27 Mei 2020

Pengelolaan Berat Badan Sesuai Mesin Kecerdasan Ala STIFIn

Tags

diet mengelola berat badan


Setelah melakukan tes STIFIn beberapa bulan lalu, saya mengikuti grup WA yang membahas tentang berbagai topik sesuai mesin kecerdasan. Salah satu grup itu adalah program pengelolaan berat badan.

Dan... yap! Cantik make up saja nggak cukup kan yess. Kita harus cantik luar dalam. Perawatan dari luar penting, tapi sehat dari dalam juga sama penting.

Body langsing itu bonusnya. Katanya, cantikpun relatif.  Pengelolaan berat badan ini lebih bertujuan sebagai upaya mendapatkan tubuh yang sehat. Sebab konon di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang sehat pula.

Selain itu, saya tertarik masuk dalam grup WA ini karena ingin mengetahui cara menaikkan berat badan (BB) buat si Sulung yang memiliki perawakan mungil.

Memang, umumnya orang Intuiting extrovert (Ie) memiliki kecenderungan bentuk fisik yang mungil. Dan karena saya pun dulu bertubuh mungil pula, maka kemungkinan anak saya pun membawa gen keturunan perwakan saya ini. Namun, saya masih penasaran bagaimana caranya agar si Sulung bisa menambah BB-nya.

Grup yang dibuat oleh STIFIn Semarang dan dimotori Bunda Mimin ini membahas mengenai seluk beluk berkaitan berat badan pada khususnya dan kesehatan tubuh pada umumnya.

Grup ini awalnya dibuat untuk pendampingan program pengelolaan berat badan selama 21 hari. Namun, sampai sekarang grup tersebut masih aktif dan peserta grup masih dapat berkonsultasi dengan nara sumber.

Konsultan yang bertanggung jawab menjadi nara sumber dalam grup ini adalah dr. Amel (Intuiting)
Dokter Amel saat ini bertugas di RS Pelita Harapan.


Berikut ini salinan materi program pengelolaan berat badan ala STIFIn.


Dalam STIFIn, ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam melakukan diet berat badan.
  1. Setiap gender beda diet
  2. Setiap mesin kecerdasan yang berbeda akan berbeda pula dietnya
  3. Usia juga akan menentukan program diet
  4. Nutrisi yang dibutuhkan ditentukan oleh TB / BB
  5. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sesuai culture 
  6. Orang menikah dan belum menikah juga menentukan diet, rela makan atau rela tidak makan demi orang2 sekitar
  7. Aktifitas/profesi memengaruhi pola makan dan lifestyle helathy

Menurut kriteria WHO:

IMT (Index Massa Tubuh)
BMI (Body Massa Index)

BMI < 18.5 Berat Badan Kurang
BMI 18.5 - 24.9 Berat Badan Ideal
BMI 25 - 29.9 Pre Obesitas

Obesitas ada 3 kategori

Obesitas kelas I.   BMI 30-34.9
Obesitas kelas II.  BMI 35-39.9
Obesitas kelas III. BMI > dari 40

BMI dikaitkan dengan resiko kesehatan, jika masuk kategori obesitas maka akan memiliki resiko terkena penyakit jantung dan diabetes 3 sampai 4 kali lipat lebih besar dari BMI yang lebih rendah.

Hal-hal yang perlu diketahui saat diet atau mengelola berat badan, kita harus menghitung beberapa hal terlebih dahulu. Yaitu:

1. Menghitung kebutuhan kalori


  • Berat Badan ideal adalah:
(TB - 100) - (10% x (TB-100)

  • Kebutuhan Kalori ideal:
Berat Badan Ideal x 25

(jika ingin menurunkan BB dikalikan 25
jika ingin menjaga BB dan menaikkan BB dikalikan 30)

  • Menghitung BMI (Body Massa Index)
BB saat ini : (TB x TB)


Contoh

BB Nabila 75 kg
TB Nabila 162

Maka BMI Nabila adalah
 75/(1,62×1,62) = 28,5779606767

Nabila termsuk kelebihan berat badan ( obesitas tingkat 1) dengan BMI 28

Berat badan ideal Nabila adalah
= (162-100) - (10% × (162-100))
= 62- 6,2
= 55,8 kg

Menghitung kebutuhan kalori ideal Nabila
55,8 x 25 = 1,395 dibulatkan 1400

Jadi kebutuhan Kalori harian Nabila adalah  1400 Kalori

2. Mengitung kebutuhan air dalam satu hari


  • Minum air putih per hari minimal

7% × BB = ....liter

contoh:
Nawa memiliki BB 45 kg

jadi kebutuhan air sehari Nawa adalah :
7% x 45kg = 3,15 liter air

 

