27 Maret 2020

Rumah Tsabita Kok Tutup?

Ini mungkin sepele buat orang lain, tapi tidak buat saya. Mengandung tapi tidak melahirkan, dan yang melahirkan orang lain? Ibu macam apa itu? Saya sih, tidak mau.

Eh, saya mau menulis tentang jahitan sebenarnya, bukan soal kandungan. Biasa, curhat penjahit.

Jadi ceritanya, awal Maret ini, pesanan jahitan saya tutup hingga Juni 2020. Namun, seperti biasa, masih saja banyak sekali orang yang ingin menitipkan jahitannya. Ada yang pelanggan lama, banyak pula pelanggan baru.

Ya, saya sih senang. Itu artinya banyak yang percaya dengan kemampuan saya dalam hal membuat pakaian jadi. Masalahnya, saya sedang kerja sendiri. Asisten tak datang lagi selepas cuti melahirkan. Saya tak bisa memaksa karena prioritas dia pastilah untuk mengurus keluarga kecilnya. Mencari asisten baru pun tak mudah.

Yang kadang bikin jengkel itu banyak yang memaksa. Saya orangnya kan nggak tegaan. Jadi sejak Maret ini saya harus tega menolak pesanan meski mereka memaksa. Saya bilang, nanti saja bulan Juni datang lagi. Mereka bilang ini baju buat lebaran. Yah, gimana dong.

Saking memaksanya, ada yang ingin dipotongkan kainnya saja. Kira-kira begini dialognya:

"Ya udah, kalau mbak nggak bisa jahitnya, dipotongin kainnya aja deh mbak. Nanti yang jahit adik saya, atau si anu, atau si inu, kan banyak yang pada bisa njahit tapi mereka nggak bisa motongnya."

Jawaban saya?
"Hello ... bukan saya tukang potong bayaran ya."
Hehe .... Jawabnya dalam hati tapi.

"CUMA motong mbak."

Hah? Nggak salah?
Saya jelas menolak. Meski saya bisa, saya tetap menolak.
Sejujurnya saya berencana untuk tersinggung.


penjahit tailor rumah tsabita cikadu
padahal sudah diworo-woro di medsos

Begini.

Penjahit pribadi seperti saya itu sebuah profesi. Penjahit mengerjakan semua hal berkaitan membuat pakain jadi dari awal sampai akhir. Sama seperti pekerjaan lain.

Bayangkan pekerjaan kamu adalah pembuat film. Lalu tiba-tiba ada yang meminta mentahan rekaman syuting semua scene dan berkata: "saya beli rekaman mentahannya saja ya boss, kan saya bisa edit video sendiri." Waduh! reaksimu gimana coba?

Contoh lainnya jika pekerjaanmu penulis yang hendak menerbitkan buku. Trus ada yang pengin bayar versi PDF-nya, misalnya : "aku bayar soft copy-nya aja ya, aku mau print sendiri di rentalan komputer." Kebayang nggak reaksi penulisnya gimana?

Sama seperti pekerjaan lain, hasil karya seorang penjahit pun saya anggap anak sendiri. Sulit membayangkan kamu mengandung anak tapi yang melahirkan orang lain. "Lu bikin anak dong, ntar gue bayarin. Gue nggak bisa nih. Kalo ngelahirinnya mah gue bisa." Nah Loh!

Halah! Tinggal bilang tak mau motong kain saja kok. CUMA MOTONG KAIN TOK.

Eh, saya bukan lebay ya.

Saya hanya mengeluarkan unek-unek saja. Ini menggambarkan persepsi orang. Tentang begitu mahalnya harga sebuah ilmu, tapi begitu dianggap 'sepele'nya profesi penjahit.

Menjahit sudah mendarah daging dalam hidup saya. Persoalan memotong kain itu nggak bisa dibilang CUMA lho.

Ini tahapan seorang penjahit sampai tiba waktunya memotong kain yang orang bilang CUMA itu:
  1. Sebelum memotong kain, seorang penjahit harus bisa mengukur ukuran badan customer dengan tepat untuk membuat pola.
  2. Penjahit harus menganalisa model yang diinginkan customer dan mengerahkan seluruh imajinasinya. Jika customer bilang model terserah penjahit, artinya penjahit harus siap mengerahkan dua kali lipat kemampuan berimajinasinya untuk membuat model yang sesuai dengan costomer.
  3. Menghitung dan memperkirakan kebutuhan bahan, termasuk menyiasati jika bahan yang pas-pasan.
  4. Membuat pola bagian-bagian pakaian hingga partikel terkecil dan aplikasinya.
  5. Menempatkan pola pada kain dengan menyesuaikan motif, model dan HARUS PAS.
  6. Setelah semua tahapan di atas, baru deh bisa memotong kain. Nggak bisa diloncati begitu saja langsung potong kain.

Nah, jika tahapan untuk sampai memotong kain saja sudah sepanjang itu, apa masih bisa disebut CUMA?

Eniwey, ini cuma curhatan subyektif saya saja sih. Bukan hal yang luar biasa dan bukan hal penting untuk diperhatikan semua orang. Faktanya, masih banyak penjahit yang mau dibayar untuk memotong kain saja. Lumayan, katanya. Tak perlu menjahit tapi dapat uang. Ada yang mau dibayar 30 ribu, 25 ribu. Katanya sih, karena CUMA motong kain.

Yah, uang memang menggiurkan. Lebih menggiurkan lagi kalau mereka tahu jasa pembuat pola di factory itu gajinya sudah 2 digit. Angka depannya. Angka belakangnya 6 digit.

Untuk sekelas konveksi skala sedang, untuk satu pola dibayar dengan upah 1,5 juta. Satu bulan bisa lebih dari dua puluh pola bisa diorder.

Nah, kalau penjahit pribadi seperti saya? Bikin pola itu GRATIS. Cutomer cuma bayar ongkos jahit saja! Masih tegakah nyuruh CUMA motong kain?

Jadi hikmahnya apa?
Nggak ada.
Hanya mau bilang, kami tutup pesanan jahitan sampai Juni. Nanti, bulan Juni silakan pesan lagi yang banyak. Bisa pula pesan jahit online melalui nomor WA 0877 1166 2757.

Kalau job rias pengantin dan wedding tetap terbuka selebar-lebarnya ya. Banyak gaun baru dan ada dekorasi baru juga yang keren banget lho. Wedding khusus untuk wilayah se-kabupaten Pemalang dan sekitarnya.

Oh ya, Rumah Tsabita juga ada toko yang menyediakan alat-alat jahit dan craft. Sementara ini toko baru melayai penjualan offline. Ada beberapa pesanan online, tapi karena keterbatasan sumber daya, jadi saya stop sementara. ***


Curhatan ini ditulis di antara waktu istirahat yang menenangkan dan melenakan alias bikin mager. Wkwkwk ...


24 Maret 2020

Dua Putra Mahkota

Cerpen Anak

cerpen dua putra mahkota


Di negeri yang jauh, hiduplah seorang Raja dan Ratu yang tinggal di istana mereka. Istana megah itu terletak di tengah ibukota kerajaan yang dikelilingi bebukitan dan alam nan indah. Raja yang bijaksana, membuat rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.

Raja dan Ratu memiliki dua orang putra yaitu Pangeran Willy dan Pangeran Herry. Raja dan Ratu mendidik kedua putranya dengan penuh kasih sayang. Kedua pangeran sangat rukun dan tumbuh menjadi pemuda tampan yang cerdas dan dikagumi. Kecerdasan kedua pangeran masyhur hingga ke kerajaan sebelah yang terletak di lereng gunung.

Pada suatu malam, Raja dan Ratu hendak bersantap malam. Hidangan lezat sudah tersaji di meja makan. Raja menunggu kedua putranya untuk bersantap bersama. Tiba-tiba, seekor burung gagak hinggap di jendela. Gagak tersebut membawa kabar dari jauh. Serombongan pendatang sedang dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Raja.

Seketika Raja kehilangan nafsu makannya. Ia memiliki firasat yang buruk.

Ketika Pangeran Willy dan Pangeran Herry datang, Raja menyampaikan kabar yang dibawa oleh burung gagak. Raja meminta pendapat dari kedua putranya.

Pangerang Willy menyatakan keberatan jika Raja menerima kedatangan rombongan pendatang tersebut. Menurut Pangeran Willy, para pedatang bisa membawa pengaruh yang buruk. Tatanan masyarakat yang tenang bisa kacau. Selain itu, menurut Pangeran Willy para pendatang tersebut bisa jadi hanya penyusup dari kerajaan di lereng gunung yang memiliki maksud jahat.

Raja mengangguk-anggukkan kepala. Ia setuju dengan pendapat putra pertamanya. Kecerdasan Pangeran Willy dalam menelaah masalah memang mengagumkan.

Tiba giliran Raja mendengarkan pendapat Pangeran Herry. Pangeran Herry memiliki pendapat berbeda dengan kakaknya. Ia justru senang mendengar kabar akan datangnya pendatang dari negeri di lereng gunung.

Menurut Pangeran Herry, pendatang baru justru bisa membawa pengaruh yang baik bagi warga kerajaan mereka. Pendatang akan membawa kebudayaan baru yang membuat kehidupan warga menjadi berwarna. Masyarakat bisa saling bertukar ilmu. Selain itu, menurut Pangeran Herry perekonomian masyarakat juga akan meningkat melalui perdagangan.

Raja pun membenarkan pendapat putranya yang kedua. Kecerdasan Pangeran Herry tak kalah dengan kakaknya.


Hari kedatangan rombongan para pendatang pun tiba. Pemimpin rombongan menghadap Raja untuk memohon izin tinggal sementara di wilayah kerajaan sebelum melanjutkan perjalanan sambil berniaga.

Melihat kesopanan dan tata cara berperilaku para pendatang yang baik, Raja pun memberikan izin tinggal. Raja merasa tak ada tanda-tanda yang aneh ataupun niat jahat yang tersembunyi di balik kedatangan mereka.

Semenjak kedatangan rombongan pendatang, suasana masyarakat di lingkungan kerajaan terasa meriah. Mereka saling bertukar budaya dan ilmu pengetahuan. Pasar-pasar menjadi ramai. Perdagangan laku keras. Kedai-kedai makanan laris manis. Warga mengadakan hiburan dan pesta-pesta kecil di kedai dan tempat hiburan hingga tengah malam.


Baca juga cerpen SANAKAN


Pangeran Willy yang kurang menyukai kedatangan rombongan pendatang, selalu bersiaga. Ia tak segan-segan berkeliling setiap malam untuk melihat-lihat situasi. Begitu juga malam ini.

Hari hampir tengah malam. Ketika sampai di sebuah tempat hiburan, betapa terkejutnya ketika Pangeran Willy melihat Pangeran Herry sedang berkumpul dan bersendau gurau di antara para pendatang. Pangeran Herry bahkan tampak mengobrol akrab dengan pemimpin rombongan. Minuman dan aneka makanan tersaji di tengah meja. Musik mengalun mengiringi beberapa orang yang menari riang.

Pangeran Willy menghampiri Pangeran Herry. Ia mengajak adiknya untuk segera pulang ke istana.

