Tampilkan postingan dengan label fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fashion. Tampilkan semua postingan
25 November 2019

Teknik Potong Dress Rapi Ala Barber Shop

Pernah nggak, Sist, beli dress atau gamis yang kepanjangan lalu dipermak ke tukang permak tapi hasilnya tak bisa rapi seperti semula?

Atau mungkin dress sudah dipotong, tapi tetap terasa tak nyaman dan tetap kepanjangan?

Di Rumah Tsabita, hampir tiap hari ada saja pelanggan datang untuk permak dress dan gamis ready to wear. Kebanyakan untuk potong bagian bawah akibat kepanjangan. Sebagian besar para pelanggan ini membeli dress atau gamisnya secara online. Memang salah satu kekurangan toko online (online shop) bagi pembeli ialah adanya kemungkinan salah ukuran, salah warna, atau ketidaksesuaian dengan picture. Saat itulah mereka berbondong-bondong mencari tukang permak.

Memang, jahitan massal yang dikerjakan dalam partai besar seperti konveksi yang memproduksi baju-baju yang dipasarkan secara online, biasanya tak serapi jahit pribadi maupun butik seperti di Rumah Tsabita. Bisa dibilang, jahitan asal jadi. Hasilnya, terkadang panjang sebelah, berkerut, jahitan loncat dan berlubang, dll. Tentu tidak semuanya seperti itu. Banyak pula penjahit konveksi yang memperhatikan kualitas jahitannya. Biasanya upah jahit menjadi lebih mahal dan hanya mengerjakan model dan pesanan tertentu yang membandrol harga lebih tinggi di pasaran.

Nah, kali ini, saya bagikan trik dan teknik sederhana cara memotong dress ala barber shop agar hasilnya rapi dan pas sesuai ukuran panjang dress. Teknik ini saya pelajari secara otodidak karena tak diajarkan saat kursus. Asisten yang membantu di toko juga saya ajarkan trik ini agar siapapun yang datang ke Rumah Tsabita bisa mendapat pelayanan dengan standar kualitas yang sama meski dikerjakan oleh orang yang berbeda.

Alat yang digunakan adalah:

  1. Meteran
  2. Gunting bahan
  3. Hanger yang berbahu tegap (tidak turun)
  4. Jarum pentul

Cara memotong:

  1. Gantung dress atau gamis yang hendak dipotong menggunakan hanger, gantung agak tinggi.
  2. Ukur dengan meteran dengan cara terbalik sesuai panjang yang diinginkan, misal 128cm
  3. Sematkan meteran dengan jarum pentul.
  4. Beri tanda bagian yang hendak dipotong sesuai ukuran. Jangan lupa tambahkan 1 sampai 3 cm untuk jahit lipat atau kelim atau necci (sesuai selera).
  5. Potong dari arah kanan bawah hingga lurus dan rapi. Periksa beberapa kali hingga benar-benar sesuai ukuran pada meteran.
  6. Jika potongan bawah sudah rapi, tinggal dijahit kelim kecil atau neci, sesuai selera.
  7. Hasilnya dijamin rapi dan tidak panjang pendek.

    potong dress teknik jahit
    dengan menggantungnya pada hanger,
    terlihat jelas bagian bawah tidak rata

    teknik potong dress
    ukur dari atas dengan posisi meteran terbalik,
    paskan dengan ukuran yang diinginkan

    teknik potong dress
    jangan lupa bagian bawah ditambahkan 1 sampai 3 cm
    untuk lipatan jahitan

    teknik potong dress jahit
    potong lurus dengan kondisi masih digantung
     dengan hanger

    belajar jahit potong dress
    potongan rata dan rapi, tinggal dilipat, dikelim, ataupun dinecci


    Perhatikan:


    Hindari memotong dress dengan meletakannya di lantai dan mengurangi sama rata diukur dari bawah. Hal ini, bisa terjadi jika bagian dress dari semula tidak rata, akan tetap tidak rata dan panjangnya tak sama meski sudah dipotong melingkar.

