Kokedama Pertamaku dan Cara Membuatnya

Tags

Tak bisa dipungkiri jika media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian sebagian besar orang, termasuk saya. Macam-macam hiruk pikuk yang dijumpai di dunia maya membuat saya betah berlama-lama menyimak berbagai kabar dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. 

Satu hal yang paling saya senangi dari media sosial adalah bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang pekerjaan maupun hobi. Suatu hari saya bertemu dengan sesama penghobi bertanam di Facebook dengan nama akun Armand Elgibran. Nah, dia sering post foto-foto alam dan pertanian. Salah satu yang membuat saya tiba-tiba tertarik untuk sok akrab sok kenal yaitu ketika bang Armand memajang foto tanaman berbentuk unik. Kata Bang Armand namanya Kokedama.

Kokedama pertamaku

Jujur saat itu pertama kali saya mendengar tentang kokedama. Karena penasaran, saya browsing dong, mencari tahu apa itu kokedama dan bagaimana cara membuatnya.

Kokedama berasal dari Jepang, yaitu koke yang berarti lumut, dama berarti bola. Jadi, awalnya, kokedama memang teknik menanam tanaman dengan cara membentuk bola yang ditumbuhi lumut. Seiring waktu, banyak cara dan variasi yang bisa dibuat dengan kokedama ini. Di Indonesia sudah banyak yang menekuni seni tanaman hias kokedama dengan menggunakan media tanam sabut kelapa yang diikat dengan tali sintetis maupun tali rami.

Kelebihan dari kokedama adalah:
  1. Praktis tidak memakan tempat
  2. Reatif bersih karena media tanam yang tidak akan tercecer
  3. Cantik karena bisa dihias dengan tali-tali bermacam warna
  4. Fleksibel karena bisa digantung, ditempel di dinding, maupun diletakkan di meja
  5. Tidak rewel karena tak perlu disiram setiap hari, cukup direndam dalam air seminggu hingga dua minggu sekali
  6. Awet karena jika terjatuh tidak akan pecah
  7. Akar tidak akan membusuk karena tidak kebanyakan disiram.

 

Membuat Kokedama 

Saya mencoba membuat kokedama berbekal alat seadanya dengan media tanam juga seadanya. Berikut ini tata cara membuat kokedama ala saya yang bisa dilakukan sendiri di rumah alias do it yourself (DIY).

Alat dan bahan:
  1. Tanaman hias daun dalam ruang
  2. Media tanam terdiri dari tanah, pupuk kandang, sabut kelapa yang sudah dipotong kecil-kecil, dengan perbandingan 1:1:1
  3. Kain kasa atau tile
  4. Gunting dan benang
  5. Lumut
alat membuat kokedama

Cara membuat:
  1. Campur semua media tanam
  2. Balut akar tanaman dengan media tanam hati-hati, lalu bungkus dengan kain kasa
  3. Bentuk media tanam yang sudah dibungkus dengan kasa ini agar membulat membentuk bola yang menutup semua akar tanaman.
  4. Sesuaikan besar dan kecil bola dengan besarnya tanaman
  5. Ikat kain kasa menggunakan benang
  6. Rapikan sisa kain kasa dengan gunting, potong sisa kain yang tak beraturan.
  7. Tutupi bola media tanam dengan menempelkan lumut sedikit demi sedikit yang direkatkan dan diikat dengan menggunakan benang.
  8. Setelah bola tertutup rapat dengan lumut, rendam dalam air. Tunggu beberapa saat.
  9. Angkat dan tiriskan air.
  10. Kokedama sudah jadi. 

Tempelkan lumut lalu diikat pada bola media tanam

Lumut akan tumbuh secara alami dan menempel rekat pada media tanam setelah menyemprotnya secara rutin setidaknya selama satu bulan pertama. Keberhasilan kokedama ditandai dengan menghijaunya lumut pada bola media tanam ini.

Sayangnya, saya membuat kokedama ini pada musim kemarau, sehingga lumut tak berhasil tumbuh dan mengering pada umur dua minggu setelah ditanam. Sebenarnya faktor utama lumut gagal tumbuh pada kokedama milik saya karena saya tak rajin menyemprotnya sih, hehe.

Rencananya, nanti jika ada waktu lagi akan saya ganti media tanamnya dengan sabut kelapa full saja, lalu diikat dengan tali rami atau tali plastik sintetik warna warni agar tak perlu menunggu terlalu lama lumutnya bertumbuh.

Nah, itu dia cara membuat kokedama yang saya ketahui dari Bang Armand dan sudah saya praktikkan. Meski tak rutin bertanam bertanam, saya tetap penghobi bertanam tanaman hias. Selain untuk memperindah halaman dan teras, saya juga memiliki banyak tanaman hias untuk keperluan perlengkapan dekorasi panggung untuk job rias Rumah Tsabita. 

Kalian ada juga yang hobi bertanam tanaman hias atau membuat kokedama? Share pengalamannya dong, barangkali ada tips keren yang bisa saya praktikkan nanti. Jadi, kita bermedia sosial pun ada manfaat yang bisa dipetik. Betul tidak? ***





Blog about fashion, beauty, and culture

8 comments:

  1. Caranya mudah dan bentuknya cakep juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang agak susah numbuhin lumutnya, biar jd ini full lumut

      Delete
  2. Nah aku sering lihat tanaman begini Mbak, kalo di kedai kopi. Ternyata bikinnya lumayan mudah ya.. tapi entah perawatannya itu, sepertinya butuh ketekunan 😂👌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perawatannya juga mudah, hanya direndam air seminggu sekali, lalu tiriskan. Atau jika bolanya terasa ringan, berarti waktunya direndam meski lebih dari seminggu.

      Delete
  3. Cara membuatnya Mudah sekali yah Mbak, # Semudah aku mencintainya dengan tulus. Eaaaa...!!!

    Ohy...nama " kokedama ' masih asing nih di telinga saya, namun hasilnya menarik sekali loh. Simple dan bikin Mupeng. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, simpel.
      Biasanya banyak diminati penghobi tanaman hias tapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya.

      Kalau cinta Kang Nata padanya mah harus dirawat terus dong. Hehe...

      Delete
  4. Seharusnya aya praktikkan juga bukan hanya baca saja, hi hi. Orang Jepang itu artistik, tanaman bonsai saja dibikin artistik. Saya baru tahu tentang Kokedana juga, masih asing, sih. Sejujuryta murah juga, tak perlu pot tanaman hias. Bersih itu yang utama seakan tanamannya tersimpan dalam wadah pot hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh. Bisa diletakkan di meja dengan diberi alas ceper semacam piring kecil, bisa pula di gantung dan ditempelkan pada berbagai tempat.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.