Tampilkan postingan dengan label acara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label acara. Tampilkan semua postingan
06 Oktober 2024

Mendadak Nyindèn, Belajar Karawitan Bareng Ibu-ibu HARPI Watukumpul

 Mendadak Nyindèn 


Sudah lama nggak nulis blog, kangen rasanya. Beberapa bulan terakhir memang aku cukup kekurangan waktu buat nulis. Selain sibuk mengurusi job wedding, aku juga lagi sering pergi keluar buat belajar karawitan bareng HARPI Watukumpul.

Belajar Karawitan
Gladi bersih sebelum pentas


Kok tiba-tiba belajar karawitan? Iya ya, kok tiba-tiba belajar karawitan, bukan belajar apa gitu yang masih nyambung dengan kerjaan make up atau jahit?


Btw, ceritanya lumayan panjang kenapa sampai bisa aku dan kawan-kawan sesama perias di wilayah Kecamatan Watukumpul yang tergabung dalam HARPI Melati Ranting Watukumpul ini kemudian memutuskan belajar karawitan.


Lain waktu aku ceritakan deh asal mulanya gimana. Kali ini aku mau nulis berita bahagianya aja dulu.


Nah, setelah belajar dan latihan kurang lebih dua bulan, kemarin Sabtu, 28 September 2024, grup karawitan HARPI Watukumpul turut serta mengikuti pentas pada Gelar Karya Tari dan Sarasehan Budaya Pemalang di Pendopo Kabupaten.


Kami yang terdiri dari 20 orang perias, tampil cukup baik membawakan tiga tembang karawitan yang sudah kami pelajari bersama guru kami, Pak Budi.


Acara tersebut menampilkan berbagai pagelaran tari dari sanggar-sanggar tari yang ada di Pemalang. Sedangkan untuk penampilan karawitan diisi oleh HARPI Watukumpul dan Grup Ngisor Tratag Pemalang Selatan yang merupakan komunitas Pranotocoro dan Cucuk Lampah pernikahan.


Grup karawitan HARPI
Pentas Karawitan di Pendopo Kabupaten Pemalang


Perias, Pranotocoro dan Cucuk Lampah memang lekat dengan seni dan budaya. Jadi nggak melenceng terlalu jauh jika kami turut serta nguri-uri Budaya Jawa dengan cara belajar karawitan.


Yang bikin kami merasa diapresiasi, Bulan Desember nanti kami diundang untuk tampil mengisi acara di TVRI Jawa Tengah.


Trus, di grup karawitan ini aku bagian apa coba? Aku nyindèn dong. Ehehe. Karena alatnya hanya terdiri dari 10 alat musik, jadi sisa 10 orang lainnya ya bagian vokal atau nyindèn.


Itu dia sekilas tulisan soal belajar karawitan, salah satu kegiatan yang bikin aku nggak kober nulis blog beberapa bulan ini. 


*Tulisan ini bakalan aku up date lagi besok biar makin lengkap. 

02 Oktober 2019

Menggali Rahasia Arman Armano, Mastah Cut Crease


Diversitybeauty Arman Armano Academy

Sudah lama saya mengidolakan sosok yang satu ini; Arman Armano. Ciri khas make up bold glam with cut crease-nya sudah lama mencuri perhatian. Banyak MUA yang mengikuti gaya make up ini.
Beberapa event seminar dan workshop Kak Arman sebelumnya sering saya lewatkan. Kadang karena tempatnya jauh, kadang karena tanggalnya bentrok dengan job, kadang karena bokek aja sih. Hehe.
Kali ini saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Tegal menjadi kota ke-9 dalam rangkaian tour and roadshow 17 kota seluruh Indonesia Arman Armano Academy yang mengusung tema deversitybeauty. Puncak acara akan diadakan di Jakarta dengan menghadirkan narasumber yang super duper keren seperti Bubah Alfian, Tasya Farasya, Olish Herawati, dan lain-lain.