    Sssttt... sebenarnya ini rahasia lho. Rumah Tsabita laris manis gara-gara hasil permakan selalu rapi. Pelanggan yang puas, rela membayar berapapun ongkos permakan. Coba saja buktikan!

    Nah, itu dia trik dan teknik sederhana potong dress dan gamis ala barber shop. Mudah kan? Kalian juga bisa mencoba sendiri di rumah. Cara ini abadi sepanjang masa dan tak ada kata kedaluwarsa.***


    19 Oktober 2019

    Pengalaman Pertama Memakai Soft Lens


    Hallo, Sista!
    Setuju ya, kalau soft lens sekarang ini sudah menjadi 'bagian penting' dalam fashion sehari-hari? Saya pun tak ketinggalan untuk menggunakan benda satu ini sebagai pelangkap kecantikan.

    Awalnya, saya ragu-ragu. Mungkin Sista-sista juga pernah mengalaminya. Ya takut, ya khawatir. Aman ngga ya? Sakit ngga ya? Ada efek buruknya ngga ya? Kira-kira seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang bikin saya ragu untuk mulai memakai soft lens.

    Nah, dua bulan lalu, saya memberanikan diri buat nyoba. Kerjaan saya kan memang make up-in orang. Masa iya, ngga berani coba pelengkap make up satu ini, hehe. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya soft lens terpasang juga! Yeay!

    Gimana rasanya? Mm... pas pertama sih, terasa mengganjal, tapi lama-lama terbiasa. Terus... pandangan terkadang agak buram. Seperti ada belek mata saja. Dan karena soft lens ini lensa buatan, maka harus sering dibasahi dengan cara berkedip. Jika mengendarai sepeda motor, pastikan kaca helm tertutup atau mengenakan kaca mata.

    Sekarang, setelah mencoba sekali, saya ingin terus memakainya setiap ada acara keluar rumah dan harus make up. Serius! Soft lens ini auto bikin kita berasa imut gimana gitu. Bikin penampilan makin cetar. Padahal make up pun cuma tipis-tipis. Saya aja yang sudah kepala tiga, bisa berubah sepuluh tahun lebih muda lho! Lol.

    Ini hal-hal yang harus diperhatikan saat memakai soft lens ya Sist;
    1. Pastikan mencuci tangan dulu sampai bersih sebelum memakai soft lens.
    2. Bersihkan soft lens dengan Steril Lens Cleaning sebelum dan sesudah dipakai.
    3. Bersihkan secara berkala soft lens yang disimpan.
    4. Segera lepaskan jika terjadi iritasi dan mata merah.
    5. Maksimal enam jam pemakaian soft lens, agar mata beristirahat.
    6. Lepaskan soft lens saat tidur.

    Oke, itu dia pengalaman pertama saya memakai soft lens. Kalian ada pengalaman seru juga kah saat pertama kali memakainya? Komen ya.***

    Henna White Vs Henna Warna, Pilih Mana?


    Nah, Sista-sista, hari ini saya sharing perbedaan henna putih dan warna ya.

    Pada dasarnya dua jenis henna ini sama, yaitu pasta yang diaplikasikan pada media kulit dengan cara dilukis. Ada juga yang mengaplikasikan dengan cetakan namun hal ini jarang jadi pilihan karena variasinya lebih terbatas.

    Pelukis henna, sama seperti pekerja seni lain, membutuhkan ketelitian, tehnik, serta kebebasan dalam menuangkan ide dan kreasi. Nah, cetakan henna yang ada ini akan jadi semacam 'penjara' daya kreativitas.

    Untuk pelukis pemula yang ingin mencoba pada tahap awal, cetakan henna masih bisa dijadikan acuan. Namun, untuk tingkat lanjutan dan mahir, penggunaan cetakan sama sekali tidak dibutuhkan.

    Beberapa seniman henna yang saya kenal, memulai melukis henna secara otodidak atau belajar sendiri, berangkat dari hobi. Namun, sebenarnya ada kursus khusus untuk pelukis henna lho. Di sana bisa dipelajari aneka macam jenis henna dan tekniknya.