Pangeran Herry menolak untuk pulang. Ia justru mengajak Pangeran Willy untuk bergabung dan minum bersama para pendatang. Pangeran Willy pulang dengan kesal.

Saat dalam perjalanan pulang menuju istana, terdengar hiruk pikuk dari kejauhan. Warga menjerit-jerit panik melihat kedatangan pasukan berkuda yang tiba-tiba menyerbu kerajaan. Rupanya penjaga gerbang tertidur pulas setelah puas minum di kedai hiburan.

Perang tak terelakkan. Kekhawatiran Pangeran Willy menjadi kenyataan. Kerajaan lereng gunung menyerang istana. Warga panik berlarian menyelamatkan diri. Raja dan Ratu diselamatkan melalui pintu rahasia.

Pangeran Willy sigap menyiapkan barisan tentara kerajaan yang telah berlatih keras beberapa bulan terakhir di bawah pimpinannya. Pangeran Willy tampak sudah memprediksi adanya perang sejak jauh-jauh hari.

Perang mulai berkecamuk. Banyak prajurit yang gugur dan terluka. Tentara kerajaan di bawah pimpinan Pangeran Willy mulai terdesak.

Di tengah perang di malam buta itu, Pangeran Willy mencari Pangeran Herry penuh kekhawatiran. Adiknya itu pasti dalam bahaya berada di antara rombongan pendatang tanpa senjata.

Dari dalam kedai hiburan, terlihat Pangeran Herry keluar diikuti pemimpin rombongan pendatang. Tangan pemimpin pendatang tiba-tiba terangkat ke atas mengacungkan pedang yang terhunus.

Pangeran Willy tegang bukan kepalang. Dengan reflek ia memejamkan mata, mengira sang pemimpin pendatang itu hendak melukai adiknya. Namun, tiba-tiba susanana berubah senyap. Hiruk pikuk perang terhenti. Pangeran Willy merasa heran. Ia pun membuka matanya yang terpejam.  Dilihatnya pemimpin pendatang sedang memeluk erat Pangeran Herry. Setelah itu, ia membuka jubah yang dikenakannya sepanjang waktu. Seketika semua orang terperanjat. Pemimpin rombongan pendatang itu ternyata adalah raja dari kerajaan lereng gunung.

Raja itu berkata:
"Wahai kalian, Ketahuilah anak muda ini adalah putraku yang telah lama hilang. Aku berniat menyerang kerjaan ini karena mengira raja menculik putraku. Ternyata Raja justru menolongnya saat ia tersesat dan terlunta-lunta seorang diri di dalam hutan ketika ikut berburu rusa bersamaku.
Raja memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan mengangkatnya menjadi anak. Raja juga sudah mendidiknya menjadi pribadi yang berpikiran maju. Atas nama kerajaan di lereng gunung, saya menyampaikan permintaan maaf."

Perang pun dihentikan seketika. Raja dan Ratu dijemput dari tempat persembunyain.

Dua raja itu melakukan pertemuan. Raja dari lereng gunung meminta maaf karena telah berprasangka buruk selama ini. Ia bahagia ternyata putranya sudah tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan peduli dengan perekonomian rakyat.

Pangeran Herry pandai bergaul dengan siapa saja. Bahkan tak segan membaur dengan masyarakat pedesaan. Jika saja Pangeran Herry tak bergaul dengan raja lereng gunung yang menyamar sebagai pemimpin rombongan pendatang, ia tak akan mengetahui cerita sebenarnya.

Selama ini raja lereng gunung mengira raja menculik putranya. Ia merencanakan perang dan melakukan penyerangan untuk mengambil kembali putranya. Beruntung Pangeran Herry mengobrol dengan raja di kedai tepat saat malam penyerangan tiba.

Raja dari lereng gunung meminta maaf. Dua raja itu berpelukan. Begitu pula dengan Pangeran Herry. Mereka bertiga berpelukan erat.

Raja dan Ratu amat bersedih harus berpisah dengan Pangeran Herry yang sudah mereka anggap putra sendiri. Namun, mereka tetap harus berpisah.

Pangeran Herry pulang ke kerajaan di lereng gunung bersama rombongan pedagang dan tentara kerjaan yang pulih dari luka usai perang.

Pangeran Herry sering berkunjung ke istana Raja dan Ratu meski kini telah menjadi Putra Mahkota kerajaan di lereng gunung.

Saat Raja berpulang, Pangeran Willy diangkat menjadi raja. Begitu pula saat raja dari lereng gunung wafat, Pangeran Herry pun naik tahta menjadi raja.

Dua raja muda itu menjalin banyak kerja sama di bidang politik, ekonomi, militer, dan lain-lain. Mereka berdua saling melengkapi. Masyarakat dua kerjaan itu semakin makmur dan hidup berdampingan dengan rukun damai.

Begitulah, perbuatan baik di masa lalu akan menuai hasil di masa yang akan datang. Prasangka buruk dapat hilang dengan saling terbuka dalam jalinan persahabatan. Dendam menimbulkan kerusakan sementara kasih sayang menciptakan hidup rukun dan kedamaian.***



Cikadu, 24 Maret 2020



Kalian percaya pada mimpi? 
Percaya atau tidak, cerpen ini adalah mimpi saya tadi malam. Begitu random isi kepala saya sampai-sampai isi mimpi saja begitu kacau tak karuan. Seperti randomnya hidup saya dalam kedeharian.
Hehe ....

Untung saja plotnya utuh. begitu terbangun dari tidur, langsung saya tulis sebelum hilang dan menguap. Maklum, saya hampir tak pernah menulis cerita anak.

Selamat membaca!


23 Maret 2020

Kelas Menulis Artikel

Ngakunya, saya tuh seorang penulis. Nulis, nulis, nulis setiap hari sudah jadi hobi saya. Ya nulis status fb, nulis di blog ini, nulis ini itu di mana-mana. Ngakunya lagi sih, nulis artikel. Tapi ... apa iya, semua tulisan bisa disebut artikel?

Bisa dibilang, saya tuh setiap membuat tulisan ya, hanya sekedar menulis saja. Tak ada struktur khusus yang membuat tulisan-tulisan saya di blog bisa dikategorikan sebagai artikel.

Nah, kebetulan di grup Perempuan Menulis ada kelas menulis artikel dari Mas Rianto bulan lalu. Atas seizin Mas Rio, saya pun menyalin materi dari beliau ke dalam tuisan ini.

Di bawah ini selanjutnya adalah pemaparan materi dari mas Rianto tentang menulis artikel yang saya salin utuh dengan sedikit peng-edit-an.


cara menulis artikel perempuan menulis

____

Artikel 


Artikel sejatinya adalah tulisan tentang ide, fakta, argumen, atau hasil penelitian. Bisa berasal dari pengalaman diri sendiri, orang lain, atau fakta lain di luar keduanya.

Apa yang sebaiknya kita tulis? Saya sarankan tulislah apa yang kita tahu, kita dalami, dan yang kita ingin tahu.

Ini bisa jadi patokan awal kita menulis artikel. Jika tema yang kita pilih masuk pada tiga hal di atas, maka itu lebih baik.

# Tulis apa yang kita tahu. Misal: Bagaimana memasang tabung gas dengan aman, pengaruh harga cabe pada anggaran kosmetik, atau hal yang berdekatan dengan kita.

# Yang kita dalami, bisa berkaitan dengan keseharian/pekerjaan/pendidikan kita.

Misal:
  • Seorang ibu rumah tangga meneliti berapa besar pengaruh waktu bermain ayah-anak terhadap perkembangan mental anak.
  • Seorang guru menuliskan cara terbaik mengajarkan matematika.
  • Seorang manager menulis tentang cara mengatur ratusan karyawan.
# Hal yang kita ingin tahu: bisa apa saja. Boleh siapa saja yang menulis. Tentu saja ada tahapan yang harus dipenuhi.

Apa itu?

Tahapan Menulis Artikel


Tahapan menulis artikel dan apa saja yang harus ada dalam sebuah artikel jika ingin menulis artikel berkualitas?
  1. Penentuan ide
  2. Pengumpulan data
  3. Pembukaan/opening
  4. Analisa Sistematis
  5. Kesimpulan.
Saya biasa mengingatnya dengan IDOAK. Saya loh ya.

Kita bahas poin pertama:

1. Penentuan Ide


Ide boleh jadi "kesadaran awal" penulis untuk mengangkat suatu hal. Kemunculannya mirip-mirip wangsit (jawa). Saat kita berpikir dia ngumpet, saat kita nongkrong di kamar mandi, dia nongol. Idenya.

Biasanya isi ide adalah pokok permasalahan atau pokok hal tentang apa yang akan kita teliti dan tulis.

Bedanya apa pokok permasalahan dan pokok hal?

Pokok hal biasanya tidak terkait pada satu masalah. Artikel ini bisa ditulis sepanjang waktu tanpa dikaitkan pada satu peristiwa. Biasanya isinya pengetahuan atau motivasi.

Misal tulisan tentang pemulihan jiwa, tulisan bagaimana cara (how to), atau kesehatan mental.
Bagaimana menyambut bulan Ramadhan, mencapai shalat khusyuk, dan bahasan lainnya.

Berbeda dengan pokok hal, pokok permasalahan sangat berkaitan dengan satu peristiwa/isu yang sedang hangat.

Ide satu ini harus aktual, greget, penting, memantik rasa ingin tahu pembaca.(Poin terakhir sangat tergantung penulis dalam menyajikannya).

Misal saja saat ini sedang hangat tentang virus Corona, pemulangan WNI eks ISIS, rencana pemerintah mencabut subsidi gas 3 kg, juga Isyana menikah.

Semuanya bisa jadi artikel yang menarik jika penyajiannya juga menggugah selera.

Jika menulis untuk media cetak/media online, perhatikan betul tentang aktualisasi artikel. Media biasanya menerbitkan artikel secara harian, mingguan, atau bulanan.

Jika ingin mengirim sebuah artikel, perhitungkan juga waktu seleksi, pembuatan lay out dan hal lainnya. Jadi jangan kirim terlalu mepet. Nanti medianya ilfeel. Dikiranya wanita yang agresif. Hehe ....


2. Data


Usahakan sumber, isi, dan waktu data kuat. Bisa dipertanggungjawabkan dari asal dan isinya.

Jangan ambil data dari katanya, konon, atau ... dari sebuah penelitian ..., ... penemuan seorang dokter di Australia ..., dsb. Ini lebih mirip kabar hoax nantinya.

Urutan yang baik sebagai sumber data: buku, jurnal ilmiah, media massa, media online.Media online juga harus diteliti apakah dia ilmiah atau hanya menyajikan propaganda/doktrin.


Salah satu cara paling mudah saat menyusun artikel adalah mengambil dasar pernyataan tokoh yang sesuai. 
  • Misal peristiwa yang mirip-mirip pernah terjadi di masa lalu, kita bisa ambil pemikiran tokoh di masa itu sebagai dasar.
  • Misal kita akan membahas tentang ekonomi, kita bisa baca buku Rhenald Kasali, Kwik Kian Gie, Robert Kiyosaki, dsb
  • Kita mau menyusun artikel pengembangan diri, kita bisa baca buku Malcolm Gladwell, Rhonda Byrne, Dewa Eka Prayoga, dsb.
  • Jika kita menyusun tentang cinta dan cara mencintai, bisa ambil karya Kahlil Gibran, Erich Fromm, atau Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dsb.
  • Kita susun tentang Khilafah Islamiyah bisa mengutip Abdul Razzak, Ibnu Taimiyyah, Yasser Auda, atau Abul A'la al-Maududi.
Begitu juga saat menyusun artikel lainnya.


