Menggali Rahasia Arman Armano, Mastah Cut Crease

Tags


Diversitybeauty Arman Armano Academy

Sudah lama saya mengidolakan sosok yang satu ini; Arman Armano. Ciri khas make up bold glam with cut crease-nya sudah lama mencuri perhatian. Banyak MUA yang mengikuti gaya make up ini.
Beberapa event seminar dan workshop Kak Arman sebelumnya sering saya lewatkan. Kadang karena tempatnya jauh, kadang karena tanggalnya bentrok dengan job, kadang karena bokek aja sih. Hehe.
Kali ini saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Tegal menjadi kota ke-9 dalam rangkaian tour and roadshow 17 kota seluruh Indonesia Arman Armano Academy yang mengusung tema deversitybeauty. Puncak acara akan diadakan di Jakarta dengan menghadirkan narasumber yang super duper keren seperti Bubah Alfian, Tasya Farasya, Olish Herawati, dan lain-lain.

Berikut ini jadwal seminar dan workshop make up Arman Armano Academy:
  • Banyuwangi 10 Juli 2019
  • Palembang 7 Agustus 2019
  • Samarinda 14 Agustus 2019
  • Manado 21 Agustus 2019
  • Bandung 28 Agustus 2019
  • Kediri 4 September 2019
  • Medan 11 September 2019
  • Cilegon 18 September 2019
  • Tegal 25 September 2019
  • Tarakan 2 Oktober 2019
  • Surabaya 9 Oktober 2019
  • Yogyakarta 23 Oktober 2019
  • Ambon 28 Oktober 2019
  • Makassar 31 Oktober 2019
  • Semarang 6 Nopember 2019
  • Lombok 13 Nopember 2019
  • Jakarta 27 Nopember 2019
Bertempat di hotel Bahari Inn Tegal, acara seminar dan workshop kali ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan narasumber yang pertama yaitu Kak Adi Rustana. Kak Adi memberikan tutorial make up bold and glam with cut crease yang amazing banget untuk rias pengantin Sunda Siger. Banyak tips yang diberikan oleh Kak Adi yang bagus banget dan bisa diterapkan bagi peserta seminar yang kesemuanya merupakan MUA dan perias pengantin dari Tegal dan sekitarnya.

Memang, selain dari Tegal, peserta seminar yang berjumlah sekitar 250 peserta, datang dari Pemalang, Pekalongan, Batang, Brebes, Purwokerto, Slawi, dan kota-kota sekitar Tegal. Saya sendiri datang bersama rombongan dari Pemalang.

Tutorial make up sesi pertama bersama Kak Adi selesai hingga pukul setengah dua belas siang tepat saat waktu istirahat. Para peserta pun memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang dan melaksanakan sholat dhuhur.

Saya sendiri karena sedang tidak sholat, selesai makan siang hanya duduk di tempat sambil mengurus pekerjaan yang saya tinggalkan di rumah. Beberapa chat dari customer saya balas satu persatu. Saat istirahat inilah kepala mulai terasa berat akibat berhari-hari begadang tak tidur demi mengejar deadline pesanan seragam kebaya dari customer.

Tapi tak apa. Saya masih bersemangat mengikuti acara hingga akhir meski harus bolak balik ke toilet karena terlalu banyak minum air putih. Padahal toliletnya kotor lho, dan beberapa watercloset yang rusak menimbulkan bau tak sedap. Haha, curcol.

Jeda istirahat yang tak terlalu lama dimanfaatkan kru acara dengan mengadakan games joged berhadiah dan tanya jawab seputar Arman Armano Academy. Sales marketing, Kak Ani dari Arman Armano Academy (AAAcademy) menjelaskan secara gamblang mengenai produk-produk di Arman Armano Academy.

Menurut Kak Ani, pihak AAAcademy memberikan keringanan bagi pendaftar kelas make up di AAAcademy. Salah satunya adalah dengan sistem pembayaran bertahap (dicicil) selama masa belajar.