    Terus, apa perbedaan henna putih dan warna lain?

    Henna berwarna (cokelat, hitam, merah, hijau, dll) cukup diaplikasikan n dibiarkan mengering. Cairan pasta henna yang sudah mengering, biasanya akan mengelupas dan meninggalkan warna pada kulit. Nah, warna yang tertinggal ini yang membentak lukisan. Biasanya, pelukis henna datang sehari sebelum acara ijab dan resepsi.Lukisan henna akan berangsur hilang dengan sendirinya setelah tiga hingga delapan hari bersama pergantian sel kulit mati.

    Sedangkan untuk henna putih, harus diaplikasikan bersamaan dengan perias (MUA) merias wajah pengantin pada hari H tepat sebelum acara. Warna putih yang didapatkan, berasal dari pasta itu sendiri yang mengering. Karena itu, ada perbedaan harga jasa henna putih dengan henna warna. Henna putih lebih mahal karena lumayan 'merepotkan' selama acara. Jika ada bagian yang terkelupas, harus segera dikoreksi kembali. Kelebihannya, henna putih mudah dibersihkan.

    Trus, kamu lebih suka yang mana? Atau tak suka henna? Pake kuku extension bisa jadi pilihan.
    Semuanya cantik kok!

    Plus Minus Kuteks Kuku


    Saya sukaaa banget mewarnai kuku. Masing-masing warna tuh kayak ngebawa nuansa berbeda. Kadang merah menyala, kadang pink lembut memesona, atau hijau kuning ceria.

    Saya menikmati momen mewarnai kuku sebagai me time yang ga boleh diganggu gugat.
    Kamu suka juga ngga Sist pake kutex? Kalo iya, toss dulu dong kita!

    Ga ada alasan melarang orang menikmati kebahagiaan walau dengan cara sederhana kan?

    Kebahagiaan random ini mirip lho seperti hebohnya anak-anak (juga dewasa) meneriaki bis Om telolet Om...! Lalu orang-orang tertawa senang jika om bis merespon dan membunyikan klakson telolet. Kek gitu doang, senengnyaaa... kek dapet apa. Padahal, jika masanya lewat, teloletpun terlupa dengan sendirinya. Sama dengan kutex ini. Timbang kutex doang, cintanya ampe segitunya.

    Nah, biar hobi mewarnai kuku tetap bisa tersalurkan, sebagai muslimah, saya memanfaatkan periode bulanan. Kebetulan banget siklusnya cepat dan rutin.

    Harus banget nunggu datang bulan, mba? Iya. Kan cat kuku/kutex ini menutup bagian anggota tubuh yang harus dibasuh saat wudu. Jadi, wudu kita ngga sah kalo pake kutex. Wudu ngga sah, otomatis salat juga ga sah dong. Makanya, kita pake cat kukunya pas lagi ngga salat aja ya Sist.
    Kalo mens nya udah lewat, ya udah kita hapus lagi kutexnya. Gampang kan.

    Apa saja sih kandungan dalam kuteks? Benarkah ada kandungan kimia berbahaya dalam kuteks dan bagaimana cara meminimalkan dampaknya ya?

    Menurut penelitian yang dilakukan The Environmental Working Group dan Duke University menunjukkan kuteks mengandung bahan kimia berbahaya yang disebut triphenyl phopshte (TPHP). Nah, TPHP ini biasa digunakan dalam pembuatan plastik dan untuk penghambat api dalam furnitur busa.

