnya. Pohon dirusak, buahnya dimakan. Trus, ngga ada pekerja yg mau metik kopi di kebun yg ada si Piggy. Kesel ngga tuh?


Babi hutan alias celeng yang merupakan nenek moyang babi ternak, merupakan omnivor yang akan memakan segala yang ada. Ya tumbuhan, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga umbi-umbian. Si Piggy ini juga doyan sama telur burung, bangkai, tikus, serangga dan cacing.


Haduuh... habis semua tanaman di kebun kalau ada si Piggy ini.


Si Piggy ini jika bertemu manusia dan merasa terancam , dia akan menurunkan kepalanya lalu menyeruduk kuat-kuat dengan taringnya. Itu yang jantan. Kalau Piggy betina, dia akan mengangkat kepala dan menggigit manusia yang dianggap mengganggu. 

Serem semua kaaan? Saya bilang juga apa? Mana ada pekerja yang mau metik kopi di kebun yang ada Piggy-nya?


HAMA LAIN

Segitu saja, masalah kami berebut kopi di kebun? Oh, tidaak. Jangan lupakan juga hewan-hewan penggemar kopi lainnya. Di antaranya bajing dan kelelawar yang juga pemakan buah-buahan. Belum lagi burung-burung yang suka mematuk-matuk biji kopi yang banyak dikerumuni semut dan ulat. Rontok lah itu biji-biji kopi walau burung tak makan kopi.

Kenapa hewan-hewan itu suka sama kopi? Mereka itu menyukai rasa manis pada lapisan kulit yang disebut mesocarp (mucilage/lendir) Waktu kecil dan masih suka ke kebun bersama Bapak, saya juga suka memakan kulit-kulit kopi ini. Rasanya benar-benar manis pada buah dengan kematangan yang ranum.

Ngga salah sih, mereka itu suka juga. Karena memang enak!


AKHIRNYA SAMPAI RUMAH


Begitu Sampai di rumah gaes, biji-BIJI kopi ini ngga langsung bisa jadi duid lho. Biji-biji kopi harus dijemur berhari-hari lamanya. Lamaaa... terasa berabad-abad. Dan beratnya pasti menyusut lima banding satu. Artinya 5 kg biji kopi basah hanya bisa jadi 1 kg kopi kering. Sampai-sampai para petani kopi kadang tak menimbang biji kopi yang masih basah Mereka akan menimbangnya nanti setelah menjadi biji kopi kering siap roasting.

Bapak dan emak saya juga seperti itu.

Setelah berabad-abad lamanya menjemur kopi hingga kering, buah kopi siap digiling untuk memisahkan kulit dengan bijinya.

Di kampung saya, saya akan membawanya ke penggilingan padi dengan ongkos berbeda dengan menggiling padi.

Dan... taraa...! Biji kopi sudah bisa diharapkan hasilnya. 


AKHIRNYA JADI DUIT


Setelah menjadi biji-biji kopi kering, biasanya emak saya akan langsung menjualnya ke pengumpul hasil pertanian yang banyak terdapat di kampung-kampung. Harga biji kopi terkadang mencapai Rp 40.000,-/kg. Namun, terkadang pula hanya mencapai Rp 19.000,-/kg.

Setelah dikurangi biaya ongkos pekerja yang memetik di kebun, yang jemurin tiap hari (biasanya sih dijemur sendiri buat ngurangin ongkos), lalu biaya penggilingan, barulah kami menghitung hasil panen kopinya. Sisa yang masih ada di kantong itulah hasilnya. 

Yah, namanya petani tradisional, hanya bermodal pengalaman, berpedoman 'ngalap berkah', berapapun hasil panen tetap harus disyukuri.

Alhamdulillah, masih ada sisa uang, masih bisa nyangrai biji kopi sendiri, digiling jadi bubuk kopi, lalu diseduh dan diminum sendiri. Tetap nikmat, walau capai peras keringat.

***
banyak digemari

hari pertama panen dan dijemur
hari ketujuh


mulai hari kesepuluh sampai duapuluh hari, sudah mengering dan siap digiling, tergantung cuaca

Beauty Class Bersama Ivan Gunawan

Siapa yang tak mengenal Ivan Gunawan? Sosok ini hampir tiap hari menghiasi layar kaca pertelevisian Indonesia. Selain dikenal sebagai presenter acara, doi juga seorang desainer dan make up artist (MUA) kenamaan.

