Kostum Dan Sejarah Tari Gambyong

Tags

Kostum tari Gambyong memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan tari tradisional lain. Demikian pula dengan gerak dan musik pengiringnya. Kostum tari Gambyong berbeda dengan kostum tari tradisional lain, sebagaimana juga tari Selendang Pemalang yang juga memiliki kostum dan ciri khas yang sudah pernah saya tulis sebelumnya.

SEJARAH

Tari Gambyong sendiri berasal dari Surakarta. Tarian ini berawal dari pertunjukan tayub. Penari tayub yang terkenal masa itu bernama Sri Gambyong. Masyarakat mengenal Sri Gambyong yang mempunyai suara indah dan gerakan tari yang lemah lembut dan luwes dalam pertunjukan tayub.

Tarian tayub Sri Gambyong sering diadakan menjelang musim tanam. Tarian ini dipercaya sebagai tarian Dewi Sri atau dewi padi. Tujuannya agar masyarakat dalam menanam diberikan kesuburan dan kelimpahan panen.

Pada masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta, Sri Gambyong diizinkan menyelenggarakan pementasan di lingkungan keraton. Sejak itu tarian ini dinamakan tari Gambyong dan mulai dipatenkan struktur gerakan serta kostumnya.

Di masa sekarang, tari Gambyong sering ditampilkan untuk menyambut tamu dalam acara-acara kehormatan. Selain itu seringkali pula ditampilkan dalam penyambutan pinanganten kakung dalam rangkaian acara pernikahan.

Baca juga TEDHAK SITEN, Tata Cara dan Filosofinya

 

KOSTUM TARI GAMBYONG


  1. Kain kemben dengan bahu terbuka hingga ke dada.
  2. Bawahan menggunakan kain panjang bermotif batik.
  3. Selendang, atau sampur biasanya berwarna kuning atau hijau yang artinya melambangkan kekayaan serta lambang kesuburan.
  4. Riasan panggung atau make up yang menonjolkan warna-warna terang seperti kuning emas, merah, dan hijau.
  5. Sanggul, menggunakan sanggul tekuk dan sasakan/subal khas adat Surakarta.
  6. Aksesoris, gelang, kalung, giwang, sabuk, tusuk mentul, melati pinti dan tibo dodo.

 

PROPERTI TARI GAMBYONG


Selain kostum, tari Gambyong tak akan lengkap tanpa properti dan alat musik pengiring. Properti tari Gambyong terdiri dari:
  • Kenong
  • Gong
  • Kendang
  • Gambang
Semua properti ini terkumpul sebagai alat musik gamelan tradisional Jawa. Iringan tembang Jawa dan gamelan akan dimainkan bersamaan dengan gerakan para penari dengan menonjolkan hentakan kendang.

Di masa sekarang semua properti ini sudah semakin mudah dan praktis dengan dibuatnya musik gamelan tari Gambyong yang dapat dikopi melalui kaset DVD, memori USB, flashdisk, ataupun diunduh dari berbagai penyedia musik melalui internet.

 

KEUNIKAN TARI GAMBYONG


  1. Kostum tari Gambyong menonjolkan warna kuning dan hijau.
  2. Sebelum tarian dimulai, dibuka dengan gendhing pangkur.
  3. Gerakan, pola kendang, menampilkan karakter tari yang luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Baca juga Mitoni Atau Tingkepan, Serba Serbi dan Tata Cara

Nah, itu dia kostum tari gambyong. Foto di bawah adalah anak-anak SMP Negeri 2 Watukumpul yang menarikan tari Gambyong menyambut ibu Bupati Pemalang sebagai ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang dalam acara pembinaan dan lomba PKK di Desa Cawet Watukumpul Pemalang pada 3 Oktober 2019 lalu.

Saat itu saya sedang beristirahat siang, tiba-tiba dibangunkan dan dijemput untuk merias keempat penari padahal tamu dari kabupaten sudah hampir sampai ke lokasi acara. Masya Alloh, kebayang dong, gimana gugupnya karena waktu yang mepet dan singkat. Dengan bantuan seorang asisten, make up dan sanggul empat penari siap dalam satu jam.



Bu lurah, bu lurah, sering-sering saja kasih saya job, tapi ya mbok jangan dadakan dan mepet gini, lho! Adakah dari kalian yang pernah dikasih pekerjaan dadakan seperti saya? Bagaimana ceritanya, boleh dong komen di bawah.***

Blog about fashion, beauty, and culture

6 comments:

  1. Ternyata tari gambyong itu asal mulanya bernama tari tayub ya mbak. Cepat juga ngerias 4 orang alam waktu sejam. Untung tidak sambil merem karena baru bangun tidur yang tiba-tiba hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. The power of kepepet itu memang nyata. Hal yang tak mungkin kadang jadi mungkin karena adanya tekanan. Haha!

      Delete
  2. Saya orang soli justru tidak mengerti tarian ini
    mungkin karena saya tidak atau kurang memperhatikan tarian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi.
      Iya, tidak semua orang memperhatikan tarian jika memang tak ada interes. Menjadi penikmat saja sudah cukup agar tak punah.

      Delete
  3. Aku pengen banget makeupin penari tradisional. Soalnya tantangan banget kan. Selain kostumnya pasti gaya makeup juga ada pakem-pakemnya disetiap tarian tradisional..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.
      Untuk tarian tradisional tertentu ada pakem yang harus dipatuhi.
      Tapi di era sekarang banyak juga yang memodifikasinya tanpa mengikuti pakem. Misalnya dengan penambahan kerudung atau rompi bagi yang ingin tampil lebih tertutup.

      Delete