Jika dilihat dari katalaog kelas make up di AAAcademy ini, harga yang tertera memang terlihat mahal bagi sebagian besar masyarakat kota pinggiran seperti Tegal dan sekitarnya. Namun, harga ini sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama belajar si AAAcademy yang begitu luar biasa.

Selain mendapatkan materi tentang make up, menurut Kak Ani di AAAcademy ini juga diajarkan teknik fotografi yang sangat menunjang personal branding dan marketing siswa dalam mempromosikan keahliannya dalam ber-make up atau make over klien. Keahlian fotografi sangat mendukung profesi MUA di era serba digital dan zaman internet seperti sekarang.

Pukul satu siang, setelah seru-seruan bersama Kak Ani, acara dilanjutkan dengan narasumber kedua. Kak Arman Armano, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Semua peserta seminar langsung histeris dong, termasuk saya. Haha! Kalau menghadiri acara-acara seperti ini, jadi lupa umur. Berasanya masih remaja menjerit-jerit tak tahu malu melihat idola datang hanya sejengkal di depan mata. Hehe.

Nah, berbeda dengan Kak Adi, Kak Arman memberikan turorial make up natural glam look yang lebih ringan pada pengantin Solo Putri. Step by step-nya hampir tak jauh berbeda dengan Kak Adi, tapi terasa lebih singkat karena memang look-nya lebih ringan. Kak Arman juga menjawab beberapa pertanyaan dari peserta selama demo make up.

Tonton video Tutorial Natural Glam Look By Arman Armano ini ya.


Senang sekali hari ini mendapat banyak imu baru dari Kak Arman. Sayang sekali jelang jam tiga sore kepala ini makin nyut-nyutan tak karuan. Badan pun mulai terasa kedinginan. Meski hampir tak kuat menahan kepala yang main memberat, saya paksakan menyimak kelas dari Kak Arman sebab memang untuk inilah tujuan saya jauh-jauh datang kemari.

Masih ada satu narasumber lagi yang akan memberikan materi dan tutorial pembuatan paes rias pengantin Solo putri yaitu Mbak Yayuk. Saya menyerah dan harus memejamkan mata sepanjang materi terakhir dari Mba Yayuk ini, berharap sakit kepala akan hilang. Nyatanya tidak. Saya merekam dengan ponsel tutorial pembuatan paes dari Mba Yayuk dengan menggunakan ponsel agar bisa saya pelajari lagi di rumah. Beruntung, saya membawa tumbler berisi air putih yang bisa saya minum sering-sering agar tetap bisa mengikuti acara hingga selesai meski hampir saja tak kuat menahan pening.

Ternyata, begadang tiap malam bisa menimbulkan sensasi seperti ini. Persis hang over saat minum alkohol dosis tanggung. Bedanya, otak masih bekerja normal dan bicara pun masih lancar. Tak meracau ataupun sempoyongan dan mengeluarkan kosakata aneh seperti hang over sungguhan. Lol!

Acara selesai sekitar jam empat sore yang ditutup dengan pengundian door prize beasiswa belajar di AAAcademy senilai Rp 25.000.000,- untuk satu orang. Saya ikut berharap dong, siapa tahu hoki, ya kan? Namun, keberuntungan belum datang pada saya, melainkan pada seorang remaja dari Kedungwuni, Pekalongan.

Saya pun beserta rombongan pulang ke rumah dengan membawa ilmu dan pengalaman luar biasa dari seminar ini. Tak rugi membayar Rp 500.000,- untuk seminar ini. Sungguh luar biasa. Apalagi saya, luar biasa sakit kepala ini, hehe, sampai-sampai tak sanggup melanjutkan perjalanan ke kampung kecil tempat tinggal saya di puncak bukit malam itu juga. Saya harus menginap di rumah mertua dan baru pulang keesokan harinya. Malam itu saya tidur nyenyak dan mimpi indah. Alhamdulillah.***
foto rame-rame
undangan semungil ini

Blog about fashion, beauty, and culture

No comments:

Post a Comment