Berikut ini jadwal seminar dan workshop make up Arman Armano Academy:
  • Banyuwangi 10 Juli 2019
  • Palembang 7 Agustus 2019
  • Samarinda 14 Agustus 2019
  • Manado 21 Agustus 2019
  • Bandung 28 Agustus 2019
  • Kediri 4 September 2019
  • Medan 11 September 2019
  • Cilegon 18 September 2019
  • Tegal 25 September 2019
  • Tarakan 2 Oktober 2019
  • Surabaya 9 Oktober 2019
  • Yogyakarta 23 Oktober 2019
  • Ambon 28 Oktober 2019
  • Makassar 31 Oktober 2019
  • Semarang 6 Nopember 2019
  • Lombok 13 Nopember 2019
  • Jakarta 27 Nopember 2019
Bertempat di hotel Bahari Inn Tegal, acara seminar dan workshop kali ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan narasumber yang pertama yaitu Kak Adi Rustana. Kak Adi memberikan tutorial make up bold and glam with cut crease yang amazing banget untuk rias pengantin Sunda Siger. Banyak tips yang diberikan oleh Kak Adi yang bagus banget dan bisa diterapkan bagi peserta seminar yang kesemuanya merupakan MUA dan perias pengantin dari Tegal dan sekitarnya.

Memang, selain dari Tegal, peserta seminar yang berjumlah sekitar 250 peserta, datang dari Pemalang, Pekalongan, Batang, Brebes, Purwokerto, Slawi, dan kota-kota sekitar Tegal. Saya sendiri datang bersama rombongan dari Pemalang.

Tutorial make up sesi pertama bersama Kak Adi selesai hingga pukul setengah dua belas siang tepat saat waktu istirahat. Para peserta pun memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang dan melaksanakan sholat dhuhur.

Saya sendiri karena sedang tidak sholat, selesai makan siang hanya duduk di tempat sambil mengurus pekerjaan yang saya tinggalkan di rumah. Beberapa chat dari customer saya balas satu persatu. Saat istirahat inilah kepala mulai terasa berat akibat berhari-hari begadang tak tidur demi mengejar deadline pesanan seragam kebaya dari customer.

Tapi tak apa. Saya masih bersemangat mengikuti acara hingga akhir meski harus bolak balik ke toilet karena terlalu banyak minum air putih. Padahal toliletnya kotor lho, dan beberapa watercloset yang rusak menimbulkan bau tak sedap. Haha, curcol.

Jeda istirahat yang tak terlalu lama dimanfaatkan kru acara dengan mengadakan games joged berhadiah dan tanya jawab seputar Arman Armano Academy. Sales marketing, Kak Ani dari Arman Armano Academy (AAAcademy) menjelaskan secara gamblang mengenai produk-produk di Arman Armano Academy.

Menurut Kak Ani, pihak AAAcademy memberikan keringanan bagi pendaftar kelas make up di AAAcademy. Salah satunya adalah dengan sistem pembayaran bertahap (dicicil) selama masa belajar.

Jika dilihat dari katalaog kelas make up di AAAcademy ini, harga yang tertera memang terlihat mahal bagi sebagian besar masyarakat kota pinggiran seperti Tegal dan sekitarnya. Namun, harga ini sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama belajar si AAAcademy yang begitu luar biasa.

Selain mendapatkan materi tentang make up, menurut Kak Ani di AAAcademy ini juga diajarkan teknik fotografi yang sangat menunjang personal branding dan marketing siswa dalam mempromosikan keahliannya dalam ber-make up atau make over klien. Keahlian fotografi sangat mendukung profesi MUA di era serba digital dan zaman internet seperti sekarang.

Pukul satu siang, setelah seru-seruan bersama Kak Ani, acara dilanjutkan dengan narasumber kedua. Kak Arman Armano, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Semua peserta seminar langsung histeris dong, termasuk saya. Haha! Kalau menghadiri acara-acara seperti ini, jadi lupa umur. Berasanya masih remaja menjerit-jerit tak tahu malu melihat idola datang hanya sejengkal di depan mata. Hehe.

Nah, berbeda dengan Kak Adi, Kak Arman memberikan turorial make up natural glam look yang lebih ringan pada pengantin Solo Putri. Step by step-nya hampir tak jauh berbeda dengan Kak Adi, tapi terasa lebih singkat karena memang look-nya lebih ringan. Kak Arman juga menjawab beberapa pertanyaan dari peserta selama demo make up.

Tonton video Tutorial Natural Glam Look By Arman Armano ini ya.


Senang sekali hari ini mendapat banyak imu baru dari Kak Arman. Sayang sekali jelang jam tiga sore kepala ini makin nyut-nyutan tak karuan. Badan pun mulai terasa kedinginan. Meski hampir tak kuat menahan kepala yang main memberat, saya paksakan menyimak kelas dari Kak Arman sebab memang untuk inilah tujuan saya jauh-jauh datang kemari.

