Lorong Markisa di Jambe Kembar

Nama Jambe Kembar atau sering disebut Jakem saja, sudah tak asing di telinga warga kampung saya. Bisa jadi, ini obyek wisata terdekat selain taman bunga Rainbow Garden Kutabawa yang baru dibuka belum lama ini. 
 
pintu masuk

Jakem sendiri sudah dibuka belasan tahun lalu. Terletak di Kecamatan Belik, Pemalang, tempat ini persis berada di tepi jalan raya Purbalingga - Pemalang.  Seingat saya, tahun 2000 saat saya masih kos di Pemalang, tempat ini sudah dibuka. Hampir tiap minggu bis yang saya tumpangi untuk pulang dan pergi ke tempat kos melewati Jambe Kembar.

Saat itu, ingin rasanya sekali-kali mampir ke sana dan menikmati sejuknya air pegunungan. Meski kampung saya juga berada di lembah perbukitan, udara dan air di Jakem jauh lebih dingin daripada di Cikadu, desa tempat saya tinggal.

Tempat ini sempat terbengkalai dan ditutup beberapa lama sekitar tahun 2005. Entah benar atau tidak, kabar yang beredar kala itu, ditutupnya Jakem saat itu karena ada pergantian pemilik. Lalu, beberapa tahun kemudian, Jakem dibuka kembali dengan wajah baru dan terus berkembang pesat hingga hari ini.

Dengan geliat makin meningginya minat masyarakat akan tempat-tempat wisata alam, kini Jakem sudah bertransformasi menjadi salah satu tempat wisata paling favorit untuk warga Pemalang sekaligus restoran terkenal. 

Jakem ini merupakan tempat yang menyediakan fasilitas lengkap. Antara lain:
  1. Restoran dengan menu yang lezat dan bervariasi, 
  2. Aula yang disewakan untuk berbagai acara seperti pelatihan, seminar, bahkan resepsi pernikahan
  3. Kolam renang anak dan dewasa
  4. Kebun Bunga dan buah
  5. Area ruang terbuka yang sangat luas untuk berbagai kegiatan outdoor, disertai sewa kuda keliling perkebunan 
  6. Kereta gantung
  7. Perahu angsa di kolam ikan. 

rumah kelinci, ini mana kakak mana adik, coba?

enggel foto begini saya jadi berasa cantik, aslinya mah, cantik juga

Saya sering main ke Jambe Kembar baik beramai-ramai bersama rombongan dari TK, rombongan keluarga, maupun datang sendiri bersama anak-anak. Setiap kali datang, ada saja yang berubah. Yang jelas, makin lama makin bagus dan menarik. Kalau restorannya, saya belum pernah mencoba menu yang disediakan. Katanya sih enak. Kapan-kapan harus dicoba.

Minggu lalu, saya datang lagi ke tempat ini bersama kakak perempuan saya, Mbak Sri dan anaknya yang datang dari Jakarta untuk berlibur. Seingat saya, terakhir kali datang dulu harga tiket masih Rp 14.000,-. Namun, kemarin kami membayar tiket sebesar Rp 20.000,-. Mungkin karena harga tiket sudah naik, atau mungkin juga ini tiket khusus tarif liburan, saya lupa tak menanyakan. Harga segitu untuk tempat komplit seperti ini tak mahal juga menurut saya. Apalagi ada tambahan free satu kotak teh dingin.

tiket masuk ke Jambe Kembar Rp 20.000,-

Sebelum berenang, kami jalan-jalan dulu cari keringat ke kebun bunga dan kebun buah. Udara yang sejuk, cuaca cerah, plus bunga-bunga yang ditata cantik, harus diabadikan dalam foto dan video. Kami pun berfoto sampai puas di spot-spot yang kami anggap menarik.

Oh ya, untuk menuju ke atas bukit yang ada kebun strowberry-nya, kami harus melewati sebuah jalan yang sudah ditutup rerimbunan pohon buah markisa membentuk lorong yang disebut Lorong Markisa.
lorong markisa

Menurut ahli kesehatan, buah markisa memiliki banyak manfaat, antara lain:
  • Sumber serat, cocok bagi yang pupnya ga lancar
  • Antioksidan tinggi, cocok untuk anti penuaan dini
  • Kaya vitamin C, untuk daya tahan
  • Menurunkan berat badan, cocok buat yang lagi diet
  • Membantu tidur nyenyak, cocok untuk mengatasi insomnia
  • Dll
Kesimpulannya, buah markisa cocok untuk saya. Hehe...
Oh ya, buah markisa di sini tak boleh dipetik ya Sist. Kalau ada yang ingin mencicipi, bisa membeli pada penjaga kebun dengan harga seribu rupiah per buah. Saya juga membeli satu pohon strowberry seharga Rp 15.000,- untuk ditanam di rumah.

kalo akar alang-alang bisa mengobati hipertensi,
akar pohon tumbang ini bisa mengobati hiper-narsis

salah satu spot favorit untuk berfoto

bukit bunga dan buah, sejuk dan asri

Puas naik turun bukit dan menikmati pemandangan kebun bunga dan buah, kami melanjutkan acara hari itu dengan berenang. Anak-anak langsung masuk ke dalam kolam renang dengan masih menggunakan pakain lengkap karena tak membawa pakaian renang. Meski hari sudah hampir jam 12 siang dan matahari cukup terik, air kolam dingin tetap sejuk tapi tidak menggigit. Daerah Belik memang terkenal sejuk dan dingin. Mirip di Puncak.