Saya termasuk salah satu penggemarnya. Bidang pekerjaan dan juga passion saya sama dengan doi, yaitu make up dan busana. Bahkan teman-teman sering menyebut saya Ivan Gunawannya Cikadu. Cikadu itu kampung saya tinggal. Aliasnya Igun versi kampung lah. Haha.

Saya cukup tersanjung dengan sebutan ini, walau merasa tak pantas. Siapalah saya, tidak ada seujung kukunya Igun. Dilihat dari sudut pandang manapun, Igun adalah another level dari bidang yang saya cintai.

Tapi tak apalah. Namanya juga cita-cita. Sah-sah saja kan, saya juga ingin sesukses doi. Hehe...

Sekitar empat pekan lalu, saat ada flyer acara Beauty Class yang diadakan Igun di Instagram pribadinya, saya langsung mendaftarkan diri. Tentu saja melalui cara online. Hanya untuk 40 peserta dan saya beruntung bisa menjadi salah satunya. Wow!

Acara Beauty Class tersebut sekaligus juga bersamaan dengan launching seri terbaru eyeshadow Ivan Gunawan Cosmetics. Pendaftaran beauty class hanya dikenakan biaya Rp 300.000,-. Murah meriah untuk mendapatkan ilmu dari MUA sekelas Igun!

Akhirnya, saya ke Jakarta bersama suami dan anak-anak sekalian liburan kenaikan kelas. Ahad, tanggal 7 Juli, acara yang saya tunggu-tunggu tiba juga.

Saya berangkat berenam, ada suami, anak-anak, serta kakak perempuan saya, Mba Sri, dan anaknya, menuju tempat acara.

Serius, ini kalau tak ada Mba Sri, mana tahu saya lokasi acara Beauty Class-nya di mana. Sepertinya dekat dari rumah Mba Sri di Cipulir. Dengan menggunakan grab car, perjalanan kurang dari sepuluh menit sudah sampai di Gandaria City. Tapi ya itu tadi, saya tidak akan bisa ke sana tanpa Mba Sri. Jakarta itu ibarat belantara kota asing yang tidak saya hapal seluk beluknya.

Saya dan Mba Sri mengenakan baju warna hitam sesuai dress code yang sudah diberitahukan kakak penyelenggara sebelumnya. Begitu sampai di lokasi, kami melakukan registrasi pendaftaran dan mendapatkan tempat sesuai urutan yang sudah diatur penyelenggara. Tempat-tempat duduk peserta beauty class sudah ditulis dengan nama-nama kami masing-masing. Banyak pengunjung mall Gandaria City yang ingin mendaftar di tempat tapi tidak bisa.

Semua peserta disambut ramah oleh salah satu pengisi kelas make up, yaitu Byhan yang sedang mempersiapkan sang model dan MC. Kami berkenalan secara non formal dengan peserta lain, kakak penyelenggara dari Ivan Gunawan Cosmetics dan juga kru acara.

Tepat jam dua siang, acara langsung dibuka oleh MC dan beberapa sambutan non formal dari Byhan. Karena Igun belum juga datang, Byhan langsung mengawali kelas make up diikuti oleh saya dan peserta lain.

Pekerjaan saya memang perias pengantin. Tetapi untuk make up sendiri (self make up), tentu sangat jauh berbeda cara dan hasil akhirnya. Tak ayal saya pun seperti baru belajar lagi dari awal. Apalagi Mba Sri yang hanya mengenal make up sebatas bedak lipstik dan lotion. Ahaha!

Beberapa menit kelas sudah berjalan, Igun sang mastah yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Semua menyambut antusias, termasuk saya. Doi langsung memberi sambutan dan sekaligus memperkenalkan seri Ivan Gunawan Cosmetics terbaru.

Seri eyeshadow terbaru ini bertajuk Magical Crystal dan Love Affair. Cucok ya namanya, wuih!

Magical crystal mengusung satu set seri eyeshadow warna-warna grey, dark brown, light brown dan light black. Sangat cocok untuk tema make up yang soft dan lembut.