3. Menyusun meal plan


Misalnya Tsabi TB / BB = 154 / 55 kg

Menghitung BB ideal
(154-100) - (10% x (154-100)
= 54 - 5,4
= 48,6 kg

Kebutuhan kalori Tsabi untuk menjaga BB adalah 48,6 kg x 30 = 1.458 dibulatkan 1500 kal

menu diet 1200 kal

menu diet 1500 kal


Cara menaikkan BB sebenarnya sama dengan menurunkan BB.
Untuk kebutuhan kalori 1200, dibagi 3 pada makan pagi 400, siang 400, malam 400
  • 400 sarapan 300, jam 10 camilan buah 100
  • 400 siang makan 400
  • 400 malam 100 sore buah 300 makan malam
Untuk kebutuhan kalori 1500, dibagi 3 pada sarapan 500, siang 500, malam 500
Untuk kebutuhan kalori 1800, dibagi 3 pada sarapan 600, siang 600, malam 600

Itulah tiga hal dasar yang perlu diketahui saat hendak diet dan mengelola berat badan.


Jika ingin sehat, bahagia, sukses mulia jangka panjang, maka kita harus memiliki perilaku dan gaya hidup yang tidak mudah tetapi sebenarnya nyaman dilakukan.

Lima hal yang memerlukan perubahan mendasar yang akan berpengaruh besar pada kesehatan dan berat badan terletak pada:
  1. Mindset (pola pikir)
  2. Gaya hidup (nutrisi dan pola makan, pola tidur)
  3. Latihan
  4. Olahraga
  5. Komunitas

Tips ringan untuk mempertahankan dan mengelola berat badan (BB) yaitu:
  • Minum air putih minimal 2 gelas
  • aktifitas ringan, 30 menit jalan kaki, olah raga ringan 10 menit, atau 1 menit olah raga
  • orang Intuiting jangan sampai lapar. Jika lapar, makan buah dan minum air putih


Bagaimana caranya kita tau besarnya kalori dr makanan yg kita makan?

1 kepal nasi 100 kal
1 mangkuk sayur 100 kal
1 ikan utuh satu telapak tangan sekitar seperempat kg 200 - 300 kal


Tips membentuk kebiasaan baik dan perubahan perilaku buruk


Untuk membentuk kebiasaan baik akan melepas kebiasaan lama yang buruk
  1. Kemungkinan tidak bisa langsung membuang kebiasaan lama yang buruk, tetapi lakukan kebiasaan baru yang baik untuk berkompetisi dengan kebiasaan lama. Lakukan dua kebiasaan berbeda
  2. Lakukan kebiasaan baru yang baik yang memerlukan kemauan kuat, hargai proses, tak ada kata instan
  3. Tetap menjaga kemauan kuat untuk tetap sehat adalah salah satu cara agar kebiasaan baru yang mulai kita lakukan tidak berhenti.
  4. Menikmati proses perubahan, yaitu dengan cara memotivasi dan mendukung diri dengan menyediakan lingkungan yang sesuai.

Kebahagiaan diawali dengan senyum di pagi hari. Tularkan kebahagiaan dengan sekitar.

Beberapa hal yang tidak diketahui orang sehingga himbauan  ini sering gagal:
  • Tidak minum manis
  • Tidak minum berwarna
  • Tidak minum berpengawet
  • Tidak minum suplemen
yaitu karena minuman seperti tersebut di atas membuat enzim dalam tubuh bekerja lebih keras dan produksinya akan berkurang. Enzim yang berkurang akan membuat tubuh menua lebih cepat.

  • Tidak makan gorengan
adalah karena :
* ada minyak yang teroksidasi panas pada wajan yang akan memperburuk metabolisme tubuh
* ada tepung yang mengandung banyak karbo yang akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah
* menambah tabungan lemak dan kelebihan kalori
* makanan segar seperti buah pisang atau tahu tempe yang digoreng akan merusak kandungan nutrisinya

  • Kurangi garam
  • Minum hanya air putih

Itu dia materi selama pendampingan pengelolaan berat badan dalam grup WA yang saya ikuti. Materi ini saya tulis di sini setelah meminta izin dari dr. Amel dan Bunda Mimin dari STIFIn Semarang, agar tidak hilang dan dapat dipelajari sewaktu-waktu.

Pastinya akan banyak yang dapat mengambil manfaat, seperti saya pun makin percaya diri dalam melakukan diet pengelolaan berat badan karena memiliki panduan kesehatan dari ahlinya.

Semangat hidup sehat!



