Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
09 September 2023

Manfaat Baca Buku Biografi Orang Sukses dan Hebat, Ketularan Sukses?

Manfaat buku biografi


Kalian punya kutipan favorit?


"Tidak ada orang malas yang sukses, dan tidak ada orang sukses yang malas."


Itu kutipan yang saya ingat-ingat betul agar makin semangat membangun bisnis maupun kehidupan sehari-hari. 

Kutipan dan kata motivasi seperti ini seringnya saya dapatkan dari buku yang saya beli di bazar, misalnya. Tapi semenjak pandemi, saya belum pernah pergi ke bazar buku. Hampir 4 tahun ternyata. Alasannya karena belum ada lagi bazar buku sejak merebaknya pandemi sih sebenarnya.


Ya, salah satu jenis buku yang paling saya cari adalah buku tentang jejak perjalanan karir orang-orang sukses dan hebat. Dari kisah mereka itulah kita bisa belajar banyak.



Manfaat Membaca Buku Biografi Orang Sukses dan Hebat


Setidaknya, ada 3 hal yang bisa kita ambil dari buku biografi orang sukses.


1. Pelajaran hidup


Hidup ini singkat. Terlalu singkat untuk merasakan terlalu banyak kegagalan sebelum meraih sukses. 


Banyak yang bilang kegagalan adalah sukses yang tertunda. Tapi jika kita bisa sukses tanpa gagal lebih dulu, tentu lebih baik. Bagaimana caranya?


Salah satunya ya mengambil pelajaran hidup dari orang-orang sukses. Jika tidak ingin gagal, maka saya harus begini dan tidak boleh begitu, semacam itu kira-kira. Meski dalan implementasinya, pasti berbeda hasilnya tiap orang.


2. Motivasi


Roda kehidupan itu berputar, memang benar sekali. Kalau kita menyadari hal ini, hidup akan dijalani dengan lebih "tertata". Setidaknya saat berada di atas kita tidak lupa diri, dan ketika di bawah kita selalu punya motivasi untuk bangkit lagi.


Kesempatan kadang bisa terlewat, keberuntungan kadang belum berpihak. Tapi, optimisme jangan pernah hilang. Untuk itulah buku-buku biografi orang besar dan buku motivasi dari orang sukses itu perlu untuk dijadikan bahan bacaan.


Mereka sudah start lebih dulu, sudah pernah gagal dan jatuh, lalu bisa tetap maju berjuang dan meraih kejayaan, itu jadi motivasi. 


3. Tips dan Kiat Sukses


Karena orang hebat sudah pernah mengalami bermacam hal, mereka biasanya memiliki tips dan trik agar berhasil jadi orang sukses. Ada yang ditulis secara gamblang dalam buku, ada pula yang harus kita serap. 


Tips dan kiat sukses mereka sebenarnya sudah jadi rahasia umum. Sebut saja:

  • Disiplin
  • Fast respon
  • Expert di bidang tertentu
  • Memiliki keunikan dan ciri khas
  • Konsisten
  • Managemen waktu
  • Bangun pagi
  • Dll

Hal yang sudah jadi rahasia umum seperti disebutkan di atas, jika ditulis dalam buku motivasi atau buku biografi orang sukses, akan berdampak besar karena biasanya ada pengalaman di balik suatu kejadian.

Apalagi jika ditulis dengan bahasa yang ringan dan diselingi humor, akan mengena sekali.

Tokoh hebat pun sesuai dengan bidangnya. Ada tokoh politik, ada pegiat seni, pebisnis, tokoh agama, pembuat film, atau juga make up artist sukses, dll.

Itulah mengapa saya suka membaca buku biografi dan buku motivasi. Termasuk ketika di bazar buku Pekalongan dan bazar buku Pemalang beberapa waktu lalu, saya pun membeli beberapa buku kumpulan biografi.

Seiring dengan kemajuan zaman, biografi tokoh hebat tidak hanya bisa didapat dari buku. Melalui kanal video, web, bahkan aplikasi media sosial, kita bisa tetap mengambil banyak pelajaran dari orang hebat sesuai bidang yang kita sukai dari seluruh penjuru dunia melalui internet.


Lebih canggih lagi, karena di media-media yang terhubung dengan internet ini, informasinya akan terus diperbarui. Kita bahkan bisa mengikuti keseharian mereka dalam beraktifitas sehari-hari. Tidak menutup kemungkinan kita bisa berkomunikasi langsung dan mendapatkan motivasi serta tips dan trik lebih cepat.


Meski belum ada lagi bazar buku tempat saya bisa berburu buku biografi, saya tidak kekurangan bahan dalam mencari sumber informasi dan motivasi.


Dan dari sekian banyak manfaat membaca buku biografi dan buku motivasi, serta mengikuti kisah hidup orang sukses, akan makin bermanfaat lagi jika dipraktikkan. Agar semua yang kita baca tak sekedar jadi pengetahuan tapi juga jadi solusi permasalahan hidup dan pekerjaan. Ketularan suksesnya? Penginnya begitu. Kalaupun belum juga sukses, minimal efforts-nya sudah ketularan. Setuju?


Btw, sukses bagi setiap orang itu beda-beda ya. Menurutmu, apa arti sukses bagi kalian?***



23 September 2020

Jejak Pena dan Jaring Laba-laba



jejak pena


Pernahkah kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini?

  1. Setiap hari kita makan berbagai macam masakan lezat. Apakah kita menanam sendiri semua bahan makanan itu?
  2. Setiap hari kita bepergian mengenakan pakaian bagus. Apakah kita membuat sendiri pakaian-pakaian itu?
  3. Sering kita bepergian menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil. Apakah kita merakit sendiri kendaraan itu?
  4. Setiap hari kita berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Apakah kita yang menciptakan bahasa itu?
  5. Setiap saat kita menghitung angka-angka seperti nominal uang, mengurangi, menambah, mengalikan, dan lain sebagainya. Apakah kita membuat sendiri cara penghitungan matematika itu?


Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah: tidak.

  1. Kita tidak menanam sendiri semua bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari. 
  2. Kita tidak membuat sendiri pakaian-pakaian yang menunjang penampilan kita sehari-hari. 
  3. Kita tidak merakit sendiri kendaraan-kendaraan yang kita tumpangi. 
  4. Kita juga tidak berkomunikasi dengan bahasa ciptaan kita sendiri melainkan menggunakan bahasa yang diciptakan orang lain yang disepakati bersama. 
  5. Kita bahkan tidak bisa menghitung uang jika tidak ada orang yang pernah menemukan cara penghitungan matematika.


Kadang kita tidak kenal siapa orang-orang yang sudah berjasa membuat hidup kita menjadi lebih mudah itu. Kita hanya tahu cara menggunakan hasil kerja keras mereka saja.


Hidup ini seperti sebuah jaring laba-laba di mana semua orang terhubung satu sama lain di tempatnya masing-masing. Kita hanya perlu menempatkan diri menjadi bagian dari jejaring laba-laba itu. Bagian yang dibutuhkan untuk membuat pola jaring menjadi sempurna.


Peran apa yang bisa kita sumbangkan bagi orang lain, bagi lingkungan, dan bagi dunia?


Apa yang sudah kita lakukan yang bisa menjadi alasan orang lain terhubung dengan kita?


Apa kita sudah menjadi bagian penting dari jejaring laba-laba kehidupan itu?


Mungkin kita bukan siapa-siapa. Kita bukan pejabat, bukan pula selebriti. Kita bukan penemu vaksin penting, kita juga bukan pemegang nobel perdamaian.