    Selain TPHP, bahan kimia lain yang terkandung dalam kuteks adalah:
    1. Toluene, ciri khasnya adalah wangi yang menyengat.  Efek yang ditimbulkan saat digunakan adalah rasa mual, pusing, dan merasa letih, dan menjadi salah satu penyebab birth defect. Penggunaannya sudah di-banned di Eropa tapi masih digunakan di Amerika.
    2. Dibutyl Phthalate (DBP), bahan kimia ini dapat mengganggu reproduksi seseorang. Penggunaanya pun sudah di-banned di Eropa namun masih banyak dipakai di Amerika.
    3. Formaldehyde, uapnya bisa memicu asthma dan bisa menyebabkan kanker paru-paru.
    4. Formaldehyde resin, yang dapat menyebabkan alergi.
    5. Camphor, zat ini menyebabkan kuku berubah kuning ketika terlalu sering menggunakan kuteks akibat hilangnya nutrisi pada kuku.

    Nah, kelima kandungan di atas sudah tidak boleh lagi ada dalam kuteks. Tapi beberapa perusahaan kosmetik tetap menggunakannya karena zat-zat tersebut membuat kuteks awet, fleksibel/mudah diratakan, kuat dan tak mudah terkelupas. So, jika kamu pengin beli kuteks, perhatikan labelnya ya. Ada istilah 3-free, 5-free, dan 9-free formula nail polish. Istilah ini menjadi klaim suatu brand kuteks yang sudah tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya di atas.

    Saya kasih bocorannya ya, merek yang sudah 5-free yaitu: KL, O.P.I, ZOYA, CHANEL, Sally Hansen, L'Oreal, Wet n Wild. Semuanya brand hi-end dan drugstore.

    Berikut ini tips aman memakai kuteks buat yang cintaaa banget pakai kuteks:
    1. Minimalkan penggunaan. Jika kuku jari tangan sudah berkuteks, biarkan kuku kaki polos. Begitu pula sebaliknya. Beri rentang waktu yang cukup untuk 'beristirahat' dalam penggunaan kuteks, misalnya cukup pakai seminggu dalam satu bulan, dan biarkan kuku dalam keadaan polos tanpa kuteks lebih lama.
    2. Baca label, hindari kuteks yang mengandung 3 atau 5 bahan kimia berbahaya di atas.
    3. Lakukan sendiri.
    4. Jangan dihirup, lakukan pengecatan kuteks di tempat terbuka dengan ventilasi yang baik.

    Itu dia, serba serbi kuteks yang perlu kita tahu. Meski mewarnai kuku dengan kuteks membuat kita hepi dan percaya diri, tetap perhatikan aturan dan cara aman memakainya ya, Sist. Selain kita sesuaikan dengan kesehatan, juga kita sesuaikan dengan aturan agama kita.

    Denger-denger sih ada kutex yang sah dipakai salat. Tapi saya sendiri belum pernah pakai. Belum lihat juga kaya apa wujudnya, dan apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Ada yang tau ngga belinya di mana? Kasi tau dong.***

    5 Pertimbangan Dalam Membeli Kacamata Fashion


    Saya sih bukan pekerja yang aktif bepergian keluar rumah. Namun, saat sesekali harus pergi ke suatu tempat, saya lebih banyak menggunakan sepeda motor.

    Nah, properti satu ini tak bisa lepas dari daftar safety tool saat berkendara. Kaca mata. Lebih dari sekedar pelindung mata, benda ini merupakan salah satu kelengkapan fashion juga dong. Ya ngga sih? Dikategorikan fashion karena kebanyakan pemakainya tak memerlukan bantuan kacamata yang dikarenakan berkurangnya penglihatan. Orang-orang kadang menyebutnya kaca mata fantasi. Alias imitasi. Cuma berfungsi buat bergaya aksi atau foto selfi. Lol. Lain cerita jika kaca mata yang dibutuhkan memang untuk alat bantu penglihatan.

    Sebenarnya, apa saja pertimbangan dalam membeli dan memakai kaca mata fashion ini? Lima hal berikut bisa dijadikan pertimbangan.

    1. Warna

    Pertimbangkan warna yang melengkapi warna rambut atau hijab agar tidak bertabrakan dan mengurangi keindahan.