Love affair mengusung seri warna yang lebih cerah namun elegan dominasi ungu lembut yang tidak terlalu mencolok. Cocok untuk make up ringan maupun tampilan bold glamour acara in door siang hari maupun sore hari.
Ivan Gunawan banyak memberikan tips seputar pemilihan foundation yang cocok dengan tone warna kulit. Pemilihan foundation Skin perfector series dari Ivan Gunawan Cosmetics memiliki lima pilihan shade sesuai tone warna kulit, yaitu light, natural, ivory, vivy, dan biege. Jika warna foundi tidak ada yang cocok, maka bisa di-mix dengan shade yang lain sampai menemukan tone yang tepat.

Igun juga tak segan-segan mencontohkan pada peserta cara mengaplikasikan kosmetik yang benar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Saya diberikan contoh pengaplikasian eyeshadow agar mendapatkan warna yang solid dan nge-blend. Hal ini agar tidak menggumpal, ngeblok dan terpisah-pisah antar gradasi warna.

Kesan saya selama acara ini, Igun adalah pribadi yang ramah, perhatian pada semua peserta. Tidak ada kesan sombong walau sudah expert. Para peserta beauty class yang belum berpengalaman dalam make up diajari dengan sabar.

Secara keseluruhan, acara ini seru. Seru banget! Igun dan Byhan banyak mengeluarkan jokes sehingga tidak membosankan. Dua jam berlalu, tak terasa sudah sampai di akhir acara. Para peserta bisa berfoto selfi bersama Igun dan Byhan di akhir acara sebelum doi berpamitan menuju stasiun televisi tempat acara doi berlangsung.

Kalau ada kelas lagi, saya ingin mengikutinya lagi untuk memperdalam ilmu per-make up-an. Semoga saya ketularan ilmu dan juga hokinya Igun, ehehe.

Foto: doc. pribadi
Info Beauty Class bersama Ivan Gunawan dari Instagram

Igun memberikan kelas
Byhan MUA mengisi kelas mendampingi Igun

Igun memberikan tips dan contoh secara langsung

dapat voucher 200k untuk beli Ivan Gunawan Cosmetics

fobar dengan Byhan

fobar dengan Igun
sebelum dan sesudah kelas, Mba Sri ngga pede katanya, haha!

selfi dulu sama idola
Satu set make up dari Ivan Gunawan Cosmetics

Rainbow Garden Kutabawa

Wisata alam pegunungan memang tak ada matinya. Asalkan ada niat mengelola, jadilah ia tempat yang ramai dikunjungi banyak orang. 

Seperti tempat ini.

Terletak di pinggir kabupaten Purbalingga yang berbatasan dengan wilayah timur kabupaten Pemalang tepatnya desa Kutabawa, kecamatan Karangreja, tempat ini kini digandrungi masyarakat sekitar.

Tempat ini berjarak satu jam perjalanan dari rumah. Saya mengunjungi tempat ini bersama rombongan saat pergi ke undangan khitanan salah seorang teman. Rumah teman ini hanya lima menit dari lokasi. Cukup menyewa colt bak beramai-ramai demi penghematan ala emak-emak. Ehehe.

Rainbow Garden Kutabawa ini berdampingan dengan Flower Garden Kutabawa yang sudah lebih dulu ada. Keduanya sama-sama cantik dan sama-sama diminati.

Saya beserta rombongan kondangan membeli tiket seharga Rp 10.000,- saja. Di dalam taman ada banyak spot cantik untuk berfoto. 

Yang sebenarnya, agaknya tempat ini memang dibuat untuk tempat berfoto-foto saja. Tapi memang itu kan, kebutuhan primer warga jaman now? Sandang, pangan, dan tempat yang instagramable. Yup!

Dan juga, di sini ada jasa foto bersama hewan, yaitu burung hantu dan ular sanca yang tampak banyak diminati. Eh, tapi selain foto selfie, ada juga sih, wahana permainan yang ditawarkan, yaitu istana balon. Mungkin disediakan untuk menitipkan adik kecil atau anak sementara emak dan kakaknya berselfi ria.

Dari ujung ke ujung, memang yang kelihatan semuanya berfoto, baik sendiri maupun bersama teman, baik dengan kamera depan maupun kamera belakang, baik dengan kamera jahat maupun kamera jujur. Haha!

