Seminar dan Workshop Make Up Barbie Look Bersama Khadijah Azzahra Di Tegal

Tags


Siapa yang ngga kenal Khadijah Azzahra? Semua orang mengenal Khadijah karena fenomena make up ‘manglingi’ yang benar-benar mencengangkan. Banyak orang menyebutnya punya tangan magic karena bisa mengubah wajah biasa-biasa saja menjadi cantik jelita. Namun tidak sedikit pula yang berkomentar miring dengan haril karyanya. 

Pro dan kontra dalam mengapresiasi sebuah karya adalah hal yang wajar. Apresiasi ini justru dapat menjadi tolak ukur penerimaan masyarakat terhadap keberadaan seseorang.

Hal ini pun dijelaskan sendiri oleh Khadijah pada seminar yang saya ikuti kemarin, Rabu, 3 Oktober 2018 di Hotel Karlita Tegal. Khadijah meyebutkan bahwa semua  Make Up Artist (MUA) mempunyai ciri khas masing-masing. Menurutnya pula, tidak perlu membanding-bandingkan hasil karya satu dengan lainnya karena semuanya punya pangsa pasar dan penggemar sendiri-sendiri.

Terus kamu kenapa ikut seminar ini, Lasmi? Mau beralih haluan ke make up Barbie kaya Khadijah? Ngga juga, bisa iya bisa tidak. Saya butuh banyak ilmu untuk melayani permintaan customer yang berbeda-beda. Ada yang ingin make up 'manglingi' ada juga yang ingin natural flawless dan tipis-tipis saja.

Bagi yang ingin tampil “manglingi” pada hari pernikahannya, gaya make up ala Khadijah ini sangat diminati. Namun bagi penyuka make up natural look, pastinya ada pakar MUA lain yang ber-‘genre’ spesialis tersebut. Calon customer dapat memilih sesuai selera.

Walau banyak yang mencibir, faktanya Khadijah telah menyedot begitu besar perhatian publik. Terbukti seminar dan workshopnya yang diadakan di kota-kota besar seluruh Indonesia hingga Malaysia selalu membludak peminatnya. Followers di Instagram-pun hampir mencapai sejuta umat yaitu 961K !! Wooww…!

Saya beruntung dapat berkesempatan hadir dan mengikuti seminar dan workshopnya kemarin setelah semalam suntuk dikejar deadline pesanan jahitan—dan hampir setiap malam memang seperti itu, hehe… Jam 1 malam baru bisa memejamkan mata, jam 4 sudah harus bangun untuk bersiap-siap berangkat. Secara jarak dari rumah saya di pelosok kampung sampai ke Hotel Karlita lumayan jauh. Toh saya sudah membiasakan diri dengan ritme hidup seperti itu. Tidur larut malam bangun pagi buta sudah biasa bagi saya.

Berangkat dari rumah jam 05.30 saya berangkat diantar Mas Jo ke rumah Bu Lulus di Wanarejan, Pemalang. Saya bergabung dengan rombongan kecil berjumlah 6 orang yaitu Bu Lulus, Mba Dyah, Mba Isti, Mba Nita, Mba Eka, dan saya sendiri.

Hah…seminar kok pagi-pagi amat? Seminar apa itu? 

Gaes, kami harus berangkat pagi karena mau mampir ke pasar pagi dulu hunting perlengkapan rias dan bahan kain. Okey? Sayang kan jauh-jauh ke Tegal kalo waktu ngga dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

Jam 08.10 kami sampai di pasar pagi Tegal. Karena hari ini hari Rabu, banyak sekali bahan dan kain yang dijual murah di sana. Kami menyebutnya “Tegal Gubuk”nya Tegal. Pasar kain murah Tegal Gubuk hanya ada pada hari Rabu dan Ahad. 

Untuk mengefektifkan waktu, rombongan menyebar untuk mencari barang  yang kami butuhkan. Jam 09.00 kami sudah harus meluncur ke lokasi seminar untuk registrasi pendaftaran dan mencari tempat duduk yang strategis. Acara akan dimulai jam 10.00.

Saya terpencar dari rombongan kecil kami saat registrasi diantara ratusan orang peserta dari berbagai kota sekitar Tegal. Ah, tak apalah. Yang penting dapat posisi tempat duduk bagus. Dannn,,,karena saya sudah agak siang sampai lokasi, barisan di depan stage sudah full, tinggal tersisa bagian kanan dan kiri yang agak jauh dari stage. Tapi saya dapat tempat dengan view yang bagus, yaitu depan layar proyektor. Nantinya demo make up Khadijah akan ditayangkan lewat layar besar tersebut.

Well, not bad.

