SAAT HARUS KE TUKANG PERMAK GEGARA BELANJA OLSHOP

Tags

“Pict-nya bagus banget, barang yang datang kok kaya gini”
“Katanya bahan jersey, ngga taunya bahan kaos. Mana panas lagi”
“Warnanya beda”
“Ukurannya kebesaran / kekecilan”
_________________________________

Itu beberapa cuplikan kekecewaan yang sering saya dengar dari teman-teman yang membeli pakaian melalui olshop dan marketplace.

Kalian sendiri, pernah belanja melalui online shop (Olshop) apa belum? Belanja pakaian, pernah?

Gimana pengalamannya? Positif apa negatif? Kapok? Jangan ya. Selain ada kekurangan dan resiko kecewa, belanja online juga banyak keuntungannya kok, terutama dengan fleksibilitas dan banyak kemudahan lainnya dalam bertransaksi.

PUAS Vs KECEWA

Saya beberapa kali belanja olshop. Alhamdulillah, masih aman. Artinya sesuai ekspektasi.

Nah, lain saya, lain pula beberapa pelanggan saya. Rumah jahit saya sering menerima permakan pakaian-pakaian yang dibeli secara online. Asumsi saya, pakaian tersebut pasti belum pas dan belum sesuai dengan keinginan, makanya harus dipermak lebih dulu.

PERMAK SOLUSINYA

Yang paling sering menjadi masalah belanja pakaian olshop dan harus segera dibawa ke tukang permak antara lain:

  1. Kebesaran
  2. Kekecilan
  3. Kepanjang
  4. Tambah saku/kantong
  5. Sobek
  6. Ribed, rombak model agar lebih simple
  7. Membuang beberapa aplikasi yang tidak disukai dan terlalu ‘ramai’
  8. Menambahkan aplikasi karena terlalu polos
  9. Cari kombinasi yang cocok
  10. Cari kerudung plus aksesoris

Ada yang pernah kecewa belanja pakaian olshop juga? Kadang malah bukan belanja sendiri juga sih ya, tapi dibelikan suami, pacar, orang tua, atau sahabat. Tak enak jika menolak. Terus harus dipermak ke penjahit? Gimana reaksi penjahitnya?

Jujur, banyak penjahit yang malas jika ada permakan pakaian olshop. Ditambah keluhan ini itu dari pelanggan, yang menambah mood makin buruk. Dalam hati ingin berkata: “Sudah tau begitu, tetap saja belanja olshop. Kenapa tak pesan jahitan saja sih?” Begitu kira-kira kesan yang sering saya tangkap dari rekan sesama penjahit.

AMBIL HIKMAH

Saya tidak akan bahas tentang kepuasan atau kekecewaan berbelanja online. Tapi saya akan ulas sedikit keuntungan yang didapat oleh saya (penjahit/tukang permak) dan keuntungan apa yang bisa didapat oleh pembeli olshop (pelanggan jahit) yang mem-permak baju.
Sejauh ini saya sih oke saja jika harus mengerjakan permakan, toh saya dibayar. Ada keuntungan tersendiri juga kok. Apa itu? 

Sebagai penjahit, saya mengamati beberapa hal berikut
     1. Saya jadi tahu tren model busana yang sedang digemari.
Saya mencatat beberapa kecenderungan tren model yang digemari berdasar usia, jenis bahan, warna-warna yang lagi ngehits, juga kecenderungan orang-orang/warga sekitar tempat tinggal kapan mereka banyak membeli pakaian baru.
  
     2. Saya juga mempelajari cara menjahit model-model tertentu dengan melihat contoh nyatanya.
Dengan sekali melihat, biasanya penjahit akan langsung tahu teknik menjahit sebuah baju dengan model tertentu. Bahkan jika konsumen merasa tak nyaman dengan model itu dan ingin merombaknya, sang penjahit dapat belajar banyak bagaimana mencari solusi untuk membuat pakaian terasa nyaman dipakai.