Masih ada satu narasumber lagi yang akan memberikan materi dan tutorial pembuatan paes rias pengantin Solo putri yaitu Mbak Yayuk. Saya menyerah dan harus memejamkan mata sepanjang materi terakhir dari Mba Yayuk ini, berharap sakit kepala akan hilang. Nyatanya tidak. Saya merekam dengan ponsel tutorial pembuatan paes dari Mba Yayuk dengan menggunakan ponsel agar bisa saya pelajari lagi di rumah. Beruntung, saya membawa tumbler berisi air putih yang bisa saya minum sering-sering agar tetap bisa mengikuti acara hingga selesai meski hampir saja tak kuat menahan pening.

Ternyata, begadang tiap malam bisa menimbulkan sensasi seperti ini. Persis hang over saat minum alkohol dosis tanggung. Bedanya, otak masih bekerja normal dan bicara pun masih lancar. Tak meracau ataupun sempoyongan dan mengeluarkan kosakata aneh seperti hang over sungguhan. Lol!

Acara selesai sekitar jam empat sore yang ditutup dengan pengundian door prize beasiswa belajar di AAAcademy senilai Rp 25.000.000,- untuk satu orang. Saya ikut berharap dong, siapa tahu hoki, ya kan? Namun, keberuntungan belum datang pada saya, melainkan pada seorang remaja dari Kedungwuni, Pekalongan.

Saya pun beserta rombongan pulang ke rumah dengan membawa ilmu dan pengalaman luar biasa dari seminar ini. Tak rugi membayar Rp 500.000,- untuk seminar ini. Sungguh luar biasa. Apalagi saya, luar biasa sakit kepala ini, hehe, sampai-sampai tak sanggup melanjutkan perjalanan ke kampung kecil tempat tinggal saya di puncak bukit malam itu juga. Saya harus menginap di rumah mertua dan baru pulang keesokan harinya. Malam itu saya tidur nyenyak dan mimpi indah. Alhamdulillah.***
foto rame-rame
undangan semungil ini
11 April 2019

LOMBA DEFILE, APEL SIAGA, DAN PEMECAHAN REKOR SIMULASI ULAR TANGGA KABUPATEN PEMALANG 2019

Salah satu rangkaian hari jadi Pemalang ke-444 yang jatuh tanggal 24 Januari 2019 adalah Lomba Defile, Apel Siaga, dan Pemecahan Rekor MURI Simulasi Permainan Ular Tangga yang diadakan hari ini, Kamis, 11 April 2019.

Saya ikut dalam rombongan kontingen dari Desa Cikadu, Kecamatan Watukumpul bersama ibu-ibu PKK dari 15 desa se-Kecamatan Watukumpul.
Spanduk yang terpasang pada pintu masuk Stadion Mochtar Pemalang

CETAK REKOR MURI

Bertempat di Stadion Mochtar Sirandu Pemalang, acara ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Tengah Ibu Hj. Siti Atikoh Supriyati, STP, MT, MPP, Bupati Pemalang beserta unsure Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang Ibu Hj. Irna Setiawati, SE, MM, Kepala Pengadilan Agama Pemalang, Kepala Dinpermasdes Pemalang, Kepala BKD Pemalang, Para Camat se-Kabupaten Pemalang, serta peserta lomba defile dan simulasi ular tangga.

Acara ini melibatkan perwakilan ibu-ibu PKK dari masing-masing desa di seluruh Pemalang. Desa-desa di Pemalang yang berjumlah 222 desa, mengirimkan masing-masing kontingen berjumlah 20 orang. Nantinya, rekor yang ingin dicatat dalam Museum Rekor Indonesia adalah simulasi ular tangga terbanyak dengan jumlah pemain 4.440 orang.
penari Denok Widuri membawakan rangkaian bunga untuk Ketua PKK Propinsi Ibu Siti Atikoh Ganjar Panowo

 

PARADE MARCHING BAND IPDN

Sebelum dibuka, pelaksanaan acara dimulai dengan penampilan parade Marching Band dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang disertai berbagai atraksi.

Acara selanjutnya adalah lomba Defile dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pemalang. Kecamatan Watukumpul mendapatkan nomor undian 15.

Pembukaan acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Acara pertama laporan dari ketua penyelenggara. Acara berikutnya adalah doa. 


Parade Marching Band dari IPDN

APEL SIAGA 

Acara selanjutnya adalah Apel Siaga yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Tengah Ibu Siti Atikoh. Dalam sambutannya, Ibu Siti Atikoh mengucapkan terima kasih pada siswa-siswi IPDN yang sudah menunjukkan kebolehannya dengan semangat. Harapannya, lulusan IPDN kelak menjadi ASN-ASN yang memajukan Indonesia. Ibu Siti Atikoh juga menyampaikan rasa bangga dan juga senang melihat semangat kader-kader PKK Kabupaten Pemalang dalam mengikuti acara ini.

