16 Januari 2021

Menemukan Passion

Tags

menemukan passion


Saat ini, setidaknya saya memiliki tiga aktifitas utama yang betul-betul saya cintai, yaitu menjahit, make up, dan menulis. Rasanya tak ada bosan-bosan menggelutinya setiap hari setiap waktu. Saya bisa mengatakan bahwa inilah passion saya.

Bicara passion, sebenarnya, apa sih passion itu? Orang-orang sering membahas tentang passion dan kaitannya dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Konon, orang sudah bisa dikatakan bahagia jika bisa bekerja sesuai passion. Seseorang juga lebih punya kesempatan besar untuk sukses jika sudah menemukan passion.


Passion


Pada pencarian pada kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak ditemukan arti passion dalam Bahasa Indonesia. Namun, padanan kata yang serupa disebutkan sebagai gairah (Bahasa Inggris = passion) yang artinya adalah keinginan (hasrat, keinginan) yang kuat. Dalam KBBI ada pula kata renjana yang artinya rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya)

Pada ulasan lain disebutkan bahwa passion adalah perasaan antusiasme yang kuat atau dorongan hasrat terhadap sesuatu atau seseorang (brainly.co.id).

Bagi saya pribadi, passion adalah suatu energi dan dorongan kuat dari dalam untuk melakukan sesuatu tanpa paksaan, yang mana ketika kita melakukannya akan merasa bahagia, puas, dan terasa ada yang kurang jika tidak melakukannya.


Passion Sering Tak Disadari


Kita sering tak menyadari passion yang kita punya. Kita hanya tahu bahwa kita menyukai suatu kegiatan dan kita sangat menikmati saat melakukan kegiatan itu. Mungkin kita tak menyadarinya, merasa terbiasa, karena kegiatan tersebut berkaitan dengan pekerjaan di kantor, pekerjaan suka rela / sosial, atau kegiatan di komunitas yang diikuti. Bisa jadi, secara tak sadar mungkin itulah passion kita. Karena tanpa passion, akan sulit bagi seseorang bertahan dan menyelesaikan suatu kegiatan sampai akhir dengan melewati sekian banyak kendala dan masalah.


Passion Sebenarnya Sudah Ada Sejak Kecil


Tanpa disadari, sejak kecil kita sebenarnya sudah memiliki passion. Dengan bertambahnya usia dan beranjak dewasa, baru kita menyadarinya.

Ketika kecil saya suka mengubah model-model baju. Baju yang sudah jadi tapi kurang suka, akan saya gunting dan ubah modelnya. Karena tak bisa menjahit sendiri, saya datang ke penjahit dan menerangkan detail model yang saya inginkan ketika mengubah model baju. Kadang saya menggambar sendiri model baju yang saya suka, lalu membawanya ke tukang jahit untuk dibuatkan baju yang sesuai. Jika hasil pekerjaan penjahit A tidak bisa memuaskan, saya akan mencari penjahit lain yang bisa mewujudkan imajinasi saya kala itu. Saat itu saya bahkan masih sekolah dasar. Kebiasaan itu terus berlangsung sampai saya bisa menjahit sendiri saat mulai kuliah.

Ketika SMP, saya mulai menulis dan mengirimkannya ke media cetak, lalu dimuat. Sejak itu saya sering menulis dan terus menulis lalu mengirimkan ke media atau mengikuti berbagai lomba. Kadang tulisan saya dimuat, tapi lebih sering ditolak. Beberapa kali saya juara lomba menulis, meski sering juga kalah. Saya juga menginisiasi terbitnya tabloid sederhana di UKM kampus karena suka menulis. Lulus kuliah saya juga menerbitkan tabloid sederhana di kampung yang menyasar pembaca anak-anak sekolah. Tiga buku antologi juga menjadi jejak kegemaran saya dalam menulis. Sampai sekarang saya tetap menulis di blog Lasmicika dan platform online.


Baca juga : Tulislah Kebaikan karena Kebaikan Itu Menular


Bagaimana dengan make up? Meski baru menggeluti serius enam tahun terakhir, sejak SD saya sering mengeksplore wajah dengan make up. Saya membeli eyeshadow murahan, bedak dan lipstik, lalu merias wajah sendiri dengan berbagai campuran warna-warnainya. Jika ada pentas tari, saya begitu kagum dengan segala pernak pernik pentas. Gemerlap panggung, segala aksesoris, kostum dan perlengkapan pentas, termasuk juga make up panggung, begitu memukau di mata saya kala itu. Ketika SMA saya sangat menyukai muatan lokal seni tari dan mendapat nilai tinggi untuk praktik make up panggung.

Begitulah, passion itu sudah ada sejak kecil meski belum saya sadari. Baru setelah dewasa, saya bisa mengatakan bahwa inilah passion saya. Maka memiliki Rumah Tsabita rasanya merupakan berkah yang besar dalam hidup saya karena bisa bekerja sesuai passion.


Menemukan Passion


Passion itu bukan hobi. Passion juga berbeda dengan cita-cita atau mimpi. Passion juga bukan sekedar obsesi. Passion dan bakat juga dua hal yang berbeda.