Namun, kita tetap bisa berperan di tempat kita sendiri dengan menjadi orang yang bermanfaat dan dibutuhkan orang lain. Berkarya, berperan serta, bekerja, sesuai dengan keahlian kita. Tinggalkan jejak yang menandakan kita pernah ada dan lahir di dunia. Tulislah kebaikan. Tidaklah penting jika kelak dunia melupakan kita. Namun, jejak pena akan abadi sepanjang masa, menyempurnakan jalinan pola jaring laba-laba raksasa dunia.***


buku antologi
buku antologi menjadi jejak pena Lasmicika






23 April 2020

Tulislah Kebaikan Berbagi, karena Berbagi Kebaikan Itu Menular

kebaikan berbagi dompet dhuafa DD

Saya masih pengangguran waktu itu. Ketika itu saya menyadari ternyata inspirasi yang begitu dahsyat mengubah hidup dan pola pikir saya bukan datang dari motivator terkenal yang wara wiri di televisi, melainkan dari seorang kuli panggul bernama Haji Udin. Kuli panggul yang sudah haji, siapa dia?

Buku sederhana dari Dompet Dhuafa berjudul “Merajut Masa Depan yang Koyak” yang ditulis oleh Nurbowo dan Sunaryo Adhiatmoko ini, menjadi salah satu buku paling berpengaruh dalam perjalanan hidup saya selanjutnya. Bisa dibilang semacam titik balik kehidupan. Buku ini saya dapatkan dari seorang kawan pada akhir tahun 2004. Tak terasa sudah enam belas tahun berlalu.

Terdengar agak berlebihan, tapi seperti itulah yang terjadi. Kisah-kisah nyata yang disajikan dalam buku ini sangat menginspirasi dan meninggalkan kesan mendalam. 

Salah satu kisah favorit saya dalam buku ini adalah tentang perjuangan hidup Haji Udin dari kuli panggul hingga berhasil menjadi juragan konveksi. Apa yang berkesan? Apa karena saya pernah bekerja jadi buruh konveksi? Bisa jadi memang seperti itu. Lebih dari itu, perjuangan Haji Udin untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi ternyata tak lepas dari salah satu manfaat dari kebaikan berbagi dan zakat.

Haji Udin yang bernama asli Syaifullah, terlahir dari keluarga berada. Beliau mengenyam pendidikan di sejumlah pondok pesantren di Sukabumi, Ciamis, hingga Kediri, Jawa Timur.

Kembali ke kampung halaman di Tanjung Priok, Haji Udin diajak menunaikan ibadah haji oleh kedua orang tua. Tak lama, ia pun menikah. Lepas menikah, Haji Udin berjuang menghidupi keluarga kecilnya dengan bekerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dengan upah kecil. Bertahun-tahun hidup dalam kefakiran dan tinggal menumpang pada mertua, Haji Udin akhirnya bisa bangkit dan berhasil menjadi juragan konveksi.

buku tentang kebaikan berbagi
buku "Merajut Masa Depan yang Koyak" yang menginspirasi


Belajar dari Haji Udin, beliau ‘mengajarkan’ pada saya banyak hal. Antara lain:

1.    Semangat kerja keras dan pantang menyerah


Sungguh panjang perjalanan beliau merintis usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga. Namun, semangat kerja keras dan pantang menyerah pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Haji Udin pernah mengajar bertahun-tahun di Madrasah Diniyah dengan honor Rp 500,- per hari. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau bekerja menjadi kuli panggul dan membantu menunggui dagangan di Pasar Cipulir. Sejak itu Haji Udin mulai belajar berdagang pakaian. Beliau secara berkala membawa barang dagangan ke kampung istri di Balaraja, Tangerang dan mendapatkan banyak keuntungan serta relasi pedagang.

Jauh sebelum itu, Haji Udin pernah bekerja pula menjadi kuli tanam di sawah tetangga,  kuli panggul di pelabuhan, pernah pula mencoba berdagang ikan di Muara Baru, tapi justru merugi. Haji Udin juga pernah menjadi buruh pembuat pallet di Cilegon, lalu mencoba ikut berlayar menangkap ikan bersama para nelayan di Ujung Kulon. Meski begitu, hidupnya tak juga berubah.

Awal mula Haji Udin bangkit dari keterpurukan ekonomi, bermula saat Dompet Dhuafa memberikan bantuan modal cuma-cuma sebesar Rp 500.000,-. Uang tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk modal berdagang. Lebih dari itu, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh  Dompet Dhuafa, tak disia-siakan oleh Haji Udin.

Berkat ketekunan beliau, usahanya berkembang hingga memiliki usaha konveksi seragam sekolah dan membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitar tempat tinggal.

 

2.    Orientasi manfaat bagi sesama


Dalam proses merintis usaha, Haji Udin menginginkan manfaat yang dapat dirasakan oleh kerabat dan warga sekitar. Bukan hanya ekonomi keluarganya yang membaik, tapi warga sekitar tempat tinggal pun turut merasakan perubahan yang lebih baik. Semangat ini sejalan dengan konsep hablumminalloh dan hablumminannas yang seimbang.

Membuka lapangan kerja adalah kebaikan berbagi yang diimplementasikan langsung oleh Haji Udin. Dengan mempekerjakan banyak orang, selain mendapatkan keuntungan karena dapat memenuhi pesanan lebih cepat, Haji Udin juga mendapat berkah dari doa para karyawan. Haji Udin mendapat keberkahan karena menjadi jalan rizki bagi mereka yang membantunya berwirausaha.

Layaknya pohon yang ditanam, kebaikan berbagi akan menghasilkan cabang-cabang. Lalu dari cabang-cabang itu akan tumbuh pula ranting yang banyak. Seperti itu pula manfaat kebaikan berbagi.

 

3.    Dana usaha yang berkah bersumber dari zakat dan sedekah


Suksesnya usaha Haji Udin tak lepas dari sumber dana yang berkah. Dompet Dhuafa yang sudah terpercaya mengelola dana zakat, wakaf, dan sedekah selama lebih dari 25 tahun, menjadi sumber dana usaha Haji Udin.

Benar kata pepatah bahwa sesuatu yang baik tumbuh dari sumber bibit yang baik pula. Salah satu program pengelolaan zakat dan sedekah oleh Dompet Dhuafa adalah dengan mendukung pemberdayaan umat dalam bidang ekonomi. Bantuan permodalan UMKM yang diterima seperti oleh masyarakat seperti Haji Udin tersebut, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki kemandirian ekonomi.

4.    Tulislah kebaikan, agar kebaikan itu menular


Tulisan dalam buku yang saya dapatkan pada tahun 2004 itu masih membekas dalam ingatan saya sampai hari ini.

Dengan diterbitkannya dan kemudian dibaca oleh berbagai kalangan termasuk saya, maka Haji Udin-Haji Udin yang lain akan tumbuh karena termotivasi tulisan dalam buku ini. Buku ini pun saya pinjamkan melalui Pojok Baca yang saya kelola di rumah agar makin banyak yang terinspirasi.

kebaikan berbagi yang ditulis akan abadi
kisah Haji Udin bangkit dari keterpurukan ekonomi


Setidaknya bagi saya pribadi banyak pelajaran yang saya tiru. Semacam pepatah, "apa yang ada dalam pikiranmu, maka seperti itulah yang akan kamu capai."

Pengalaman hidup saya pastilah kalah jauh jika dibandingkan dengan Haji Udin. Namun, kesan mendalam dari kisah Haji Udin seperti menuntun saya dalam melangkah dan kuat menghadapi berbagai cobaan. Saya pernah mengalami masa-masa dalam kesulitan ekonomi. 