Masih dalam sambutannya, Ibu Atikoh menyebutkan bahwa PKK Jawa Tengah sudah dua kali berturut-turut menjadi juara umum se-Indonesia. Beliau berterima kasih pada Penggerak PKK Kabupaten Pemalang yang selalu semangat dalam kegiatan yang menunjang kemajuan PKK. Harapannya PKK Kabupaten Pemalang bisa menjalankan Sepuluh Program PKK dan bisa menjadi pe4nggerak anti narkoba dan anti radikalisme.

Terkait acara simulasi ular tangga ini, disampaikan Ibu Siti Atikoh merupakan suatu bentuk inovasi dari PKK dalam mensosialisasikan pendidikan hukum, perlindungan anak, serta kekerasan dalam rumah tangga, agar tidak membosankan. Acara ini memberi warna dan variasi selain juga penyuluhan yang rutin diadakan oleh instansi-instansi terkait.
Tak berhasil mengajak Bu Siti Atikoh Ganjar Panowo ibu-ibu 'menyerang' Bu Irna Junaedi


TARI DENOK WIDURI

Setelah apel siaga ditutup, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Denok Widuri yang merupakan salah satu tari khas Pemalang. Tari ini merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Sanggar Srimpi, Ampelgading, Pemalang.

Tari Denok Widuri yang dinamis, sinergis, dan ekspresif, merupakan karakter gadis-gadis remaja pesisiran Kabupaten Pemalang dalam berinteraksi sosial yang menggambarkan rasa damai, cita-cita, mesra, dan cinta.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan dimulainya simulasi ular tangga dari seluruh peserta. Masing-masing peserta yang diatur dalam peta pengelompokkan menurut  kecamatan, menempati tempat masing-masing dan memulai simulasi ular tangga secara bersama-sama.

Setiap kelompok membuat yel-yel yang bertujuan memacu semangat dan kebersamaan kader PKK desa dan kecamatan. Semuanya heboh. Tak terkecuali kelompok saya dari Desa Cikadu.
stand pameran dari dinas dan instansi pemerintahan kabupaten
stan BPBD, ada motor trail dan boat karet, dua 'kendaraan' andalan bagi penanggulangan bencana


Peserta simulasi ular tangga banyak yang membawa benda-benda penunjang untuk menghasilkan bunyi-bunyian music pengiring yel-yel. Ada yang memakai kecrekan, kendang, drum, bahkan galon air. Masing-masing tak mau ketinggalan heboh dari kelompok desa lain. Waktu 90 menit yang disediakan tak terasa dengan keseruan dan kegembiraan dalam kelompok.

 


barisan Kecamatan Watukumpul

kontingen lomba defile Kecamatan Watukumpul

suasana pelaksanaan simulasi ular tangga

 

PEMENANG LOMBA DEFILE


Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba defile yaitu berturut-turut yaitu Kec. Pulosari, Kec. Belik, Kec. Pemalang, Kec. Taman, Kec. Bantarbolang, dan Kec. Ampelgading.

Saya bersama rombongan meninggalkan Stadion Mochtar untuk melanjutkan keseruan di Pantai Widuri, pantai kebanggaan masyarakat Pemalang.


Foto kontingen Desa Cikadu bersama Camat Watukumpul


berfoto sebelum memasuki stadion


selfi ala-ala di Pantai Widuri


pose 1


pose 2


"Apa aku harus lari ke gunung lalu kemudian ke pantai?" tanya Cinta gadungan


Ala-ala OOTD, belajar jadi instafashion
21 Oktober 2018

Hari Santri Nasional, Mengapa 22 Oktober?

Hari Santri Nasional Di Cikadu

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober oleh seluruh santri dipenjuru tanah air. Tak terkecuali di Desa Cikadu Kecamatan Watukumpul, Pemalang, peringatan Hari Santri dipusatkan di lapangan Desa Cikadu, yang dilanjutkan di Bale Desa Cikadu. Tahun 2018 Hari Santri Nasional jatuh pada hari Senin ini. Hari Santri Nasional kembali diperingati dengan mengambil tema Bersama Santri Damailah Negeri.

Peringatan Hari Santri Nasional di Desa Cikadu diawali dengan doa bersama dan membaca sholawat nariyah pada Ahad Malam di Masjid Jami’ Al-Istighfar Cikadu ba’da sholat isya. 

