09 Maret 2020

Pentigraf

Tags

cerpen tiga paragraf

"Pentigraf adalah sebuah perluasan karya sastra yang berarti Cerpen Tiga Paragraf. Sesuai dengan namanya, maka cerpen ini hanya terdiri atas tiga paragraf. Sebutan bagi para penulis Pentigraf adalah Pentigrafis," demikian penjabaran dari Kak Nida Basyariyyah dalam sebuah kelas kepenulisan online via WA Grup.

Materi dari kelas online yang hanya berlangsung satu malam ini, kemudian saya salin ke dalam blog agar tidak hilang dan bisa dipelajari sewaktu-waktu.

Berikut lanjutan materi dari Kak Nida.

"Penggagas pentigraf yaitu Tengsoe Tjahjono yang juga menjabat sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, berpendapat bahwa Pentigraf merupakan cerita yang utuh. Sama halnya dengan cerita pada umumnya, elemen-elemen cerita seperti tema, alur, tokoh, dan latar disatupadukan dengan baik.

Kampung Pentigraf Indonesia dibentuk sebagai wadah bagi para sastrawan dan siapa pun yang ingin belajar menulis pentigraf.


Baca juga Kirim Buku Gratis ke Seluruh Indonesia


Formula Pentigraf


Menurut Tengsoe Tjahjono, sastrawan sekaligus akademikus dari Unesa ini, ada beberapa formula Pentigraf bagi pentigrafis pemula:

1. Fokus pada persoalan yang dihadapi seorang tokoh atau tema yang diangkat. 

Cerpen biasa atau novel tentu memiliki beberapa tokoh di dalamnya ya. Untuk Pentigraf, tidak seperti itu.

2. Elemen narasi yang berupa tokoh, alur, dan latar, dihadirkan secara bersama-sama dalam satu jalinan yang utuh. 

Sesuai dengan namanya, cerpen yang terdiri dari tiga paragraf ini tidak memiliki narasi yang terlalu panjang seperti karya fiksi lain. Singkat, padat dan jelas.

3. Kurangi dialog. 

Ubah dialog ke dalam teks deskripsi atau narasi. Karena Pentigraf hanya terdiri dari tiga paragraf, oleh karena itu para pentigrafis tidak bisa leluasa menuliskan percakapan di dalamnya.

Contoh dialog-dialog seperti:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya.

"Ada apa denganmu, Dore? Apa yang salah denganku?" Mira memprotes keputusan Dore.

"Aku lebih mencintai Sonya!" Mira tertegun saat mendengar alasan kekasih hatinya. Ia tak menyangka hubungan gelapnya akan berakhir.

Nah, dalam Pentigraf percakapan tersebut tak lazim disisipkan dalam paragraf. Kalimat langsung dalam paragraf usahakan tak lebih dari satu. Oleh karena itu dialog itu harus diubah ke dalam bentuk narasi atau deskripsi.

Coba perhatikan contoh cuplikan pentigraf di bawah ini:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya. Mira tak terima dengan keputusan Dore dan memprotesnya. Dore pun beralasan lebih mencintai Sonya, istri sahnya. Mira pun tertegun saat mendengar alasan Dore. Ia tak menyangka hubungan gelapnya dengan Dore harus berakhir. Mira pun pasrah. Ia menyadari tak seharusnya hubungan mereka terus berlanjut.

Kenapa Pentigraf dianjurkan tidak ada dialog? Karena per dialog memakan satu paragraf. Sedangkan pentigraf per karakter, per aksi, itu hanya boleh satu paragraf. Tak boleh lebih.


4. Usahakan ada kejutan pada paragraf ke-3, hal yang tak terduga, yang bisa menimbulkan suspense atau ketegangan.

Kalau bahasa lainnya, nge-twist atau sesuatu yang tak sesuai ekspektasi pembaca.

5. Panjang paragraf hendaknya dalam ukuran wajar. 

Sekurang-kurangnya 1 kata, namun jangan lebih dari 10 kata dalam 1 kalimat. Walaupun hal ini bukan harga mati. Sesungguhnya, panjang paragraf bergantung pada ketuntasan topik.


Formula 739 Pentigraf


Ketentuan lainnya, Pentigraf memiliki rumus 7-3-9. Jika dijumlahkan, hanya terdapat 19 kalimat. Per paragraf biasanya pakai pola 739.

Dengan rincian:

1. Paragraf pertama 7 kalimat,


Contoh:

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakangnya terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, Apakah pria itu ingin membunuhnya?