Banyak yang saya tiru dari kisah Haji Udin. Antara lain:

1.    Pantang menyerah dan kerja keras


Sejak menikah, penghasilan suami yang saat itu bekerja di pabrik benang di kawasan Pasar Kemis Tangerang, tak cukup menghidupi keluarga kecil kami. Gaji suami sudah habis dipotong koperasi pabrik untuk membayar hutang yang cukup besar untuk modal pernikahan. Maklum, suami saya yatim piatu. Beliau mengurus sendiri semua keperluan pernikahan dengan bantuan pinjaman hutang dari koperasi.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, saya dan suami mencari tambahan penghasilan. Mulai dari membuka usaha jahitan, berjualan kerudung door to door, cetak foto hp, membuat aneka kue yang dijual di koperasi pabrik, sampai berjualan roti bakar keliling, dan lain-lain.
Jauh sebelum menikah saya sendiri pernah menjahit di konveksi, lalu bekerja di pabrik di Bandung, pernah pula menjadi sales keliling di Cimone Tangerang yang menjajakan dagangan dengan berjalan kaki dari rumah ke rumah. Kerja keras dan pantang menyerah, semangat yang saya dapatkan dari kisah Haji Udin inilah yang saya tiru.

 

 2.    Membuka usaha yang bermanfaat bagi orang lain


Saat pabrik benang tempat suami bekerja bangkrut, saya dan suami melanjutkan usaha jahitan di kampung halaman. Uang tabungan yang tersisa ditambah pesangon yang tak terlalu besar, kami manfaatkan sebagai modal usaha.

Selain menjahit, kami membuka toko perlengkapan jahit yang menyediakan berbagai kebutuhan usaha konveksi yang mulai banyak bermunculan di kampung.

Alhamdulillah, usaha kami maju pesat. Kami pun melebarkan sayap membuka usaha di bidang jasa Wedding Organizer (WO) dan rias pengantin. Untuk menekan modal, saya membuat sendiri gaun-gaun pengantin. Kami mulai mempekerjakan asisten yang membantu pekerjaan jahitan agar lebih cepat.

Usaha WO kami maju pesat. Dalam waktu empat tahun kami sudah mempekerjakan 8 hingga 12 orang yang membantu pekerjaan kami setiap ada job. Kami memiliki tim dekorator sendiri untuk berbagai event, baik pernikahan, pertunangan, ulang tahun, pengajian, maupun acara-acara lain.

Selain itu, rekanan dan patner vendor pun banyak merasakan manfaatnya, antara lain jasa fotografer, videografer, MC, pekerja hiburan seperti grup organ music, penari, pelawak, dan vendor lain sesuai dengan keinginan klien. Saat kami banyak job, maka rekanan vendor pun ikut senang.

Kami senang usaha ini memberi manfaat dan menjadi jalan rizki bagi orang lain, seperti usaha milik Haji Udin. 

membuka lapangan kerja juga berbagi
seperti Haji Udin, usaha kami pun banyak membuka lapangan kerja


3.    Zakat dan sedekah


“Kalian dibesarkan oleh orang-orang kecil di sekitar kalian,” demikian Nabi Muhammad SAW mengingatkan. Itulah penggalan yang tertulis pada pengantar buku “Merajut Masa Depan yang Koyak” oleh Iqbal Setyarso.

Seseorang dipanggil “Boss” karena banyak orang yang membantu pekerjaannya. “Ajengan” adalah sebutan bagi orang yang memiliki banyak santri yang ngawula padanya. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk nasibnya di antara mereka karena semua sudah ketetapan dariNya.

Sebab harta hanyalah titipan, maka sudah sepantasnya yang ditetapkan Tuhan dititipi lebih banyak materi keduniawian membantu mereka yang masih dalam kekurangan.

Kami menyadari kehidupan ini berputar. Zakat pun sudah memiliki ketentuan. Setiap tahun, kami memberikan zakat sesuai nisab dan juga sedekah sesuai kemampuan.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Zakat memiliki keutamaan di antaranya:
a.    Orang yang berzakat dijanjikan masuk syurga.
b.    Orang yang berzakat diampuni dosa dan kesalahannya.
c.    Orang yang berzakat mendapat petunjuk dan hidayah dalam segala urusan.
d.    Orang yang berzakat mendapat pahala yang berlipat ganda.
e.    Harta yang dimiliki orang yang berzakat akan menjadi bersih, bertambah, dan berkembang semakin baik.

zakat dikelola mendukung industri kreatif
program terpadu untuk meningkatkan keterampilan dan wirausaha

Dari zakat, wakaf, dan sedekah inilah kehidupan menjadi selaras dan seimbang. Kesenjangan sosial akan berkurang. Saat dulu kami berkekurangan materi, sedekah dari kerabat meringankan beban ekonomi keluarga kami. Maka saat kami sedang berkecukupan, saat itulah Tuhan sedang memberi kesempatan pada kami mendapatkan pahala zakat dan sedekah.

Tentu, bersedekah tak perlu menunggu berkecukupan. Sebab pahala sedekah diperuntukkan bagi siapapun yang mau melakukannya. Dompet Dhuafa adalah lembaga yang mengelola zakat, wakaf, infak sedekah, dan donasi kemanusiaan lain yang legal dan amanah.

Donasi melalui dompetdhuafa mulai dari Rp 10.000,-. Jadi, siapapun bisa berdonasi sesuai kemampuan.

Di masa pandemi korona seperti ini, donasi dari berbagai pihak sangat diperlukan. Pastikan untuk memercayakan donasi kita pada lembaga yang sudah terpercaya agar kebaikan berbagi bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.


zakat di dompet dhuafa dikelola amanah
zakat dan donasi dikelola dengan amanah oleh Dompet Dhuafa

 

4.    Kebaikan berbagi perlu dituliskan


Bercermin dari kisah-kisah dalam buku ini, menulis kebaikan berbagi bukan untuk riya atau dipamerkan. Namun, dengan menuliskannya maka syiar sudah dijalankan dan siapa saja dan di mana saja orang yang membaca akan tertular semangat kebaikan berbagi.

Zaman sudah sesedemikian maju. Tulislah kebaikan melalui media cetak maupun elektronik. Baik dengan menerbitkan buku maupun dengan menulis di weblog ataupun media sosial.

Menulislah, karena kebaikan yang ditulis akan menular.***






“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”



23 Maret 2020

Kelas Menulis Artikel

Ngakunya, saya tuh seorang penulis. Nulis, nulis, nulis setiap hari sudah jadi hobi saya. Ya nulis status fb, nulis di blog ini, nulis ini itu di mana-mana. Ngakunya lagi sih, nulis artikel. Tapi ... apa iya, semua tulisan bisa disebut artikel?

Bisa dibilang, saya tuh setiap membuat tulisan ya, hanya sekedar menulis saja. Tak ada struktur khusus yang membuat tulisan-tulisan saya di blog bisa dikategorikan sebagai artikel.

Nah, kebetulan di grup Perempuan Menulis ada kelas menulis artikel dari Mas Rianto bulan lalu. Atas seizin Mas Rio, saya pun menyalin materi dari beliau ke dalam tuisan ini.

Di bawah ini selanjutnya adalah pemaparan materi dari mas Rianto tentang menulis artikel yang saya salin utuh dengan sedikit peng-edit-an.


cara menulis artikel perempuan menulis

____

Artikel 


Artikel sejatinya adalah tulisan tentang ide, fakta, argumen, atau hasil penelitian. Bisa berasal dari pengalaman diri sendiri, orang lain, atau fakta lain di luar keduanya.

Apa yang sebaiknya kita tulis? Saya sarankan tulislah apa yang kita tahu, kita dalami, dan yang kita ingin tahu.

Ini bisa jadi patokan awal kita menulis artikel. Jika tema yang kita pilih masuk pada tiga hal di atas, maka itu lebih baik.

# Tulis apa yang kita tahu. Misal: Bagaimana memasang tabung gas dengan aman, pengaruh harga cabe pada anggaran kosmetik, atau hal yang berdekatan dengan kita.