     3. Bisa bikin model sendiri dengan cara ATM (amati, tiru, modifikasi
Saya bisa mendesain baju sendiri dengan cara menggabung beberapa model yang banyak disukai.
     
     4. Saya bisa mempelajari karakter pelanggan.
Setiap pelanggan memiliki karakter berbeda-beda. Kesukaan dan selera mereka juga beda-beda. Nah, proses permak memermak ini bisa jadi ajang sang penjahit mengenal konsumen.
Itu keuntungan besar buat penjahit.

Nah, apa keuntungan para pelanggan yang datang ke penjahit/tukang permak?

 
     1. Jadi tahu kualitas penjahit yang bagus.
Walau ‘hanya’ permak, pilihlah penjahit berpengalaman. Penjahit yang bagus tetap akan bersungguh-sungguh mengerjakan permakan agar ‘halus’ dan memuaskan, tidak terlihat sebagai ‘benda permakan’. Kalian pasti tidak ingin pakaian yang sudah dibeli tidak sesuai ekspektasi justru makin parah setelah dibawa ke penjahit untuk dipermak kan? Tukang permak itu menyempurnakan dan memberi solusi, bukan membuat masalah baru.

     2. Bisa berkonsultasi bahan yang nyaman dipakai tapi tampilan tetap bagus.
Saat pelanggan mengeluh tentang jenis kain, tanyakan pada penjahit, bahan-bahan jenis apa saja yang nyaman dipakai tapi tetap bagus dan sesuai dengan model.

     3. Bisa berkonsultasi model yang cocok untuknya.
Beberapa orang menyukai model dan warna pakaian tertentu, namun belum tentu cocok memakainya. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh bentuk tubuh, warna kulit, BB (kurus atau gemuk), kesesuaian acara, dan juga selera. Gunakan kesempatan bertemu penjahit saat memermak pakaian olshop untuk berkonsultasi.

     4. Bisa berkonsultasi tentang cara memakai dan memadu-padankan pakaian agar lebih pas dipakai.
Terkadang, pembeli olshop membeli pakaian hanya karena melihat gambar yang bagus, tapi tidak tahu cara memakainya. Ada model baju tertentu yang tidak berkancing, hanya diikat. Kadang harus dilipat, ditarik, atau dibantu dengan peniti. Nah, sering sekali karena tidak tahu cara memakainya, pembeli online merasa tertipu.
  
     5. Tanyakan standar ukuran yang dipakai penjahit untuk membuat sebuah pakaian.
Jika perlu, minta salinan standar ukuran pakaian sebagai acuan jika ingin berbelanja online lagi agar tidak kecewa karena salah ukuran.
 
     6. Pelanggan bisa menanyakan harga yang wajar untuk sebuah pakaian.
Siapapun yang melek kualitas, tidak akan berekspektasi tinggi jika belanja olshop dengan harga murah. Kata orang, ada harga ada rupa. Duit moal ngabobodo, kata orang Sunda. Nah, jika pakaian yang diterima tidak sesuai picture, tanyakan pada penjahit tentang kewajaran harga. Jika barang dibeli dengan harga tinggi, seharusnya pembeli bisa komplen dan meminta ganti rugi. Namun jika harganya memang murah, yah, tak usah berharap bisa complain lah.

Nah, itu dia yang bisa saya bagi berdasarkan pengalaman sebagai tukang permak. Daripada menggerutu karena kecewa membeli pakaian olshop, lebih baik mencari jalan keluar dan mengambil hikmahnya. 

Setuju?

***
*foto berikut saya temukan di grup facebook Tailor Indonesia sebagai contoh

salah ukuran
kepanjangan?

pelajari cara memakainya

mirip, sih, salah apanya ya?

beda yang pakai beda penampakan

kebesaran

Blog tentang fashion, beauty, dan budaya

No comments:

Post a Comment