2. Paragraf kedua 3 kalimat,


Contoh:

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.


3. Paragraf ketiga 9 kalimat.


Contoh:

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.

Bisa diperhatikan pada akhir cerita, terdapat twist atau sesuatu yang tak terduga, bukan? 😁


Saya akan beri dua contoh karya pentigrafis lainnya. Kalau yang tadi itu hasil belajar saya.


Pertemuan Singkat

Oleh: Nida Basyariyyah

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakang terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, 'Apakah pria itu ingin membunuhnya?'

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.


Janji

Oleh: Dedeh Supantini

Lelaki itu membuka kancing bajunya berurutan, dari bawah ke atas. Masih seperti dulu. Hanya saja kali ini ia melakukannya dengan gerakan sangat lambat. Mungkin karena sebagian rambutnya telah memutih, dan tatapannya tidak setajam dulu. Namun ketika ia memandangku, aku menghindar, tidak siap menjawab permintaan maaf yang terlukis pada sinar matanya. Maaf adalah kata yang mudah diungkapkan bila ia sedang terdesak. Kini aku memilih diam. Sepuluh tahun tidak berjumpa dengannya membuatku lupa, sampai tahap mana sudah kumaafkan dia, dan aku tak mau memikirkannya.

“Lis,” bisiknya lirih. Suara itu pernah mengisi hari-hariku sepenuhnya, namun sekaligus membuat hidupku porak-poranda. Suara yang kini terdengar memohon, membuat hatiku bergetar.

Kubantu ia menyibakkan kemejanya, dan tampaklah perutnya yang tegang, penuh memar kebiruan. Siapa yang melakukannya? Dengan berbisik ia sebutkan anak tirinya. Aku sudah melihat hasil USG yang dilaporkan dokter jaga tadi, tampaknya terdapat luka dalam, dan harus segera dioperasi. Rasanya perih ketika kukatakan aku harus berbicara dengan keluarganya. Aku menelan ludah, membendung air mataku. Terbayang olehku wajah perempuan yang telah merebutnya dari anak-anakku, dariku. Dan ia menangis, ketika aku berbisik bahwa aku akan ada di sisinya sampai ia bangun dari operasi dan sembuh. Aku berjanji, sebagai dokter bedahnya.

Ulasan Pentigraf Berjudul Janji
  • Pentigraf Janji ini merupakan contoh pentigraf ideal. Paragraf pertama terdiri atas 7 kalimat, paragraf kedua hanya 3 kalimat, sedangkan paragraf ketiga terdiri atas 9 kalimat. Paragraf-paragrafnya tidak terlalu panjang. Paragraf singkat seperti itu membuat pentigraf terkesan padat dan bernas.

  • Persoalan pun hanya berfokus pada internal-conflict yang dialami tokoh sentral, dalam hal ini aku-sang-pencerita. ‘Aku’ sebagai dokter bedah harus menyembuhkan mantan suaminya yang direbut oleh perempuan lain, dan luka dalam karena dihajar oleh anak tirinya. Persoalan rumit itu begitu efektif disajikan dalam format tiga paragraf.
  • Elemen narasi pun disajikan secara utuh dan padu. Melalui alur yang tersaji pembaca dapat mengetahui bagaimana karakter lelaki dan aku-sang-pencerita tersebut. Lelaki itu secara tak bertanggung jawab meninggalkan istri dan anak-anaknya. Sedangkan, aku-sang-pencerita sudah berkali-kali memaafkan kelakuan lelaki tersebut.
  • Pada bagian akhir pembaca pun dibuat tercengang tentang bagaimana lelaki itu telah mengkhianati sang istri, dan bagaimana sang istri dalam kemarahannya berusaha tenang dan memaaafkan.
  • Terdapat pesan moral yang sangat bagus dalam pentigraf ini: Keberanian memaafkan harus dipupuk dalam diri setiap pembaca.

Pentigraf memang pendek, namun ia merupakan teks sastra yang serius. Pentigrafis bukan sekadar menata rangkaian peristiwa, namun bagaimana menyatukan alur, tokoh, tema, dan pesan secara padu dan utuh. Dengan membaca pentigraf diharapkan pembaca memiliki pengalaman indah dan kaya sebagai nutrisi jiwanya.