    2. Potongan rambut atau hijab 

    Potongan rambut dan jenis hijab memiliki efek langsung bagaimana wajah kita terlihat. Kacamata perlu disesuaikan pula agar terlihat cocok. Rambut panjang cenderung menyamarkan bentuk wajah. Sebaliknya, rambut pendek justru menonjolkan fitur wajah. Begitu pula dengan hijab. Hijab dengan pet lebar dan kaku bisa-bisa terlihat aneh jika dipadukan dengan bentuk kaca mata yang tidak sesuai. Sebaliknya hijab tanpa pet lebih fleksibel dengan bentuk wajah berkaca mata.

    3. Perhatikan situasi 

    Kaca mata vintage pernah menjadi primadona untuk waktu yang lama bahkan hingga kini. Namun, perhatikan keserasian fashion keseluruhannya ya. Mix and match perlu banget.

    4. Harga 

    Bukan rahasia lagi, harga benda bisa menunjukkan kualitas benda itu sendiri.  Karena mata kita adalah sesuatu yang sensitif, tak ada salahnya membeli kaca mata dengan harga dan kualitas bagus. Kaca mata murah, meski kelihatannya lucu, toh tidak akan awet karena kualitasnya yang kurang. Meski fungsinya 'hanya' melindungi mata dari debu dan angin, bukankah mata kita tak ternilai harganya? Anggap saja investasi, ya kan?

    5. Coba dulu sebelum membeli 

    Pastikan kita mencoba beberapa warna dan bentuk sebelum memutuskan membeli. Jika membeli secara online,  kita harus yakin benar kaca mata tersebut benar-benar cocok dengan bentuk wajah.

    Itu dia tips yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih kacamata. Selamat berbelanja.***
    29 Mei 2019

    Heboh Mukena Syahrini 3,5 Juta: Kekuatan Personal Brand

    Ramadhan 1440 H kali ini, publik dihebohkan dengan kabar terjualnya 5000 mukena Syahrini seharga Rp 3,5 juta per piece dalam waktu singkat.

    Mahal kah, untuk harga segitu? Atau wajar saja?
    Mengapa bisa sedemikian heboh dan antusiasnya masyarakat membeli mukena yang umumnya hanya seharga tak lebih dari lima ratus ribu? Apakah hanya karena ada pin SYR yang terbuat dari emas 24 karat yang include di dalamnya?

    Atau mungkin kalian pun termasuk yang membeli benda berdasarkan brand

    Mukena SYR by Fatimah Syahrini

     Baca Juga: Pakaian Seharga Jutaan, Mahal Atau Murah?

    KEKUATAN BRAND


    Para selebriti menyadari mereka sudah menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk menciptakan brand yang nota bene adalah diri mereka sendiri (personal brand). Tak jarang, modal untuk menciptakan brand lebih besar daripada biaya operasional dan lain-lain. Maka sebisa mungkin, brand yang sudah terbangun dimanfaatkan semaksimal mungkin.

    Sebelum Syahrini, banyak selebriti yang juga memanfaatkan personal brand yang sudah dibangun untuk merintis bisnis di bidang fashion muslim. Sebut saja Laudya Cynthiabella yang mengusung brand L serta Ivan Gunawan dengan brand hijab MANDJHA Ivan Gunawan.

    SIAPAKAH SYAHRINI?


    Suka tidak suka, diakui atau tidak, sosok ini sudah mencuri perhatian publik sejak berduet dengan Anang Hermansyah yang kala itu ramai dengan pemberitaan mengenai keretakan rumah tangga dengan Krisdayanti.

    Seolah mencuri start, Syahrini langsung mengantongi 'nilai jual' dirinya sebagai pasangan Anang pengganti Sang Diva. Sempat digosipkan menjalin hubungan serius dengan Anang, pasangan ini kemudian berpisah setelah kontrak dengan label rekaman mereka habis.