# Yang kita dalami, bisa berkaitan dengan keseharian/pekerjaan/pendidikan kita.

Misal:
  • Seorang ibu rumah tangga meneliti berapa besar pengaruh waktu bermain ayah-anak terhadap perkembangan mental anak.
  • Seorang guru menuliskan cara terbaik mengajarkan matematika.
  • Seorang manager menulis tentang cara mengatur ratusan karyawan.
# Hal yang kita ingin tahu: bisa apa saja. Boleh siapa saja yang menulis. Tentu saja ada tahapan yang harus dipenuhi.

Apa itu?

Tahapan Menulis Artikel


Tahapan menulis artikel dan apa saja yang harus ada dalam sebuah artikel jika ingin menulis artikel berkualitas?
  1. Penentuan ide
  2. Pengumpulan data
  3. Pembukaan/opening
  4. Analisa Sistematis
  5. Kesimpulan.
Saya biasa mengingatnya dengan IDOAK. Saya loh ya.

Kita bahas poin pertama:

1. Penentuan Ide


Ide boleh jadi "kesadaran awal" penulis untuk mengangkat suatu hal. Kemunculannya mirip-mirip wangsit (jawa). Saat kita berpikir dia ngumpet, saat kita nongkrong di kamar mandi, dia nongol. Idenya.

Biasanya isi ide adalah pokok permasalahan atau pokok hal tentang apa yang akan kita teliti dan tulis.

Bedanya apa pokok permasalahan dan pokok hal?

Pokok hal biasanya tidak terkait pada satu masalah. Artikel ini bisa ditulis sepanjang waktu tanpa dikaitkan pada satu peristiwa. Biasanya isinya pengetahuan atau motivasi.

Misal tulisan tentang pemulihan jiwa, tulisan bagaimana cara (how to), atau kesehatan mental.
Bagaimana menyambut bulan Ramadhan, mencapai shalat khusyuk, dan bahasan lainnya.

Berbeda dengan pokok hal, pokok permasalahan sangat berkaitan dengan satu peristiwa/isu yang sedang hangat.

Ide satu ini harus aktual, greget, penting, memantik rasa ingin tahu pembaca.(Poin terakhir sangat tergantung penulis dalam menyajikannya).

Misal saja saat ini sedang hangat tentang virus Corona, pemulangan WNI eks ISIS, rencana pemerintah mencabut subsidi gas 3 kg, juga Isyana menikah.

Semuanya bisa jadi artikel yang menarik jika penyajiannya juga menggugah selera.

Jika menulis untuk media cetak/media online, perhatikan betul tentang aktualisasi artikel. Media biasanya menerbitkan artikel secara harian, mingguan, atau bulanan.

Jika ingin mengirim sebuah artikel, perhitungkan juga waktu seleksi, pembuatan lay out dan hal lainnya. Jadi jangan kirim terlalu mepet. Nanti medianya ilfeel. Dikiranya wanita yang agresif. Hehe ....


2. Data


Usahakan sumber, isi, dan waktu data kuat. Bisa dipertanggungjawabkan dari asal dan isinya.

Jangan ambil data dari katanya, konon, atau ... dari sebuah penelitian ..., ... penemuan seorang dokter di Australia ..., dsb. Ini lebih mirip kabar hoax nantinya.

Urutan yang baik sebagai sumber data: buku, jurnal ilmiah, media massa, media online.Media online juga harus diteliti apakah dia ilmiah atau hanya menyajikan propaganda/doktrin.


Salah satu cara paling mudah saat menyusun artikel adalah mengambil dasar pernyataan tokoh yang sesuai. 
  • Misal peristiwa yang mirip-mirip pernah terjadi di masa lalu, kita bisa ambil pemikiran tokoh di masa itu sebagai dasar.
  • Misal kita akan membahas tentang ekonomi, kita bisa baca buku Rhenald Kasali, Kwik Kian Gie, Robert Kiyosaki, dsb
  • Kita mau menyusun artikel pengembangan diri, kita bisa baca buku Malcolm Gladwell, Rhonda Byrne, Dewa Eka Prayoga, dsb.
  • Jika kita menyusun tentang cinta dan cara mencintai, bisa ambil karya Kahlil Gibran, Erich Fromm, atau Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dsb.
  • Kita susun tentang Khilafah Islamiyah bisa mengutip Abdul Razzak, Ibnu Taimiyyah, Yasser Auda, atau Abul A'la al-Maududi.
Begitu juga saat menyusun artikel lainnya.


Hanya jika kita menyusun artikel tentang kehidupan yang dibalut kemiskinan agak susah mencari contoh.

Saya pernah mengalaminya saat menyusun artikel tentang stunting. Banyak tokoh yang bicara kemiskinan, tapi dia tak pernah mengalaminya. Jadi isi pemikirannya lebih ke filsafat kehidupan.

Oh iya, kita bisa kumpulkan data primer dan data sekunder. Data yang valid bisa dikhususkan pada data primer. Data pendukung hanya sebagai pelengkap.

Tentang data saya pesan dua hal:

1. Masukkan data yang dibutuhkan saja.

Jadi tidak semua data kita masukkan ke dalam artikel ya.

2. Jangan pernah memelintir data. Mengotak-atik agar data yang tadinya berlawanan, menjadi data yang mendukung pendapat kita. Jangan ya.


3. Pembukaan/opening


Ibarat theme song anime, pembukaan harus menghentak dan menarik pembaca.

Ada banyak cara untuk membuka sebuah artikel dan ini ditentukan jenis artikel yang kita tulis.

Secara umum ada tiga cara dalam pembukaan.
- Kutipan
- Pertanyaan
- Provokasi

> Kutipan:

Kebanyakan keluarga miskin membelanjakan uangnya untuk membeli rokok lebih dari anggaran untuk membeli telur dan daging. Begitulah data riset terbaru yang dikeluarkan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (2019)...

Jadi contoh ini mengutip data dari BKF Kementerian Keuangan. Berdasar data.


> Pertanyaan:

Tahukah Anda berapa juta anak Indonesia pada 2019 yang mengalami gizi buruk dan stunting?
Gizi buruk karena ayah mereka lebih memilih membeli rokok dibanding daging dan telur sebagai sumber protein keluarga.

Pertanyaan biasanya digunakan untuk memancing keingintahuan pembaca. Usahakan gunakan pertanyaan yang banyak dari pembaca yang tidak tahu. Caranya? Data.


> Provokasi:

Apakah Anda akan tetap diam saat tahu bahwa asap rokok menjadi penyebab pemanasan global nomor satu selain gas emisi kendaraan bermotor? Penyakit yang disebabkan oleh rokok juga meningkat secara global dari 32,8 % menjadi 33,8 % dalam kurun satu tahun? Hatus berapa generasi rusak karena kecanduan nikotin?!


Provokasi biasanya digunakan untuk bahasan yang sedikit menimbulkan polemik. Bahasan yang banyak orang sudah tahu, tapi cuek bin dingin.

Jadi semacam: sudah lama jalan, sering ke rumah, tapi nggak tahu "kita ini apa". Hehe ....


4. Analisa Sistematis


Penyajian artikel selain mengungkapkan ide juga biasanya mengajukan pendapat kita. Jadi kita harus menggiring pembaca ke kesimpulan yang kita mau.

- Poin yang disajikan
Apa yang kita bahas dan apa yang menjadi masalah bagi pembaca

- Kutip teori/pendapat
Saya ungkapkan di atas sebagai jalan paling mudah. Pendapat kita boleh jadi tidak terlalu diperhatikan karena belum ada nama. Tapi tokoh tertentu jelas punya pengaruhnya.

- Data pokok sebagai inti, data sekunder sebagai pelengkap.

Hal ini cukup jelas. Tampilkan data yang mendukung saja. Tidak harus semua data masuk. Kecuali artikel yang ditulis adalah artikel ilmiah.

