29 Februari 2024

Mesin Serbaguna Honda Power, Petani Pun Bisa Kerja Keras Plus Kerja Cerdas

Tags

Mesin Serbaguna Honda Power, Petani Pun Bisa Kerja Keras Plus Kerja Cerdas


Musim tanam padi



Musim penghujan sudah tiba. Musim yang dinantikan para petani untuk bertanam padi. Aku, Bapak, dan juga banyak keluarga di kampung kami yang mayoritas petani, menyambut musim tanam dengan riang gembira, siap bekerja keras plus kerja cerdas!


Sudah banyak para petani yang mengelola sawah dengan lebih cerdas, agar modal dapat ditekan seminimal mungkin, demi mendapat hasil semaksimal mungkin dengan spesifikasi mesin Honda GX200.


Ya, bertani juga banyak lho, modalnya. Modal tenaga kerja, modal pembelian bibit, pupuk, pestisida, dll, sampai dengan modal alat kerja. Semakin besar skala bertani, makin besar pula modalnya.


Dulu, petani di kampung kami hanya dapat menanam padi setahun sekali. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Saat itu, kami hanya murni mengandalkan air hujan untuk pengairan sawah.
  • Alat pertanian yang masih tradisional.
  • Tenaga yang dibutuhkan banyak.
  • Waktu yang lama dalam pengolahan tanah karena serba manual dan tradisional.
  • Bibit yang belum direkayasa genetik, memiliki umur panen yang lama.
  • Penanggulangan hama masih tradisional.


Seiring berjalan waktu, petani mulai mengenal alat pertanian yang lebih modern untuk mengolah sawah. Waktu pengerjaan pun dapat disingkat. Kini kami bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Bahkan jika hujan masih ada sepanjang tahun, kami bisa menanam padi hingga tiga kali, menyambung musim tanam tahun berikutnya.


Bagi kami para petani, padi adalah benda berharga yang sangat ‘dihormati’. Dewi Sri atau dikenal dengan Dewi Padi, menjadi simbol kemakmuran. Selama padi masih tersimpan di lumbung, kami tak khawatir soal makanan.


Mengolah sawah bagi para petani bukan sekedar mengolah benda, melainkan sudah dianggap sedang membesarkan anak. Prosesnya yang panjang sebelum bisa panen, tidak bisa tidak, harus dilewati dengan telaten dan sabar.


Tahapan Bertani



Setidaknya inilah beberapa tahap dalam mengolah sawah yang sekarang sudah dikerjakan dengan lebih cerdas oleh para petani, hingga masa panen tiba.


1. Membajak sawah


Sebelum musim hujan tiba, petani biasanya menanami sawah dengan berbagai tanaman selain padi.


Musim kemarau kemarin, Bapak menanam semangka, timun, dan jagung. Beberapa petani lain ada yang menanam kacang panjang, buncis, kacang tanah, dan sayuran lain.


Nah, begitu musim hujan tiba, kebun-kebun itu kembali difungsikan untuk menanam padi.


Membajak sawah yang dulu dilakukan dengan bajak sapi tradisional, yang memakan waktu satu minggu sampai belasan hari, saat ini diganti dengan traktor bertenaga mesin dengan waktu pengerjaan hanya dua tiga hari saja!


Traktor atau pembajak sawah pun perlu diperhatikan tenaga mesinnya agar tidak boros bahan bakar dengan Mesin Honda GX200.


Mesin Honda seri GX terkenal dengan keandalan dan kinerja yang superior. GX200 telah menjadi mesin yang melegenda. Tingkat kebisingan yang lebih rendah, getaran rendah, dan emisi yang lebih rendah - tanpa mengorbankan daya output/tenaga atau kinerja, membuat alat pembajak sawah lebih optimal dioperasikan.


Berikut keunggulan Mesin Honda GX200:

  • Mesin Honda OHV Kelas Komersial
  • 4.8kW (6.5HP)/3600rpm dan Isi SIlinder 196 cm³
  • Hemat Bahan Bakar
  • Garansi 1 Tahun


Dengan keunggulan mesin pada alat pertanian, petani siap kerja cerdas setiap musim tanam.


Mesin Honda GX200 selain bisa digunakan pada pembajak sawah, juga bisa diaplikasikan pada perahu ketingting, dan peralatan pertanian lain.


Di bawah ini spesifikasi Mesin Honda GX200


Spesifikasi honda GX200



2. Mencangkul sawah



Meski sudah menggunakan traktor, petani tetap membutuhkan tenaga kerja untuk mencangkul sawah.


Pekerja ini meratakan bagian pinggiran sawah yang tidak terjangkau oleh mata bajak traktor. Selain itu, pekerja juga sekaligus memperbaiki pematang sawah agar makin kokoh selama masa tanam padi.


Jadi, meski penggunaan mesin tradisional sudah diganti dengan tenaga mesin, pertanian tetap menyerap tenaga kerja yang bekerja manual di beberapa tahap kerja.


Para pekerja ini bekerja mengikuti alur kerja traktor pembajak hingga sawah siap ditanami padi.


Bertanam dengan mesin Honda GX200


3. Menanam padi



Tahap berikutnya setelah tanah sawah siap ditanami, petani akan mempekerjakan beberapa orang untuk menanam padi.