Saya? Ya sama. Foto selfi juga.

Memang Rainbow Garden Kutabawa ini tempatnya luas dan asri. Sebagian besar bunganya bunga asli atau tanaman hidup. Hanya beberapa saja yang menggunakan bunga plastik, seperti pada gerbang masuk, pot-pot photobooth, juga bunga-bunga sakura sepanjang jalan. Yah, bunga sakura asli kan tak selalu berbunga sepanjang waktu. Ye kan?

Rainbow Garden Kutabawa ini udaranya dingin, Sist. Jadi jika datang kemari mungkin kalian butuh jaket. Kalau penduduk sekitar yang terbiasa dengan udara sini sih, kelihatannya biasa-biasa saja. Tapi kok saya tak sanggup melepas jaket selama di sana ya. Dingiin.

Saya cukup puas mampir ke tempat ini. Terutama sekali Tsabi-ku yang mulai senang berfoto-foto seperti remaja ABG lain. 

Satu jam di sana, tak terasa hari semakin sore dan kami serombongan harus segera pulang. Lain kali saya akan mengunjungi tempat ini lagi. Mungkin jika cukup banyak hujan pemandangan bisa lebih hijau dan indah. Dan tak ada bunga layu kekurangan air seperti yang saya lihat kemarin.***

foto: doc. pribadi 
selfie sesekali
pintu masuk

cekrek! foto ala-ala instastory tapi gagal

Cekrek lagi! Eh, Si Mas ticketing ikut kebawa

gerbang merah

gerobak dorong?

hanging umbrella, ela ela, eh, eh... (malah nyanyi)

kincir negeri Belanda

rumah kayu

biar kekinian dan berasa muda

teddy bear pacaran?

jamuran
parkir luas

Beli Bedak INEZ Refill, Irit, Kualitas Premium

Bedak habis pas THR habis, duit mulai nipis. Ngga masalah. Beli refill, solusinya. Udah biasa pake merek INEZ, daripada spekulasi dengan merek baru demi harga yang lebih murah, ya kan? Buat kesehatan kulit kok coba-coba.

Bedak INEZ Precious Powdery Cake refill vs INEZ GOLD

kemasan refill, kualitas premium, lebih irit

Bedak INEZ Precious Powdery Cake yang diproduksi oleh PT Kosmetikatama Super Indah, Malang ini, memang terkenal bagus di antara para MUA atau perias pengantin seperti saya. Standar bagus untuk produk lokal. 

INGREDIENTS


Talc, Titanium Dioxide, Aluminium Hydroxide, Mica, C9-15 Fluoroalcohol Phosphates, Zinc Stearate, Dimethicone, Octyl Dimethyl PABA, Silica, Isopropyl Myristate, Octyldodecanol, Parfum, Lanollin Oil, Soya Lecithin, Arachidyl Propionate, Tocopheryl Acetate, Retinyl Palmitate, Ethyl Linoleate, Ethyl Linolenate, Ethyl Oleate, Methyl Paraben, Mulberry (Morus aiba) Root extract, hydroxpropyl Cyclodextrin, BHT.

May Contain: Cl 77492, Cl 77499

DESKRIPSI


Bedak INEZ Precious Powdery Cake merupakan paduan antara alas bedak dengan bedak padat yang diciptakan untuk menyempurnakan tata rias wajah dengan nuansa warna yang lembut alami serta cerah berseri. Kandungan UV protection melindungi kulit dari sinar ultraviolet matahari dan diperkaya dengan ekstrak mulberry yang berperan membantu membuat wajah tampak cerah. Mengandung vitamin A dan vitamin E. Juga mengandung pelembab yang membantu menjaga kelembaban kulit wajah. 

VARIAN


Bedak INEZ Precious Powdery Cake atau sering disebut juga INEZ Bedak Two Way Cake tersedia dalam varian delapan warna. Namun, varian yang paling banyak dicari ada empat, yaitu:
#1 Natural Glow
#4 Deep Peach
#9 Ivory Glow
#10 Beige Glow

Saya memiliki minimal dua varian warna yaitu #1 Natural Glow dan #9 Ivory Glow.
Kenapa harus dua? Karena disesuaikan warna kulit klien. 

