Yang Tidak Diajarkan Saat Kursus Menjahit

Tags


Menjahit, sama seperti ilmu keterampilan lain, sangat mudah dipelajari. "Ilmu katon" begitu orang Jawa bilang. Artinya, ilmu tak kasat mata seperti sihir, gendam, santet, dll saja bisa dipelajari, apalagi ilmu kasat mata yang bisa dilihat mata telanjang seperti menjahit. Betul tidak?

Cukup bermodal tekad kuat ingin belajar sungguh-sungguh serta kecintaan pada seni menjahit, semua orang bisa menjadi penjahit profesional.

Sekarang ini masyarakat sangat dimudahkan pula dengan adanya program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) melalui Dinas Pendidikan dan dan Kebudayaan. Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) tempat kursus menjahit pun sekarang sudah tersebar di seluruh Indonesia hingga ke pelosok kampung.

Kalian juga bisa belajar langsung menimba ilmu pada penjahit profesional yang bersedia membagikan ilmunya.


MENJADI PENJAHIT, KENAPA TIDAK?

Jangan remehkan profesi penjahit. Penghasilan penjahit profesional bahkan lebih besar dari pegawai negeri (PNS) golongan IV jika kalian tahu.

Di Plasa Indonesia, permak mengganti sleting saja dihargai Rp 150.000,-. Hanya mengganti sleting! Berapa harga satu biji sleting? Paling mahal Rp 10.000,-. Berapa keuntungannya, coba? Bayangkan jika dalam sehari kita bisa mengganti sleting minimal sepuluh pieces. Maka penghasilan kotor penjahit level tukang permak di Plasa Indonesia adalah Rp 1.500.000,- per hari! Berapa jika satu bulan?
level tukang permak merek Gucci, LV, dan Channel
Merek-merek seperti Peachespinkish dan G2000 memiliki cutting sederhana dan detail yang simpel. Penjahit baru yang belajar tekun dan pantang menyerah, pasti bisa membuatnya di tahun pertama ia belajar menjahit. Satu hari jadi, dengan model sesimpel itu. Lihat berapa label harganya?



harga standar untuk masyarakat ekonomi menengah

Baca juga: Pakaian Seharga Jutaan, Mahal Atau Tidak?

KURSUS ATAU OTODIDAK?


Beberapa teman yang saya kenal memulai profesi menjahitnya dengan otodidak. Beberapa lainnya memilih kursus terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan terjun menjahit. Saya sendiri memutuskan menjadi penjahit setelah lulus dari Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung yang sekarang bertransformasi menjadi Politeknik Tekstil Bandung.

Banyak hal yang akan dipelajari di tempat belajar menjahit seperti kursus dan Poltek. Kalian akan diajarkan tehnik menjahit mulai tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Namun sebenarnya, lebih banyak tehnik yang tidak diajarkan. Artinya, kalian harus belajar sendiri (otodidak) seiring waktu selain yang sudah diajarkan di tempat kalian belajar menjahit. Makin banyak pengalaman menjahit pesanan customer maka makin bertambah ilmu-ilmu baru.

Saya tetap meyakini segala sesuatu yang serius harus diawali dengan pendidikan yang serius pula di tempat pendidikan (formal maupun nonformal). Otodidak saja tidak akan cukup, Sist.
Bahkan yang sudah kursus pun mungkin banyak mengalami kesulitan saat awal terjun menjahit.

Brand yang sudah memiliki nama, tak segan-segan membandrol produknya dengan harga tinggi. Semua itu tentu membutuhkan jam terbang yang tinggi pula. Banyak tehnik menjahit yang harus dipelajari untuk bisa membuat pakaian yang bagus, yang tidak diajarkan saat kursus.

So, jangan berhenti belajar.

Saya akan bocorkan beberapa tehnik sederhana yang tidak diajarkan saat kursus, namun bisa kalian pelajari sendiri di rumah. Di antaranya adalah:
  1. Tehnik membuat daun kerah lancip sempurna.
  2. Motif batik menyatu sempurna.
  3. Membuat lis kerung yang mulus.
  4. Keliman cantik dan rapi.
  5. Setrika semi permanen.
  6. Mengatasi jahit loncat pada bahan jersey.
  7. Jahit kerut tanpa sepatu kerut.
  8. Tehnik memotong gamis ala barber shop.
  9. Beberapa contoh aplikasi minimalis mudah sederhana.
  10. Rahasia mirror cut.

Nah, itu beberapa hal yang tidak diajarkan saat kursus, namun akan kalian jumpai bahkan sejak awal memutuskan serius mendalami jahit menjahit.

Selamat berkarya!

Blog tentang fashion, beauty, dan budaya

2 comments:

  1. Pastinya ada ilmu yang tidak diajarkan. Semisal saya mengajarkan ilmu tentang ngeblog, ada hal yang saya sembunyikan. Wah keuntungan jadi tukang permak lumayan juga ya, pantas ditempat saya banyak sekali tukang permak keliling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu saya pikir, orang/manusia lah yang menemukan ilmu. Sekarang saya mulai berpikir, ilmu itulah yang menemukan induknya. Ilmu itu akan memilih orang-orang yang siap meminangnya:)

      Delete