    Lagi-lagi, Syahrini diuntungkan dengan berbagai pemberitaan mengenai konflik dirinya dengan Anang. Pada titik ini, personal branding Syahrini melejit dan memastikan diri menjadi salah satu selebriti yang paling diburu beritanya, diberitakan sepak terjangnya, diikuti gaya hidup, gaya ber-make up, dan gaya berbusanannya. Bahkan julukan Princess melekat erat menjadi kesatuan tak terpisahkan dari pesona dan sensasional seorang Syahrini. 

    Personal Brand dan Fashion Syahrini identik dengan hal-hal sebagai berikut:
    1. Bulu mata anti badai dan riasan mata yang bold cetar membahana dan sempat menjadi tren kala itu.
    2. Gaya berbusananya yang chic banyak digandrungi para cewek 
    3. Aksesoris yang unik disertai bling bling aksen yang berkilauan 
    4. Gaya bicara yang manja dan mendayu, khas dan mendesah ala Syahrini. 
    Sedemikian kuatnya personal brand seorang Syahrini. Maka tak heran jika produk apapun yang melekat pada sosok ini, akan diburu penggemarnya. Termasuk mukena.

    Dalam Insta Story-nya, Syahrini mengatakan Mukena Signature Syahrini by Fatimah Syahrini ludes terjual sebanyak 5000 pieces dengan harga Rp 3,5 juta rupiah dalam satu minggu. Dengan harga ini Syahrini kantongi omset milyaran rupiah hanya dari menjual mukena!

    Mukena ini didesain lengkap dengan ciput yang menyatu di bagian dalam sehingga tidak mudah bergeser, terbuat dari jenis bahan kualitas premium, dibuat dengan teknologi modern, dan terdiri dari tiga warna pilihan yang elegan. Selaras dengan citra Syahrini yang hi-class.

    BRAND VS KUALITAS


    Tidak ada yang salah kok, Sist, jika kalian membeli sesuatu berdasarkan merek atau brand-nya. Walau tak perlu selalu brand oriented, kita tetap mendapat keuntungan dengan membeli benda bermerek bagus.

    Pemilik brand populer/famous pasti menjaga kualitas produknya. Bahwa banyak produk dari brand yang tidak populer yang juga memiliki kualitas bagus, sejatinya itu adalah bagian dari membangun brand pula untuk produk mereka. Mengerti kan sekarang? Brand terkenal sudah pasti bagus, namun produk bagus belum tentu semuanya menjadi terkenal. Mungkin belum, masih berproses dengan terus menjaga kualitas.

    Nah, kembali pada Syahrini. Masih memanfaatkan kekuatan personal brand, Syahrini meluncurkan pula lho, scarves (kerudung/hijab) untuk melengkapi fashion muslim akhir ramadhan jelang lebaran tahun ini.

    Scarves Syahrini atau kita menyebutnya secara sederhana sebagai kerudung

    Dan, ini dia! Satu lagi produk terbaru yang akan diluncurkan segera, yaitu kaos unik bertajuk SYR Propaganda. Kalian tinggal pilih warna dan desainnya. Soal harga, siapkan saja isi kocek yang banyak untuk menyesuaikan ekspektasi para penggemar Incess yang tinggi.***

    Kaos Unik, segera lounching
    Daster Incess yang tidak mirip daster
    28 Mei 2019

    Pakaian Seharga Jutaan, Mahal Atau Murah?

    Standar harga pakaian setiap orang pasti berbeda satu dengan yang lain. Pakaian yang menurut Si A mahal mungkin murah saja bagi Si B. Begitu pula sebaliknya. Pakaian yang menurut saya murah, bisa jadi terasa mahal bagi kalian, karena kita beda standar, betul? Wkwkw .... Lol.

    Nah, dua merek ini membandrol harga jutaan untuk setiap produknya. Saya pilihkan contoh produk pakaian wanita saja dulu ya, yang pastinya sudah tidak asing bagi pecinta fashion.

     

    G2000


    Serius! Kalau harga pakaian tolak ukurnya hanyalah cutting yang rumit, maka merek ini seharusnya membandrol produknya murah saja. Kenyataannya, merek ini memasang harga jutaan untuk pakaian yang simpel-simpel seperti ini.

