TENTANG PENULIS

Assalamualaikum

Hai! 

Saya Lasmiati. Saya menggunakan nama pena Lasmicika yang sebenarnya hanya kepanjangan Lasmiati dari Cikadu, desa kelahiran saya. Saya seorang istri dan ibu dari dua orang anak.

Kalian sedang membaca tulisan di blog saya yang banyak berisi tentang fashion, make up, review (acara, makanan, dan tempat), dan juga nantinya bakalan saya isi juga dengan tutorial craft. Kesemuanya itu memang rangkuman pekerjaan saya yang random.

Saya belumlah jadi penulis betulan. Jadi tak perlu berekspektasi tinggi. Cuma TUKANG kerja serabutan yang punya banyak hobi, tapi semua maunya seriusan.

Saya menulis sejak SMP. Cerpen pertama saya dimuat di majalah anak dan mendapat honor yang cukup besar kala itu. Sejak itu saya mulai rajin menulis dan memperoleh uang saku dari menulis. Saya pun bercita-cita ingin menjadi penulis. Banyak tulisan yang saya kirim ke media. Beberapa tulisan antara lain dimuat di Majalah Annida dan Ummi. Saat kuliah, salah satu cernak berjudul "Kotak Ajaib" berhasil memenangkan lomba Film-kan Ceritamu yang diadakan NCR. Cernak ini kemudian diproduksi serta dipasarkan dalam bentuk film kartun bertema Islami.

Lulus kuliah saya bekerja di pabrik garmen di Bandung sebagai Quality Control (QC). Kegemaran menulis perlahan-lahan meluntur seiring kesibukan bekerja. Alasan lain tentu karena gaji saya lebih dari cukup untuk hidup sebagai lajang perantau. Saya hiatus menulis.

Lalu fase kehidupan rumah tangga pun dimulai. Saya berhenti bekerja di pabrik. Namun, dinamika ekonomi rumah tangga yang tak menentu, membuat saya 'terpaksa' bekerja dari rumah.  Saya pun menyandang profesi sebagai penjahit.

Menjahit yang menurut sebagian orang adalah pekerjaan remeh dan rendahan, justru menjadi penopang ekonomi keluarga di masa sulit. Suami terkena PHK tanpa pesangon karena pabrik tempatnya bekerja bangkrut. Untuk beberapa tahun saya menjadi tulang punggung keluarga. Namun, berkat menjahit inilah kesabaran saya terasah. Ketertarikan saya dengan dunia fashion begitu menggebu-gebu, membuat saya tak henti belajar segala macam hal berkaitan dengan mode dan fashion. Kreasi, inovasi, dan imajinasi saya tertuang bebas dalam karya pakaian jadi. Usaha jahitan pun berkembang menjadi butik pribadi khusus busana wanita di bawah bendera RUMAH TSABITA.

Tahun 2014 saya menemukan letupan gairah baru saat resmi membuka usaha Rias Pengantin sebagai pengembangan usaha. Imajinasi liar saya makin menjadi dan tak terbendung. Kecintaan pada fashion seakan bertemu jodohnya yaitu dunia make up and beauty. Setiap hari adalah kesenangan bagi saya. Saya bisa menyalurkan hobi, berkreasi, dibayar lagi! 

Rasanya hidup ini sudah sempurna! Dari make up dan fashion keluarga bisa mendapat kehidupan yang lebih dari cukup, nama baik yang cukup dikenal masyarakat sekitar, circle pertemanan yang menyukai bidang yang sama, serta kesenangan-kesenangan lain.

Tapi ternyata, senang sendiri saja belum cukup. Tiga tahun lalu dari teman fb bernama mas Sutono, saya mengenal Kelas Inspirasi (KI). Acara yang digagas oleh Anis Baswedan ini bertujuan mengenalkan berbagai profesi orang dewasa pada anak-anak SD. Dari kegiatan KI ini saya bertemu dengan mba Yuni yang ternyata seorang blogger Pekalongan, pemilik www.niefem.co.

Tiba-tiba mimpi saya menjadi seorang penulis, kembali muncul tak terbendung. Saya yang buta internet, mulai mengisi waktu luang dengan mencoba-coba sendiri membuat blog, tanpa bekal ilmu blogging sedikit pun! Bisa dibilang ngawur saja. Yang penting hobi menulis saya kembali tersalurkan.

Lalu entah bagaimana mulanya, circle pertemanan saya dengan mba Yuni mempertemukan saya dengan mastah blog, pemilik www.djangkarubumi.com. Dari beliau orientasi saya menulis di blog banyak berubah. Saya yang sebelumnya, menjadikan blog hanya sebatas senang-senang, asal bisa mengisi waktu luang, menganggapnya sebagai mainan yang jika bosan bisa saja saya buang dan tinggalkan.

Dari beliau juga saya menyadari ternyata di luar sana ribuan orang (bahkan mungkin jutaan orang) justru menjadikan blog sebagai jalan rizki dan mencari penghidupan. Sejak itu perlakuan saya terhadap blog (dan kegiatan menulis di blog) menjadi lebih 'manusiawi' seiring bertambahnya pengetahuan tentang blog yang tak segan beliau bagi.
  • Dan sampailah saya di bagian ini. Bagian hidup di mana saya tidak akan pernah lagi meremehkan segala sesuatu. Sesuatu yang kita anggap kecil dan mudah, belum tentu mudah bagi orang lain. 
  • Tak peduli sekecil apapun yang kita tulis dan kita bagi, bisa jadi adalah sesuatu yang penting dan sedang dibutuhkan oleh orang lain.
  • Bersyukurlah untuk hari kemarin yang menjadikan kita menjadi seperti sekarang. 
  • Dan bersyukurlah untuk hari ini, karena bisa jadi apa yang kita genggam kini, masih menjadi mimpi bagi orang lain.
  • Berbagi tidak akan pernah mengurangi apa yang kita miliki. Sebaliknya, berbagi membuat segala sesuatu menjadi semakin indah dan berlipat-lipat nikmatnya.
  • Maka teruslah menulis. Kita tak akan pernah tahu tulisan kita yang mana yang akan membawa kita ke syurga. Kita bahkan tak tahu sampai kapan jari ini masih bisa menuliskan pengetahuan dariNya. 
  • Sebab semua orang akan 'pergi', maka jejak apa yang kita tinggalkan untuk dunia ini? Jika semua orang akan mati, mengapa tak kita lakukan semua yang bisa kita kerjakan hari ini hingga saat itu tiba nanti?
Selamat membaca. Semoga dengan kita berbagi dan bersilaturahmi, akan makin banyak lagi manfaat yang bisa dibagi sekaligus bermanfaat bagi saya pribadi.

Wassalamualaikum

No comments:

Post a Comment