Hanya jika kita menyusun artikel tentang kehidupan yang dibalut kemiskinan agak susah mencari contoh.

Saya pernah mengalaminya saat menyusun artikel tentang stunting. Banyak tokoh yang bicara kemiskinan, tapi dia tak pernah mengalaminya. Jadi isi pemikirannya lebih ke filsafat kehidupan.

Oh iya, kita bisa kumpulkan data primer dan data sekunder. Data yang valid bisa dikhususkan pada data primer. Data pendukung hanya sebagai pelengkap.

Tentang data saya pesan dua hal:

1. Masukkan data yang dibutuhkan saja.

Jadi tidak semua data kita masukkan ke dalam artikel ya.

2. Jangan pernah memelintir data. Mengotak-atik agar data yang tadinya berlawanan, menjadi data yang mendukung pendapat kita. Jangan ya.


3. Pembukaan/opening


Ibarat theme song anime, pembukaan harus menghentak dan menarik pembaca.

Ada banyak cara untuk membuka sebuah artikel dan ini ditentukan jenis artikel yang kita tulis.

Secara umum ada tiga cara dalam pembukaan.
- Kutipan
- Pertanyaan
- Provokasi

> Kutipan:

Kebanyakan keluarga miskin membelanjakan uangnya untuk membeli rokok lebih dari anggaran untuk membeli telur dan daging. Begitulah data riset terbaru yang dikeluarkan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (2019)...

Jadi contoh ini mengutip data dari BKF Kementerian Keuangan. Berdasar data.


> Pertanyaan:

Tahukah Anda berapa juta anak Indonesia pada 2019 yang mengalami gizi buruk dan stunting?
Gizi buruk karena ayah mereka lebih memilih membeli rokok dibanding daging dan telur sebagai sumber protein keluarga.

Pertanyaan biasanya digunakan untuk memancing keingintahuan pembaca. Usahakan gunakan pertanyaan yang banyak dari pembaca yang tidak tahu. Caranya? Data.


> Provokasi:

Apakah Anda akan tetap diam saat tahu bahwa asap rokok menjadi penyebab pemanasan global nomor satu selain gas emisi kendaraan bermotor? Penyakit yang disebabkan oleh rokok juga meningkat secara global dari 32,8 % menjadi 33,8 % dalam kurun satu tahun? Hatus berapa generasi rusak karena kecanduan nikotin?!


Provokasi biasanya digunakan untuk bahasan yang sedikit menimbulkan polemik. Bahasan yang banyak orang sudah tahu, tapi cuek bin dingin.

Jadi semacam: sudah lama jalan, sering ke rumah, tapi nggak tahu "kita ini apa". Hehe ....


4. Analisa Sistematis


Penyajian artikel selain mengungkapkan ide juga biasanya mengajukan pendapat kita. Jadi kita harus menggiring pembaca ke kesimpulan yang kita mau.

- Poin yang disajikan
Apa yang kita bahas dan apa yang menjadi masalah bagi pembaca

- Kutip teori/pendapat
Saya ungkapkan di atas sebagai jalan paling mudah. Pendapat kita boleh jadi tidak terlalu diperhatikan karena belum ada nama. Tapi tokoh tertentu jelas punya pengaruhnya.

- Data pokok sebagai inti, data sekunder sebagai pelengkap.

Hal ini cukup jelas. Tampilkan data yang mendukung saja. Tidak harus semua data masuk. Kecuali artikel yang ditulis adalah artikel ilmiah.

- Pendapat pribadi
Masukkan inter subyektif kita. Keresahan kita dan solusi/ide yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Jadi seperti "numpang" pendapat tokoh tadi.

- Kesimpulan

Tegaskan inti dari analisa kita. Ini bisa terhubung pada ide awal yang kita sampaikan. Bisa juga menjadi jawaban dari pembukaan kita.


5. Kesimpulan


Kesimpulan sebagai penegasan ide, gagasan atau prediksi kita akan suatu bahasan.

Ini menjadi penutup dari artikel kita.
Apakah harus ditutup dengan ide kita?

Tidak.

Kita bisa menggunakan quote keren tokoh lain yang sesuai dengan kesimpulan kita. Jangan lupa cantumkan nama pencetus quotenya.

Kita juga bisa tutup dengan prediksi kita akan suatu pembahasan. Misal jika subsidi dicabut maka...
Jika nikah harus resepsi besar maka...

Kesimpulan juga bisa berisi usulan kebijakan bagi suatu badan atau lembaga.


TIPS 

Saya selalu menggunakan jurus ini dalam menulis artikel. Ini bisa gunakan jika mau dan dianggap sesuai. Jika jurus ini malah membingungkan, buang jauh-jauh dan jangan gunakan.

Susun artikel teman-teman dengan cara ini:
  1. Dorong cita-citanya
  2. Memaklumi kegagalannya
  3. Singkirkan ketakutannya
  4. Benarkan kecurigaannya
  5. Bantu mereka melempari musuhnya.


Membuat artikel memang perlu latihan. Apa yang kita pelajari akan "hilang" saat akan praktek awal. Latihanlah yang membuatnya masuk dalam tulisan kita.

Jadi pesan saya: praktek, praktek, praktek.



Pertanyaan:
1.  Adakah tips khusus untuk membuat artikel yang bisa dibaca sepanjang masa?

Jawab:
Ada Kak.
Artikel pengembangan diri, how to, dan kesehatan mental, juga artikel tentang parenting.

Cari saja bahasan yang tidak dibatasi even atau trend.


2. Apa perbedaan artikel jurnalistik dan artikel ilmiah?

Jawab:
Perbedaan artikel jurnalistik dan ilmiah lebih pada penyajiannya Kak.

Jurnalistik bisa menggunakan sampai 80% data dalam artikelnya. Tujuannya, info tersampaikan kepada pembaca.

Artikel ilmiah biasanya menggunakan 100% data. Beda juga ada di penyajian terlebih dalam bahasa.


3. Apakah gaya bahasa yang digunakan dalam artikel di media massa sama dengan gaya bahasa dalam karya ilmiah?

Jawab:
Mirip-mirip Kak.

Media massa menggunakan bahasa umum masyarakat. Yang lebih dipahami khalayak ramai.

Sedang karya ilmiah lebih ke penyajian data dengan cara tertentu.


- Artikel di media massa bisa memakai ketiganya. Hanya lebih sering pada pembukaan kutipan.

Sebaiknya kita perhatikan gaya bahasa media massa yang kita kirimi naskah. Gaya bahasa Kompas tentu berbeda dengan Rakyat Merdeka, berbeda dengan Lampu Hijau, dsb.

Untuk menulis tentang tema tersebut, saya lebih cenderung pada data (wow) di awal, persuasif di penyampaian.


4. Tips menulis artikel untuk tema sensitif seperti agama, kebijakan pemerintah, politik, dll.

Jawab:
Jika isinya bukan untuk provokasi, tentu melihat dari banyak sisi lebih baik.

Tapi untuk sebuah pembukaan, kita bisa menyajikan sebuah pendapat kontroversial untuk kemudian kita bantah/dukung dengan penyajian sistematis.



5. Tips untuk menulis artikel yang bisa tembus media massa.

Jawab:
Untuk tembus media massa kita harus tahu bidang, gaya bahasa, dan artikel yang dibutuhkan media tersebut.

Perhatikan dan ikuti arusnya dengan prinsip kita. Perhatikan juga teknik penulisan agar editor tidak mati berdiri saat mengedit.

Banyak artikel bagus yang ditolak hanya karena gaya bahasa tak sesuai atau tema yang diangkat berseberangan dengan media tersebut.



6. Tips menulis artikel untuk web.

Jawab:
Misal kita menulis tentang tema anak. Kita riset dulu kata kunci yang berkaitan dengan anak. Bisa masuk ke ubbersuggest atau google keyword planner.

Inti prosesnya, kita letakkan kata kunci yang sering dicari berkaitan bahasa kita dalam artikel.

Jika ada gambar, ubah nama gambar dengan maksimal 20 kata kunci dipash dengan koma.
_____________


Yap! Itu dia materi menulis artikel dari Mas Rianto yang diadakan pada 2 Pebruari 2020 lalu. Mas Rianto adalah penulis buku "Negeri Tanpa Ayah" yang diterbitkan Penerbit Laksana.

Mas Rianto bisa dihubungi melalui akun media sosial:

FB : Rianto
IG : @rianto_001
Twitter : @cobain_dulu_aja

Jadi nggak sembarangan juga ya sebuah tulisan itu disebut artikel atau bukan. Harus ada ide yang cemerlang, pembukaan yang nendang, data yang sesuai porsinya, juga kesimpulan yang bisa memberikan 'sesuatu' pada pembaca.

Nah, kira-kira tulisan-tulisan saya di blog ini sudah sesuai dengan kaidah kepenulisan artikel apa belum ya? Menurut saya sih sudah sesuai. Cuma, memang gaya bahasanya saja yang muehehe begini. Tapi toh isinya materi semua kan kan kan? Itu kan data juga. Iya nggak? Iya dong. Maksa dikit lah. Hehe ....****


19 Maret 2020

Drama di Balik Pesanan Gaun Pengantin Pertama

Selalu ada yang pertama saat mengawali segala sesuatu. Biasanya, apa-apa yang pertama itu berkesan mendalam. Cinta pertama, ciuman pertama (eh!), malam pertama (ehe!), dll, memberi kesan tak terlupakan.

Biasanya yang pertama itu selalu excited tapi malu-malu, ragu, belum berpengalaman, kadang salah-salah sedikit. Ya ... namanya juga sambil belajar ya kan?

Makanya saya sering mengabadikan momen pertama lewat tulisan. Saya pernah menulis tentang piala pertama menang lomba merangkai hantaran uang.

Dari piala pertama itu menyusul piala lomba make up wedding, juga yang pertama.

Ada juga tulisan tentang kokedama pertama yang pernah saya bikin.

Dan ada tulisan pertama di blog ini yang belum saya hapus sampai sekarang. Haha!

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang gaun pengantin pertama yang saya buat.

Meski sudah terjun di dunia jahit menjahit dan mendesain baju sejak 2006, saya baru mulai berani membuat gaun pengantin pada tahun 2017. Butuh belasan tahun ternyata untuk membuat satu lompatan penting. Setidaknya penting buat saya, hehe ....


jahit gaun pengantin
gaun pengantin yang pertama saya buat

Awalnya ....


Saat itu saya mendapat job wedding lumayan besar (besar buat saya) dan lokasinya cukup jauh. Tak mau mengecewakan klien, saya mencari patner dan vendor terbaik yang bisa mendukung job saya ini.

Semua yang dimau oleh klien, saya cari sampai ke ujung dunia. (wkwkwk, lebay)

Klien satu ini memiliki ekspektasi dan selera tinggi. Saya pun menghubungi vendor yang sesuai. Baik dekorasi pelaminan, tenda, gaun pengantin, dll, saya usahakan persis seperti yang dimaui.