- Pendapat pribadi
Masukkan inter subyektif kita. Keresahan kita dan solusi/ide yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Jadi seperti "numpang" pendapat tokoh tadi.

- Kesimpulan

Tegaskan inti dari analisa kita. Ini bisa terhubung pada ide awal yang kita sampaikan. Bisa juga menjadi jawaban dari pembukaan kita.


5. Kesimpulan


Kesimpulan sebagai penegasan ide, gagasan atau prediksi kita akan suatu bahasan.

Ini menjadi penutup dari artikel kita.
Apakah harus ditutup dengan ide kita?

Tidak.

Kita bisa menggunakan quote keren tokoh lain yang sesuai dengan kesimpulan kita. Jangan lupa cantumkan nama pencetus quotenya.

Kita juga bisa tutup dengan prediksi kita akan suatu pembahasan. Misal jika subsidi dicabut maka...
Jika nikah harus resepsi besar maka...

Kesimpulan juga bisa berisi usulan kebijakan bagi suatu badan atau lembaga.


TIPS 

Saya selalu menggunakan jurus ini dalam menulis artikel. Ini bisa gunakan jika mau dan dianggap sesuai. Jika jurus ini malah membingungkan, buang jauh-jauh dan jangan gunakan.

Susun artikel teman-teman dengan cara ini:
  1. Dorong cita-citanya
  2. Memaklumi kegagalannya
  3. Singkirkan ketakutannya
  4. Benarkan kecurigaannya
  5. Bantu mereka melempari musuhnya.


Membuat artikel memang perlu latihan. Apa yang kita pelajari akan "hilang" saat akan praktek awal. Latihanlah yang membuatnya masuk dalam tulisan kita.

Jadi pesan saya: praktek, praktek, praktek.



Pertanyaan:
1.  Adakah tips khusus untuk membuat artikel yang bisa dibaca sepanjang masa?

Jawab:
Ada Kak.
Artikel pengembangan diri, how to, dan kesehatan mental, juga artikel tentang parenting.

Cari saja bahasan yang tidak dibatasi even atau trend.


2. Apa perbedaan artikel jurnalistik dan artikel ilmiah?

Jawab:
Perbedaan artikel jurnalistik dan ilmiah lebih pada penyajiannya Kak.

Jurnalistik bisa menggunakan sampai 80% data dalam artikelnya. Tujuannya, info tersampaikan kepada pembaca.

Artikel ilmiah biasanya menggunakan 100% data. Beda juga ada di penyajian terlebih dalam bahasa.


3. Apakah gaya bahasa yang digunakan dalam artikel di media massa sama dengan gaya bahasa dalam karya ilmiah?

Jawab:
Mirip-mirip Kak.

Media massa menggunakan bahasa umum masyarakat. Yang lebih dipahami khalayak ramai.

Sedang karya ilmiah lebih ke penyajian data dengan cara tertentu.


- Artikel di media massa bisa memakai ketiganya. Hanya lebih sering pada pembukaan kutipan.

Sebaiknya kita perhatikan gaya bahasa media massa yang kita kirimi naskah. Gaya bahasa Kompas tentu berbeda dengan Rakyat Merdeka, berbeda dengan Lampu Hijau, dsb.

Untuk menulis tentang tema tersebut, saya lebih cenderung pada data (wow) di awal, persuasif di penyampaian.


4. Tips menulis artikel untuk tema sensitif seperti agama, kebijakan pemerintah, politik, dll.

Jawab:
Jika isinya bukan untuk provokasi, tentu melihat dari banyak sisi lebih baik.

Tapi untuk sebuah pembukaan, kita bisa menyajikan sebuah pendapat kontroversial untuk kemudian kita bantah/dukung dengan penyajian sistematis.



5. Tips untuk menulis artikel yang bisa tembus media massa.

Jawab:
Untuk tembus media massa kita harus tahu bidang, gaya bahasa, dan artikel yang dibutuhkan media tersebut.

Perhatikan dan ikuti arusnya dengan prinsip kita. Perhatikan juga teknik penulisan agar editor tidak mati berdiri saat mengedit.

Banyak artikel bagus yang ditolak hanya karena gaya bahasa tak sesuai atau tema yang diangkat berseberangan dengan media tersebut.



6. Tips menulis artikel untuk web.

Jawab:
Misal kita menulis tentang tema anak. Kita riset dulu kata kunci yang berkaitan dengan anak. Bisa masuk ke ubbersuggest atau google keyword planner.

Inti prosesnya, kita letakkan kata kunci yang sering dicari berkaitan bahasa kita dalam artikel.

Jika ada gambar, ubah nama gambar dengan maksimal 20 kata kunci dipash dengan koma.
_____________


Yap! Itu dia materi menulis artikel dari Mas Rianto yang diadakan pada 2 Pebruari 2020 lalu. Mas Rianto adalah penulis buku "Negeri Tanpa Ayah" yang diterbitkan Penerbit Laksana.

Mas Rianto bisa dihubungi melalui akun media sosial:

FB : Rianto
IG : @rianto_001
Twitter : @cobain_dulu_aja

Jadi nggak sembarangan juga ya sebuah tulisan itu disebut artikel atau bukan. Harus ada ide yang cemerlang, pembukaan yang nendang, data yang sesuai porsinya, juga kesimpulan yang bisa memberikan 'sesuatu' pada pembaca.

Nah, kira-kira tulisan-tulisan saya di blog ini sudah sesuai dengan kaidah kepenulisan artikel apa belum ya? Menurut saya sih sudah sesuai. Cuma, memang gaya bahasanya saja yang muehehe begini. Tapi toh isinya materi semua kan kan kan? Itu kan data juga. Iya nggak? Iya dong. Maksa dikit lah. Hehe ....****


09 Maret 2020

Pentigraf

cerpen tiga paragraf

"Pentigraf adalah sebuah perluasan karya sastra yang berarti Cerpen Tiga Paragraf. Sesuai dengan namanya, maka cerpen ini hanya terdiri atas tiga paragraf. Sebutan bagi para penulis Pentigraf adalah Pentigrafis," demikian penjabaran dari Kak Nida Basyariyyah dalam sebuah kelas kepenulisan online via WA Grup.

Materi dari kelas online yang hanya berlangsung satu malam ini, kemudian saya salin ke dalam blog agar tidak hilang dan bisa dipelajari sewaktu-waktu.

Berikut lanjutan materi dari Kak Nida.

"Penggagas pentigraf yaitu Tengsoe Tjahjono yang juga menjabat sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, berpendapat bahwa Pentigraf merupakan cerita yang utuh. Sama halnya dengan cerita pada umumnya, elemen-elemen cerita seperti tema, alur, tokoh, dan latar disatupadukan dengan baik.

Kampung Pentigraf Indonesia dibentuk sebagai wadah bagi para sastrawan dan siapa pun yang ingin belajar menulis pentigraf.


Baca juga Kirim Buku Gratis ke Seluruh Indonesia


Formula Pentigraf


Menurut Tengsoe Tjahjono, sastrawan sekaligus akademikus dari Unesa ini, ada beberapa formula Pentigraf bagi pentigrafis pemula:

1. Fokus pada persoalan yang dihadapi seorang tokoh atau tema yang diangkat. 

Cerpen biasa atau novel tentu memiliki beberapa tokoh di dalamnya ya. Untuk Pentigraf, tidak seperti itu.

2. Elemen narasi yang berupa tokoh, alur, dan latar, dihadirkan secara bersama-sama dalam satu jalinan yang utuh. 

Sesuai dengan namanya, cerpen yang terdiri dari tiga paragraf ini tidak memiliki narasi yang terlalu panjang seperti karya fiksi lain. Singkat, padat dan jelas.