Pada hari Senin pagi, diadakan upacara peringatan Hari Santri Nasional yang diikuti oleh ratusan peserta meliputi jamaah Nahdlatul Ulama (NU), GP Anshor, Banser, Fatayat, Muslimat se-Anak Cabang Cikadu dan juga ranting Sipedang, Tundagan, Pagelaran, Kalilingseng, Tritis, Kalibengang, dan ranting-ranting di wilayah Anak Cabang Cikadu bertempat di lapangan sepak bola Cikadu.

Acara dilanjutkan dengan karnaval sepanjang jalan Desa Cikadu. Acara diteruskan dengan lomba rebana hingga pukul 13.30. Acara terakhir adalah Dzikir Kebangsaan di Bale Desa Cikadu.
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015.

Dilansir TribunNews dari Kompas.com, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Saya menyatakan secara resmi tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional” ujar Jokowi saat mendeklarasikan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis 21 Oktober 2015 lalu.

Menurut Jokowi, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari semangat jihad dari para santri.

Mengapa 22 Oktober ?

Mengapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober? Adakah alasannya pemilihan tanggal tersebut?
Berdasarkan sejarah, ternyata tanggal tersebut memiliki arti mendalam bagi para santri. Dimana pada tanggal itu terjadi peristiwa berdarah  ketika bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya. 

Peristiwa tersebut disebut Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari di Surabaya tahun 1945. Pada hari itu KH. Hasyim Asy’ari menyerukan kepada para santrinya untuk ikut mengangkat senjata, berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, dan mencegah tentara Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Netherland Indies Civil Administration (NICA). 

KH. Hasyim Asy’ari menyerukan kepada santri-santrinya bahwa perjuangan membela Tanah Air merupakan kewajiban bagi setiap muslim, demikian dilansir dari Tribun Jabar.

“Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu ‘ain atau wajib bagi setiap individu.” Ujar KH. Hasyim Asy’ari kala itu menyerukan semangat perjuangan para santri di Surabaya dan sekitarnya. Para santri ini bergabung dengan tentara Indonesia dan menyerang markas Brigade 49 Mahratta yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Serangan ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 27 hingga 29 Obtober 1945. Jenderal Malllaby tewas keesokan harinya tanggal 30 Oktober 1945. Saat itu mobil yang ditumpanginya terkena ledakan bom dari para pejuang tanah air di kawasan Jembatan Merah, Surabaya.

Kematian Jenderal Mallaby menyulut pertempuran berdarah lainnya di Kota Surabaya, yakni pertempuran 10 Nopember 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Hubbul wathon

Deklarasi jihad yang dideklarasikan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 mengingatkan tentang pentingnya peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Para santri yang kerap dikenal hanya berkutat seputar urusan agama dan ngaji, justru memiliki semangat juang yang luar biasa dan suci, yang berangkat dari pemahaman para Kyai pendahulu yang selalu mengajarkan tentang ukhuwah Wathoniyah.

“Ukhuwah wathoniyah adalah level tertinggi setelah ukhuwah jam’iyah dan ukhuwah islamiyah.” Demikian pemaparan KH. Musthofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus yang dikatakannya berulang kali dalam setiap acara dan pengajian. Hubbul wathon minal iman, demikian prinsip para kyai dan santri.

Prinsip KH. Hasyim Asy’ari dalam bela tanah air diteruskan oleh kyai-kyai di pesantren hingga sekarang yang senantiasa mengajarkan kepada santrinya bahwa Indonesia adalah rumah. Setiap orang akan menjaga rumahnya. Di pesantren, santri diajarkan untuk lebih mengutamakan kewajiban sebelum menuntut haknya, termasuk saat harus membela bangsa dan negara, maka santri akan bersatu padu dalam membela rumahnya. Maka tidak berlebihan jika perjuangan para santri yang dikobarkan sejak 22 Oktober 1945 kini diperingati secara nasional sebagai Hari Santri Nasional. 