Waktu itu lokasi terdekat dengan rumah klien yang menurut saya bagus dan sesuai ekspektasi adalah dekorasi milik mbak Ungu. Kami mengobrol panjang lebar membicarakan kerja sama yang sesuai dengan permintaan klien. Singkat cerita, tercapailah kesepakatan harga.

Sebelum pulang, mba Ungu yang sudah tahu saya di rumah juga menjahit, memesan gaun pengantin untuk job-nya bulan depan. Saya mengamati model gaun yang dipesan cukup sederhana. Saya pun menyanggupi pesanan mba Ungu. Ini pesanan gaun pengantin pertama. Saya berjanji dalam hati tidak akan mengecewakan pemesan.

Ternyata, kerja sama saya dengan Mba Ungu harus gagal karena klien wedding saya tak menyanggupi harga yang saya ajukan. Klien ini kemudian menetapkan harga standar yang biasa saya tangani, bukan yang mewah seperti ekspektasi semula.

Ya memang begitu kan, pesanan selalu disesuaikan harga. Jika semula klien ingin dekorasi yang mewah namun tak sanggup dengan harganya, ya mentok-mentoknya akhirnya ambil paket yang sedang saja. Saya memakai vendor dekorasi milik Mba Juji Limbangan yang harganya tak terlalu tinggi. Dekorasinya sudah cukup bagus untuk standar pemukiman pedesaan.


Kerjasama Job Gagal, Order Gaun Tetap Jalan


Balik ke pesanan gaun pengantin yang pertama saya buat, meski kerja sama WO dengan Mbak Ungu batal, tapi pesanan gaun tetap dilanjutkan.

Mba Ungu menyediakan kain jaguar dan bordir siap tempel untuk segera saya kerjakan. Namun, model gaun yang dibuat sangat berbeda dengan model yang sebelumnya. Mba Ungu justru mengirimkan gambar model baru, dua gaun sekaligus!

Cukup sederhana sebenarnya. Namun, karena tak seperti perkiraan saya sebelumnya, saya merasa ragu dengan pesanan gaun pertama ini.

Bagiamana jika mba Ungu kecewa? Bagaimana jika salah potong, hasil akhir tak sesuai ekspektasi? Bagaimana saya akan membuatnya, sedangkan saya pernah membuat gaun pengantin sebelumnya?

Kira-kira pertanyaan-pertanyaan inilah yang berkecamuk dalam otak.


Untung Ada Mas Iwan


Saat bimbang antara membatalkan pesanan atau lanjut dikerjakan, saya teringat dengan salah satu penjahit senior yang sudah lama malang melintang dalam hal pembuatan gaun pengantin dan gaun pesta. Namanya mas Iwan.

Rumah mas Iwan hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari rumah saya. Namun, sehari-hari Mas Iwan bekerja di sebuah butik di Bandung.

Selama mengerjakan gaun pengantin pertama ini, saya tak putus berkonsultasi dengan mas Iwan melalui WA. Beliau baik sekali membagikan ilmunya secara cuma-cuma.

Ah, jika diingat-ingat, saya beruntung dipertemukan dan dikelilingi banyak sekali orang-orang baik yang mendukung pengembangan diri ini. Tanpa pamrih! Salah satunya sese-mastah yang mau membimbing saya nge-blog hingga saat ini setelah saya rayu-rayu di Facebook. (Hehe ... matur nuwun sanget mas suhu).


Drama Pun Dimulai ....


Setelah dua minggu mengerjakan pesanan gaun pengantin pertama ini, selesailah sudah kerja keras beberapa hari ini. Saya menghela napas lega begitu pesanan siap diantar.

Ternyata, meski gaun pengantin sudah sampai di tangan Mba Ungu, cerita belum berakhir. Ada sedikit drama yang membuntuti. (jeng jeng jeng ... backsound mencekam)

Saya yang begitu senang dan excited berhasil menyelesaikan gaun pengantin pertama ini dengan penuh perjuangan, mem-posting salah satu hasil karya tersebut di beranda Facebook. Selang beberapa menit, ternyata ada beberapa pesan masuk yang menginginkan gaun sejenis yang saya terima melalui inbox messenger.

Ada yang bertanya harga, ada yang bertanya butuh bahan berapa meter, ada juga yang langsung memesan. Saya makin semangat dong untuk berkarya lebih bagus lagi.


'Dilabrak' Mba Ungu


Selang satu jam sejak foto gaun mba Ungu saya unggah, saya dihubungi oleh mba Ungu malam-malam. Intinya, mba Ungu ingin saya menghapus foto gaunnya dari Facebook.

Saya pun meminta maaf karena memasang foto pesanannya tanpa izin. Mba Ungu memaafkan saya dan berterima kasih saya tak mengunggahnya lagi sampai ia izinkan. Foto itu lalu saya hapus selang satu jam sejak diunggah.

(Sejak saat ini saya sekarang selalu meminta izin jika ingin mengunggah hasil-hasil karya. Padahal karya sendiri, tapi karena sudah ada akad jual beli, jika pemiliknya tak berkenan maka tidak akan saya unggah).


Upah Tak Sesuai


Sampai dua minggu gaun itu sampai di tangan mba Ungu, saya belum menerima upah yang saya minta. Saya tak mau ngawur saja menetapkan ongkos jahit gaun pengantin. Lagi-lagi mas Iwanlah yang saya ajak berdiskusi mengenai masalah upah alias ongkos jahit.

Mas Iwan memberikan standar upah jahit yang biasa ia terima untuk membuat gaun seperti model yang saya buat. Tarifnya sangat tinggi menurut saya. Ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tentu karena tingkat kerumitan dan ketelitian selama membuatnya itulah, yang membuat upah jahit gaun pengantin menjadi sangat mahal.

Karena saya tinggal di desa dan ini gaun pengantin pertama yang saya bikin, maka saya memberanikan diri meminta upah sepertiga dari harga tarif mas Iwan. Jika mas Iwan biasa menerima upah jahit gaun sebesar Rp 1.500.000,-, saya meminta upah Rp 500.000,- saja pada mba Ungu. Untuk dua gaun maka totalnya menjadi satu juta rupiah.

Tak seperti harapan, mbak Ungu keberatan dengan ongkos jahit yang saya minta. Menurutnya upah sebesar itu standar Jakarta.

Saya ngotot tak mau dibayar rendah. Menurut saya itu sudah sesuai dengan hasil jahitan saya yang halus. Dua minggu saya tak mengerjakan pesanan lain dan hanya mengerjakan gaun pengantin ini saja!

Seharusnya dua minggu yang saya lewatkan untuk mengerjakan pesanan lain itu sudah bisa menghasilkan uang sebanyak 2 juta lebih. Sekedar info, dalam satu hari, paling minim saya bersama asisten bisa mengerjakan dua potong pesanan dengan tarif paling rendah 150 ribu rupiah.

Mba Ungu rupanya menggunakan kelemahan saya untuk menekan harga. Menurutnya dengan saya memajang foto di fb, akan menurunkan standar bagi WO-nya yang elit. Job-job-nya semuanya adalah job besar. Ia tak mau ketahuan jika gaun yang dipakai pengantin-pengantinnya 'hanyalah' hasil karya penjahit kampung seperti saya. Itu kesan yang saya tangkap dari Mba Ungu.


Menyerah


Lelah berdebat dan mendengar berbagai argumen serta alasan mba Ungu yang tak mau memberi upah yang saya minta, saya pun menyerah. Terserah saya mau dikasih upah berapapun saya terima, saya bilang. Mba Ungu memberikan uang Rp 600.000,- untuk dua gaun yang saya kerjakan selama dua minggu. Saya menerima upah itu pasrah. Mungkin rizki saya memang segitu.


Pesanan Berikutnya


Selesai acara job wedding yang mengenakan gaun pengantin buatan saya itu, Mbak Ungu mengirimkan foto yang boleh saya unggah di fb. Kiriman foto itu disertai dengan pesanan gaun pengantin lain.

Saya tak langsung menolak pesanan Mba Ungu yang kedua ini. Saya hanya beralasan bahwa untuk dua bulan ke depan pesanan jahitan sudah penuh, jadi belum bisa menerima pesanan baru.

Katanya sih, Mba Ungu rela menunggu sampai dua bulan lagi. Namun, saya terlanjur kapok berurusan dengannya. Jadi saya menolak menghubunginya lagi.

Bagi saya, jika pemesan masih mau datang kedua kali pada saya, artinya karya saya memuaskan. Itu sudah cukup buat saya. Terlepas dari drama ini itu yang sempat mewarnai.

Tentu saja, Mbak Ungu balik pesan lagi, ya ... di mana lagi ada jahit halus gaun pengantin yang mau cuma dibayar 300 ribu?

Tahu jika saya menolak pesanan, salah satu teman saya mengatakan jika mba Ungu menjelek-jelekkan saya di depan teman arisan perias yang saya ikuti. Yah, setidaknya saya tahu, wajah cantik dan ramah di depan, belum tentu cantik dan ramah juga di belakang. Hehe ....


Itulah sekelumit cerita alias drama di balik pesanan gaun pengantin pertama saya. Oh ya, Mbak Ungu ini bukan nama sebenarnya ya. Jadi tak perlu baper.

Berkat pengalaman pesanan pertama ini, banyak pelajaran yang saya ambil. Seperti menetapkan harga upah di awal pesanan. Juga memberi pelajaran buat saya untuk berhati-hati dalam bekerja sama dengan berbagai macam karakter orang.

Dan terutama sekali, dari gaun pertama inilah, lahir gaun-gaun pengantin berikutnya yang akan saya tulis pada judul lain.***


pesanan pertama jahit gaun pengantin
gaun lain yang dipesan mbak Ungu warna abu-abu



09 Maret 2020

Pentigraf

cerpen tiga paragraf

"Pentigraf adalah sebuah perluasan karya sastra yang berarti Cerpen Tiga Paragraf. Sesuai dengan namanya, maka cerpen ini hanya terdiri atas tiga paragraf. Sebutan bagi para penulis Pentigraf adalah Pentigrafis," demikian penjabaran dari Kak Nida Basyariyyah dalam sebuah kelas kepenulisan online via WA Grup.

Materi dari kelas online yang hanya berlangsung satu malam ini, kemudian saya salin ke dalam blog agar tidak hilang dan bisa dipelajari sewaktu-waktu.

Berikut lanjutan materi dari Kak Nida.

"Penggagas pentigraf yaitu Tengsoe Tjahjono yang juga menjabat sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, berpendapat bahwa Pentigraf merupakan cerita yang utuh. Sama halnya dengan cerita pada umumnya, elemen-elemen cerita seperti tema, alur, tokoh, dan latar disatupadukan dengan baik.

Kampung Pentigraf Indonesia dibentuk sebagai wadah bagi para sastrawan dan siapa pun yang ingin belajar menulis pentigraf.