3. Kurangi dialog. 

Ubah dialog ke dalam teks deskripsi atau narasi. Karena Pentigraf hanya terdiri dari tiga paragraf, oleh karena itu para pentigrafis tidak bisa leluasa menuliskan percakapan di dalamnya.

Contoh dialog-dialog seperti:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya.

"Ada apa denganmu, Dore? Apa yang salah denganku?" Mira memprotes keputusan Dore.

"Aku lebih mencintai Sonya!" Mira tertegun saat mendengar alasan kekasih hatinya. Ia tak menyangka hubungan gelapnya akan berakhir.

Nah, dalam Pentigraf percakapan tersebut tak lazim disisipkan dalam paragraf. Kalimat langsung dalam paragraf usahakan tak lebih dari satu. Oleh karena itu dialog itu harus diubah ke dalam bentuk narasi atau deskripsi.

Coba perhatikan contoh cuplikan pentigraf di bawah ini:

"Aku sudah tak bisa tinggal bersamamu lagi, Mira!" ungkap Dore seraya memalingkan wajah dari kekasih gelapnya. Mira tak terima dengan keputusan Dore dan memprotesnya. Dore pun beralasan lebih mencintai Sonya, istri sahnya. Mira pun tertegun saat mendengar alasan Dore. Ia tak menyangka hubungan gelapnya dengan Dore harus berakhir. Mira pun pasrah. Ia menyadari tak seharusnya hubungan mereka terus berlanjut.

Kenapa Pentigraf dianjurkan tidak ada dialog? Karena per dialog memakan satu paragraf. Sedangkan pentigraf per karakter, per aksi, itu hanya boleh satu paragraf. Tak boleh lebih.


4. Usahakan ada kejutan pada paragraf ke-3, hal yang tak terduga, yang bisa menimbulkan suspense atau ketegangan.

Kalau bahasa lainnya, nge-twist atau sesuatu yang tak sesuai ekspektasi pembaca.

5. Panjang paragraf hendaknya dalam ukuran wajar. 

Sekurang-kurangnya 1 kata, namun jangan lebih dari 10 kata dalam 1 kalimat. Walaupun hal ini bukan harga mati. Sesungguhnya, panjang paragraf bergantung pada ketuntasan topik.


Formula 739 Pentigraf


Ketentuan lainnya, Pentigraf memiliki rumus 7-3-9. Jika dijumlahkan, hanya terdapat 19 kalimat. Per paragraf biasanya pakai pola 739.

Dengan rincian:

1. Paragraf pertama 7 kalimat,


Contoh:

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakangnya terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, Apakah pria itu ingin membunuhnya?


2. Paragraf kedua 3 kalimat,


Contoh:

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.


3. Paragraf ketiga 9 kalimat.


Contoh:

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.

Bisa diperhatikan pada akhir cerita, terdapat twist atau sesuatu yang tak terduga, bukan? 😁


Saya akan beri dua contoh karya pentigrafis lainnya. Kalau yang tadi itu hasil belajar saya.


Pertemuan Singkat

Oleh: Nida Basyariyyah

Diana berlari dengan napas memburu. Di belakang terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganannya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, 'Apakah pria itu ingin membunuhnya?'

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. "Johan!" pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.


Janji

Oleh: Dedeh Supantini

Lelaki itu membuka kancing bajunya berurutan, dari bawah ke atas. Masih seperti dulu. Hanya saja kali ini ia melakukannya dengan gerakan sangat lambat. Mungkin karena sebagian rambutnya telah memutih, dan tatapannya tidak setajam dulu. Namun ketika ia memandangku, aku menghindar, tidak siap menjawab permintaan maaf yang terlukis pada sinar matanya. Maaf adalah kata yang mudah diungkapkan bila ia sedang terdesak. Kini aku memilih diam. Sepuluh tahun tidak berjumpa dengannya membuatku lupa, sampai tahap mana sudah kumaafkan dia, dan aku tak mau memikirkannya.

“Lis,” bisiknya lirih. Suara itu pernah mengisi hari-hariku sepenuhnya, namun sekaligus membuat hidupku porak-poranda. Suara yang kini terdengar memohon, membuat hatiku bergetar.

Kubantu ia menyibakkan kemejanya, dan tampaklah perutnya yang tegang, penuh memar kebiruan. Siapa yang melakukannya? Dengan berbisik ia sebutkan anak tirinya. Aku sudah melihat hasil USG yang dilaporkan dokter jaga tadi, tampaknya terdapat luka dalam, dan harus segera dioperasi. Rasanya perih ketika kukatakan aku harus berbicara dengan keluarganya. Aku menelan ludah, membendung air mataku. Terbayang olehku wajah perempuan yang telah merebutnya dari anak-anakku, dariku. Dan ia menangis, ketika aku berbisik bahwa aku akan ada di sisinya sampai ia bangun dari operasi dan sembuh. Aku berjanji, sebagai dokter bedahnya.

Ulasan Pentigraf Berjudul Janji
  • Pentigraf Janji ini merupakan contoh pentigraf ideal. Paragraf pertama terdiri atas 7 kalimat, paragraf kedua hanya 3 kalimat, sedangkan paragraf ketiga terdiri atas 9 kalimat. Paragraf-paragrafnya tidak terlalu panjang. Paragraf singkat seperti itu membuat pentigraf terkesan padat dan bernas.

  • Persoalan pun hanya berfokus pada internal-conflict yang dialami tokoh sentral, dalam hal ini aku-sang-pencerita. ‘Aku’ sebagai dokter bedah harus menyembuhkan mantan suaminya yang direbut oleh perempuan lain, dan luka dalam karena dihajar oleh anak tirinya. Persoalan rumit itu begitu efektif disajikan dalam format tiga paragraf.
  • Elemen narasi pun disajikan secara utuh dan padu. Melalui alur yang tersaji pembaca dapat mengetahui bagaimana karakter lelaki dan aku-sang-pencerita tersebut. Lelaki itu secara tak bertanggung jawab meninggalkan istri dan anak-anaknya. Sedangkan, aku-sang-pencerita sudah berkali-kali memaafkan kelakuan lelaki tersebut.
  • Pada bagian akhir pembaca pun dibuat tercengang tentang bagaimana lelaki itu telah mengkhianati sang istri, dan bagaimana sang istri dalam kemarahannya berusaha tenang dan memaaafkan.
  • Terdapat pesan moral yang sangat bagus dalam pentigraf ini: Keberanian memaafkan harus dipupuk dalam diri setiap pembaca.

Pentigraf memang pendek, namun ia merupakan teks sastra yang serius. Pentigrafis bukan sekadar menata rangkaian peristiwa, namun bagaimana menyatukan alur, tokoh, tema, dan pesan secara padu dan utuh. Dengan membaca pentigraf diharapkan pembaca memiliki pengalaman indah dan kaya sebagai nutrisi jiwanya.


Contoh lain Pentigraf:

Kemilau Indah Rambut Diandra

Oleh: Choliza Nasution

Merlyn tersenyum pada pengunjung salon yang sedang dilayani para karyawatinya. Sepuluh tahun dia berkecimpung di bisnis perawatan rambut hingga salonnya tidak hanya menjadi tempat favorit nyonya kalangan atas tetapi juga selebritis memanfaatkan jasanya. Merlyn selain mampu memuaskan keinginan pelanggannya juga sangat ramah, dia perempuan anggun dan berkelas. Seperti siang itu, salon Merlyn kedatangan model cantik, Diandra ditemani manajernya memakai jasa salon Merlyn. Karena seluruh karyawatinya sangat sibuk, dengan sigap Merlyn segera melayani Diandra untuk mencuci rambutnya dan kemudian melakukan spa. Berulangkali pemilik salon kecantikan itu memuji rambut Diandra yang sangat indah.