Sebelum seminar dibuka, sajian lagu-lagu manis yang ngehits pada jamannya dibawakan oleh Big Band dari Kota Tegal untuk menghangatkan suasana. Saya dan seluruh peserta yang sebagian besar angkatan tahun 80 / 90 an ini, dibuat baper berat saat dinyanyikan lagu Kangen dari Dewa 19. Sampai-sampai banyak yang histeris ikut bernyanyi, termasuk saya, hahah! Kalian tau, vokalis bandnya ganteng, gondrong mirip Virza, suaranyapun oke, serak-serak gimanaa…gitu. Cucok Em, lah, lumayan buat cemilan, bwahaha…hhhh!!! *Pletakk! *dilempar heels.

Tepat jam 10.00 acara dibuka oleh MC yang memperkenalkan diri dengan nama Patrick. Acara yang digagas oleh RHW Muda Indonesia Event Organizer ini juga bekerja sama dengan HARPI Melati Kota Tegal. Perwakilan dari HARPI yaitu Ibu Rini dan Ibu Hj. Sumyati memberikan sambutan diawal acara. Menurut mereka, HARPI menyambut baik diadakannya acara yang mendatangkan MUA kekinian seperti Khadijah. Semakin berwarnanya dunia rias pengantin dengan munculnya MUA baru yang mendobrak pakem rias pengantin tradisional, memang harus diikuti oleh perias-perias jaman now. 

Peserta seminar yang mencapai 230 orang langsung menyambut histeris kedatangan Khadijah Azzahra yang sudah ditungu-tunggu. Khadijah tampak cantik dengan balutan gamis tile merah marun dan hijab warna senada. Kapan-kapan saya mau bikin lah gamis macam itu,,,heheh.

Sebelum memulai demo make up, Khadijah menanggapi tentang banyaknya pertanyaan dan komentar orang (netizen) tentang karya-karyanya. yang katanya super tebal lah, 'menipu' calon suami lah, dan komentar lain yang lebih pedas.

Bagi Khadijah, selama ia tidak merugikan orang lain, ia tetap akan berjalan menuruti kata hati dan menjadi dirinya sendiri. Sejak SMP ia mulai mengamati tata cara ber-make up serta belajar secara otodidak, dan terus menerus meng-eksplore skill-nya hingga menemukan ciri khas. Ciri khas make up ala Khadijah adalah rias muslim barbie look seperti yang kini dikenal dan diminati masyarakat. 

MUA berusia 21 tahun itu kemudian mendemonstrasikan Make Up Barbie Look dengan menggunakan produk La Tulipe yang menjadi sponsor acara.Ternyata Khadijah adalah pribadi yang lucu menggemaskan.Saya menyimak serius setiap detail penjelasannya dan tidak bosan mendengarkannya bicara karena ia pandai membuat gimik-gimik kecil yang mengundang senyum simpul walaupun sebenarnya rasa kantuk karena kurang tidur mulai datang. Demo make up selama hampir 3 jam itu jadi tidak membosankan. 
Diantara gimik-gimik yang tiba-tiba popular itu adalah mantra “sabar, ikhlas, kuat, dan tabah” yang berkali-kali diucapkan karena banyaknya kendala saat acara. Seperti proyektor yang tiba-tiba mati dan harus diset ulang sehingga acara demo make up molor dari waktu yang seharusnya. Disela-sela make up, Khadijah dan Ayu MC pendamping dari La Tulip juga berulang kali mengucapkan mantra tersebut saat menjelaskan beberapa pertanyaan yang diajukan peserta seminar.

Gimik lainnya saat pemasangan bulu mata adalah muncul sebutan “Bulu Mata Anti Pelakor” yang disambut gemuruh peserta yang tertawa geli. Haha! Bayangkan kami para emak harus memakai make up dan bulu mata palsu setebal itu setiap hari untuk memikat hati suami agar tidak terjerat para pelakor yang banyak berkeliaran, waduhh…ngga sempet masak, bu. Bukannya makin cinta malah suami lebih betah di warteg yang banyak makanan enaknya. Wkwkwk…

Sebenarnya ada Workshop semi privat yang diadakan esok harinya hari Kamis 4 Oktober 2018. Seat terbatas untuk 25 peserta dengan HTM 2,5 juta saja. Tapi saya ngga ikut. Makanya hari ini saya benar-benar puas-puasin deh nyimak ilmu dari Khadijah.

Demonstrasi Make up Ala Barbie oleh Khadijah Azzahra ditutup dengan pemakaian hijab instan praktis dengan menggunakan kerudung berbahan organza creappe, yang kemudian ditutup dengan phasmina panjang  yang sudah dihias dengan bordir dan full mutiara serta disempurnakan dengan crown. 

Model bernama Wulan dari Pemalang yang memang berwajah cantik itu, makin terlihat bercahaya dengan balutan gaun dari Success Wedding Organizer. Ditambah dengan pulasan tangan magic dari Khadijah, membuatnya makin sempurna. Wulan berjalan kesekeliling ruang seminar memamerkan hasil karya Khadijah sambil melayani peserta yang berebut ingin memotret dan berfoto selfi. 