Baca juga Kirim Buku Gratis ke Seluruh Indonesia


Formula Pentigraf


Menurut Tengsoe Tjahjono, sastrawan sekaligus akademikus dari Unesa ini, ada beberapa formula Pentigraf bagi pentigrafis pemula:

1. Fokus pada persoalan yang dihadapi seorang tokoh atau tema yang diangkat. 

Cerpen biasa atau novel tentu memiliki beberapa tokoh di dalamnya ya. Untuk Pentigraf, tidak seperti itu.

2. Elemen narasi yang berupa tokoh, alur, dan latar, dihadirkan secara bersama-sama dalam satu jalinan yang utuh. 

Sesuai dengan namanya, cerpen yang terdiri dari tiga paragraf ini tidak memiliki narasi yang terlalu panjang seperti karya fiksi lain. Singkat, padat dan jelas.

3. Kurangi dialog. 

Ubah dialog ke dalam teks deskripsi atau narasi. Karena Pentigraf hanya terdiri dari tiga paragraf, oleh karena itu para pentigrafis tidak bisa leluasa menuliskan percakapan di dalamnya.

Contoh dialog-dialog seperti:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya.

"Ada apa denganmu, Dore? Apa yang salah denganku?" Mira memprotes keputusan Dore.

"Aku lebih mencintai Sonya!" Mira tertegun saat mendengar alasan kekasih hatinya. Ia tak menyangka hubungan gelapnya akan berakhir.

Nah, dalam Pentigraf percakapan tersebut tak lazim disisipkan dalam paragraf. Kalimat langsung dalam paragraf usahakan tak lebih dari satu. Oleh karena itu dialog itu harus diubah ke dalam bentuk narasi atau deskripsi.

Coba perhatikan contoh cuplikan pentigraf di bawah ini:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya. Mira tak terima dengan keputusan Dore dan memprotesnya. Dore pun beralasan lebih mencintai Sonya, istri sahnya. Mira pun tertegun saat mendengar alasan Dore. Ia tak menyangka hubungan gelapnya dengan Dore harus berakhir. Mira pun pasrah. Ia menyadari tak seharusnya hubungan mereka terus berlanjut.

Kenapa Pentigraf dianjurkan tidak ada dialog? Karena per dialog memakan satu paragraf. Sedangkan pentigraf per karakter, per aksi, itu hanya boleh satu paragraf. Tak boleh lebih.


4. Usahakan ada kejutan pada paragraf ke-3, hal yang tak terduga, yang bisa menimbulkan suspense atau ketegangan.

Kalau bahasa lainnya, nge-twist atau sesuatu yang tak sesuai ekspektasi pembaca.

5. Panjang paragraf hendaknya dalam ukuran wajar. 

Sekurang-kurangnya 1 kata, namun jangan lebih dari 10 kata dalam 1 kalimat. Walaupun hal ini bukan harga mati. Sesungguhnya, panjang paragraf bergantung pada ketuntasan topik.


Formula 739 Pentigraf


Ketentuan lainnya, Pentigraf memiliki rumus 7-3-9. Jika dijumlahkan, hanya terdapat 19 kalimat. Per paragraf biasanya pakai pola 739.

Dengan rincian:

1. Paragraf pertama 7 kalimat,


Contoh:

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakangnya terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, Apakah pria itu ingin membunuhnya?


2. Paragraf kedua 3 kalimat,


Contoh:

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.


3. Paragraf ketiga 9 kalimat.


Contoh:

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.

Bisa diperhatikan pada akhir cerita, terdapat twist atau sesuatu yang tak terduga, bukan? 😁


Saya akan beri dua contoh karya pentigrafis lainnya. Kalau yang tadi itu hasil belajar saya.


Pertemuan Singkat

Oleh: Nida Basyariyyah

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakang terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, 'Apakah pria itu ingin membunuhnya?'

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.


Janji

Oleh: Dedeh Supantini

Lelaki itu membuka kancing bajunya berurutan, dari bawah ke atas. Masih seperti dulu. Hanya saja kali ini ia melakukannya dengan gerakan sangat lambat. Mungkin karena sebagian rambutnya telah memutih, dan tatapannya tidak setajam dulu. Namun ketika ia memandangku, aku menghindar, tidak siap menjawab permintaan maaf yang terlukis pada sinar matanya. Maaf adalah kata yang mudah diungkapkan bila ia sedang terdesak. Kini aku memilih diam. Sepuluh tahun tidak berjumpa dengannya membuatku lupa, sampai tahap mana sudah kumaafkan dia, dan aku tak mau memikirkannya.

“Lis,” bisiknya lirih. Suara itu pernah mengisi hari-hariku sepenuhnya, namun sekaligus membuat hidupku porak-poranda. Suara yang kini terdengar memohon, membuat hatiku bergetar.

Kubantu ia menyibakkan kemejanya, dan tampaklah perutnya yang tegang, penuh memar kebiruan. Siapa yang melakukannya? Dengan berbisik ia sebutkan anak tirinya. Aku sudah melihat hasil USG yang dilaporkan dokter jaga tadi, tampaknya terdapat luka dalam, dan harus segera dioperasi. Rasanya perih ketika kukatakan aku harus berbicara dengan keluarganya. Aku menelan ludah, membendung air mataku. Terbayang olehku wajah perempuan yang telah merebutnya dari anak-anakku, dariku. Dan ia menangis, ketika aku berbisik bahwa aku akan ada di sisinya sampai ia bangun dari operasi dan sembuh. Aku berjanji, sebagai dokter bedahnya.

Ulasan Pentigraf Berjudul Janji
  • Pentigraf Janji ini merupakan contoh pentigraf ideal. Paragraf pertama terdiri atas 7 kalimat, paragraf kedua hanya 3 kalimat, sedangkan paragraf ketiga terdiri atas 9 kalimat. Paragraf-paragrafnya tidak terlalu panjang. Paragraf singkat seperti itu membuat pentigraf terkesan padat dan bernas.

  • Persoalan pun hanya berfokus pada internal-conflict yang dialami tokoh sentral, dalam hal ini aku-sang-pencerita. ‘Aku’ sebagai dokter bedah harus menyembuhkan mantan suaminya yang direbut oleh perempuan lain, dan luka dalam karena dihajar oleh anak tirinya. Persoalan rumit itu begitu efektif disajikan dalam format tiga paragraf.
  • Elemen narasi pun disajikan secara utuh dan padu. Melalui alur yang tersaji pembaca dapat mengetahui bagaimana karakter lelaki dan aku-sang-pencerita tersebut. Lelaki itu secara tak bertanggung jawab meninggalkan istri dan anak-anaknya. Sedangkan, aku-sang-pencerita sudah berkali-kali memaafkan kelakuan lelaki tersebut.
  • Pada bagian akhir pembaca pun dibuat tercengang tentang bagaimana lelaki itu telah mengkhianati sang istri, dan bagaimana sang istri dalam kemarahannya berusaha tenang dan memaaafkan.
  • Terdapat pesan moral yang sangat bagus dalam pentigraf ini: Keberanian memaafkan harus dipupuk dalam diri setiap pembaca.

Pentigraf memang pendek, namun ia merupakan teks sastra yang serius. Pentigrafis bukan sekadar menata rangkaian peristiwa, namun bagaimana menyatukan alur, tokoh, tema, dan pesan secara padu dan utuh. Dengan membaca pentigraf diharapkan pembaca memiliki pengalaman indah dan kaya sebagai nutrisi jiwanya.


Contoh lain Pentigraf:

Kemilau Indah Rambut Diandra

Oleh: Choliza Nasution

Merlyn tersenyum pada pengunjung salon yang sedang dilayani para karyawatinya. Sepuluh tahun dia berkecimpung di bisnis perawatan rambut hingga salonnya tidak hanya menjadi tempat favorit nyonya kalangan atas tetapi juga selebritis memanfaatkan jasanya. Merlyn selain mampu memuaskan keinginan pelanggannya juga sangat ramah, dia perempuan anggun dan berkelas. Seperti siang itu, salon Merlyn kedatangan model cantik, Diandra ditemani manajernya memakai jasa salon Merlyn. Karena seluruh karyawatinya sangat sibuk, dengan sigap Merlyn segera melayani Diandra untuk mencuci rambutnya dan kemudian melakukan spa. Berulangkali pemilik salon kecantikan itu memuji rambut Diandra yang sangat indah.

Malam semakin larut ketika Diandra dikejutkan kedatangan Merlyn dirumahnya untuk mengembalikan jepit rambutnya yang tertinggal. Diandra baru saja hendak menyeduh teh didapurnya untuk menjamu Merlyn ketika tiba-tiba sepasang tangan Merlyn membekap mulutnya dengan obat bius, Diandra pingsan seketika. Merlyn segera bergerak cepat, mengikat kedua tangan dan kaki gadis malang itu dan memotong rambut indahnya dan Merlyn tak lupa menghidupkan kompor dengan beberapa kain yang mudah terbakar di atasnya.

Pagi hari berita diseluruh kota dihebohkan berita tewasnya seorang model cantik yang diakibatkan kebakaran dirumahnya. Tidak ada yang tersisa. Bahkan tubuh model itupun nyaris tak berbentuk. Polisi juga berasumsi bahwa peristiwa tersebut adalah kelalaian Diandra. Merlyn sangat senang membaca berita pagi itu. Di sebuah salon, dilantai atas Merlyn tersenyum. Dia meletakkan rambut panjang, hitam dan indah di tempat tidur seraya berbisik pada sosok tubuh awetan yang hanya tinggal tulang belulang, “Gadis kecilku, ini mama berikan rambut baru yang indah buatmu. Kamu mungkin sudah bosan memakai wig, bukan?"


Nah, itu dia keseluruhan materi pada kulwap pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 lalu.

Oh ya, berikut ini biodata pemateri kelas pentigraf Kak Nida Basyariyyah.


Kak Nida pemateri tentang kelas pentigraf


kak nida pentigraf

Sebenarnya grup WA kelas pentigraf ini masih berlanjut. Banyak sekali kesempatan untuk peserta kelas mengajukan pertanyaan. Sayang, ponsel saya tak memungkinkan terlalu banyak mengikuti grup jadi harus segera left.

Materi tentang pentigraf ini saya salin atas izin dari Kak Nida. Selain untuk menyimpan ilmu, juga agar bisa diambil manfaat sebanyak-banyaknya bagi siapapun yang membaca. Bukankah salah satu amal yang tak terputus adalah ilmu yang bermanfaat?

Adakah yang pernah membuat pentigraf? Tentang apakah temanya? Sejujurnya saya sendiri belum pernah membuat pentigraf. Saya lebih mengenal flash fiction. Jika ada yang pernah membuatnya atau bahkan ada yang sampai membukukannya, boleh share yuk di kolom komentar.***


08 Maret 2020

Review Lipstik LT Pro Lip Color Pallete

Dua hal yang manusia tidak akan pernah puas di dunia ini adalah persoalan isi perut dan ... godaan beli lipstik. Terutama kalau ada varian warna baru yang belum punya. Haha!

Begitulah! Meski sudah punya lipstik banyak sekali berbagai varian warna dan brand, tetap saja hasrat ingin memiliki warna yang baru begitu menggebu.