Malam semakin larut ketika Diandra dikejutkan kedatangan Merlyn dirumahnya untuk mengembalikan jepit rambutnya yang tertinggal. Diandra baru saja hendak menyeduh teh didapurnya untuk menjamu Merlyn ketika tiba-tiba sepasang tangan Merlyn membekap mulutnya dengan obat bius, Diandra pingsan seketika. Merlyn segera bergerak cepat, mengikat kedua tangan dan kaki gadis malang itu dan memotong rambut indahnya dan Merlyn tak lupa menghidupkan kompor dengan beberapa kain yang mudah terbakar di atasnya.

Pagi hari berita diseluruh kota dihebohkan berita tewasnya seorang model cantik yang diakibatkan kebakaran dirumahnya. Tidak ada yang tersisa. Bahkan tubuh model itupun nyaris tak berbentuk. Polisi juga berasumsi bahwa peristiwa tersebut adalah kelalaian Diandra. Merlyn sangat senang membaca berita pagi itu. Di sebuah salon, dilantai atas Merlyn tersenyum. Dia meletakkan rambut panjang, hitam dan indah di tempat tidur seraya berbisik pada sosok tubuh awetan yang hanya tinggal tulang belulang, “Gadis kecilku, ini mama berikan rambut baru yang indah buatmu. Kamu mungkin sudah bosan memakai wig, bukan?"


Nah, itu dia keseluruhan materi pada kulwap pada hari Sabtu, 7 Maret 2020 lalu.

Oh ya, berikut ini biodata pemateri kelas pentigraf Kak Nida Basyariyyah.


Kak Nida pemateri tentang kelas pentigraf


kak nida pentigraf

Sebenarnya grup WA kelas pentigraf ini masih berlanjut. Banyak sekali kesempatan untuk peserta kelas mengajukan pertanyaan. Sayang, ponsel saya tak memungkinkan terlalu banyak mengikuti grup jadi harus segera left.

Materi tentang pentigraf ini saya salin atas izin dari Kak Nida. Selain untuk menyimpan ilmu, juga agar bisa diambil manfaat sebanyak-banyaknya bagi siapapun yang membaca. Bukankah salah satu amal yang tak terputus adalah ilmu yang bermanfaat?

Adakah yang pernah membuat pentigraf? Tentang apakah temanya? Sejujurnya saya sendiri belum pernah membuat pentigraf. Saya lebih mengenal flash fiction. Jika ada yang pernah membuatnya atau bahkan ada yang sampai membukukannya, boleh share yuk di kolom komentar.***


01 Januari 2020

Borong Buku di GOR Kridanggo, Let's Go!

bazar buku murah pemalang

Salah satu hobi saya sejak kecil selain menulis adalah membaca. Dulu, demi memuaskan hobi membaca, saya rajin meminjam buku di Taman Baca. Ada Taman Baca SAM yang berada cukup dekat dengan rumah kos tempat saya tinggal. Jatah bulanan yang hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari, membuat saya tak bisa membeli buku bacaan. Jadilah saya pengunjung setia taman baca selama kos di Pemalang.

Sampai sekarang saya tetap hobi membaca dan menulis. Meski ada anggaran khusus untuk membeli buku setiap bulan, saya masih harus putar otak agar cukup membeli buku untuk seluruh keluarga. Salah satunya adalah dengan mencari buku di bazar atau pameran buku.

Saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke pameran buku yang diadakan di kota Pekalongan dan Pemalang. Kota lainnya seperti Tegal dan Purbalingga, sering juga mengadakan bazar buku, tetapi karena kurang informasi saya sering terlewat dan tak bisa berburu buku di sana.

Bazar Buku Pemalang kali ini diadakan tanggal 27 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020. Waaah, satu tahun dong ya. Lama sekali. Hehe....

Saya sudah berkunjung ke sana pada hari kedua, tepatnya Sabtu tanggal 28 Desember sekalian malam mingguan bersama Mas Jo. Bazar Buku Pemalang ini bertempat di GOR Kridanggo, alun-alun Pemalang, tak jauh dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Pemalang.

Dilihat dari penataan lokasi, bazar buku kali ini terlihat lebih tertata. Tahun sebelumnya, pameran buku Pemalang yang diadakan di tempat yang sama, terkesan 'berantakan', tidak rapi. Saya mencoba membandingkan apa yang membuatnya terkesan berbeda, padahal lokasinya sama.

Dari gerbang pintu masuk area bazar, deretan stan kuliner dan jajanan berjajar rapi di kanan kiri jalan masuk. Dulu, stan jajanan seperti ini tidak berjejer berdekatan, melainkan agak terpencar-pencar dan berjauhan. Tidak ada jalan masuk melainkan langsung menuju pintu GOR. Ini salah satu yang membuat saya pangling dan merasa berbeda.
bazar buku murah pemalang
suasana bazar buku Pemalang

Masuk ke dalam GOR, di sebelah kiri terdapat panggung untuk lomba-lomba. Dulu, panggung tempat diadakan lomba berada di luar GOR dengan tambahan tenda dan kursi-kursi. Kali ini tempat yang dulu berisi panggung sudah berganti fungsi menjadi area parkir.

Di dalam GOR penataan stan pun terlihat rapi. Saya dan suami mulai sibuk mencari-cari buku yang menarik. Saya menuju stan paling kiri. Setelah lama memilih, akhirnya saya membeli beberapa buku resep masakan serta craft untuk Si Sulung yang hobi masak dan membuat kerajinan tangan. Yang simpel-simpel saja, resep membuat kue dengan rice cooker dan kerajinan aneka souvenir dari sabun. Buku-buku itu terbitan GPU dari grup Gramedia. Stan ini menyediakan buku original. Banyak buku-buku bagus yang dijual. Sebagian besar terbitan penerbit-penerbit mayor yang sudah tak asing lagi.
bazar buku murah berbagai penerbit
segini banyak, buku karya saya mana?

Di stan yang lain saya membeli buku sains untuk Si Bungsu. Saya mencari-cari buku robotik sederhana untuk anak-anak kesukaannya, tapi tak berhasil menemukan walau semua stan buku saya jelajahi.

Oh ya, stan buku di Bazar Buku Pemalang ini diisi oleh toko-toko buku yang sebagian besar berasal dari Yogya. Ada juga stan dari Penerbit Diva Press. Novel-novel dan buku-buku nonfiksi terbitan Diva Press keluaran terbaru yang masih kinyis-kinyis hingga terbitan lama yang diobral, ada di sini.

Ada satu buku yang ingin sekali saya beli, yaitu biografi Andy F Noya seharga Rp 80.000,-. Sayang, budget buku sudah habis untuk membeli buku anak-anak. Jadi saya hanya membeli random sebuah buku obral sedangkan Mas Jo membeli dua buku yang ia inginkan. Tak apalah, anak-anak sudah tentu jadi prioritas kami. Saya masih bisa membaca buku-buku bagus dengan meminjam dari Ipusnas yang saya unduh di gawai.

Di bagian dalam GOR Kridanggo tempat bazar ini diadakan, banyak pula stan produk-produk fashion seperti sepatu, tas, dompet, baju muslim, batik, dan juga kerudung.  Di sisi yang lain terdapat juga stan produk alat penyaring air. Ada beberapa stan yang menyediakan obat-obatan herbal pula selain buku-buku agama.

Saya mencari-cari stan puzzle IQ Pak Eko yang saya temui di pameran buku Pekalongan beberapa bulan lalu. Biasanya Pak Eko membuka stan di bazar dan pameran buku di kota-kota lain. Namun, tampaknya beliau tidak membuka stan di bazar buku Pemalang kali ini. Mungkin ada bazar buku di kota lain yang lebih dekat dengan rumah beliau yang kebetulan tanggalnya bertabrakan.