Blog tentang kecantikan, make up, fesyen dan mode, dan budaya

30 komentar:

  1. wah, bagus nih, tapi saya masih susah meniatkan diri untuk hidup tanpa gorengan, gimana dong? haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti orang Indonesia pada umumnya ya, hehe

      Hapus
  2. Waduh, saya masih suka makan gorengan, suka juga minum yang manis dan mungkin berpengawet juga seperti minuman yang di botol kemasan itu. Gimana caranya ubah kebiasaan itu ya? 😂

    Minal aidzin wal Faidzin mbak Lasmi, mohon dimaafkan segala salah selama ini dalam ngeblog 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf lahir batin juga.
      Iya, susah memang mengubah kebiasaan.
      Kalau saya gorengan bikin sendiri masih suka makan. Karena tahu bahan dan minyak yang digunakan selalu baru.

      Hapus
  3. PR banget ya mbak kalau mau sehat. Saya juga sempat menjalankan diet sehat setahun yang lalu, dan benar memang apa yang dijelaskan di sini. kalau kita bisa menerapkan, insya Allah bukan hanya tubuh ideal yang dimiliki, tapi juga lebih sehat dan qadarallah nggak gampang sakit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, berusaha hidup sehat aja ya mbak. Insya Alloh.

      Hapus
  4. Pas banget topiknya
    Saya sedang kelebihan berat badan tapi susah menahan minum minuman manis huhuhu
    Padahal penting banget agar ngga kena Penyakit tidak menular ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa diganti dengan pemanis rendah kalori Ambu.

      Hapus
  5. Diet sehat itu harus benar-benar diniatkan ya, mba. Secara godaan untuk selera makan banyak banget.
    Diet sehat itu memang harus dengan panduan ahli. Makasih sharingnya, mba.

    BalasHapus
  6. Wah... STIFIn bisa membantu dalam pengelolaan berat badan juga? Menarik nih. Kalau saya malah cenderung underweight, susaaaah banget mau naikin berat badan. Sempat konsul dengan dokter juga karena merasa kurus banget. Jadi kelihatan enggak segar dan kuyu, huhu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsipnya sama antara menaikkan ataupun menurunkan BB.
      Jaga pola pikir, pola makan, istirahat, olah raga seimbang.

      Hapus
  7. Baru tahu kalo STIFin ini bisa buat manage Berat Badan. Wow, amazing banget deh. Jadi kepengen ikutan juga. 😍

    BalasHapus
  8. Bicara ttg berat badan adl sensitif bgt y kak huhu. Selama ini kl makan blm ornh itung2 smpai detil gtu 😭 spertiny sy trtarik join ig komunitasnya kak. Dan, iya bgt, gula dan gorengan itu susah bgt buat dijauhin >~< terima kasih bnyk ulasanny kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang susah banget move on dari gula dan gorengan.

      Hapus
  9. Kontrol berat badan memang harus konsisten dengan niat yaa, kadang pengen banget diet, habis itu kaya males lagi hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan langsung ekstrim. Nikmati prosesnya aja sih. Kata Bunda Mimin dan Bunda Amel juga emang ngga bisa langsung bisa melepas kebiasaan lama.

      Hapus
  10. Mom ini khusus Semarang aja ya berarti? Buat yang di Jakarta ada? Btw Mom salam kenal ya. Saya BW dari WAG. Mampir Mom ke tempat saya <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. WAG nya ngga hanya untuk domisili Semarang kok kak. Seluruh Indonesia bisa ikut kok. Banyak yang dari luar Jawa juga.

      Ok, Kak, siap BW

      Hapus
  11. Saya susah sekali berpisah sama terigu. Bolu sama roti jadi favorit. Harus kerja keras buat mengurangi asupan terigu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia. Saya masih pe er juga nih di gula dan tepung-tepungan seperti terigu.

      Hapus
  12. Semangat ya untuk mengatur pola makan dan menjaga berat badan seimbang.

    BalasHapus
  13. Owalah aku baru tau ada STIFin program penurunan berat badan loh ..
    Nah kalo ada aplikasi gini, bikin semangat yang punya niatan mengurangi berat badan.

    BalasHapus
  14. Lelaki berjenggot seperti saya bisa gabung ke grup WA nya kagak ya
    Saya sudah mengalami masalah dengan berat badan
    Semenjak lockdown, barat badan naik, perut jadi buncit
    Tapi saya paling sulit untul menghindari gorengan, atau manis-manisan.
    Paling doyan ngopi dan ngemil tahu goreng.

    BalasHapus
  15. Duh mau program naikin berat badan dong mbak. Huhu
    Berat badanku nggak ideal bgt, terlalu kurus kl diitung dg metode di atas. Tp tips di atas juga cocok diterapkan supaya badan sehat dg melakukan pola hidup yg baik yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa untuk menaikkan ataupun menurunkan BB kok mbak ^.^

      Hapus
  16. Wah... Liat angka-angkanya aja udah bikin kurus. 🤣

    Tapi emang bener sih, dengan pola makan yang sehat, bisa membentuk tubuh dan jiwa yang sehat.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.