Contoh lain Pentigraf:

Kemilau Indah Rambut Diandra

Oleh: Choliza Nasution

Merlyn tersenyum pada pengunjung salon yang sedang dilayani para karyawatinya. Sepuluh tahun dia berkecimpung di bisnis perawatan rambut hingga salonnya tidak hanya menjadi tempat favorit nyonya kalangan atas tetapi juga selebritis memanfaatkan jasanya. Merlyn selain mampu memuaskan keinginan pelanggannya juga sangat ramah, dia perempuan anggun dan berkelas. Seperti siang itu, salon Merlyn kedatangan model cantik, Diandra ditemani manajernya memakai jasa salon Merlyn. Karena seluruh karyawatinya sangat sibuk, dengan sigap Merlyn segera melayani Diandra untuk mencuci rambutnya dan kemudian melakukan spa. Berulangkali pemilik salon kecantikan itu memuji rambut Diandra yang sangat indah.

Malam semakin larut ketika Diandra dikejutkan kedatangan Merlyn dirumahnya untuk mengembalikan jepit rambutnya yang tertinggal. Diandra baru saja hendak menyeduh teh didapurnya untuk menjamu Merlyn ketika tiba-tiba sepasang tangan Merlyn membekap mulutnya dengan obat bius, Diandra pingsan seketika. Merlyn segera bergerak cepat, mengikat kedua tangan dan kaki gadis malang itu dan memotong rambut indahnya dan Merlyn tak lupa menghidupkan kompor dengan beberapa kain yang mudah terbakar di atasnya.

Pagi hari berita diseluruh kota dihebohkan berita tewasnya seorang model cantik yang diakibatkan kebakaran dirumahnya. Tidak ada yang tersisa. Bahkan tubuh model itupun nyaris tak berbentuk. Polisi juga berasumsi bahwa peristiwa tersebut adalah kelalaian Diandra. Merlyn sangat senang membaca berita pagi itu. Di sebuah salon, dilantai atas Merlyn tersenyum. Dia meletakkan rambut panjang, hitam dan indah di tempat tidur seraya berbisik pada sosok tubuh awetan yang hanya tinggal tulang belulang, “Gadis kecilku, ini mama berikan rambut baru yang indah buatmu. Kamu mungkin sudah bosan memakai wig, bukan?"


Nah, itu dia keseluruhan materi pada kulwap pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 lalu.

Oh ya, berikut ini biodata pemateri kelas pentigraf Kak Nida Basyariyyah.


Kak Nida pemateri tentang kelas pentigraf


kak nida pentigraf

Sebenarnya grup WA kelas pentigraf ini masih berlanjut. Banyak sekali kesempatan untuk peserta kelas mengajukan pertanyaan. Sayang, ponsel saya tak memungkinkan terlalu banyak mengikuti grup jadi harus segera left.

Materi tentang pentigraf ini saya salin atas izin dari Kak Nida. Selain untuk menyimpan ilmu, juga agar bisa diambil manfaat sebanyak-banyaknya bagi siapapun yang membaca. Bukankah salah satu amal yang tak terputus adalah ilmu yang bermanfaat?

Adakah yang pernah membuat pentigraf? Tentang apakah temanya? Sejujurnya saya sendiri belum pernah membuat pentigraf. Saya lebih mengenal flash fiction. Jika ada yang pernah membuatnya atau bahkan ada yang sampai membukukannya, boleh share yuk di kolom komentar.***


Blog about fashion, beauty, and culture

40 komentar:

  1. ini aturan membuat cerita disetiap paragraf isi katanya apa aja ya mba, wah ilmu baru hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama seperti cerpen pada umumnya, tapi lebih padat.

      Hapus
    2. Lebih mendalam nih sepertinya

      Hapus
    3. Kita2 begitu.
      Dipadatkan tapi langsung ngena.

      Hapus
  2. Beuh baru sadar.

    Saya lebih sering menggunakan pentigraf dalam membuat cerpen.

    Hobi nulis cerpen (tapi ternyata cara yang Saya gunakan baru tahu setelah baca artikel) adalah jenis ini.

    Makasi Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.
      Yang susah itu gimana bikin plot twist yang nendang dan nampol ya, karena jumlah kata, kalimat, dan paragrafnya terbatas.

      Hapus
    2. Iya kak. Kadang krn merasa plot twistnya ga nendang. Ya gak jd di post. Save di draf aja dulu..

      Hapus
    3. Ayo diedit lagi biar nampol. Saya baca ya kalo udah publish.

      Hapus
  3. Keren nih, pentigraf gini terkesan padat, nggak bertele-tele tapi pas pada tujuan. Keren kak, jadi pengen buat ginian juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangannya di situ sih sebenarnya. Cerita tetep nyampe ke pembaca hanya dengan tiga paragraf.