Di dalam area kolam renang ini, ada kantin yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Kami membeli pop mi dan es krim untuk dimakan setelah lelah berenang.

ada tulisan PEMALANG yang terpampang besar-besar di bukit belakang kolam renang

Anak-anak tampak puas mencoba berbagai perosotan dari yang kecil, hingga yang tinggi dan panjang, meluncur dari atas menara. Ada juga ember tumpah yang terletak tepat di atas dak berbentuk kapal laut bertuliskan Jambe Kembar. Puas dan lelah. Haha! 



Karena hari makin siang dan kami masih ingin melanjutkan jalan-jalan ke taman bunga Rainbow Garden Kutabawa, kami segera berkemas sebelum hujan turun. Memang, selama musim hujan ini, ada baiknya aktifitas luar rumah dilakukan pagi hingga tengah hari saja. Karena biasanya siang atau menjelang sore hujan sudah mulai turun. 

Belik ini terkenal dengan kebun nanasnya lho, Sist. Jadi buat kalian yang berkunjung ke tempat wisata yang ada di sekitar wilayah Belik, kalian bisa membeli oleh-oleh buah nanas madu yang banyak dijual di sepanjang jalan raya Belik menuju Randudongkal.

Kalian, liburan ke mana saja, Sist, sama anak-anak, saudara, atau teman-teman?***

Blog about fashion, beauty, and culture

24 comments:

  1. wah senangnya bisa liburan kesini ya, jadi pengen juge ke jambe kembar, btw kalo dari surabaya butuh waktu berapa jam buat kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh kali Kak, Surabaya.
      Bisa setengah harian :>

      Delete
  2. Senangnya bisa liburan di jakem, Jambe kembar, kalo di Jakarta malah tahun baru harus bersih-bersih akibat banjir kak.😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sedih banget dengan banjir kemarin.
      Banyak kosan yang juga kerendem sebatas dada orang dewasa pas ditinggal pulkam tahun baruan, kata temen. Mana ada ijazah, laptop, buku-buku, sedihnya... :(

      Semoga ngga ada banjir lagi.

      Delete
  3. Wahhh menarik nih wisatanya, harus selalu dilestarikan agar selalu ramai pengunjungnya, sukses selalu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cocok untuk seluruh keluarga.
      Makasih sudah berkunjung :)

      Delete
  4. Wahhh saya baru dengar nama tempat ini. Jadi penasaran pengen coba juga deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh sini main.
      Masih tetangga kabupaten lah kalau Batang mah.
      Pulangnya borong nanas madu yang banyak :)

      Delete
  5. Akar pohon tumbang bisa mengobati hyper-narsis.. Ngakak. 🤣
    Itu 20ribu udah termasuk berenang? Kalau naik kuda harus bayar lagikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah termasuk berenang. Naik kuda, sewa pelampung bayar lagi

      Delete
    2. Sudah termasuk berenang. Naik kuda, sewa pelampung bayar lagi

      Delete
  6. Wuih seru yaaaa lengkap dengan kolam renang dan taman2 narsis juga. Wisata2 kekinian biasanya cuma foto2 aja sih, jadi agak garing gt.

    Oiya aku salfok mbak sama yg bagian hipernarsis hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya tempat yang cuma buat foto2 kan anak cowok kurang suka. Nah, kolam renang ini disukai semua orang, tua juda cewe cowo suka semua.

      Delete
  7. Murah ya tiketnya, 20 ribu untuk semua wahana, pemandangan yang bagus, dapat teh botol dalam kotak pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan murah dibanding tempal lain yang hanya taman bunga saja atau kolam renang saja. Kalau ini kan sudah bisa renang sekaligus jalan2 di kebun buah dan bunga.

      Delete
    2. Lumayan murah dibanding tempal lain yang hanya taman bunga saja atau kolam renang saja. Kalau ini kan sudah bisa renang sekaligus jalan2 di kebun buah dan bunga.

      Delete
  8. Aku pikir lorong markisa ini lorong yang ada legenda markisanya, eh ternyata emang lorong yang ditumbuhi markisa :)))) keren tempat wisatanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... pohon markisanya menutupi kanan kiri atas jalan membentuk lorong panjang.

      Delete
  9. Banyak banget spot foto yang asyik. @_@
    Gairah foto saya kok jadi naik, padahal jarang lho. Saya jarang foto kecuali perlu atau merasa perlu.
    Ah.. Pemalang itu tidak jauh. Kapan2 ke sana, aaaah

    ReplyDelete
  10. Ih mahal amat, masa bibit strawberry Rp 15.000
    Sini saya kasi gratis 😁😁😁

    Eniwei baswei, penduduk Pemalang, Pekalongan, Tegal dll seneng rekreasi kalo libur ya?
    Mungkinkah dampak suami Istri kerja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau dong bibit stroberi gratis, hehe...

      Biasanya anak-anak minta main ke mana gitu, Mbu, kalo sekolah libur. Nah, daripada ke mol lagi mol lagi, ya kita berenang atau jalan2 gitu.

      Delete
  11. Spot fotonya keren2, pengen deh sekali-kali rekreasi ke sana

    ReplyDelete
  12. Wah pasti segar ya wisata kesini..
    Daerah pengununga...
    Anak anak pasti juga suka, bisa berenang juga

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.