Begini kira-kira yang terpikir para ciwi kalau ada iklan lipstik, berapapun lipstik yang sudah dipunya.
  • "Aih, ini ucul banget warnanya, aku belum punya."
  • "Eh, ini pas banget sama warna baju yang kemarin aku beli di olshop."
  • "Mahal sih, tapi warnanya cantik, jadi pengin beli."
  • "Warna ini kemarin merek anu enggak banget deh! Padahal warnanya suka banget. Beli yang merek ini aja lah."
  • "Nomor ini doang yang aku belum punya. Semua warna keluaran brand ini harus punya pokoknya!"
  • "Ini kayaknya cocok deh, sesuai buat warna kulit aku."

varian warna Lipstik LT Pro Lip Color Pallete nomor 2
Lipstik LT Pro Lip Color Pallete


LT Pro Lip Color Pallete


Kali ini saya mau review tentang LT Pro Lip Color Pallete nomor 02. Jadi, LT Pro Lip Color Pallete ini ada dua varian yaitu nomor 01 dan 02.

LT Pro Lip Color Pallete nomor 01 didominasi warna merah muda (pink), sedangkan nomor 02 lebih ke warna coklat natural. Mirip warna lipstik seri Anaz Siantar.


Kelebihan LT Pro Lip Color Pallete


Lipstik pallete memiliki kelebihan dibanding lipstik satuan (stik). Selain jatuhnya harga lebih murah, varian warna-warna yang ada dalam satu pallete, bisa di-mix untuk mendapatkan warna baru yang cantik.

Nah, LT Pro Lip Color Pallete ini terdiri dari lima warna. Semuanya bernuansa coklat natural. Saya sangat suka mengombinasikan semua warnanya.


Produksi


LT Pro Lip Color Pallete dari LT PRO Professional Make Up diproduksi oleh PT Rembaka - Sidoarjo Indonesia.


Ingredients


Castor (Ricinus communis) Oil, Oleyl Alcohol, Candelia (Euphorbia cerifera) Wax, Olive Oil Decyl Esters, Squalene, Beeswax, Squalane, Polyglyceryl-3 Diisostearate, Carnauba (Copernicial cerifera)Wax, Cl 15850:2 (D&C Red No.6 Barium Lake), Ethylhexyl Methoxycinnamate, Mica, Cl 77891 (Titanium Dioxide), Tin Oxide, Cl 77491 (Iron Oxide Red), Trimethylolhexyllactone Crosspolymer, Silica, PVP / Hexadecene Copolymer, Synthetic Fluorphlogopite, Cl 77492 (Iron Oxide Yellow), Cl 12085 (D&C Red No.36), Cl 77499 (Iron Oxide Black), Talc, Retinyl Palmitate, Tocopheryl Acetate, Fragrance, Butylated Hidroxytoluene, Propylparaben.

informasi pada kemasan Lipstik LT Pro Lip Color Pallete
kemasan karton bagian belakang


Netto, Nomor POM, Halal


Netto: 0,42 oz./ 12 gr.
POM NA18141300343
Bersertifikat Halal dari MUI


LT Pro Lip Color Pallete bisa didapatkan di mana saja?


  • Lipstik LT Pro Lip Color Pallete tersedia di semua counter make up LT PRO Professional, baik di supermarket maupun toko-toko kosmetik.
  • Bisa juga dibeli secara online melalui aplikasi Shopee dan Tokopedia


Harga


Harga off line maupun online berkisar antara Rp 100.000,- hingga Rp 200.000,-
Saya beli di counter LT Pro di toko kosmetik seharga Rp 168.000,-


Packaging


  • LT Pro Lip Color Pallete dikemas dalam wadah karton berwarna hitam yang elegan dengan variasi warna abu-abu dan tulisan berwarna silver.
  • Di dalam karton terdapat foam yang membungkus lipstik LT Pro Lip Color Pallete, membuat kemasan aman dan meminimalkan potensi pecah saat terjatuh maupun terbentur.
  • Kemasan lipstik ini berupa batang pipih persegi panjang yang bisa dibuka-tutup dengan mudah.
  • Di dalam kemasan, lipstik LT Pro Lip Color Pallete yang terdiri dari lima varian warna ini menempati wadah aluminium bulat pipih. 
  • Ada cermin pada bagian tutupnya.
  • Aplikator berupa kuas tipis lancip sudah disediakan di dalam wadah LT Pro Lip Color Pallete.


packaging Lipstik LT Pro Lip Color Pallete
kemasan karton, busa pengaman, kemasan isi


Texture Lipstik LT Pro Lip Color Pallete


LT Pro Lip Color Pallete ini memiliki tekstur yang lunak dan oily. Jika diaplikasikan dengan kuas, sangat mudah dan menghasilkan tampilan yang glossy. Tekstur seperti ini yang membuat saya mudah mencampurkan warna-warnanya.


warna Lipstik LT Pro Lip Color Pallete setelah diaplikasikan
lima warna LT Pro Lip Color Pallete nomor 02


Review dan Hasil Pemakaian


  • Lipstik LT Pro Lip Color Pallete terutama yang nomor 02 ini paling favorit buat saya pakai sendiri maupun untuk make up pengantin.
  • Hasil akhir yang glossy membuat tampilan bibir nampak mewah. Jika difoto terlihat segar. Cocok dengan tren make up sekarang yang menonjolkan make up flawless maupun make up yang lagi nge-hits ala Barbie Look.
  • Varian warnanya bisa di-blend dan di-mix untuk menghasilkan warna-warna baru yang ciamik.
  • Ada warna krem yang bisa difungsikan juga untuk concealer atau untuk mengoreksi garis tepi yang tak sesuai dan melenceng.
  • Aplikator berupa kuasnya runcing dan lentur, membuat lipstik mudah dipulas pada bibir. Sayang hanya ada satu, jadi ketika mencampurkan dengan warna lain bisa mengacaukan warna aslinya.
  • Lipstik LT Pro Lip Color Pallete ini mudah dibersihkan. Yang artinya, sebenarnya tak tahan lama jika terkena makanan. Pun lipstik ini akan meninggalkan bekas pada gelas saat minum.
  • Bagi yang menyukai lipstik matte, mungkin pakai lipstik LT Pro Lip Color Pallete ini kurang nyaman karena berasa berminyak dan mudah menempel pada apapun benda yang bersinggungan dengan bibir.
  • Wadah aluminiumnya kadang terlepas dan jatuh. Lem perekatnya tak menempel kuat pada wadah.


Touch Up


Karena mudah hilang, lipstik LT Pro Lip Color Pallete harus sering-sering touch up terutama setelah makan dan minum.

Untuk make up pengantin sih, biasanya jarang ya pengantin makan ataupun minum saat acara, jadi worth it lah, tetep awet selama acara karena tak menempel ke mana-mana, dengan catatan mbak pengantinnya minum pakai sedotan aja. Nah, kalau untuk sehari-hari sih harus sering-sering deh pakai lagi pakai lagi, yess.


Score


Untuk make up acara: 4/5
Untuk sehari-hari: 3,5/5




pengantin cantik dengan Lipstik LT Pro Lip Color Pallete
make up ini pakai warna kedua di-mix dengan warna kelima

Nah, itu dia review tentang lipstik LT Pro Lip Color Pallete. Bagus atau tidaknya sih sesuai pemakaian dan penggunaannya juga ya. Sama seperti produk lain. Mungkin ada yang punya pengalaman juga pakai lipstik ini? Share ya di kolom komentar.***


02 Maret 2020

Menulis untuk Tetap Waras

 writing to self healing

Orang bilang, kalau sedih ya nangis saja.
Kalau lelah istirahat secukupnya.
Kalau marah keluarkan sewajarnya.
Kalau kangen ya ketemu.
Kalau sayang tinggal bilang sama orangnya.
Masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan dan memerlukan banyak energi.

Kenyataanya, praktek kadang tak sesuai dengan teori.

Ada banyak kesedihan yang tak cukup terobati dengan menangis. Mungkin ada luka hati yang berlarut-larut dan tertancap terlalu dalam hingga sulit dilupakan. Ibaratnya, tangis darah pun tak cukup mengobati luka hati. Mana ada tangis darah di dunia nyata?

Dan lelah seperti apa yang bisa hilang hanya dengan beristirahat? Kadang fisik bisa menipu. Seperti senyum seorang ibu yang begitu sumringah di depan anak-anak sementara jiwanya lelah luar biasa.

Begitu pula dengan kemarahan.  Tak semua kemarahan bisa dikeluarkan dengan mudah. Menimbang kerugian yang bisa timbul, seringkali kemarahan hanya bisa dipendam dalam-dalam. Menumpuk, menunggu saatnya meledak.

Tentang kangen. Entah mengapa Tuhan menciptakan satu rasa itu. Keinginan untuk bertemu dan terus terhubung dengan seseorang yang begitu menggebu. Namun, ada rasa kangen yang harus dibunuh agar hidup ini tetap berjalan sesuai koridor sebagaimana mestinya.

Bagi yang pernah mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot dan mengerti liriknya, harus mengakui bahwa perkara seperti sayang dan kangen tak bisa dibilang sederhana. Hampir semua lagu Didi Kempot bertemakan patah hati. Cocok bagi yang memendam rasa sayang tapi tak mungkin tersampaikan.

Ya, move on memang tak semudah membalik telapak tangan.

Pada akhirnya, nasihat dari Gus Mus lah yang paling cocok : jalani hidup ini dengan prinsip sak madyo. Sak madyo artinya pertengahan, tak terlalu serius namun juga tak terlalu abai.

Bisa disimpulkan hidup sak madyo adalah menempatkan persoalan hidup sesuai porsinya saja. Tidak berlebihan.

Meski lagi-lagi: praktek tak pernah sesederhana teori.
Ah ..., terserah Tuhan saja bagaimana kehendakNya.***


01 Maret 2020

Teman Seperjalanan


teman bayangan di perjalanan

Ini cerita lama yang jarang saya ceritakan pada siapapun, seperti banyak cerita lain yang saya pilih untuk disimpan sendiri.

Tiga tahun tinggal di Bandung, dulu saya selalu menggunakan bus malam untuk pulang ke rumah orangtua di Pemalang. Biasanya bus SAHABAT jurusan Tegal akan melewati Jalan A. Yani Cicadas tepat jam 12 malam dari arah Terminal Leuwi Panjang.

Saya yang tinggal di Gang Suka Aman II cukup menunggu di mulut gang, tepatnya depan Toko Buku King, untuk menyetop bus tersebut begitu lewat. Kami mahasiswa perantau asal Pemalang memang selalu menggunakan cara ini secara turun temurun dari tahun ke tahun. Entah, saya tak tahu apa masih berlanjut hingga sekarang.

Biasanya saya (atau siapapun anak cewek yang akan pulang kampung) akan mengajak teman kos cowok sesama mahasiswa Pemalang selama menunggu bus datang. Memang, kekeluargaan kami sangat kental. Kami tak segan meminta tolong satu sama lain. Ikatan Mahasiswa Pemalang (IMP) kami sangat solid kala itu.

Ada pengalaman menarik ketika pertama kali pulang tengah malam begini seorang diri. Saya baru tiga bulan tinggal di Bandung dan ini kepulangan pertama.

Saat itu saya ditemani teman sekamar dan dua orang teman cowok, mengobrol selama menunggu bus SAHABAT jurusan Tegal lewat.