      Saya mah coba bikin sih.

      Susah lho, ternyata, apalagi saya terbiasa nulis panjang-panjang. Cerpen juga panjang, apalagi lagi ada proyek novel. Makin tak terbiasa.

      Hapus
  4. Aku baru tahu ternyata pentigraf itu menarik banget, terutama jika penulisnya membuat cerita yg asik. Nice share mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.
      Cari ide yang ngena gini pasti nggak gampang ya.

      Hapus
  5. Dialognya keren, Aku sudah mencintai dia
    Wah terlalu banget itu ya, saya yang baca jadi ketusuk duri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, ga perlu baper, mas.
      Santuy aj :>

      Hapus
  6. Benar sekali apa yang diulas lengkap diatas. Terkadang saya menulis cerita untuk dialognya saja bisa hampir 4 paragrap.🤯🤯🤯

    Padahal kalau dipikir lagi itu memang memakan banyak halaman atau menjadikan cerita bertele-tele.😊😊


    Dan saya pernah coba pakai penulisan pentigraf. Cuma karena yang nilai orang yang kurang paham juga yaa tetap disalahkan.🤣🤣


    Jadi terkadang dalam penulisan saya suka seenak udel saya.🤣🤣🤣

    Dan apa yang dijelaskan diatas bisa jadi pedoman nih buat saya. Ok thanks mbak atas ulasannya.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi seru kalo masnya yang nulis. Kapan hari baca yang mbak Widi apa siapa itu mantan gebetan di teleponan, ngenes tapi bikin ngekek. ^0^

      Hapus
  7. MasyaAllah baru tau pentigraf. Dan setelah membaca uraiannya saya jadi kepengen buat pentigraf. Formula 739 akan saya ingat.

    Terimakasih banyak mba Lasmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak.
      Yuk praktekkan bareng-bareng.

      Hapus
  8. Baru tahu nih ada pentigraf. Selama ini lebih mengenal flash fiction aja, itu juga kalau mau nulis editnya berapa kali, maklum selama ini lebih nyaman nulis cerpen yang panjang heheheh... Kayaknya pentigraf lebih menantang (baca: lebih sulit hehehe...) gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak.
      Terbiasa bikin tulisan panjang agak susah kalau nulis dibatasi hanya tiga paragraf gini.

      Hapus
  9. Ah gemes pingin langsung cobain Pentigraf, seperti waktu mbak cara ngajarin flash fiction, tapi gagal hingga sekarang 😀😀😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaudah nulis artikel aja kali ya, Ambu

      Hapus
  10. Widiiihh, keren bangeeettt
    Pentigraf ini lumayan bisa nunjukin karakter dan konfliknya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangannya di situ ya keknya. Biar konfliknya nampol walaupun cuma tiga .

      Hapus
  11. Kerenn, baru kali ini tau pentugraf. Aku jadi semangat nulis lagi nih. Dengan pentigraf, sepertinya bisa lebih produktif mwnulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada banyak lombanya juga lho sekarang Pentigraf ini

      Hapus
  12. Wah baru tau nih ttg pentigraf ini menarik kljuga ya cerita salam 3 paeagraf bukan hal yg mudah..

    BalasHapus
  13. akhirya saya dapat ilmu di sini tentang apa pengertian dari pentigraf, terima kasih ya :D

    BalasHapus
  14. Jadi kalo make pentigraf ini jadinya cerpen yang benaran pen gitu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaiyya pen bener ini. Cuma 3 paragraf.

      Hapus
  15. Wah, baru tau ternyata ada istilah yang namanya Pentigraf. Ini berarti cocok banget diterapin untuk nulis caption di Instagram ya. Kereeen banget, makasih infonya Mba. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi....
      Dengan keterbatasan ketersediaan karakter ya mbak.

      Hapus
  16. Saya malah baru tahu istilah pentigraf ini, sekilas seperti fiksi mini ya tapi lebih fokus pada aturannya yang hanya terdiri atas tiga paragraf saja. Saya baca contoh pentigraf di atas seru sekali apalagi yang tentang rambut diandra itu. Nggak nyangka dengan endingnya dan memang yang bikin greget dari tulisan semancam fiksi mini maupun pentigraf ini ada di twitsnya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kekuatannya justru karena pendeknya itu.

      Hapus
  17. Baru tau ada istilah pentigraf. Cukup simple ya kak. Terutama buat aku yang hobi nulis cerpen. Bisa disiasati dengan teknik pentigraf ini. Thank kak .

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.