Warna kulit kebanyakan orang Indonesia yang kuning langsat cocok dengan shade #1 Natural yang cenderung kekuningan. Sedangkan kulit coklat eksotis biasanya saya gunakan #9 Ivory yang cenderung pinkish kecoklatan.

perbandingan hasil shade #1 dan #9

HARGA


Bedak INEZ Gold ini dulu saya beli dengan harga Rp 90.000,-
Refill-nya saya beli dengan harga Rp 42.000,-
Lumayan irit kan?

Bedak INEZ Precious Powdery Cake bisa didapat di toko-toko kosmetik maupun online shop, Shopee, Tokopedia, dll, dengan harga bervariasi. Ada pula promo-promo dan diskon yang makin menarik dan irit.

irit cara saya: satu wadah diisi dua shade #1 natural dan #9 ivory
 
Lebih irit lagi cara saya. Satu tempat spos, saya isi dengan refill yang sama dengan shade yang berbeda. Lebih praktis dan irit.


Baca juga :TREN MAKE UP BERSAMA INEZ COSMETICS

CARA MEMAKAI, KELEBIHAN, DAN KEKURANGAN


Bedak INEZ Precious Powdery Cake ini memiliki partikel yang sangat lembut dan halus sehingga menutup kulit dan riasan dengan sempurna. 

Penggunaan bedak INEZ Precious Powdery Cake pada rias pengantin adalah setelah bedak tabur dan setting spray. Pastikan setting spray mengering sempurna lebih dulu untuk hasil maksimal.

Bedak INEZ Precious Powdery Cake yang terlanjur menempel pada setting spray yang masih basah akan meninggalkan gumpalan pada kulit (nge-block) dan sulit diratakan.

Pada penggunaan sehari-hari (bukan rias panggung atau rias pengantin) bedak INEZ Precious Powdery Cake ini cukup dipoleskan dengan spons basah untuk hasil sapuan yang tipis atau dengan spons kering  untuk hasil sapuan yang lebih tebal. Sebarkan dengan lembut dan merata pada wajah hingga leher.

Bedak INEZ Precious Powdery Cake ini sangat mudah retak dan pecah jika terjadi benturan. Oleh karena itu, saya harus ekstra hati-hati saat membawanya dari satu tempat ke tampat lain sesuai lokasi job merias.

Terkadang, baru satu kali pakai, sudah habis karena tumpah dan jatuh. Atau pecah dan terbang terkena kipas angin. Haha!

Tapi saya tak kapok. Namanya juga sudah cocok, ya kan. Sudah nyaman. Susah berpindah ke lain bedak. Kamu?
***
wadah boleh kedaluarsa, isi refill baru semua, haha!

rias pengantin Oke

make up sehari-hari juga bagus

Presiden Tak Kenakan Batik Parang Di Keraton Yogyakarta

Ada yang menarik dalam kunjungan silaturahim Pak Presiden kali ini. Ya. Pak Presiden tidak mengenakan batik parang dalam acara di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Yang sebenarnya, jaman sekarang ini, pembicaraan mengenai apapun yang dikenakan orang-orang terkenal di negeri ini, selalu menjadi hal menarik. Termasuk oleh Pak Presiden.
 
Sering mengenakan kemeja batik dalam berbagai acara, pada acara ini Pak Jokowi pun mengenakan kemeja batik. Namun bukan batik parang.
 
Batik parang memang termasuk batik larangan yang hanya boleh dikenakan oleh raja / para sentana di dalam kompleks keraton. Dalam hal ini, Pak Jokowi menghormati adab meski beliau menjabat sebagai presiden.
 
Penetapan larangan motif parang tertuang sejak dulu, yaitu tahun 1927 pada masa pemerintahan HB VIII. Penetapannya masuk dalam Rijksblad van Djokjakarta dan masuk dalam hukum formal.
 
Acara yang diadakan pada hari Jumat, 7 Juni 2019 ini disambut langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan keluarga besar keraton.

Dalam akun media sosialnya, Bima W menggarisbawahi tiga batik yang terlihat dalam foto kunjungan dan silaturahim ini.
 