Saya menemukan stan yang berisi produk-produk kerajinan tangan. Stan ini rupanya milik kelompok di bawah naungan Dinas pariwisata. Isinya lucu-lucu dan unik. Ada tas dan dompet rajut, sepatu rajut, bandana, bross dan gantungan kunci, kerajinan dari kain flanel, hingga hantaran dan mahar pernikahan dengan seni melipat kertas. Stan ini ramai dikunjungi anak-anak, para remaja, hingga emak-emak. Saya pun membeli bross dan kerajinan kain flanel. Menurut mbak yang jaga stan, kelompok pembuat craft ini sudah memiliki showroom di Gandulan Culinary Center (GCC) depan RS. Siaga Medika, Gandulan, Pemalang. Jika kalian ingin memesan souvenir atau hantaran mahar, bisa langsung ke showroom saja ya.

aneka craft di bazar buku pemalang
aneka hasil craft, ada sepatu bayik rajut, ucul bat kan?

Puas menjelajah, saya dan Mas Jo sudah hendak pulang ketika ternyata kami bertemu teman lama, Mas Takim yang datang bersama anak-anak dan istrinya. Kami mengobrol sejenak karena sudah lama tak bertemu. Terakhir bertemu saat masih kuliah dan aktif di Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang (IMPP) kala itu. Wah, kira-kira lima belas tahun yang lalu. Senang sekali bisa bertemu teman lama di tempat ini.

Selesai mengobrol kami berpisah untuk melanjutkan kegiatan masing-masing. Keluar GOR saya melihat-lihat stan kuliner. Ada banyak makanan lezat menggoda. Karena tak lapar, saya dan Mas Jo tak berniat membeli apapun. Sampai kemudian saya tertarik mencoba es krempul di sebelah stan kebab.

Es Krempul ini tidak tampak seperti es buah meski ada buahnya. Saat saya tanya, kata mas yang jaga itu adalah infus water. Memang ada irisan lemon, serutan timun muda, dan juga biji selasih. Tapi agaknya air yang digunakan adalah air putih fresh, sedangkan infus water yang saya tahu harus didiamkan selama empat jam lebih dulu. Lagipula es ini manis dengan tambahan gula yang ternyata sudah dicampurkan ke dalam airnya. Infus water yang saya tahu tidak ada tambahan gula. Kesimpulannya, sebut saja minuman ini es buah. Soal rasa, enak! Seperti es pada umumnya, segar. Ada aroma dan rasa jeruk nipis yang berpadu harmonis dengan manisnya air gula. Harganya sepuluh ribu rupiah saja.

aneka kuliner di bazar buku pemalang
es krempul ini enak segar, ada di deret stan jajanan di bagian depan pintu masuk

Setelah menghabiskan es buah, saya dan suami memutuskan segera pulang agar tak kemalaman di jalan. Fyi, jarak lokasi bazar buku ini dari kampung saya hampir dua jam lho! Tapi saya rela jauh-jauh datang kemari demi buku. Kalau di dekat tempat tinggal kalian, adakah juga bazar buku seperti ini? Share di kolom komentar ya? ***

jadwal bazar buku pemalang
jadwal lomba di bazar buku pemalang
27 April 2019

BERBURU BUKU DI GOR JATAYU

Beli buku nunggu ada pameran rutin. Begitulah. Hidup di perkampungan yang jauh dari keramaian kota, pastilah banyak sekali suka dukanya. Tak usah saya ceritakan. Tapi, yang amat saya syukuri adalah prinsip hidup efektif. Tak ada waktu terbuang sia-sia.

Apa hubungannya dengan rumah tinggal saya? 

Nah, karena lokasi rumah saya yang jauh (asli, jauh ke mana-mana) inilah maka segala bentuk kegiatan ‘ke luar kampung’ akan sangat dimaksimalkan sebaik-baiknya. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali turun gunung, dua tiga urusan tertunaikan.

Hari Jumat kemarin yang menjadi jadwal rutin belanja barang dagangan, saya manfaatkan pula untuk beberapa keperluan, termasuk membeli buku-buku Perpustakaan Desa yang dikelola oleh suami. Kebetulan di kota tempat saya belanja, sedang berlangsung Pameran Buku Kota Pekalongan.

Pameran buku selalu menjadi syurga para penikmat buku dan pecinta literasi. Tak ketinggalan saya pun hampir selalu mengunjunginya. Baik pameran di kota asal saya (Pemalang), maupun Tegal, Purbalingga, dan juga Pekalongan. Kebetulan, rumah saya terletak di perbatasan ke-empat kabupaten tersebut. 

Jarak tempuh yang sama jauhnya ke manapun saya pergi, tak membuat saya malas berburu buku.
pameran arsip Kota Pekalongan lintas sejarah 2019
hanya melihat arsip foto, serasa kembali ke Pekalongan tempo doeloe

Saya dan suami tiba di gedung GOR Jatayu, Jl. Jetayu no. 07 Kota Pekalongan, tempat diadakan Pameran Buku, hampir jam dua siang. Saat kami datang, acara yang digelar pada tanggal 24 – 30 April 2019 tersebut belum cukup ramai dikunjungi. Setelah hari beranjak sore, sekitar waktu ashar, pengunjung berdatangan semakin banyak.

masih siang, masih cukup lengang

syurga penikmat buku dan pecinta literasi
Berhubung kali ini saya dan suami membawa misi belanja buku untuk Perpusdes, maka kami memilih buku-buku dengan berbagai tema. Mulai dari buku kesehatan, kecantikan, novel, buku resep, buku anak dan dongeng, dll

Kami juga berupaya mencari donasi buku dari penerbit. Setelah memasukkan proposal, kami mendapat donasi 20 eksemplar dari Penerbit Diva Press, langsung saat itu juga. Saya dan suami semakin bersemangat melanjutkan hunting buku.

Sayangnya, kami tidak mendapat respon positif dari peserta pameran yang lain tentang donasi buku. Sebagian besar peserta merupakan toko buku-toko buku yang memang tidak mengadakan program donasi buku.

Saya dikatain GoBlog lho! Jadi pengin beli kaaan?

Di tempat pameran ini, kami bertemu dengan Bapak Eko Witono yang merupakan seniman sekaligus owner Puzzle IQ dari Jogja. Kami mengobrol banyak dan berbagi pengetahuan seputar alat peraga pendidikan.

Bapak Eko Witono dan Puzzle IQ-nya
Memang, selain pameran buku, banyak pula peserta pameran produk lain, di antaranya pameran arsip Kota Pekalongan, produk herbal, fashion, edutoys, aksesoris, kuliner, dan juga multiproduk.

Acara pameran buku yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan ini dibuka dari jam 09.00 sampai 21.00 WIB. Banyak rangkaian acara lain seperti lomba-lomba untuk anak-anak maupun dewasa dan juga doorprize berhadiah sepeda, kipas angin, blender, dispenser, dan hadiah lainnya.

Karena hari sudah beranjak sore, saya dan suami memutuskan pulang setelah jam empat sore. Sebelumnya, kami menukarkan nota pembelian dengan kupon berhadiah aneka doorprize. Setiap pembelian Rp 20.000,- akan mendapatkan 1 (satu) lembar kupon dan berlaku kelipatannya. Saya mendapat 26 lembar kupon dengan nilai belanja lebih dari Rp 500.000,-.

Belum puas rasanya berburu buku. Namun, kami harus segera pulang. Esok, mudah-mudahan bisa datang lagi pas pengundian doorprize dan bisa pulang bawa sepeda. Lol.

By the way, tanpa dapat doorprize pun saya sangat menikmati hari ini. Tak sia-sia rasanya menempuh perjalanan panjang ke timur mencari kitab suci. Dagangan dapat, buku pun dapat.
*****

Edutoys dan alat peraga pendidikan

boneka jari untuk mendongeng

 baca bismillah, biar dapat doorprize