Dimasa modern saat ini santri menjadi bagian tak terpisahkan dalam membangun dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional. Bersama Santri Damailah Negeri.*****

lomba rebana

drum band pengiring karnaval

upacara peringatan Hari Santri Nasional
24 September 2017

Heboh Nasi Goreng Si Merah Di Desa Cikadu

promo Telkomsel di Bale Desa Cikadu

Tak seperti biasa, Bale Desa Cikadu yang semula sepi, hari ini nampak ramai dikunjungi warga. Mereka berbondong-bondong sejak jam 12 siang walau hujan mulai turun mengguyur jalanan.
Ternyata, Si Merah inilah penyebabnya. Dalam rangka promo simPATI dan kartu As, Telkomsel bekerja sama dengan PKK Desa Cikadu mengadakan lomba memasak nasi goreng antar RT.

 
lomba nasi goreng antar RT


Tak hanya itu, Telkomsel juga membagikan aneka door price berupa DVD Player, kipas angin, dispenser, kaos, dan berbagai macam merchandise bagi warga yang sudah mendapatkan kupon. Kupon tersebut bisa didapatkan di Bangkit Cell dan Zafa Cell dengan cara mengisi ulang pulsa Telkomsel.


nasi goreng Si Merah

Promo Telkomsel yang terbaru adalah PAKET INTERNET TERBAIK,  yang memberikan kelebihan berupa 10 GB kuota nasional berlaku 60 hari untuk aktivasi pertama. Ekstra bonus 100 menit bicara dan 100 SMS juga sudah termasuk di dalamnya. Dizaman serba digital seperti sekarang, kebutuhan masyarakat akan internet sangat tinggi bahkan hingga ke desa-desa. Hubungi *363*9# untuk segera mengaktifkannya.

antusiasme warga saat pembagian door price

Promo murah lainnya dari Telkomsel yaitu paket NELPON SEPUASNYA 24 jam, ke semua operator 40 menit. Cukup tekan *999*40# untuk simPATI, tekan *100*40# untuk Kartu As, dan *567*40# untuk LOOP, paket ini sudah bisa diaktifkan. 

Promo yang tak kalah menarik lainnya adalah paket LANGSUNG NELPON SAKPORE hanya dengan 2 ribu rupiah, termasuk gratis 300 menit bicara 24jam. Tekan*100*23# khusus pengguna Kartu As.

door price berhadiah menarik

Jaringan Telkomsel yang tercepat dan terluas di area Cikadu dan sekitarnya, membuat pengguna Telkomsel makin meningkat dari waktu ke waktu.
Pihak Telkomsel sendiri senantiasa peduli dengan penggunanya. Tak hanya kali ini diadakan kegiatan di Desa Cikadu. Sebelumnya, tahun 2014 Telkomsel bergabung dengan Komunitas Vespa Pemalang dan beberapa komunitas lain, juga mengadakan kegiatan bagi korban bencana tanah longsor Dusun Tembelang Desa Cikadu di tempat pengungsian. Selain memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai, beras, mi instan, makanan kemasan, tikar, serta berbagai perlengkapan logistik, serangkaian acara games dan nonton bareng (nobar) juga diadakan untuk menghibur para pengungsi selama 3 hari 3 malam. ****
27 Mei 2017

Wisuda TK Handayani XV Cikadu



Rabu, 24 Mei 2017 TK Handayani XV Cikadu mengadakan acara wisuda dan pelepasan anak didik. Sebayak 36 siswa dilepas untuk melanjutkan kejenjang pendidikan Sekolah Dasar tahun ajaran 2017/2018. Sementara 11 siswa yang lain masih akan belajar di TK Handayani XV satu tahun lagi hingga mencapai umur 6 tahun.

ke-36 siswa yang dilepas tahun ini

Dalam acara ini TK Handayani XV bergabung bersama SD Negeri 03 Cikadu yang juga mengadakan pelepasan siswa kelas VI yang hendak melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama.
Acara berlangsung meriah. Penampilan dari anak-anak kelas 1, 2, 3, 4, dan kelas 5 menambah kemeriahan acara yang berlangsung hingga hari menjelang sore. Ditampilkan pula hiburan organ tunggal sebagai musik pengiring.

penampilan anak-anak TK Handayani XV

Anak-anak TK sendiri menampilkan hafalan doa-doa pendek sehari-hari yang telah dihafalkan selama satu tahun ajaran. Dalam balutan baju toga, mereka nampak gagah dan percaya diri. Siap menyongsong masa depan yang gemilang.

Tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata tatkala satu persatu mereka bersalaman dengan ibu-ibu guru di atas panggung. Semua yang sudah dipelajari oleh anak-anak, baik kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan spiritual, adalah berkat kerja keras para pendidik, sebagai bekal untuk melangkah maju.

Ilmu yang didapatkan selagi usia dini, diibaratkan melukis di atas batu. Semua bekal kebaikan yang diajarkan di TK akan terpatri dalam hati setiap anak, hingga usia beranjak dewasa.