    G2000 yang diimpor dan dipasarkan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS) sebagai pemegang lisensi bersama dengan merek lain seperti Man Club, Jack Niclaus, Bonds, dan JOBB, membandrol harga kisaran Rp 1.500.000,- hingga 3 jutaan.

    Modelnya? Simpel klasik.

    Apakah harga itu termasuk mahal? Tergantung.

    Pastinya merek tersebut membidik pasar menengah ke atas, tapi tidak terlalu high-end, dengan sasaran income Rp 10 - 15 juta per bulan.

    Kalau kamu merasa harga tersebut normal saja, artinya kamu termasuk pangsa pasar merek ini.

    Oh, ya, G2000 menyediakan mens wear juga ya, untuk kalian para cowok urban milenial yang ingin tampil 'lebih'. Outlet merek ternama ini bisa kalian temukan di Mall Taman Anggrek dan Mall Alam Sutera.

    Simpel kan? Mirip daster
    Harganya Rp 1.699.000,-

     

    Peachespinkish


    Nah, merek ini khusus menyediakan pakaian untuk para cewek yang pastinya cewek banget! Showroom-nya terletak di bilangan Kelapa Gading Jakarta. Produk-produk Peachespinkish antara lain juga tersedia di METRO Departemen Store Indonesia dan SOGO Pakuwon Mall.

    Modelnya hampir semuanya pakaian pesta yang minimalis elegan. Kualitas, pasti premium.

    Harganya? Setali tiga uang, harga produk ini berkisar antara Rp 1.800.000,- sampai 4 jutaan per item. Mahal? Kalau kamu merasa pakaian merek Peachespinkish mahal, artinya kamu bukan pangsa pasarnya. See?

    Bagi penjahit, model seperti ini sangat simpel pembuatannya
    Blazer Balero ini harganya Rp 2.800.000,-

     

    HITUNG MODAL


    Sejujurnya, sebagai penjahit, saya geregetan jika menemukan model pakaian sesimpel itu membandrol harga jutaan. Tentu karena saya bisa membuatnya sendiri. Rasanya sayang membeli pakaian tersebut walau mungkin sanggup.

    Taruhlah saya tahu harga bahannya, saya tahu tingkat kesulitan pengerjaan (yang sekali lihat saja sudah terbayang bagaimana membuatnya), saya tahu harga aksesoris tambahan, jasa, dll. Namun kembali lagi, saya tidak bisa menggunakan standar harga saya untuk menilai sebuah produk.

    Ada banyak hal yang menjadi penentu sebuah harga produk. Apa sajakah itu?
    1. Orisinalitas desain (ini yang utama),
    2. Brand (banyak orang lebih mengutamakan brand di atas segalanya, bagaimanapun 'wujud' produknya)
    3. Loyalitas (ini disadari benar oleh pemilik brand untuk selalu menjaga kualitas agar tak mengecewakan pelanggan)
    4. Quality control (related dengan option sebelumnya)
    5. Biaya pembuatan (meliputi jasa pola/pattern, jasa potong, jasa jahit hingga finishing)
    6. Pengadaan bahan baku (termasuk bahan, aksesoris, alat jahit)
    7. Biaya lain-lain (distribusi, sewa outlet/gerai, operasional, karyawan, biaya penyusutan, dll)

    Baca juga: Heboh Mukena Syahrini 3,5 Juta: Kekuatan Brand

    Yess, benar, setiap produk akan menemukan pelanggannya. Namun setiap produsen (baca: penjahit) harus melihat nilai lebih semua produk secara keseluruhan lebih dulu agar tepat mengena pasaran.

    Jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya harga memang harus seimbang dengan kualitasnya, sih. Baik kualitas pelayanan maupun kualitas produk.

    Nah, sebagai pecinta fashion, kamu mau jadi produsen, konsumen, atau cukup menganalisa dulu, seperti saya, sebelum melangkah lebih jauh?***

    (Sumber foto: Grup fb Tailor Indonesia)