Kostum Tari Selendang Pemalang

Tags



Tari Selendang Pemalang hasil karya seniman dan budayawan Pemalang Drs. Ki Kustoro yang telah diresmikan sebagai tarian tradisional asal Kabupaten Pemalang oleh Bupati Pemalang H. Junaedi, SH. MM. pada 17 September 2014 tersebut, memiliki kostum tari yang khas.

Tari Selendang Pemalang sendiri dapat diartikan sebagai ‘tarian menggunakan selendang yang berasal dari Pemalang’. Tarian ini tidak memiliki gerakan khas yang berasal dari Pemalang. Gerakannya diambil dari etnis-etnis yang yang tinggal di Pemalang. 

Unsur-unsur gerak tari Selendang Pemalang diambil dari ragam gerak Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, dan Sunda. Dahulu, orang-orang yang berasal dari daerah-daerah tersebut membawa kebudayaan masing-masing termasuk gerak tari dari daerah mereka ke Pemalang. Tidak seperti kostum tari daerah lain yang mewah, kostum Tari Selendang Pemalang lebih bersahaja. 

Berikut ini properti yang digunakan dan kostum tari Selendang Pemalang :

1. Selendang / sampur 

Properti utama yang harus digunakan dan tidak boleh diabaikan dalam Tari Selendang Pemalang  adalah selendang atau sampur sesuai nama tariannya. Selendang ini menggunakan kain tipis panjang polos dengan ukuran menyesuaikan postur penarinya. Kedua ujung selendang disimpul (dibundel ) yang memiliki filosofi bahwa orang-orang Pemalang harus dapat menyimpan rahasia dengan baik dan benar.

Umumnya selendang atau sampur yang digunakan berwarna kuning, namun dapat pula jika menggunakan warna lain seperti merah, hijau, atau warna-warna lainnya.

2. Kebaya  

   Kebaya yang digunakan adalah kebaya biasa yang umum digunakan oleh masyarakat. Pilihan warnanya serta modelnyapun dapat disesuaikan dengan perkembangan mode busana saat ini. Tidak ada ketentuan khusus model kebaya yang pakem.   

   3. Kain Jarik.

   Kain jarik yang digunakan sebagai kostum tari selendang Pemalang menggunakan motif Pemalangan agar memunculkan ciri khas tersendiri. Kain jarik diwiron putri selebar 3 cm seperti jarik wiron solo.


Apabila tari Selendang Pemalang dibawakan berkelompok, kain jarik dapat digantikan dengan celana hitam untuk mempermudah komposisi gerak. 

   Belakangan ini sudah banyak diproduksi dan dijual jarik wiron solo instan yang diplisket menyerupai rok. Jarik instan ini amat membantu gerakan penari tetap fleksibel.

   4. Kain wiron

Kain wiron dibuat dari kain polos saten. Kedua tepinya diwiru (dilipat) selebar 2 jari dengan jumlah sama banyak. Kain ini digunakan diluar kain jarik atau celana sepanjang lutut. Bagian kanan dan kirinya diikat kebelakang.

   5. Sabuk

Sabuk dipakai diluar kebaya.Umumnya berwarna hitam emas atau merah emas


  6. Perhiasan


Perhiasan yang digunakan adalah kalung, giwang / anting, gelang, dan tusuk konde.

   7. Tatanan rambut

Tatanan rambut pada Tari Selendang Pemalang menggunakan sanggul. Umumnya sanggul solo dengan sunggar, namun tidak menutup kemungkinan dengan makin berkembangnya model sanggul sekarang ini, tatanan rambut dalam Tari Selendang Pemalang juga menggunakan sanggul modern dan kreasi.


  8. Hiasan sanggul

Hiasan sanggul menggunakan untaian melati yang dibentuk melengkung dengan jumlah lima lengkungan. Kelima lengkungan tersebut merupakan symbol dari kelima sila Pancasila yang menjadi dasar pemikiran dan tingkah laku masyarakat Pemalang.

Sekarang ini banyak hiasan sanggul yang lebih modern yang dapat digunakan sebagai pemanis dan hiasan sanggul.


  9. Riasan wajah

Riasan wajah pada tari Selendang Pemalang adalah rias panggung corrective yaitu riasan yang mempertebal bentuk wajah dengan menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan dari bentuk wajah. Riasan mata yang umum digunakan lebih menonjolkan warna terang seperti rias panggung pada umumnya yaitu dominan warna biru dan emas. Pewarna bibir pun menggunakan warna merah terang.


   10. Musik pengiring

Musik pengiring tari Selendang Pemalang adalah gendhing gamelan jawa laras slendro dan gendhing lancaran. Lagunya menggunakan lagu lancaran slendang yang berasal dari Pemalang dan menggunakan bahasa Pemalang.



Demikianlah properti dan kostum tari Selendang Pemalang yang umum digunakan. Diharapkan dengan diresmikannya tarian ini sebagai tari khas Pemalang, akan semakin menambah kecintaan terhadap budaya lokal, serta merangsang kreatifitas budayawan dan generasi muda dalam nguri-uri budaya jawi.

 Tari Selendang Pemalang kini makin dikenal masyarakat luas dan sering ditampilkan pada acara-acara yang diadakan di Kabupaten Pemalang. Seperti pada acara Briefing Kelas Inspirasi Pemalang yang diadakan di pendopo kabupaten hari Jumat (13/10/18) lalu, tarian ini ditampilkan oleh siswa-siswa SMA Negeri 2 Pemalang. 


Acara Kelas Inspirasi Pemalang ini sendiri merupakan gerakan sosial dalam dunia pendidikan yang diikuti oleh ratusan relawan dari seluruh Indonesia. Batik tulis khas Pemalang juga diperkenalkan pada acara ini. Pendidikan dan Kebudayaan merupakan dua kunci yang tak dapat dipisahkan untuk memajukan daerah, bangsa, dan Negara Indonesia tercinta.***





Blog tentang fashion, beauty, dan budaya