Saya? Saya ngga bisa ikut selfi gaes, karena hape sudah mati kehabisan baterai buat merekam video buat tutorial make up nya. Huuhuu,,, ingin menangis rasanya. Disaat peserta lain berebut ingin berfoto dengan model dan Khadijah, saya bersama Mba Eka, peserta dari Pekalongan yang baru saja saya kenal ditempat ini, sibuk mencari colokan kosong untuk nge-charge hape. Duh, makk,,, nelangsaaa.. Dan sampai acara berakhir saya benar-benar tidak bisa foto berdua dengan Khadijah!

Setelah istirahat, makan siang, lalu sholat dhuhur yang sudah sangat terlambat itu, sesi berikutnya adalah talk show tentang perjalanan karir Khadijah hingga menjadi MUA Professional seperti sekarang. Para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan bebas, terkait dengan make up, kosmetik, atau tentang Khadijah sendiri. Khadijah pun menjawabnya dengan gaya bicaranya yang lucu dan bahasa yang bercampur Indonesia-Jawa Timur yang justru makin mengakrabkan suasana.

Pada akhir sesi Tanya jawab ada door price dari panitia, ternyata nomor peserta saya ikut dipanggil. Saya ngga dengar dan ngga ambil door price-nya karena sibuk mengantri cetak foto langsung jadi. Saya mengetahuinya dari Bu Lulus dalam perjalanan pulang. 

Oh, ya. Saya ikut foto dengan Khadijah dengan membayar 25 ribu. Sayangnya fotonya harus berlima, dan sayangnya lagi kami berlima tidak saling kenal karena baru saja bertemu diacara ini. Coba tadi saya tidak terpencar dengan rombongan Bu Lulus, paling tidak saya bisa berfoto  bersama dengan orang-orang yang saya kenal. 

Tapi ya sudahlah. Saya senang juga sih, kenal dengan orang-orang baru seperti Mba Eka. Lhoo,,gimana sih, tadi nyesel, sekarang seneng…. Inkonsisten. Dasar mamak labil! Eh, tau ngga gaes, diantara  mereka berlima dalam foto saya bersama Khadijah, saya ngerasa paling cantik. Giman ngga seneng coba? *slrupp.. *nyeruput ingus *duk! *kejedot ring light

Fakta membuktikan saya paling cantik diantara orang-orang yang tidak cantik dan saya paling menonjol diantara orang-orang yang tidak menonjol. Puas?

Acara belum ditutup jam 15.52 ketika saya bertemu lagi dengan rombongan Bu Lulus dan kami memutuskan untuk langsung pulang biar ngga kemalaman. Sampai di rumah Bu Lulus, Mas Jo sudah menunggu untuk menjemput saya pulang. Tepat saat adzan isya berkumandang, saya sampai di rumah dengan selamat membawa cerita luar biasa hari ini. Alhamdulillah… 
***

Foto-foto berikut ini berhasil saya ambil sebelum akhirnya hape low bat dan koit se-koit-koitnya. *sebel! *sukurin!
pertama dapat info dari IG bulan Juli
beli tiketnya melalui Bu Lulus HTM 500K

disediakan photo booth buat yang nyari spot cantik buat selfi

Big Band waktu saya foto vokalisnya belum datang. Pas dia datang hape saya udah koit. Sudah nasib.

suasana stage sebelum acara

foto gini buat up date status WA

simbol ini artinya adalah = pamer tanda masuk

foto di toilet, norak apa kekinian?

sambutan dari HARPI Melati Tegal. Pic ka-ki : Patrikc MC, Ibu Rini, Ibu Hj. Sumyati, Khadijah

pose pertama, goyang

pose kedua, lumayan

mba Dewi yang baik hati banget mau motoin saya

salahkan kamera depan hape saya karena wajah Khadijah jadi bureng

25ribu untuk satu lembar foto ini. Nyesel kenapa ngga ambil posisi dibelakang Khadijah dan model biar bisa di crop

Berasa jadi bagian acara, langsung komen dong saya di IG-nya Khadijah

Di foto ini Wulan cakep banget. Aslinya lebih lebih lebih cakep lagi

Blog about fashion, beauty, and culture

2 comments:

  1. aku sering lihat video make up begini di IG. Kereeeen.....bisaan sampe manglingi banget gitu. :)

    ReplyDelete
  2. Aslinya, tadinya saya ikutan gini cuma penasaran juga. Apa iya beneran manglingi gitu. Kan dia pake produk branded impor semua. Nah, saya penasaran nih kalo pake brand lokal kek mana hasilnya. Ternyata beneran emejing,,,emang dasar tangan udah expert kali ya,pake produk murah pun tetep uwow...

    Alhamdulillah dapat ilmu banyak dari acara ini.

    ReplyDelete