1. Pak Jokowi


Terlihat dalam gambar Pak Jokowi mengenakan motif Sawunggaling. Batik Sawunggaling sempat viral beberapa hari lalu karena dipakai sebagai penutup jenazah Bu Ani Yudhoyono dan dipakai sebagai seragaman keluarga Pak SBY.

Batik Sawunggaling merupakan motif batik daerah pesisir dengan ciri khasnya burung phoenix, percampuran budaya Tionghoa-Jawa. Versi lain mengatakan unggas dalam batik sawunggaling sebenarnya adalah ayam jago dan bukan burung phoenix.

Makna burung phoenix menggambarkan perantara jenazah menuju syurga.

Selain versi motif berciri ikon burung terstilisasi itu diadopsi dari phoenix dalam kultur Tionghoa, makna Sawunggaling dalam versi Jawa yang merujuk pada ayam jago, juga merujuk pada legenda Sawunggaling khas Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Hasil pencarian dari m.liputan6.com, disebutkan bahwa dalam buku "Batik dan Membatik" karya Chandra Irawan Soekanto, batik Sawunggaling menggambarkan pertarungan dua burung Gurda. Gurda berasal dari kata Garuda.

Dalam cerita-cerita rakyat Indonesia, burung Garuda adalah burung yang sangat kuasa dan kuat dan dapat mengalahkan manusia. Dengan begitu, motif Gurda ini menggambarkan kegagahan dan keberanian.

Dalam buku Jawa Sejati: Sebuah Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro karya Rustopo, Sawunggaling diketahui adalah nama tokoh heroik dalam cerita rakyat Jawa Timur. Ia dikenal sebagai pembela rakyat jelata memerangi penjajah Belanda.

Motif Sawunggaling karya Go Tik Swan termasuk motif baru dalam periodisasi batik. Namun bisa ditafsirkan multitafsir perihal unggas dalam motifnya. Ikon binatang seperti burung, ikan, udang, dll, yang berukuran besar agaknya dahulu dikhususkan pula untuk dikenakan raja dan keluarganya dalam suasana non formal.

2. Sri Sultan Hamengkubuwono X


Sultan Ngayogyakarta dalam acara ini mengenakan batik parang pada bagian atas yang dikombinasi motif batiknya. Sangat pas dikenakan oleh raja dalam suasana non formal.

3. Mantu dalem yang pertama 

(sebelah kiri - mengenakan kacamata) terlihat menggunakan motif batik parang rusak. Hal ini tidak melanggar norma adab batik keraton.


 
kunjungan presiden ke keraton Yogya H+3 lebaran, 7 Juni 2019








presiden saat upacara Hari Pancasila 1 Juni 2019 kenakan batik parang
Keluarga Pak SBY tanpa Bu Ani, gunakan seragam motif Sawunggaling

Perihal motif batik, Pak Jokowi mengenakan batik motif parang besar saat upacara Hari Pancasila 1 Juni 2019. Saat itu, beliau juga memakai Beskap Langenharjan.

Istilah Beskap diperkenalkan oleh Mangkunegara IV (1811-1881), yaitu mengubah rokkie (jas model barat) menjadi busana baru bercorak Jawa ketika dipadukan dengan batik.

Beskap diperkenalkan tahun 1871 saat MN IX menghadiri undangan PB IX di Pesanggrahan Langenharjo. Karena Beskap ini digunakan di Langenharjo, maka sebutan beskap ini adalah Beskap Langenharjan.

Kata beskap sendiri disarikan dari bahasa Belanda yaitu beschaafd yang artinya beradab.
Kata beskap mengindikasikan citra tinggi masyarakat kota yang membedakan dengan masyarakat desa yang dianggap lebih beradab (beschaafd). Itulah yang digambarkan masyarakat di perkotaan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

salah satu buku referensi tentang batik
Demikian ulasan mengenai batik yang dikenakan oleh Pak Jokowi kali ini. 

Jelas, saya bukan ahli batik maupun budaya. Namun, tak ada salahnya saling sharing mengenai hal ini.

Jika bukan kita yang nguri-uri budaya adiluhung babad Jawa, maka siapa lagi? Kalau sudah diklaim negara tetangga, marah-marah. 

Biasanya begitu. Betul?