Hari menjelang tengah malam. Jalanan Cicadas sangat sepi. Hanya beberapa tunawisma yang terlihat meringkuk di depan pertokoan yang telah tutup. Beberapa pemuda tanggung duduk bergerombol merokok dan menenggak minuman tak jauh dari tempat kami menunggu bis. (Ini mengapa harus ada beberapa teman lain yang menemani saat menunggu bus malam lewat, untuk menjaga keamanan)

Bus SAHABAT yang saya tunggu lewat tepat jam 12 malam. Kami berempat melambai memberi tanda. Begitu bus berhenti, saya naik ke atas bus seorang diri. Saya melambaikan tangan dan mengucap terima kasih pada ketiga teman yang sudah menemani selama menunggu bus datang dari jendela kaca pintu bus.

Bus kembali berjalan melanjutkan perjalanan menuju tujuan Tegal. Saya berjalan ke bagian belakang mencari kursi yang masih kosong. Dalam keremangan cahaya lampu bus, terlihat hampir semua penumpang bus adalah laki-laki.

Jujur, saya lumayan takut juga. Oh, ternyata begini ya kalau pulang dengan bus malam. Sepertinya saya benar-benar satu-satunya penumpang cewek.

Saya menemukan satu kursi kosong di bagian tengah. Sudah ada seorang laki-laki yang duduk di tepi jendela. Saya pun duduk di sebelahnya.

"Temannya mana, Mbak?" tanya laki-laki itu tiba-tiba.

"Eh? Teman?" saya balik bertanya keheranan.

"Iya. Mbak tadi sama temannya kan? Tadi yang di belakang Mbak itu." tanya orang itu lagi.

Saya menggeleng ragu. Tengkuk saya dingin. Saya hanya naik bus ini sendirian. Kondektur sudah duduk di depan pintu depan. Namun, laki-laki itu nampak sangat yakin saya datang berdua.

Dalam hitungan detik, hanya untuk kewaspadaan saya menjawab asal meski hati masih diliputi tanda tanya.

"Ooh... teman saya? Dia duduk di belakang," jawab saya.

Laki-laki itu menengok memastikan ke deret kursi bagian belakang lalu mengangguk. Saya mengikuti arah pandangnya. Semua penumpang bergeming, mungkin tertidur. Ada satu bangku kosong di deret paling belakang. Entah kenapa bulu kuduk saya meremang.

Selama perjalanan saya mencoba tetap terjaga. Bagaimanapun rasanya tak nyaman bagi seorang cewek berada di bus malam sendirian. Namun, agaknya mata ini ingin diistirahatkan juga. Saya tidur terkantuk-kantuk di dalam bus.

Jelang dini hari, saya dikagetkan tepukan di pundak oleh laki-laki yang duduk di sebelah.
"Mbak, dipanggil temannya," katanya.

Saya tergagap. Hah? Teman? Oh iya, tadi saya mengaku bersama teman. Saya terbangun celingukan. Bus sudah memasuki terminal Tegal rupanya. Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Hampir separuh penumpang sudah berkurang. Mungkin turun di Cirebon, Brebes, atau di tempat lain sebelum Tegal.

Semua penumpang turun di tempat tujuan akhir, begitu pula dengan saya. Sedikit aneh, tak ada calo yang berebut barang bawaan saya saat keluar terminal. Sementara penumpang lain dikerubuti calo-calo menawarkan bis kecil berbagai tujuan. Saya melenggang sendiri ke arah bis Santoso yang menuju Randudongkal.

Di dalam bis Santoso ini pun saya jadi satu-satunya penumpang perempuan. Entah mengapa tatapan orang-orang terasa aneh. Apa mereka tak pernah melihat cewek naik bis malam-malam?

Dua jam kemudian, tepat adzan subuh saya sampai di rumah dengan selamat. Mungkin hanya perasaan saja, tapi perjalanan ini terasa sangat cepat. Normalnya, satu kali perjalanan dari rumah saya menuju Bandung dengan bus via Tegal, Cirebon, Sumedang memakan waktu hampir 9 jam!

Saat beberapa hari kemudian saya kembali ke Bandung, teman satu kos menanyakan perjalanan pulkam pertama saya. Saya bilang, "ngga ada apa-apa, biasa saja." Ia tampak lega.

Saya baru tahu dia disalahkan rekan-rekan se-Pemalangan karena membiarkan saya pulang sendirian malam-malam. Cerita pengalaman mereka bermacam-macam dan tak pernah ada yang berani pulang seorang sendiri. Mereka bilang saya nekat.

Ketika saya pulang sendiri lagi pada kepulangan berikutnya, teman satu kos menawarkan diri menemani tapi saya menolak.

Kata salah seorang teman cowok, "nggak papa. Lasmi sudah ada temannya." Padahal saya tak pernah menceritakan pengalaman pulang dengan 'teman' pada siapapun.

Bulan-bulan seterusnya saya tetap pulang tengah malam dengan bus SAHABAT sendirian. Jika ada penumpang lain yang bertanya "pulang dengan siapa, Mbak?" meski untuk basa basi, saya selalu menjawab, "sama teman."***


20 Februari 2020

Lamaran 40 Mobil dan Pernikahan 4 Hari

pernikahan kilat

"Ibarat membangun sebuah rumah, pernikahan lebih sering tentang dua orang yang membawa puing-puing masa lalunya masing-masing.

Jangan membayangkan dua orang ini membawa seluruh material baru yang mereka siapkan sedemikian rupa, yang mereka beli dari toko-toko bangunan mewah, agar rumah mereka kelak menjadi indah dan sempurna. Sebab, seperti dalam kebanyakan kasus, dalam sebuah proyek pernikahan, yang akan mereka pertukarkan satu sama lain adalah apa-apa yang sudah ada dan melekat pada sejarah hidup mereka sendiri. Dan sejarah adalah tentang masa lalu: bisa berupa monumen kemenangan yang mungkin usang, atau reruntuhan-reruntuhan kekalahan."

Kutipan resensi buku "Cerita Sebelum Bercerai" karya Fahd Pahdepie yang saya baca dari blog mbak Sinta Legian dua hari lalu ini, langsung terasa mak jleb di hati saya. Fahd Pahdepie sudah menjadi salah satu penulis favorit yang memiliki gaya bahasa yang khas dan mengalir. Tutur bahasanya terasa ringan meski membahas hal berat seperti perceraian.

Kenapa ya, ini opening-nya terasa seram. Belum apa-apa sudah membahas perceraian. Padahal saya ingin menulis tentang kebahagiaan rumah tangga, lho! Hasil saya menjadi bagian dari pernikahan pengantin cantik saya seharian ini. Lol.


Menjadi Bagian dari Gerbang Rumah Tangga


Tema pernikahan dan rumah tangga selalu menarik bagi saya. Alasannya karena salah satu pekerjaan saya adalah perias pengantin. Tak terhitung berapa kali menjadi bagian dari penyelenggaraan prosesi pernikahan, sekian kali itu pula saya merasakan getaran yang sama. Getar keharuan saat dua orang mempelai menyatukan diri dalam sebuah ikatan sakral rumah tangga.

Pun dengan hari ini. Saya kembali menyaksikan dua mempelai memasuki gerbang rumah tangga. Kali ini, Kamis 20 Pebruari 2020, saya mendapat kepercayaan menjadi perias pada pernikahan Mbak Umi Maesaroh dan Mas Ahmad Darokutni. Rumah mempelai putri berada di Dusun Kalibengang Desa Cikadu, Watukumpul, Pemalang. Sedangkan mempelai putra berasal dari Banjarnegara.


Cinta Lokasi


Mbak Umi dan Mas Ahmad ternyata bertemu di pondok pesantren yang sama tempat mereka menuntut ilmu selama hampir delapan tahun. Mas Ahmad adalah lurah pondok putra, sedangkan Mbak Umi sudah dianggap keluarga Ndalem Pak Yai dan Bu Nyai pengasuh pondok. Bisa dibilang, mereka ini terkena sindrom cinta lokasi ya. Mirip saya sama Mas Jo dong, hanya beda waktu dan lokasi saja. Hehe....


Lamaran 40 Mobil


Namanya lurah pondok, sudah pasti dihormati seluruh warga pondok, dong. Terlebih pengantin putrinya yang sudah dianggap keluarga Ndalem (sebutan bagi keluarga pengasuh pondok pesantren). Bersamaan dengan rombongan lamaran dari keluarga mempelai putra, Pak Yai dan Bu Nyai datang bersama serombongan besar santri putra dan putri untuk menjadi wakil wali yang menikahkan kedua santri kesayangan beliau. Semua yang hadir hari ini memberikan doa terbaik bagi kedua mempelai.

Kabarnya, mobil yang digunakan rombongan Pak Yai ini sejumlah 40 mobil. Jika rata-rata satu mobil berisi sepuluh orang, maka rombongan lamaran mencapai 400 orang! Ckckck!

Pantas saja, kata Mas Jo, sepanjang tepi jalan menuju rumah mempelai putri berderet mobil terparkir hingga puluhan meter. Saya sih di dalam saja, tak melihat sendiri sebanyak apa rombongan yang datang. Namun, saya tahu beberapa rumah sebelah kanan, kiri, dan depan rumah Mbak Umi juga disiapkan untuk menerima tamu, karena tak semua yang hadir bisa tertampung di dalam tenda yang tak begitu besar.


Pakai Sarung


Salah satu hal unik dalam acara pernikahan hari ini adalah Mas Ahmad yang santri tulen plus lurah pondok pula, tak mau mengenakan celana. Jadi, sepanjang acara mempelai putra ini mengenakan sarung yang ia kenakan dari rumah. Dua kali ganti kostum, Mas Ahmad hanya mau mengganti kemeja dan jasnya saja, tentu dengan warna yang senada dengan gaun yang dikenakan pengantin putri. Haha!


Fotografernya Mati Gaya


Mas Muzan, fotografer saya hari ini beberapa kali tampak kesulitan mengarahkan gaya pada sesi pemotretan. Penyebabnya tak lain karena sikap malu-malu dari kedua mempelai. Tentu saja mereka masih malu-malu, bertemu saja jarang. Sungguh berbeda dengan muda-mudi yang gaya pacarannya sudah bebas lendat-lendot tanpa risih. Hehe....

Boro-boro mereka mau diarahkan saling peluk, senyum saja masih malu. Kalau malu-malu berdempetan dengan lawan jenis ya tak apa-apa. Tapi ini kan sudah sah. Mbok ya lepaskan saja. Biar hasil fotonya bagus, gitu lho! Kasihan fotografernya kan jadi mati gaya kalau posenya maunya berdiri standar terus.


Lain di Sini Lain Pula di Sebelah


Saya sering mendapat job rias di Dusun Kalibengang ini. Biasanya saya menanyakan kabar orang-orang yang pernah saya rias sebelumnya jika kebetulan lokasi berdekatan alias bertetangga. Nah, di pernikahan Mbak Umi dan Mas Ahmad hari ini, saya mendapat kabar jika pernikahan salah satu pengantin saya beberapa waktu lalu, yang masih bertetangga dengan Mba Umi, hanya bertahan empat hari.

Menikah empat hari!

Coba bayangkan. Pernikahan 12 hari saja viral di Twitter, ini ada yang menikah hanya empat hari, coba.