Hobi adalah ketika kita menyukai sesuatu pada tingkat yang sedang-sedang saja. Cita-cita adalah tujuan yang ingin dicapai. Obsesi adalah ketertarikan terhadap sesuatu. Bakat bisa diartikan sebagai kelebihan alami yang dikaruniakan Tuhan sejak lahir. 

Saat kita ingin melakukan sesuatu lebih dari sekedar hobi, maka saat itulah kita sedang menemukan passion.

Seseorang yang memiliki passion akan terus menerus berpikir untuk melakukan sesuatu, mewujudkan sesuatu, dan tidak bisa berhenti sebelum sesuatu itu tercapai. Dalam mewujudkannya, ia tak akan mudah menyerah, selalu berusaha melakukan yang terbaik, dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mewujudkan keinginannya. Saat passion itu sudah dimiliki, ia tidak akan memikirkan lagi untung atau rugi. Ia akan terus melakukannya bahkan ketika merasa lelah. Kapanpun dan berapa lamapun ia akan tetap melakukannya meski orang lain menganggap itu hal yang rendah dan tak berguna.

Ketika seseorang sudah menemukan passion, saat itulah harta karun dalam jiwanya sudah ditemukan.


Bahagia dengan Passion


Salah satu efek passion adalah bahagia ketika melakukannya. Padahal mungkin kita melakukannya lebih lama, lebih sulit, atau juga lebih banyak yang 'dikorbankan' untuk mencapai hal tersebut. Namun, ada rasa bahagia dan puas ketika kita melakukan sesuatu karena passion. Selalu ada tenaga dan gairah untuk terus melakukannya walaupun lelah mendera.


Passion Menjadi Energi


Seringkali kita merasa hidup kita sedang berada di titik jenuh. Merasa hari-hari berlalu begitu saja, flat, tidak ada kemajuan berarti. Maka di sinilah passion memegang peran penting sebagai energi dan bahan bakar. Energi yang tak ada habisnya untuk terus bekerja keras. Passion kita akan membuat semangat hidup lebih cepat bangkit meski semua orang pernah mengalami titik jenuh.


bahagia dengan passion
mencintai pekerjaan bisa disebut passion


Tak Ada yang Terlalu Sulit Saat Ada Passion


Kadang kita mengalami kendala dalam pekerjaan, juga dalam segala kegiatan saat kita melakukan sesuatu, termasuk mungkin saat membangun usaha, mengejar mimpi dan cita-cita, atau kendala ketika sedang melakukan hobi dan kesenangan kita. Namun, saat kita mempunyai passion, tidak ada yang terlalu sulit untuk diselesaikan. Kendala demi kendala seolah datang tak ada habisnya. Kadang terasa menakutkan dan melelahkan. Tapi passion membuat kita tidak akan menyerah dan tidak akan membuat kita berhenti untuk terus melakukannya. Passion menjadikan segala kendala itu menjadi tantangan yang ingin ditaklukkan.


Passion Tidak Bisa Dihilangkan atau Dihentikan


Entah bagaimana caranya, passion membuat kita akan selalu punya kekuatan untuk melakukan sesuatu. Ketika kita lelah dan mencoba berhenti, kita justru akan merasa tersiksa. Ada yang hilang. Bahkan ketika kita mencoba menghilangkannya, hidup ini terasa kurang bergairah, hambar, dan membosankan.

Passion mungkin bisa hiatus saat konsentrasi kita sedang teralihkan pada hal lain. Namun, suatu saat passion itu akan muncul kembali dan menemukan jalan kembali. Misalnya ketika seseorang sudah menemukan passionnya pada gunung sejak muda, meski pada suatu fase hidupnya ia begitu disibukkan pada pekerjaan, suatu ketika passionnya akan gunung akan kembali muncul. Entah bagaimana ada dorongan untuk kembali ke gunung. Mungkin tiba-tiba ia ingin membangun usaha yang berkaitan dengan bidang tersebut, seperti agen travel dan tour ke gunung, menyewakan dan menjual perlengkapan gunung, atau mengikuti berbagai kegiatan berkenaan dengan gunung.


Hidup Perlu Passion


Mencintai pekerjaan bisa disebut passion. Setiap hari kita bekerja dengan penuh cinta dan energi. Kita selalu berusaha melakukan yang terbaik yang dapat kita perbuat demi pekerjaan. Tak mudah mengeluh, pantang menyerah, tidak ada keraguan ataupun ketakutan meski tak ada pekerjaan yang tanpa masalah. Berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik memberikan rasa bahagia.

Saat kita sudah sampai pada titik itu, bisa jadi kita sudah menemukan passion itu. Kalau kamu, apakah pekerjaanmu hari ini merupakan passionmu?***




Blog tentang kecantikan, make up, fesyen, mode, dan budaya

2 komentar:

  1. Rasanya gak akan pernah bosan Mba, kalo kita melakukan rutinitas yang sudah menjadi passion kita. Malah bisa bikin ketagihan deh. Apalagi kalau bisa menghasilkan uang, hmmmmm, pastinya tambah semangat dong.

    Berkat pandemi, saya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion saya nih Mba, yakni mengelola website dan sosial media.

    BalasHapus
  2. aku sudah menemukan passionku kak, karena dari dulu aku mencintai pekerjaanku hingga sekarang, dan akan senang mengerjakannya :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.