Di daerah sekitar Ampelgading, Comal, Bodeh, bibit padi siap tanam, banyak dijual oleh petani khusus penyedia bibit. Petani tinggal membeli sesuai kebutuhan tanah dan langsung ditanam. Namun, di desa kami, umumnya petani menyamai benih sendiri sekitar 15 sampai 20 hari sebelum proses pembajakan sawah.


Saat sawah siap ditanami, bibit yang sudah disemai sebelumnya, sudah cukup umur untuk ditanam serentak.


4. Pemupukan



Memupuk tanaman padi dilakukan pada umur tanam sekitar 30 hari dan diulang pada umur sekitar 60 hari.


Umumnya, pupuk yang digunakan berupa pupuk urea dan dikombinasi dengan NPK.


5. Menyiangi rumput dan gulma



Proses yang tak kalah penting dalam masa tanam padi adalah proses menyiangi tumbuhan liar yang dapat mengganggu tumbuhnya tanaman padi.


Usai dipupuk, bukan hanya tanaman padi yang makin subur, tapi gulma dan rumput liar pun akan banyak bermunculan. Saat itulah dilakukan penyiangan rumput. Petani juga dapat menyemprotkan obat khusus herbisida yang mematikan rumput liar tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.


Alat penyemprot obat saat ini juga sudah bertenaga motor yang lebih efisien. Tidak perlu memompa secara manual berulangkali, tapi cukup ditekan mesin sudah menyemprot otomatis, bisa diatur sesuai kebutuhan.



Bajak dengan motor Honda GX200



6. Mengairi sawah



Meski bertanam di musim penghujan, petani pun tetap harus memperhatikan pengairan sawah agar tidak kekeringan selama menanam padi.


Jika letak sawah jauh dari sumber air, terkadang petani perlu menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawahnya. Air dari sumber dialirkan menuju sawah-sawah yang sudah ditanami padi. Makanya, para petani umumnya memiliki mesin pompa air dan generator sendiri.


Honda GX200 juga memiliki spesifikasi yang cocok untuk pompa air. Teknologi BI FUEL Mesin Honda berbahan bakar gas (dengan menggunakan Konverter Kit ) dan Bensin yang mampu menghasilkan performa tangguh, ramah lingkungan serta sangat ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.


Desain yang ringan dengan bentuk ringkas memudahkan pemasangan mesin untuk berbagai macam peralatan, termasuk untuk pompa air.


Mesin 4-Tak Honda seri GX telah menjadi standar internasional untuk mesin serbaguna.


Keunggulan lainnya ialah:

  • Material Khusus untuk LPG
  • Mesin Honda OHV Kelas Komersial
  • 4.8kW (6.5HP)/3600rpm dan Isi SIlinder 196 cm³
  • Hemat Bahan Bakar
  • 1 Tahun Garansi

7. Masa panen padi


Setelah masa tanam yang panjang, tibalah saatnya panen tiba.


Padi yang sudah menguning dan merunduk, tandanya siap untuk dipanen.


Panen padi dilakukan secara manual dan dengan mesin. Sebagian pekerja akan membabat pohon padi, lalu sebagian lainnya memisahkan biji padi dari pohonnya dengan mesin perontok dan pemisah biji padi.


Mesin perontok padi dari Honda juga banyak dijual di toko alat pertanian dan terkenal irit bahan bakar serta bandel.



Itulah secara garis besar proses tanam hingga panen padi.


Bisa dibilang, poin 1 sampai 6 adalah waktunya mengeluarkan modal. Poin ke-7 adalah waktunya mengharapkan hasil dari modal yang sudah dikeluarkan.


Jika diukur dari lama waktu tanam antara 3 sampai 4 bulan, petani harus mengeluarkan modal terus menerus selama itu, sampai hari panen tiba.


Sebelum padi sampai di rumah saat panen, masih ada berbagai biaya operasional. Bahkan sesampainya di rumah, padi masih harus dijemur berhari-hari hingga kering, baru kemudian bisa dijual dalam bentuk gabah, atau digiling lebih dulu agar bisa dijual dalam bentuk beras, baru petani bisa merasakan hasil sawahnya.


Karena itu, agar dapat menekan pengeluaran permodalan selama masa tanam, petani harus lebih cerdas dengan memilih alat pertanian yang hemat dan bandel dari Honda. Mesin serba guna Honda dapat diaplikasikan ke berbagai alat 
pertanian sesuai kegunaan dan spesifikasinya.


Berbagai produk mesin pertanian Honda bisa dilihat pada website Honda Power. Di website resmi ini, kita bisa mendapatkan informasi produk, juga informasi dealer resmi terdekat sesuai alamat tempat tinggal. Pastinya kita ingin mendapatkan produk yang original dan bergaransi, bukan? Ada juga informasi tempat servis dan perawatan mesin yang resmi jika mesin bermasalah.


Selain bisa memilih produk spesifik yang dibutuhkan melalui website, kita juga bisa men-download aplikasi Honda Power ID agar lebih memudahkan dalam membeli.


Petani kerja cerdas


Semoga kami para petani ini tetap sehat, tetap semangat, kerja keras plus kerja cerdas, mendapat hasil maksimal, dalam memperjuangkan ketahanan pangan dalam negeri pada umumnya dan kesejahteraan keluarga pada khususnya.***


Blog tentang kecantikan, make up, fesyen, mode, dan budaya

1 komentar:

  1. Wah, keren ini. Alat-alatnya sangat membantu para petani ya. Bekerja jadi lebih mudah dan cepat :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tanggapan dan komentarnya ya.