Terlepas dari apapun alasan mereka mengakhiri pernikahan hanya dalam hitungan empat hari, saya cukup sedih mendengar kabar ini. Orang tua sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan, tapi ternyata kemudian berpisah empat hari berikutnya, siapa yang tak sedih?

Maka benarlah kutipan isi buku Fahd Pahdepie di awal saya membuka tulisan ini. Pernikahan (rumah tangga) memang dibangun dari puing-puing masa lalu dua orang. Jika puing-puing itu rapuh, runtuhlah rumah tangga. Jika puing-puing itu bisa diperkuat dengan komitmen dan kerja keras membangun keluarga yang saling memberi kebahagiaan, maka akan kuatlah rumah tangga itu.

Semoga pernikahan Mbak Umi dan Mas Ahmad langgeng, sakinah mawaddah warahmah, diberi keturunan sholeh sholekhah. Aamiin.

"Pernikahan memang tak pernah menjadi sesuatu yang mudah dan biasa-biasa saja."

Nah, akhirnya nyambung juga ending dan opening-nya, ya kan?

Kalian, ada pengalaman tentang pernikahan orang-orang tersayang yang bisa dibagikan di kolom komentar kah? Saya tunggu ya.***

16 Januari 2020

Tak Bisa Jauh dari Bunga, Untung Ada Flower Advisor!

Saya adalah salah satu penggemar bunga. Bisa dibilang, hidup saya tak bisa lepas dari bunga. Dari aktifitas keseharian hingga pekerjaan pun saya selalu melibatkan bunga. Tak bisa jauh deh dari bunga. Ibaratnya saya cari makan juga dari bunga. Haha!

Bukan, saya bukan penjual bunga tapi jenis usaha yang saya geluti sangat lekat dengan bunga.

Yess, sebagai pemilik usaha Wedding Organizer (WO) di bawah bendera Rumah Tsabita di kota kecil tempat saya tinggal, saya mengatur urusan dari hulu ke hilir segala tetek bengek persiapan acara pernikahan klien.

Perbedaan WO di kota kecil dengan kota besar adalah WO di kota kecil biasanya memiliki tim dekorasi sendiri alih-alih ber-patner dengan vendor dekorasi seperti di kota besar. Ada keuntungannya juga hal ini. Selain bidang usaha makin luas dan bisa merekrut lebih banyak tenaga kerja, WO kami juga dapat menyesuaikan selera klien berdasarkan budget karena tim dekorasi dikelola sendiri.

Begitu pula dengan kebutuhan bunga untuk dekorasi, kami bisa memiliki kebebasan pilihan secara mandiri, yang tentu saja bisa disesuaikan dengan permintaan klien.

Kenapa sih, harus ada bunga di pesta pernikahan?

Menurut saya bunga tidak sekedar 'benda' yang indah. Lebih dari itu, makna yang terkandung di dalamnya amatlah dalam. Bahkan ada pepatah "katakan cinta dengan bunga".

Itu bukan hal yang berlebihan. Bunga memang mampu mewakili berjuta kata dan ribuan kalimat. Bunga juga mewakili rasa bahagia, yang kemudian dibahasakan menjadi 'perasaan yang berbunga-bunga'

Nah, sebab pernikahan ibarat pintu gerbang menuju sebuah kehidupan yang penuh keindahan, maka dalam pesta pernikahan pun keberadaan bunga hampir tak dapat dipisahkan. Apalagi sekarang ini memesan bunga semudah sentuhan jari. Pembeli dan penjual bisa terhubung secara online 24 jam! Selain itu, pengirimannya pun mudah dan cepat. Toko bunga Jakarta selalu memberikan pelayanan terbaik bagi pemesan. Salah satunya adalah Flower Advisor.


Beberapa contoh manfaat bunga dalam sebuah acara pernikahan


1. Bunga untuk dekorasi pelaminan


Yang pertama dan utama penggunaan bunga dalam sebuah perhelatan pernikahan adalah dekorasi pelaminan. Dekorasi pelaminan ibarat wajah pesta. Jika wajahnya cantik, seolah yang lain termaafkan jika pun ada kekurangan. Ehehe!

Dari berbagai tema dekorasi, selalu ada unsur bunga di dalamnya. Dari tema klasik, modern, minimalis, bahkan rustik, semua menggunakan bunga. Dekorasi akan terkesan 'sepi' tanpa bunga.

Selain menambah semarak dan kesan wah, bunga-bunga segar juga membuat sekitar pelaminan harum semerbak. Aroma dari bunga ini dapat membuat kedua mempelai menjadi relaks lho! Bayangkan saja, mereka akan duduk (dan atau berdiri) di pelaminan sepanjang hari. Dari pagi, siang, hingga malam hari. Nah, wewangian segar bunga menjadi semacam aroma terapi yang menenangkan!


contoh bunga untuk dekorasi pelaminan
Yess Please dari Flower Advisor

Dekorasi pelaminan banyak didominasi oleh bunga krisan atau bunga seruni. Bunga krisan memiliki ragam warna yang sangat bervariasi. Hal ini membuat tim dekorasi bisa makin bebas mengeksplor imajinasi dan kreasinya dalam merangkai bunga sesuai tema.

Bunga krisan sendiri memiliki filosofi persahatan yang indah. Bukankah sebuah pernikahan merupakan ikatan persahabatan paling indah, paling tulus, dan bahkan paling tinggi nilainya di mata Tuhan?

Selain krisan, bunga yang sering digunakan sebagai dekorasi pelaminan adalah bunga aster atau daisy. Bunga aster juga mempunyai warna yang beragam. Bunga ini menyimbolkan kesucian atau kepolosan, keindahan, kemurnian dan juga kesetiaan cinta. Cocok sekali ya dengan makna pernikahan. Saling setia dalam cinta. Aishh... baper!

dekorasi pelaminan dengan bunga
Dekorasi pelaminan selalu menggunakan bunga

2. Dekorasi kamar pengantin


Nah, ini juga sangat penting. Namanya juga pengantin yang baru menikah, ya kan. Usai mengucap akad nikah, kedua mempelai harus menemui tamu-tamu yang datang mengucapkan selamat atas kebahagiaan mereka. Ya senang, ya terharu, tapi juga... yess, capek! Pastinya.

Tahu sendiri kan, masa iya pengantin menemui tamu dengan wajah cemberut. Meski lelahnya luar biasa, kedua pengantin tetap harus tersenyum sepanjang hari.

Nah, begitu pesta dan acara melelahkan itu usai, kedua pengantin membutuhkan tempat nyaman untuk beristirahat. Apalagi jika bukan kamar pengantin yang wangi, indah, dan segar. Lelah penat seharian langsung lenyap seketika! Waah, hidup bagai di syurga. Apalagi ditemani bidadari cantik atau bidadara tampan yang sudah halal. Hemm...

Ada Sugar and Sweet yang berisi bunga White Lily dan Pink Rose yang sangat cocok untuk ditempatkan dalam kamar pengantin. Bunga mawar alias rose memang abadi. Tak ada kata basi. Selain warnannya yang lembut, wanginya juga sangat menenangkan.


contoh bunga untuk kamar pengantin
Sugar and Sweet dari Flower Advisor,
 sangat cantik sebagai pelengkap kamar pengantin

 

3. Foto prewedding


Kenapa foto prewedding berada di nomor tiga ya, padahal foto prewedding dilakukan sebelum pesta pernikahan. Hihi...

Saya masukkan ke dalam daftar nomor tiga, karena tren foto prewedding sekarang lebih menyukai tema alam tanpa banyak pernak pernik seperti bunga. Meski begitu, masih banyak pula penggemar foto prewedding yang memerlukan properti berupa bunga.

Bunga memang tak ada matinya. Foto-foto indah hasil jepretan fotografer akan makin 'wow' dengan sentuhan bunga sebagai pelengkap.

prewedding outdoor dengan bunga
foto prawedding menggunakan properti bunga

Ada rangkaian bunga Love From Barbara yang cocok untuk pelengkap foto prewedding indoor maupun outdoor. Ada bunga Lili, Aster putih, dan statice atau limonium yang sangat eksotis. Bunga lili sendiri melambangkan persahabatan dan cinta yang erat. Meski badai datang menerjang dan penuh lika-liku, jalinan cinta akan tetap abadi sampai akhir hayat. Aamiin.

contoh bunga untuk prewedding
Love from Barbara

4. Hantaran


Hantaran merupakan istilah yang banyak digunakan untuk mendeskripsikan barang bawaan yang dijadikan hadiah dari keluarga pengantin putra kepada keluarga pengantin putri.

Ada pula yang menyebutnya seserahan. Isinya bermacam-macam sesuai tradisi masing-masing daerah. Ada yang berupa perhiasan, pakaian, kosmetik, buku-buku, tas, sepatu, sampai parcel makanan dan buah-buahan.

Sekarang ini sudah menjadi tren bagi pasangan milenial untuk menambahkan bunga sebagai salah satu hantaran yang dibawa saat melamar. Hantaran bunga dibawa manakala baru melamar saat acara pertunangan maupun ketika keluarga pengantin putra datang hendak melangsungkan akad nikah di hari pernikahan.

contoh jenis bunga hantaran lily
Stunning Lily and Iris Bouquet dari Flower Advisor,
cantik untuk hadiah calon besan


Rangkaian bunga bertajuk Stunning Lily and Iris Bouquet cocok untuk disertakan dalam hantaran. Ada lili kuning yang ceria , serta bunga iris berwarna biru ungu yang eksotis. Bunga Iris sendiri melambangkan asmara lho! Wah!

5. Bunga tangan


Nah, ini juga bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara spesial di hari pernikahan. Tak lengkap rasanya keanggunan pengantin putri tanpa adanya bunga tangan.

Bunga tangan ini menyesuaikan tema acara ya. Begitu juga pemilihan warna, biasanya diserasikan dengan gaun pengantin yang dikenakan mempelai putri.

 
buke bunga tangan dari mawar
Wrap of Love dari Flower Advisor,
cocok untuk bunga tangan pengantin

 

6. Karangan bunga


Karangan bunga sebagai tanda ucapan selamat biasanya dibuat dan dikirimkan oleh instansi tempat kedua mempelai bekerja. Selain itu karangan bunga juga dikirim dari rekan kerja, kenalan, relasi, kerabat jauh maupun dekat. Kalau dari mantan yang tak bisa hadir, yaa... bisa juga! Haha!

Karangan bunga biasanya diletakkan di depan gedung tempat acara pesta pernikahan diadakan. Jika pesta diadakan di rumah, biasanya karangan bunga diletakkan di depan pintu masuk menuju tenda.

Itu dia penggunaan bunga yang tak bisa dipisahkan dalam acara pernikahan. Bunga-bunga segar ini bisa didapatkan di Toko Bunga online dengan harga bersaing serta kualitas premium. Buat kalian yang lagi merancang konsep pernikahan nanti, silakan konsultasikan tema dan bunga apa yang cocok dengan wedding organizer kalian ya agar semakin puas.

***

backdrop bunga hias
dapat salam dari pecinta bunga :)

foto: dok. pribadi,
https://www.floweradvisor.co.id/
referensi tulisan: wikipedia